Tercatat di MURI, Martabak Super Bang Udin Jepara Ini Bikin Ngiler

MuriaNewsCom, Jepara – Masih bingung cari cemilan super nikmat di malam hari? Apalagi pas musim hujan gini? Tidak usah bingung, Martabak Super Bang Udin jawabanya. Martabak yang pernah masuk rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai martabak telur  terbesar ini selalu jadi pilihan di saat mulut ingin nyemil yang hangat-hangat.

Martabak Super Ada Rasa atau yang lebih dikenal dengan Martabak Super Bang Udin ini adalah martabaknya orang Jepara. Letaknya yang berada di Yos Sudarso dan cabangnya di perempatan Mantingan ini, selalu jadi jujukan untuk memanjakan lidah.

H Muhamad Abidin (62) atau lebih dikenal Bang Udin ini memulai usahanya sejak tahun 1983. Keinginannya untuk bisa sukses di bidang kuliner, laki-laki asal Lebak Siu,;Tegal ini nekat merantau ke Kabupaten Jepara untuk berjualan martabak telur dan juga martabak manis.

”Resep membuat martabaknya memang sudah ada sejak saya kecil, karena keluarga pengusaha martabak telur semua, tapi saya memilih ke Jepara, karena masih jarang orang Lebak Siu yang merantau kesini,” kenang kakek enam cucu itu.

Menurut Abidin, resep yang paling utama untuk martabaknya tersebut adalah menggunakan bahan-bahan pilihan sehingga kualitas rasa tetap terjaga.

”Mulai dari tepung, dagingnya harus daging masih segar, telurnya juga dr bebek angon, dan sayur unclangnya juga benar-benar terjaga kesegaranya. Dengan cara itu rasanya pun tetap tak terlupakan,” ungkapnya.

Kue bandung buatan Bang Udin jadi buruan pencinta kuliner di Jepara. (MuriaNewsCom/Novi Andriani)

Dia mengaku dalam semalam dia bisa menghabiskan hingga 500 buah telur untuk dua tempat usahanya itu. Sedangkan untuk martabak manisnya sekitar 200 hingga 300 pack permalam. Untuk martabak telur, harganya pun bervariasi mulai dari Rp 15.000- Rp 55.000 sedangkan untuk martabak manisnya dari Rp 13.000 – Rp 25.000.

”Harganya bervariasi dan cukup terjangkau. Untuk martabak asin yang membedakan telurnya, dan untuk martabak manis yang membedakan harga dari rasanya, mulai dari coklat, kacang, keju, pisang, dan campur-campur juga bisa,”jelasnya.

Wahyu (34), warga Demangan mengaku hampir setiap minggu dirinya dan anak-anaknya tak pernah ketinggalan untuk membeli martabak telur Bang Udin. ”Rasanya selalu ngangenin, jadi setiap habis bayaran atau orang sini bilang kamisan, anak-anak selalu nagih untuk minta martabak,” kata bapak dua anak ini.

Menurut dia, martabak yang biasa dia beli adalah yang harga Rp 25.000. ”Yang harga 25 ribu ini rasanya udah enak, dagingnya juga banyak, dan cukup besar dan tebal, jadi cukup untuk dimakan kami berempat,” ungkapnya.

Sementara itu, Alfiana (19), warga mantingan ini mengaku penggemar martabak manis Bang Udin. Selain rasanya yang legit, martbak manis buatan Bang Udin beda dengan martabak manis lainya.

“Rasanya sangat legit, manisnya pas dan coklatnya itu beda dengan martabak-martabak manis lainya. Coklatnya meleleh dan enak banget pokoknya,” ungkap gadis manis itu.

Editor: Supriyadi