Setelah Camat Jekulo, Hari Ini Panwaskab Panggil Tim Sukses Noor Yasin 

Muria NewsCom, Kudus – Panwaskab Kudus memanggil Tim Sukses Masan-Noor Yasin, Rabu (28/2/2018). Hal itu untuk mengklarifikasi terkait adanya unggahan foto yang menunjukan Yasin sedang berada di tempat pengajian, berdoa bersama Camat Jekulo Dwi Yusie Sasepti.

Wahibul Minan Ketua Panwaskab Kudus mengatakan, dari klarifikasi tim sukses, kedatangan Noor Yasin adalah sebagai peserta.

“Yang bersangkutan (Yasin) diundang karena merupakan Ketua Pembina Jamaah Pengajian Yasin Fadilah Musthofa,”‎ ungkapnya, Rabu (28/2/2018).

Hanya saja, dirinya mengakui belum mengetahui struktur kepengurusan jamaah tersebut.

Baca Juga:

Terpisah, Ahmad Sholeh mengatakan pihaknya memang dipanggil oleh Panwaskab Kudus. Namun demikian dirinya menggaransi tidak ada tujuan politis dari kedatangan Noor Yasin pada pengajian, yang digelar Jamaah Al Khidmah di Jekulo.

“Kehadiran Pak Yasin karena memenuhi undangan. Ia diundang sebagai Ketua Pembina Jamaah Yasin Fadilah Musthofa. Tidak ada sambutan dari Pak Yasin,” ujarnya.

Sebelum pemanggilan, diketahui ada sebuah foto yang diunggah oleh akun Cak Narto. Didalamnya, terlihat Camat Jekulo Dwi Yusie Sasepti bersama kyai dan Noor Yasin sedang menengadahkan tangan, nampak berdoa.

Dalam unggahannya Cak Narto memberikan caption berbau politis. “CAWABUP Pak Noor Yasin Doa Pemenangan Bersama Dg Camat Jekulo Kades Pladen Hadipolo Bulung Cangkring, Honggosoco dan Jekulo di Ruang Kerja Camat Jekulo Sederek,” tulisnya.

Hal itu kemudian dibantah oleh Camat Jekulo, yang kemarin (Selasa,27/2/2018) dipanggil oleh Panwaskab Kudus. ‎Menurutnya, doa itu ditujukan sebelum memulai kegiatan, bukan untuk pemenangan Cawabup.

Sementara itu, Cak Narto yang bernama asli Sunarto mengaku sedang diluar kota. Ketika dikonfirmasi MuriaNewsCom, ia tidak memberikan keterangan lebih lanjut. Hanya saja ia menyanggupi ketika diminta bertatap muka.

Ketemu neng ndarat wae, aja telpon aku lagi neng luar kota(ketemu langsung saja, saya sedang diluar kota),” kemudian menutup sambungan telepon.

Editor: Supriyadi

Calon Bupati Kudus: Semua Lawan Berat

Calon Bupati Kudus: Semua Lawan Berat

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah ditetapkan sebagai Calon Bupati-Wakil Bupati Kudus, lima paslon pemimpin Kota Kretek mengaku siap bertarung di gelaran Pilbup 2018. Mereka menganggap masing-masing kontestan adalah pesaing berat.

Seperti diungkapkan oleh Masan, calon bupati yang diusung PDIP, Golkar, Partai Demokrat dan PAN. Ia menyebut, harus kerja keras untuk dapat menapaki kursi pemimpin Kudus.

“Semuanya berat, jadi saya harus kerja keras. (kompetisi) itu biasa saja, yang terpenting bisa saling menghormati dan menghargai karena pilkada adalah ujian kedewasaan dalam berdemokrasi,” ungkapnya, setelah resmi ditetapkan KPU Kudus sebagai Calon Bupati di Hotel Kenari Asri, Senin (12/2/2018).

Disinggung terkait strategi pemenangan, ia mengaku akan menguatkan seluruh struktur koalisi. “Setelah ini kita akan fokus ke pengambilan nomor urut besok. Terkait nomor, berapapun itu baik,” imbuhnya.

