Aksi Maling Motor Embat CBR 250 di Kudus Terekam CCTV

MuriaNewsCom, Kudus – Maling motor beraksi di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Selasa (27/3/2018) malam. Pencuri membawa kabur sebuah motor Honda CBR 250, yang terparkir di halaman indekos.

Namun, aksinya ini terekam kamera pengindera jarak jauh (Closed Circuit Television-CCTV), yang terpasang di areal indekos. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mengendap-endap di dekat Motorsport itu.

Celingukan, ia terlihat mengecek kondisi disekitar indekos. Sebelum menuntun mundur motor berwarna oranye itu, ia terlebih dulu membenahi sandaran (standard) motor, dengan tangannya. setelahnya, pelan-pelan ia meninggalkan halaman dengan terus mengawasi keadaan sekitar.

Farhan Nuris pemilik kendaraan tersebut mengatakan, raibnya motornya baru diketahui pada Rabu (28/3/2018) pagi. Setelahnya, ia kemudian mengecek pada CCTV yang terpasang di rumah indekosnya.

“Tadi malam itu saya keluar cari makan sekitar pukul 21.00 WIB, kembali lagi ke kos pukul 22.00 WIB. Saya baru tahu kalau motor saya hilang pada pagi hari,” ujarnya.

Ia mengatakan, plat nomor kendaraannya adalah K 5989 QU. Tidak ada ciri khusus pada motor yang dibelinya setahun lalu. Namun pada bagian belakang, tak terpasang slebor dan lampu depan diberi scotlite berwarna biru.

Ia mengaku kerugian akibat pencurian tersebut bernilai puluhan juta rupiah. Lantaran pada saat pertama kali membeli motor tersebut Farhan menebusnya dengan harga Rp 35 juta.

“Pas setahun lalu saya beli. Ini baru saja motornya selesai dipajaki,” tambahnya.

Dirinya mengaku sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bae. Namun untuk melengkapi berkas, kini dirinya sedang mengambil BPKB motor ke kampung halamannya di Tambaksari, Kecamatan Pati Kota.

Editor: Supriyadi

Hindari Kecurigaan, Maling Spesialis Apotek di Grobogan Ini Rela Sewa Mobil saat Beraksi

MuriaNewsCom, Grobogan – Wahyu Subroto (45), warga Kelurahan Candi, Kota Semarang, pelaku pembobolan apotek terbilang rapi saat melakukan aksi pencurian di wilayah Grobogan. Ia bahkan rela menyewa mobil Honda Mobilio warna merah dengan nomor polisi H 8862 VG untuk mengelabuhi warga.

Mobil rentalan itu biasanya ditempatkan di depan tempat usaha yang dijadikan sasaran. Adanya mobil sedan dinilai bisa mengurangi kecurigaan warga sekitar. Itu lantaran, warga mengira jika mobil tersebut adalah milik tamu atau kepunyaan pemilik tempat usaha.

Selama beberapa kali, aksi kejahatan yang dilakukan Wahyu berlangsung mulus. Hanya nasib apes menimpanya, saat hendak melakukan aksi pencurian di apotek Mitra Sehat di Desa Klampok, Kecamatan Godong, Sabtu (17/3/2018) lalu.

Sebelum menguras barang di dalamnya, aksinya sempat ketahuan Esti selaku pemilik apotek. Melihat ada pencuri, pemilik apotik kemudian berteriak minta pertolongan warga dan mencoba menghubungi Polsek Godong.

Selanjutnya, polisi dibantu warga mencoba melakukan pengejaran. Sekitar 30 menit kemudian, pelaku akhirnya berhasil diamankan dan nyaris jadi sasaran amukan warga. Beruntung, polisi bisa bertindak cepat dan langsung membawa pelaku ke mapolsek Godong.

“Tersangka atas nama Wahyu Subroto ini biasanya beraksi seorang diri. Sasarannya sebagian besar adalah apotek,” kata Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq, saat jumpa pers, Selasa (27/3/2018).

Sebelum tertangkap, tersangka sedikitnya sudah dua kali melakukan pencurian di wilayah Grobogan. Yakni, di Apotek Graha Farma jalan DI Panjaitan Purwodadi, Senin (5/3/2018). Dalam aksinya, tersangka berhasil menggasak uang tunai Rp 10.182.000 dan obat-obatan senilai Rp 2 juta.

Kemudian, tersangka juga pernah beraksi di Apotek Wijaya Farma Desa Tegowanu Wetan, Kecamatan Tegowanu. Di tempat ini, tersangka berhasil menggondol uang tunai Rp 5 juta.

Tersangka biasa melakukan aksinya selepas tengah malam. Tindak kejahatan dilakukan dengan cara memanjat bangunan dan membobol plafon. Setelah masuk ruangan, tersangka kemudian mengambil uang atau barang yang ada di dalamnya.

“Selain pelaku, kami juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni, satu unit mobil yang dipakai pelaku serta satu tas yang isinya linggis, tang, obeng dan alat cungkil ban. Peyelidikan kasus ini masih kita kembangkan. Soalnya, tidak menutup kemungkinan, tersangka juga pernah melakukan aksi kejahatan dilokasi lainnya,” pungkas kapolres.

