Ini Komentar Haris dan Fani Usai Dinobatkan Sebagai Mas dan Mbak Jepara 2017

Haris Ihza Mahendra dan Regina Lulufani dinobatkan sebagai Mas dan Mbak Jepara 2017. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Haris Ihza Mahendra dan Regina Lulu Fani dinobatkan sebagai Mas dan Mbak Jepara 2017. Yuuk berkenalan lebih dekat dengan sosok yang nantinya menjadi tombak promosi pariwisata Bumi Kartini. 

Haris Ihza Mahendra (18) mengaku dengan gelar Mas (Duta Wisata) Jepara yang kini disandangnya, merupakan suatu penugasan yang harus diemban dengan penuh tanggungjawab. 

”Yang terpenting sebenarnya bukanlah cuman gelar duta wisata, tetapi yang terpenting dari itu bagaimana kita merealisasikan omongan-omongan kita, semua janji-janji kita, semua misi-misi dan visi saat akan mendapatkan gelar tersebut. Jadi jangan sampai setelah jadi duta wisata itu omongan-omongan janji-janji sebelumnya itu cuman sekedar omongan belaka, kita harus berusaha untuk merealisasikannya,” kata mahasiswa kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang itu, Sabtu (09/09/2017). 

Terkait persiapan sebelum ajang tersebut, Haris yang hobi travelling itu mengaku sempat melakukan riset kecil-kecilan terkait pengalaman wisatawan akan tempat pariwisata di Jepara. Menurutnya, untuk dapat menilai kekurangan dan kelebihan suatu tempat wisata terlebih dahulu perlu menjadi pelaku terlebih dahulu. 

”Misal ada sebuah tempat wisata yang kurang baik, kalau kita cuman melihat saja kita tidak bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Tapi kalau kita sudah merasakannya kita pasti tau rasanya seperti apa, dan kita akan berfikir disana bagaimana kita bisa menangggulangi hal tersebut,” tutur putra dari pasangan dokter Hasvien dan Muhammad Ishaq itu. 

Disamping itu, lanjut Haris, guna perbaikan kepariwisataan Jepara dirinya kerap kali berkonsultasi dengan pelaku wisata seperti pemilik rumah makan dan hotel. Di tempat tersebut, menurutnya bisa terkumpul keluh kesah para wisatawan akan layanan pariwisata. 

”Relasi dengan perhotelan dan restoran harus dijaga karena disana banyak sekali turis yang datang,” kata pria yang memunyai akun Instagram di @harisihzam itu. 

Sementara itu Regina Lulu Fani (19) mengaku bahagia setelah mendapatkan gelar Mbak. Lantaran pada tahun 2015 saat mengikuti ajang tersebut, ia hanya menempati posisi runner up

”Karena selama ini yang saya perjuangkan dan menjadi tujuan saya dapat tercapai. Tapi, ini bukan yang terakhir karena ini sebuah awal untuk menuju ke tahap yang selanjutnya dan kita akan mempersiapkan menuju ke Jawa Tengah,” ujarnya, yang memiliki akun instagram di @reginaafani itu.

Mahasiswi UNNES Semarang Jurusan Ekonomi dan Pembangunan itu mengatakan tak ada persiapan khusus saat akan mengikuti ajang Mas dan Mbak 2017. Hanya saja, ia rajin membekali diri dengan pengetahuan tentang dunia kepariwisataan. 

Ditanya tentang fokus pengembangan dunia kepariwisataan Jepara, putri pasangan Fahmi Idris dan Nani Mujiati Pratik itu mengaku akan lebih getol mengenalkan kearifan lokal. 

“Fokus pariwisata Jepara, tentang saya lebih mengenalkan ke masyarakat kearifan lokal yang dimiliki Jepara, karena masih banyak masyarakat yang belum mengenal bahkan tau kearifan lokal yang dimiliki jepara. Padahal Jepara memiliki potensi yang harus selalu dibanggakan oleh para pemuda-pemudinya,” kata warga Desa Tahunan itu.

Editor: Supriyadi

Ihza dan Regina Sandang Gelar Mas dan Mbak Jepara 2017

Haris Ihza Mahendra dan Regina Lulufani dinobatkan sebagai Mas dan Mbak Jepara 2017. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Haris Ihza Mahendra dan Regina Lulufani dinobatkan sebagai Mas dan Mbak Jepara 2017. Selanjutnya, mereka akan mengikuti kompetisi Duta Wisata tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan berlangsung pada bulan Oktober nanti. 

Deni Hendarko Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jepara mengatakan, penilaian peserta Mas dan Mbak Jepara dilakukan melalui tahapan yang panjang. Bukan hanya penilaian pada saat malam penganugrahan, namun juga saat tes-tes awal. 