Sementara itu M. Tamzil Calon Bupati Kudus yang diusung PKB, PPP dan Hanura mengaku akan mulai bergerak menemui masyarakat. “Tidak ada kata terlambat bagi kami, nanti yang terpenting lihat pada tanggal 27 Juni,” ucapnya.

Baca: SAH! 5 Bapaslon Kudus Ditetapkan sebagai Calon Bupati-Wakil Bupati

Ditanya tentang saingan terkuat dalam kompetisi pilbup Kudus, Tamzil mengaku semua peserta memiliki bobot tersendiri. “Sama saja (beratnya) baik perseorangan maupun dari partai. Yang penting dalam pilkada ini semuanya berlangsung kondusif,” tuturnya.

Calon dari perseorangan, Nor Hartoyo mengaku akan bergerak lebih masif untuk mengenalkan visi dan misinya kepada warga. Menurutnya, timnya sudah bergerak sejak lama.

“Saya akan ketemu dengan masyarakat untuk menyosialisasikan visi dan misi. Tim sudah terbentuk hingga tingkat RT, karena sejak kita mau merekrut dukungan kita sudah terjun ke masyarakat,” tutur calon bupati dari jalur perseorangan itu.

Ditanya mengenai persaingan, dirinya menganggap semua calon dianggap berat. “Semuanya berat, semuanya lawan tangguh, secara prinsip kita tak meremehkan satu dengan yang lain,” jelasnya.

Sementara itu Sururi Mujib, tim pemenangan calon bupati-wabup Akhwan-Hadi Sucipto mengaku akan menyusun strategi khusus. Mereka akan mendekati setiap warga.

“Tim kami sudah terbentuk hingga ke tingkat RT,” ucapnya mewakili Akhwan yang tidak hadir karena sedang takziyah.

Hampir serupa, tim pemenangan calon Sri Hartini-Bowo menyebut, akan lebih giat turun ke masyarakat. “Otomatis kita akan menerapkan strategi, pembentukan tim relawan dan pemenangan. Pembentukannya sebagian besar sudah dilakukan,” kata Azka Najib, tim pemenangan pasangan Hartini-Bowo.

Editor: Supriyadi

PDIP Deklarasikan Masan-Noor Yasin Calon Bupati dan Wabup Kudus

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa mendeklarasikan Masan-Noor Yasin sebagai bakal calon bupati-wakil bupati Kudus, Jumat (29/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan akhirnya mengeluarkan rekomendasi untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018. Rekomendasi diturunkan kepada Masan sebagai bakal calon bupati dan Noor Yasin sebagai bakal calon wakil bupati.

Masan merupakan Ketua DPRD Kudus, dan Noor Yasin masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus. Pasangan ini dideklarasikan Jumat (29/12/2017) sore.

Sekretaris DPC PDIP Kudus M Yusuf Roni, mengumumkan rekomenasi dari DPP PDIP ini kepada ratusan kader di Gor Bung Karno Kudus, Jumat (29/12/2017) sore.

“Masan SE, MM dan Drs Noor Yasin, MM calon bupati dan wakil bupati 2018 – 2023,” katanya saat menyampaikan rekomendasi dari DPP PDIP.

Menurut Yusuf, dalam surat dari DPP PDIP itu juga memerintahkan kepada DPC PDIP Kudus, untuk mendaftarkan Masan-Noor Yasin sebagai bakal calon yang diusung PDIP ke KPU. Selain itu, juga disebutkan untuk mendukung secara penuh pasangan asal PDIP itu.

Terkait calon lain yang tidak mendapatkan rekomendasi, dalam pendaftar dan uji tes sudah menandatangani pernyataan untuk mendukung rekomendasi DPP. Dan para calon bersedia menandatangani dengan sebenarnya dan sadar tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa menyebut, apa yang menjadi mandat dan instruksi dari DPP PDIP harus didukung secara penuh oleh semua pengurus DPC PDIP Kudus. 