Editor: Supriyadi

Tawarkan Barang Curian, Maling Komputer MA Ma’arif Randublatung Blora Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, Blora – Kasus pencurian seperangkat komputer di Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif Randublatung Blora akhirnya berhasil dituntaskan pihak kepolisian. Hal ini menyusul tertangkapnya pelaku tindak pidana pencurian yang terjadi Sabtu (27/1/2018) lalu.

Tersangka pencurian komputer adalah Muhammad Zainudin (55), warga Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Tersangka bekerja sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) sebuah mini market di Blora.

“Tersangka kita amankan di Stasiun Cepu pada hari Rabu (21/03/2019) kemarin, sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, tersangka berada di stasiun karena mau pulang ke Jakarta,” ungkap Kapolsek Randublatung AKP Supriyo, Kamis (22/03/18).

Bersama tersangka, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti kejahatan. Yakni, seperangkat PC computer merk Lenovo dan LCD. Barang itu dicuri tersangka dari ruang guru dengan cara menjebol plafon ruangan.

Dalam pemeriksaan sementara, tersangka mengaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi mengingat gaji yang diterimanya tidak mencukupi.

“Tersangka saat ini masih diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka akan kita jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” jelas Supriyo.

Menurutnya, keberhasilan polisi menangkap pelaku pencurian komputer sekolah ini, berkat informasi dari masyarakat yang melaporkan bahwa ada seseorang di sekitar Stasiun Cepu yang sedang menawarkan komputer. Dari informasi itulah, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap tersangka tanpa perlawanan.

Editor: Supriyadi

Kepergok Si Pemilik, Pencuri Apotek di Klampok Grobogan Nyaris Dihakimi Warga

MuriaNewsCom, GroboganPolisi dibantu puluhan warga Desa Klampok, Kecamatan Godong berhasil meringkus seorang pelaku percobaan pencurian yang terjadi di wilayah tersebut, Sabtu (17/3/2018). Pelaku yang diamankan sekitar pukul 01.30 WIB adalah Wahyu Subroto (45), warga Kelurahan Candi, Kota Semarang.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum ditangkap, pelaku yang mengendarai mobil Honda Mobilio warna merah dengan nomor polisi H 8862 VG terlihat berhenti di Apotek Mitra Sehat di jalan raya Purwodadi-Semarang. Setelah itu, pelaku bermaksud melakukan tindak pencurian di dalam apotek dengan cara memanjat tembok dan menjebol plafon.

Namun, aksinya sempat ketahuan Esti selaku pemilik apotek. Melihat ada pencuri, pemilik apotik kemudian berteriak minta pertolongan warga dan mencoba menghubungi Polsek Godong.

Mendengar teriakan ini, warga sekitar yang masih terjaga langsung berdatangan. Tidak lama kemudian sejumlah anggota Polsek Godong yang sedang patroli juga sudah tiba di lokasi kejadian. Melihat kondisi ini, pelaku kemudian melarikan diri.

Selanjutnya, polisi dibantu warga mencoba melakukan pengejaran. Sekitar 30 menit kemudian, pelaku akhirnya berhasil diamankan dan nyaris jadi sasaran amukan warga. Beruntung, polisi bisa bertindak cepat dan langsung membawa pelaku ke mapolsek Godong.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto ketika dimintai komentarnya menyatakan, saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap penangkapan pelaku percobaan pencurian tersebut. Soalnya, tidak menutup kemungkinan, pelaku juga pernah melakukan aksi pencurian serupa dilokasi lain.

“Selain pelaku, kami juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni, satu unit mobil yang dipakai pelaku. Kemudian ada satu tas yang isinya linggis, tang, obeng dan alat cungkil ban. Peyelidikan kasus ini masih kita kembangkan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Polres Kudus Cokok Penadah Barang Curian Distro Purwosari

MuriaNewsCom, Kudus – Masih ingat kasus pembobolan distro di Kelurahan Purwosari Pengkol medio Februari lalu? Polisi sudah menemukan titik terang siapa pelakunya, hal itu diperoleh setelah petugas berhasil mencokok dua orang penadah yang membeli barang-barang curian tersebut.

Penadah barang curian tersebut adalah Agus Budi Santoso dan Apri Susanti. Keduanya adalah warga Kota Magelang, yang menjajakan barang curian kawanan pencuri yang beraksi di Kudus itu.

“Iya, untuk saat ini kami berhasil meringkus penadah barang curian tersebut. Namun untuk pelaku utamanya masih dalam pengejaran. Mereka (tersangka) adalah pasangan suami istri,”ujar Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Onkoseno G. Sukahar, beberapa saat lalu.

Selain mengamankan 93 potong kerudung merek Arrafi, sebuah tas dan sebuah celana pendek, petugas juga mengamankan alat pembobol toko. Diantaranya gunting besi dan dua buah linggis serta plat nomor R 9125 JB, yang diduga milik pelaku.

Sementara itu, Apri Susanti mengaku tidak tahu bahwa barang yang dibelinya adalah curian. Menurutnya, barang-barang tersebut dibeli dari seorang pemasok yang mengaku mendapatkannya dari bongkaran kapal.