“Jumlah pendaftar ajang Mas dan Mbak Jepara ada 120 orang, kemudian disaring menjadi 102  orang, lalu yang mengikuti pendaftaran ulang sebanyak 82 peserta. Kemudian diseleksi dalam tahap wawancara menjadi 30 finalis. Penilaian pun tak hanya dilakukan malam ini melainkan sudah dilakukan sejak finalis mengikuti rangkaian kegiatan duta wisata, serta beberapa seleksi seperti test wawancara, intelegensia, peformance, etika dan kepribadian, kemahiran berbahasa, serta perilaku selama city tour,” ungkap Deni. 

Sementara itu Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi mengungkapkan, apresiasi atas ajang tersebut. Ia mengatakan, Mas dan Mbak merupakan ujung tombak promosi wisata Jepara. 

“Melalui pemilihan duta wisata, kami berharap dapat mencetak generasi muda Kabupaten Jepara yang berani bersaing dalam era globalisasi, berpengetahuan luas, luwes dalam berkepribadian maupun berpenampilan, serta mampu mengembangkan diri secara progresif utamanya dalam kepariwisataan,” ujarnya. 

Dalam ajang tersebut, Ihza dan Regina mengalahkan pasangan nomor 13 dan 28, yakni Eliezer Gabriel Petra Pradana dan Taqiyya Andjani. 

Editor: Supriyadi

Harapan Warga di Ulang Tahun Jepara ke-468

Mas dan Mbak Jepara 2016 Jodi Satria Affan dan Angel Lourence Putri Djadmiko, mengungkapkan harapannya terkait HUT Jepara ke-468. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara berulang tahun pada hari ini Senin (10/4/2017). Pada usianya yang ke-468, warga Bumi Kartini mengucapkan selamat serta harapannya tentang kemajuan kabupaten di pesisir utara laut Jawa tersebut. 

Mewakili generasi muda, ada sosok Mbak dan Mas Jepara 2016 Jodi Satria Affan dan Angel Lourence Putri Djadmiko, yang mengungkapkan perasaannya. Selain mengucapkan selamat, mereka juga menyoroti seputar masalah kepariwisataan. 

“Kemasannya, perlu lebih diperbaiki. Karena sejatinya, kabupaten ini memiliki begitu banyak potensi wisata yang tak kalah dengan daerah lain,” ujar Mbak Jepara Angel. 

Di samping itu, mereka juga menyoroti keadaan infrastruktur di Jepara. Dikatakannya, pembangunan di kabupeten tersebut yang masih perlu ditingkatkan. Seperti pembangunan jalan ke tempat-tempat pariwisata.  

Pemuda lain, Karina Purnama Safitri (18) mengungkapkan agar pemerintah memperhatikan generasi penerus. Menurutnya, saat ini banyak di antara muda-mudi yang cenderung menyia-nyiakan waktu. 

“Selamat ulang tahun Jepara, Semoga Jepara tambah maju. Generasi muda lebih berkembang. Jangan melakukan kegiatan negatif, seperti nongkrong, naik motor tak pakai helm. Lebih baik melakukan kegiatan positif atau berorganisasi,” tuturnya. 

Sementara dari generasi sepuh, menginginkan perubahan yang lebih nyata pada aspek fasilitas umum. Hal itu diungkapkan, Suristyanti (64) dan Suristyaningsih (67). 

“Jalannya rusak semua, harap diperhatikan. Tapi ya itu kan ada pembagian jalan provinsi dan kabupaten ya. Namun itu tolong diperhatikan,” ucap kakak beradik itu. 

Selain itu, mereka berharap agar adanya perhatian terhadap orang lanjut usia (lansia). “Pembangunan juga ditingkatkan, wong kemarin saja kurang terlihat,” harap keduanya. 

Menanggapi masalah itu, Calon Bupati Jepara Terpilih Ahmad Marzuqi mengaku telah melakukan berbagai upaya, khususnya perbaikan. Namun demikian, dirinya meminta warga bersabar. 

“Panjang jalan kabupaten kita 800 kilometer lebih, maka tidak mungkin kalau diajukan hanya dalam satu mata anggaran saja,” jawabnya. 

Selain itu,pihaknya juga mengaku telah menyampaikan permasalahan jalan ke Presiden. Hal itu terkait SK Jalan Nasional yang telah diterima pada 2015 lalu, namun hingga kini belum ada tindak lanjut. “Setelah kita menyampaikan hal itu, kemudian ada perbaikan di Mulyoharjo,” pungkas Marzuqi.

Editor : Kholistiono