“Ini merupakan rekomendasi dari DPP, jadi tak ada pilihan lain selain mendukungnya,” ungkap dia.

Disebutkan, rekomendasi untuk Kudus merupakan rekomendasi yang kali pertama dikeluarkan dari DPP untul Pilkada serentak 2018. Itu menjadi hal yang bagus lantaran mendapatkan perhatian dari DPP. “Kudus akan jadi lebih baik di tangan Masan dan Noor Yasin,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

DPRD Sarankan Wonosoco Jadi Daerah Agrowisata

Ketua DPRD Kudus Masan memberikan sambutan dalam pengukuhan Kelompok Tani Hutan Ngudi Makmur Desa Wonosoco. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Desa Wonosoco, di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, dipandang mempunyai potensi besar di sektor pariwisata. Oleh karananya, kalangan DPRD Kudus menyarankan agar desa itu dikembangkan menjadi agrowisata.

Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Kudus, Masan, dalam pengukukuhan Kelompok Tani Hutan Ngudi Makmur, di Balai Desa Wonosoco, Senin (2/10/2017). Dalam kegiatan itu juga dihadiri sejumlah anggota Komisi B DPRD Kudus serta Wakil Administratur Perhutani KPH Purwodadi Teguh Waluyo.

Menurut dia, geografi Desa Wonosoco yang dialiri sungai dari aliran sistem waduk Kedungombo yang membelah desa dan diapit perbukitan karst, menjadikan wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata.

“Kami di DPRD memiliki pemikiran untuk mengembangkan Wonosoco menjadi daerah agrowisata. Program serupa mulai diterapkan di Desa Wates, Kecamatan Undaan. Ada lahan seluas empat hektare di Wates yang siap digarap untuk agrowisata,” katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu dilakukan pembenahan dan dukungan infrastruktur. Saat ini menurut dia, penataan akses infrastruktur jalan dan jembatan menuju Wonosoco terus dikebut.

Untuk mengimbanginya, pihaknya berharap warga sungguh-sungguh menata wilayah desanya.

“Jika warganya tidak sungguh-sungguh, maka mimpi mewujudkan Wonosoco sebagai daerah agrowisata tentunya sulit terwujud,” ujarnya.

Sementara Kades Wonosoco Setya Budi menyampaikan kekhawatirannya atas ancaman banjir bandang yang melanda desanya saat musim hujan. Ia menyebut, banjir bandang kerap menerjang Wonosoco sejak 2009.

“Kondisi perbukitan di Wonosoco sudah sangat parah dan belum tertangani dengan baik,” paparnya.

Sejumlah petak lahan lain seperti petak VI yang masuk ke wilayah Desa Prawoto, Pati kondisinya juga tak lebih baik. Namun karena statusnya milik Perhutani, warga maupun pemerintah desa tak bisa berbuat banyak.

“Kami berharap dengan terbentuknya kelompok tani hutan ini, ada langkah sinergis antara masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta Perhutani sebagai pemangku lahan,” harapnya. 

Wakil Administratur Perhutani KPH Purwodadi Teguh Waluyo mengakui, kerusakan lahan di perbukitan Wonosoco cukup mengkhawatirkan. Dengan menggandeng LMDH, pihaknya akan berupaya mengembalikan lahan tersebut kembali hijau.

Warga akan dilibatkan dalam langkah nyata dalam melakukan reboisasi di lahan yang kritis. Tak hanya itu, LMDH juga diminta ikut membantu mendorong meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga hutan. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Datang ke DPC, Masan Minta PKB Dukung PDIP Kudus di Pilkada 2018

Sekretaris PDIP Kudus sekaligus Bakal Calon Bupati Kudus Masan saat berfoto bareng bersama pengurus PKB, Senin (11/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Wakil Ketua DPC PDIP Kudus Masan mendatangi Kantor DPC PKB Kudus, Senin (11/9/2017). Kedatangannya Bakal Calon Bupati Kudus ini bermaksud meminta dukungan dan koalisi kepada PKB untuk PDIP Kudus.

