Serunya Lomba Mancing Antarwartawan dan BNI

Wartawan yang menjadi peserta lomba mancing terlihat serius menunggu hasil tangkapan. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Semarang – Even media gathering yang digelar BNI bersama dengan sejumlah wartawan, berlangsung seru. Termasuk saat lomba mancing yang digelar dengan memperebutkan berbagai macam hadiah.

Banyak wartawan yang ternyata, baru kali pertama melakukan aktivitas memancing. Namun, hasilnya bisa luar biasa. Salah satunya Tini, dari Radio Elshinta, yang juga mengaku baru kali pertama memegang alat pancing.

”Ini saya kali pertama memancing. Grogi juga. Meski sudah dikasih tahu bagaimana caranya, namun tetap saja bingung,” katanya, di sela-sela acara yang berlangsung di Resto Kampung Laut, Sabtu (4/3/2017).

Peserta menimbang hasil pancingan yang didapat, berupa ikan bandeng, untuk mengetahui berapa beratnya. (MuriaNewsCom/Merie)

 

Namun, meski baru kali pertama memancing, hasil yang diperoleh Tini terbilang banyak. Dia sukses mendapatkan lima ekor ikan bandeng, dari kolam yang ada di resto tersebut. Tentunya ini sebuah hal yang cukup menggembirakan.

”Sepertinya saya lebih beruntung daripada disebut bisa memancing. Dapat lima sudah bagus sekali. Tadi, sudah saya timbang, hasilnya lumayan ada satu kilogram,” tuturnya.

Demikian juga dengan wartawan lainnya. Mereka yang rata-rata baru kali pertama memancing, juga mendapatkan hasil yang memuaskan. Namun, ada juga yang ternyata harus puas membawa pulang satu atau dua ekor ikan saja.

Misalnya saja Udin dari Kantor Berita Antara. Meski sudah dua jam memancing, dia hanya bisa mendapatkan dua ekor ikan saja. ”Lumayan itu, daripada tidak sama sekali. Nanti saya tetap bisa bangga pada anak saya, karena saya bisa memancing,” katanya.

Peserta menimbang hasil pancingan yang didapat, berupa ikan bandeng, untuk mengetahui berapa beratnya.
(MuriaNewsCom/Merie)

 

Acara ini, menurut Wakil Kepala Perwakilan BNI Semarang M Harsono, memang digelar sebagai salah satu bentuk silahturrahmi dengan rekan-rekan wartawan. Terutama di wilayah kerja dari BNI.

”Kami membawahi kantor cabang di beberapa daerah. Seperti Cepu, Pati, Kudus, Jepara, Semarang, Salatiga, Kendal, Pekalongan, dan Tegal. Ini adalah wilayah kerja kami,” tuturnya.

Harsono berharap, media gathering ini menjadi salah satu upaya untuk semakin mempererat komunikasi dan silahturrahim dengan wartawan. ”Kami berharap ke depannya, kita bisa bersinergi dengan baik, sehingga saling mendukung kinerja satu sama lain,” imbuhnya.

Editor: Merie 

“Boleh Saja Mancing, Tapi Jangan Sampai Rusak Tanaman Kangkung”

Beberapa warga terlihat memancing ikan di area persawahan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa warga terlihat memancing ikan di area persawahan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Surutnya banjir yang berada di wilayah Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan,Kecamatan Kaliwungu, menjadi keuntungan tersendiri bagi warga, khususnya bagi mereka yang mempunyai hobi memancing.

Dari pantauan MuriaNewsCom, banyak warga yang memancing di area persawahan yang ditumbuhi padi ataupun tanaman kangkung.

Sahid, salah satu warga yang memancing di tempat tersebut mengatakan, imbas dari banjir memang dimanfaatkan warga untuk memancing. Bukan hanya di sungai saja, namun, jika kondisi seperti ini, biasanya ikan juga banyak yang terdapat persawahan.

“Banyak juga ikannya kalau kondisi seperti ini. Yang penting, pemacing jangan sampai merusak tanaman padi atau kangkung di tumbuh di sawah. Kasihan petaninya,” ujarnya.

Kahono, warga setempat, juga menyampaikan, pemancing diharapkan memerhatikan tanaman yang tumbuh di sawah. Karena, ada tanaman kangkung dan juga padi yang terdapat di sawah tersebut.
“Kami warga sini juga tidak melarang orang dari luar dukuh atau luar desa untuk memancing di sini, asal tidak merusak tanaman yang di sawah,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Banjir Surut, Karangturi Kudus Jadi Jujukan Pemancing Mania

Lupa Permisi, Para Pemancing di Bantaran Sungai SWD 2 Kudus Dijumpai Hal Mistis

Lokasi bantaran Sungai SWD 2 di wilayah Dukuh Goleng, Pasuruhan Lor, Jati, Kudus yang kerap membuat merinding para pemancing luar daerah yang datang tanpa permisi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Lokasi bantaran Sungai SWD 2 di wilayah Dukuh Goleng, Pasuruhan Lor, Jati, Kudus yang kerap membuat merinding para pemancing luar daerah yang datang tanpa permisi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Para penghobi mancing, pasti selalu mencari tempat pemancingan yang banyak ikan, serta sejuk untuk merelaksasi pikiran disaat memancing. Namun sebaiknya para pemancing juga harus berhati-hati jika memancing di daerah lain atau wilayah yang belum pernah disambangi.