Masan datang bersama pengurus PDI Perjuangan. Secara resmi, PDIP melayangkan surat permintaan dukungan dan ajakan koalisi kepada PKB. Surat tersebut diterima langsung Sekretaris Desk Pilkada PKB Amin Hidayat di kantor DPC PKB.

“Saya mewakili partai untuk melakukan penjajakan kepada PKB. Kami meminta dukungan untuk calon dari PDIP di Pilbup Kudus mendatang,” kata Masan yang juga bakal calon bupati asal PDIP Kudus, Senin (11/9/2017).

Baca Juga: Tamzil Pinang Ilwani Jadi Wakil di Pilkada Kudus

Masan menjelaskan koalisi dengan partai lain sangatlah penting. Untuk itu, sebagai petugas partai sejumlah partai lain didatangi dan diajak untuk berkoalisi. Seperti sebelumnya yang dilakukan untuk Partai Hanura.

Disinggung soal wakil, Masan mengungkapkan semuanya dipercayakan kepada mekanisme yang berlangsung. Misalkan dari PKB meminta wakil, itu sudah menjadi hak dari partai. Namun untuk itu, bakal dibicarakan antar partai lebih lanjut.

“Misal wakilnya Pak Ilwani, singkatannya malah bagus, jadi Mail,” katanya sambil tertawa.

Baca Juga: Bebas dari Penjara, Tamzil Kini Nyalon Lagi jadi Bupati Kudus

Sementara, Sekretaris Desk Pilkada PKB Amin Hidayat mengatakan, apa yang diusulkan oleh PDIP diterima oleh panitia. Bahkan PKB Kudus juga tak menutup kemungkinan akan kualisi tersebut.

“Hanya, mekanisme banyak, selain itu juga banyak juga yang sudah mendaftar ke PKB secara resmi,” jawabnya.

Editor: Supriyadi

Ketua DPRD Usulkan Usaha Depo Air Minum Dikelola Desa

Ketua DPRD Kudus, Masan, saat membahas mengenai usaha depo air minum di kawasan lereng Gunung Muria. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus, Masan, menilai usaha depo air bersih yang menjamur di kawasan Desa Colo dan Kajar, Dawe, tak memberi konstribusi apapun untuk pemerintah, terutama desa.

Padahal, bisnis tersebut mempunyai potensi yang cukup besar. Oleh karenanya, ia menyarankan agar usaha pengambilan air bersih ini dikelola desa, sehingga hasilnya bisa kembali untuk kesejahteraan warga desa.

Usulan ini disampaikan Masan, setelah ia melakukan pengecekan ke depo air di Desa Kajar maupun Colo. Pengecekan itu untuk menindaklanjuti kedatangan kelompok pemanfaat air Muria ke gedung DPRD Kudus, beberapa waktu lalu.

“Saya sudah meninjau ke lokasi. Dan ternyata usaha-usaha itu tak banyak memberi manfaat ke warga sekitar, bahkan tidak ada kontribusi yang masuk ke desa,” katanya, Jumat (1/9/2017).

Menurut dia, tak hanya usaha depo air saja yang memanfaatkan air pegunungan muria secara besar-besaran, usaha toilet di sekitar makam Sunan Muria juga memanfaatkan air Muria untuk kegiatan komersial. ”Kontribusi ke desa juga tidak ada,” ujarnya.

Masan juga mempertanyakan pernyataan pengusaha yang mengaku hanya memanfaatkan air sisa untuk dijual. Ia meminta statemen air sisa itu didefinisikan secara jelas. Sebab jika memang benar air sisa, seharusnya tidak dijual untuk kebutuhan air minum.

“Ketika kebutuhan air rumah tangga dan pertanian di wilayah lereng Muria belum terpenuhi, seharusnya jangan disebut dengan air sisa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Colo Joni Awang juga menyebut jika keuntungan usaha depo air, sepenuhnya masuk ke pengusaha. Ia juga telah mendapat surat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) tentang pembekuan usaha depo air yang tak berizin.

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah menegaskan siap melakukan penertiban usaha yang masih nekat beroperasi. Terlebih sebanyak  24 usaha depo air yang tersebar di Desa Colo, Kajar, Dukuh Waringin, dan Piji tidak berizin.

Hanya, kewenangan penindakan berada di tangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBWS Pemali Juwana. “Akhir Agustus 2017 seharusnya usaha depo air ilegal sudah tutup. Jika dibutuhkan, Satpol PP siap menerjunkan tim untuk membantu penertiban. Namun memang ada koordinasi tertulis agar kami tidak disalahkan,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Sore Ini, 4 Nama Bakal Calon Bupati Kudus Asal Hanura Dikirim ke DPD

Satu dari empat bakal calon Bupati Kudus Akhwan saat mengembalikan berkas pendaftaran ke DPC Partai Hanura. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Proses pendaftaran bakal calon (Balon) Bupati Kudus dari DPC Partai Hanura resmi ditutup 18 Agustus lalu. Dari hasil pendaftaran, terdapat empat nama yang mendaftar dan akan dikirim ke DPD Jateng.

Ketua penjaringan bakal calon Bupati Kudus Partai Hanura, Sutriyono mengatakan, keempat nama tersebut adalah Umar Ali atau Mas Umar, Sri Hartini, Akhwan, dan Djoni Rahardjo. Keempatnya mendaftar sebagai bakal calon Bupati Kudus.

“Sore ini, Selasa (22/8/2017), saya akan mengirimnya ke DPD Jateng. Keempatnya juga sudah dikatakan lengkap sebagai bakal calon Bupati Kudus,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom

Sebelumnya, lanjutnya, satu dari keempat bakal calon, yakni Sri Hartini nyaris gagal karena belum bisa menunjukkan surat dari Pengadilan Negeri (PN) tentang pernyataan tidak pailit atau tidak terlilit hutang.

Beruntung, tim penjaringan memberi batas waktu hingga 19 Agustus sebelum berkas dikirim ke DPD. Dalam waktu yang ditentukan itu, Sri Hartini telah menyelesaikan syaratnya termasuk menyusulkan syarat tersebut.

“Kami dari Hanura agak susah, terdapat 22 persyaratan yang harus dilengkapi oleh bakal calon. Dan keempatnya sudah bisa melengkapinya,” ujarnya.

Disinggung bakal calon lain yang sudah komunikasi, dia mengaku ada dua bakal calon yang sudah komunikasi. Yaitu Masan dari PDIP dan Maesyaroh asal Partai Idaman.

“Tapi, pak Masan hanya mengajak koalisi tanpa mendaftar. Sedangkan Maesyaroh hanya mengambil berkas sebagai wakil dan tidak mengembalikan berkasnya,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Masan, Umar dan Sumiyatun Harap-harap Cemas Tunggu Restu Megawati

Ketua DPRD Kudus, Masan saat pengambilan berkas pendaftaran di Kantor PDIP Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tiga tokoh yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Kudus melalui PDI Perjuangan, kini tengah bersiap-siap kapanpun akan dipanggil DPP untuk dites. Mereka berharap-harap cemas, akankan restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri akan diberikan kepadanya.

Tiga orang yang memperebutkan rekomendasi dari PDI Perjuangan itu yakni Ketua DPRD Kudus Masan, Sumiyatun (PNS yang mengajukan pengunduran diri) dan Umar Ali atau dikenal dengan nama Mas Umar (pengusaha).

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kudus M Yusuf Roni mengatakan, ketiga nama tersebut sudah melengkapi berkas pendaftaran dan telah dikirim ke DPP.

“Kalau kami di PDIP, rekomendasi semuanya yang menentukan adalah dari DPP. Jadi ketiga nama sudah diajukan dan tinggal menunggu proses berikutnya saja,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (14/8/2017).

Ia menyatakan, tiga calon itu harus siap kapanpun dipanggil DPP untuk dilakukan tes oleh pengurus PDI Perjuangan pusat. Tes terdiri dari tertulis dan wawancara. Tes tulis terdiri dari kemampuan calon dalam pemahaman partai hingga kemampuan akademik yang dimiliki.