Misalnya di wilayah bantaran Sungai SWD 2 yang berada di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Jati, Kudus juga menjadi kewaspadaan bagi para pemancing luar daerah setempat. Pasalnya, bantaran sungai yang menghubungkan arus air dari Kudus ke Jepara tersebut sering dianggap misterius bagi pemancing dari luar daerah.

Salah satu warga Dukuh Goleng, Pasuruhan Lor, Jati, Sutopo mengutarakan, memang tempat ini disaat airnya surut, pasti banyak yang memancing. Namun kebanyakan dari mereka ialah pemancing dari luar desa atau luar daerah.

”Justru pemancing luar daerah yang sering mengalami kejadian aneh di sungai SWD 2 itu. Sebab mereka tidak tahu seluk beluk tempat ini,” paparnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, tempat tersebut terlihat sunyi, serta banyak dihuni burung gagak. Sehingga tak jarang pemancing tersebut lebih mementingkan pulang dibanding melanjutkan kegiatannya meskipun belum dapat ikan.

”Untuk yang saya dengar kemarin, ada pemancing dari daerah Sunggingan mendengar suara auman hewan. Namun itupun tanpa wujud. Sehinga pihaknya beserta ke tiga rekannya langsung pulang dengan wajah pucat dan berkeringat karena ketakutan,” paparnya.

Selain itu, lanjut Topo, memang bantaran sungai ini banyak tumbuhan liarnya. Sehingga warga setempat juga tidak berani untuk membersihkan tumbuhan ini. Sebab di wilayah ini pernah ada ular sebesar paha orang dewasa. Apakah itu ular ghaib atau memang sungguhan.

Hal senada juga dibenarkan oleh warga setempat Zailan. Ia mengungkapkan, kejadian itu selalu berulang pada pemancing dari luar daerah. Kemungkinan pemancing tersebut tidak mengetahui bagaimana kondisi tempat ini. Sehingga disaat memancing mereka tidak “kulon nuwun, salam” terlebih dahulu. Sehingga mereka kerap dijumpai hal-hal mistis. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Stres? Mancing Saja di Tempat Unik Ini

Warga melakukan mancing di Desa Ngemplak, Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga melakukan mancing di Desa Ngemplak, Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Setiap orang pasti akan mempunyai cara tersendiri untuk merelaksasikan pikirannya dari rasa jenuh, capek bahkan stres.

Relaksasi seseorang tersebut dilakukan dengan berbagai cara. Baik mulai dari jalan-jalan atau belanja, maupun relaksasi yang tidak harus menggunakan biaya mahal.

Ya, mancing ialah relaksasi pikiran yang memang tidak harus menggunakan biaya mahal. Seperti halnya warga Desa Ngemplak, Undaan, Kudus, Ab Rokim (26).

“Meskipun hobi saya tidak mancing, namun kegiatan ini bisa membuat pikiran fresh. Apalagi di saat sepulang kerja dari pabrik. Kegiatan ini bisa membuat capek hilang,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan mancing yang dilakukan di embung Desa Ngemplak RT 3 RW 2, ini juga menyediakan panorama pemandangan mempesona.

“Embung desa ini memang kegunaannya sebagai fasilitas pengairan sawah. Namun di embung ini juga terdapat ikan mujaer yang memang bisa dipancingi secara gratis,” paparnya.

Dia menilai, kegiatan memancing ini bukan hanya diperuntukan bagi penghobi mancing. Namun bagi seseorang yang bukan memiliki hobi tersebut, itu bisa menjadi pengusir stres.

“Yang penting rasa jenuh, capek, sumpek bisa menjadi rileks, di saat kita bisa bijaksana untuk mencari media pengusir rasa itu. Sebingga jiwa juga terasa segar,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Lomba Mancing Jadi Tradisi Baru Sambut Hari Kemerdekaan

Salah satu warga mengikuti lomba mancing di Desa Payang, Kecamatan Pati, Minggu (16/8/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Salah satu warga mengikuti lomba mancing di Desa Payang, Kecamatan Pati, Minggu (16/8/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Lomba memancing ikan di kolam atau sungai menjadi salah satu tradisi baru warga Pati untuk menyambut dan merayakan Hari Kemerdekaan RI. Salah satunya, Warga Desa Payang, Kecamatan Pati yang menggelar lomba mancing untuk memperingati Hari Kemerdekaan, Minggu (16/8/2015).

Kegiatan tersebut disambut warga dengan gegap gempita. Sedikitnya 2.000 peserta dari berbagai daerah ikut lomba menangkap ikan dengan kail tersebut.
”Saya ikut lomba mancing di Payang, karena hobi. Meskipun rumah saya jauh, tapi ini untuk menyalurkan hobi. Terlebih, acara ini sebagai salah satu agenda untuk memperingati Hari Kemerdekaan,” ujar Suwadi, warga Desa Kalimulyo, Kecamatan Jakenan.

Ia mengatakan, lomba mancing merupakan tradisi baru untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan yang selama ini dirayakan dengan panjat pinang, balap karung, dan sebagainya.

”Setahu saya, lomba mancing mulai digemari warga Pati tak lebih setahun yang lalu. Sekarang ini, hobi tersebut dijadikan ajang untuk merayakan Kemerdekaan RI,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)