M Yusuf juga menyebut, DPP dalam memberikan rekomendasi juga mendasarkan dari hasil survei internal terhadap bakal calon. Sebelumnya, internal PDIP jga telah melakukan survei, yang dilakukan sebelum penjaringan bakal calon dibuka.

Editor : Ali Muntoha

Korban Ledakan Elpiji Undaan Diperlakukan Istimewa oleh Pemkab Kudus

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Joko Dwi P (kiri) bersama Ketua DPRD Kudus Masan memantau korban luka bakar, Ramisih (47) di Lambangan, Undaan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ramisih (47), warga Desa Lambangan RT 7 RW 2 Gang 12, Kecamatan Undaan, korban ledakan gas elpiji 3 kg mendapatkan perlakuan yang istimewa dari Pemkab Kudus. Ramisih setiap hari didatangi petugas, untuk memantau perkembangannya.

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kudus Mas’an. Dia mengatakan kalau kondisi Ramisih berangsur membaik. Bahkan fasilitas berobat di rumah juga berjalan lancar, sesuai dengan instruksi yang diberikan.

“Saat itu saya meminta agar tiap hari ada petugas yang datang memeriksa. Petugas juga merawat pasien karena memang masih sakit akibat luka bakar di sebagain besar tubuhnya,” katanya kepada MuriaNewsCom usai pemanggilan RSUD dan DKK di Kudus.

Servis perawatan diberikan langsung oleh puskemas terdekat. Tiap hari petugas puskemas memeriksa pasien dan memberikan obat. “Tiap hari ada laporan kepada saya, laporan juga disertai gambar, yang mana menjelaskan perawatan yang diberikan. Seperti halnya hari ini, petugas datang untuk mengganti perban yang ada pada tangan dan kaki korban,” ungkap dia.

Atas hal itu, dia memberi apresiasi kepada pihak kesehatan yang sudah tanggungjawab dalam hal penyembuhan pasien. Namun, pengawasan juga masih dilakuan olehnya secara langsung kepada korban sampai sembuh.”Keluarga sudah saya beri nomor saya, jadi kalau ada apa-apa, tinggal hubungi saya dan saya pastikan tindaklanjuti,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : RSUD Kudus Paksa Pulang Pasien yang masih Sakit

 

PDIP Kudus Dukung Masan, Ketua DPRD, Maju di Pilkada 

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Masan menjadi dambaan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setempat untuk maju jadi calon bupati di Pilkada 2018.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Kudus yang juga Bupati Kudus Musthofa hadir langsung pada kegiatan reses di kantor DPC, Senin (20/2/2017) malam.

Nama Masan tiba-tiba mengemuka saat Musthofa memberi pengarahan kepada kadernya. Musthofa sempat menanyakan kira-kira siapa kader PDIP yang pantas menjadi cabup. Sejumlah kader spontanmenyebut nama Masan. Nama yang dimaksud tak lain Ketua DPRD Kabupaten Kudus. “Siapa, kok cuma sedikit yang menjawab?” ujar Musthofa disambut koor kader kembali menyebut nama Masan.

Musthofa lantas menanyakan ke kader, apakah Masan laku atau tidak? Jika yang menginginkan hanya sedikit, dirinya jadi tidak yakin. “Pak Masan ini benar-benar laku atau tidak? Kalau hanya hanya satu dua orang yang mengusulkan apa cukup? Saya ya jadi ndak yakin. Tapi jika suaranya bulat yang menginginkan Pak Masan, saya (shalat) Istikharah dulu,” ujar Musthofa.

Setelah meminta tanggapan kader, Musthofa menanyakan yang bersangkutan. Kebetulan Masan duduk di sebelahnya. “Kira-kira jika nanti Istikharahku cocok, sanggup ndak kamu,” tanya Musthofa yang direspons tertawa para kader.

Masan pun menjawab sanggup. Pada kesempatan itu Musthofa juga berharap pengurus ranting dan anak ranting berani menyampaikan aspirasinya. Termasuk, mereka juga bisa mendatangi anggota fraksi PDIP di
gedung DPRD Kudus.

Ketua Fraksi PDIP Achmad Yusuf Roni dan Ketua DPRD Kudus Masan memaparkan capaian dan program
pemerintah dalam APBD 2017. Program penanganan banjir, infrastruktur, kesehatan, hingga ekonomi kerakyatan.

Masan berharap semua kader wajib mengetahui informasi tersebut, dan mampu menyampaikan ke masyarakat luas. “Banyak program unggulan yang sudah terbukti berhasil di masyarakat. Jadi layak jika nanti Bupati Kudus Musthofa maju sebagai Gubernur Jateng,” tandas Masan.

Editor : Akrom Hazami

Ketua Dewan Kudus Punya Cerita Menarik soal Pilkades

Ketua DPRD Kudus Masan berbincang dengan CEO MuriaNewsCom dan Koran Muria Deka Hendratmanto, saat berkunjung ke kantor redaksi, Rabu (23/3/2016). (MuiraNewsCom/Akrom Hazami)

Ketua DPRD Kudus Masan berbincang dengan CEO MuriaNewsCom dan Koran Muria Deka Hendratmanto, saat berkunjung ke kantor redaksi, Rabu (23/3/2016). (MuiraNewsCom/Akrom Hazami)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Masan mengunjungi kantor redaksi MuriaNewsCom dan Koran Muria, Rabu (23/3/2016). Satu hal yang menarik adalah bagaimana kisahnya ikut serta dalam dalam proses pemilihan kepala desa (pilkades).

Diterima CEO MuriaNewsCom dan Koran Muria Deka Hendratmanto, Masan bercerita bagaimana dirinya terlibat dalam pilkades di desanya. ”Waktu itu ada pencalonan di desa saya. Sebagai orang yang ikut di dalamnya, saya membutuhkan banyak amunisi untuk bisa menang,” jelasnya.

Nah, dari usulan salah satu tim suksesnya, disarankan supaya pergi ke salah satu kiai yang ada di sebuah daerah. Menurut tim sukses tersebut, jika pergi ke sana, makan akan bisa menang. ”Meski saya tidak percaya, tapi saya ikuti saja kemauan tim sukses saya,” ujarnya.

Di tempat sang kiai, Masan diperlihatkan bagaimana dia bisa memenangkan proses pemilihan. Termasuk melihat bagaimana banyaknya uang yang dimiliki oleh kiai tersebut, yang bisa dijadikan salah satu sarana untuk menang.

”Saya juga diperlihatkan sebuah kamar yang katanya isinya uang semua. Tapi uangnya tidak kelihatan kalau dilihat secara kasat mata. Harus dibuka dulu aura mata saya, supaya bisa melihat. Tapi sekali lagi saya tidak percaya. Malah penasaran ingin melihat apakah memang benar isi kamar itu uang. Hanya saat saya minta izin masuk kamar, tidak diperbolehkan,” paparnya.

Tidak kekurangan akal, Masan kemudian izin ke toilet. Sambil pergi ke belakang itulah, dia menyempatkan diri untuk melihat isi kamar. Yang setelah dibukanya, memang tidak berisi apa-apa.

”Saya semakin tidak percaya. Karena tidak ada isinya. Mungkin karena mata saya belum dibuka auranya itu. Tapi yang membuat saya makin tidak percaya adalah saya disuruh investasi Rp 15 juta, supaya keinginan saya terkabul. Lah, ini bagaimana. Wong saya sedang butuh uang banyak, malah disuruh investasi. Akhirnya ya, batal saya percaya. Balik kanan pulang,” tuturnya.

Masan berkunjung ke kantor redaksi MuriaNewsCom dan Koran Muria hanay sendirian saja. Setelah sebelumnya berkunjung ke SMP 1 Undaan, Kecamatan Undaan, untuk mengecek kondisi sekolah yang sering kebanjiran itu.

Editor: Merie