“Ini baru pertama kali beli, ngakunya mereka dapat barang murah dari kapal. Memang sih barangnya murah, dua juta rupiah dapat sebanyak ini. Ini saja belum jadi menjual tapi sudah tertangkap,” urainya.

Mereka terancam kurungan penjara selama tujuh tahun, karena disangkakan melanggar pasal 363 KUHP Jo 56 KUHP Subsider 480 KUHP.

Diberitakan sebelumnya, sebuah distro dibobol maling Jumat (16/2/2018) dinihari. Pencuri menggondol 400 potong pakaian, kerugian yang diderita berkisar Rp 50 juta.

Editor: Supriyadi

Ingin Senang-senang, Pemuda Pengangguran di Blora Nekat Curi Aki Truk

MuriaNewsCom, Blora – Seorang pemuda pengangguran bernama Windiarto (26), diamankan anggota Polsek Kunduran, Blora, Jumat (9/2/2018). Gara-garanya, pemuda yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Kunduran itu melakukan tindakan pencurian aki truk pada hari Sabtu (13/1/2018) lalu.

Aki truk sebanyak dua buah yang dicuri itu milik Basuki Rahmad, warga Desa Klokah, Kecamatan Kunduran. Aki itu dicuri saat truk diparkir di depan rumah korban.

Kapolsek Kunduran AKP Untung Haryadi mengatakan, penangkatan pelaku dilakukan menyusul adanya informasi dari masyarakat yang mengabarkan kalau ada dua buah aki besar yang sedang disetrumkan disebuah bengkel. Setelah diisi setrum, aki tersebut rencananya akan dijual.

”Informasi itu langsung kita tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Akhirnya, pelaku kita amankan di bengkel saat sedang menunggu aki disetrum,” kata mantan Kapolsek Klambu, Grobogan itu.

Windiarto (26), diamankan anggota Polsek Kunduran, Blora karena kedapatan mencuri aki mobil, Jumat (9/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saat dimintai keterangan, pelaku nekat mencuri aki karena kondisinya tidak bekerja dan ingin punya uang untuk dipakai bersenang-senang dengan temannya. Jika dijual, satu buah aki bekas yang kondisinya masih bagus, bisa laku seharga Rp 300 sampai Rp 400 ribu rupiah.

”Walaupun kasus ini kelihatan biasa, tetapi dampaknya cukup merugikan. Soalnya, ketika salah satu perangkat kendaraan hilang atau tidak dapat digunakan maka akan menghambat aktivitas kerja,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini tersangka berikut barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Kunduran. Akibat dari perbuatan itu tersangka dikenakan pasal 363 KUHP pidana tentang pencurian dengan pemberatan.

Editor: Supriyadi

Kepergok Emak-emak, Nasib Pencuri di Blora Ini Bikin Iri

MuriaNewsCom, Blora – Seorang pelaku pencurian di sebuah perkampungan tertangkap warga saat beraksi. Menariknya, orang yang berhasil menangkap pencuri ini tidak hanya kaum pria saja. Beberapa emak-emak juga ikut andil dalam meringkus pencuri tersebut.

Setelah diringkus, pencuri ini bisa dibilang mujur. Itu lantaran si pencuri diserahkan pada awak kampling setempat guna menghindari aksi main hakim sendiri. Selanjutnya pencuri diserahkan pada pihak kepolisian untuk diproses hukum.

Tapi jangan salah. Penangkapan pencuri itu bukan kejadian sebenarnya. Tetapi merupakan bagian dari simulasi penanganan tersangka pencurian yang berhasil tertangkap warga.

Simulasi itu dilangsungkan dalam kegiatan Apel Besar Kaposkamling di Lapangan Desa Tempurejo, Kecamatan Bogorejo, Blora, Rabu (07/02/2018). Apel diikuti seluruh perwakilan awak kampling se-Eks Kawedanan Blora, para pejabat utama Polres Blora, jajaran Furkopimcam Bogorejo, Kapolsek Jepon, Banjarejo, Bogorejo, Blora dan Tunjungan beserta anggota Bhabinkamtibmas.

Kapolres Blora AKBP Saptono menyatakan, siskamling merupakan aktifitas kesadaran yang didasarkan atas kesamaan maksud dan tujuan yang berorientasi pada kerjasama pelayanan keamanan terbatas di lingkungan masyarakat sebagai upaya mencegah gangguan kamtibmas. Kegiatan siskamling merupakan wujud sinergitas Polri dan masyarakat untuk berpartisipasi dan peduli dalam meningkatkan kepekaan serta daya tangkal masyarakat terhadap masalah keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Kami menilai, siskamling sangat efektif untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan maupun deteksi dini jika terjadi bencana alam ditengah-tengah masyarakat. Untuk itu, kepolisian selalu berupaya mengajak masyarakat selalu sadar dan peduli terhadap kamtibmas di lingkungananya. Harapannya masyarakat mampu menjadi polisi terhadap dirinya, keluarga dan lingkungannya sendiri,” ujarnya.

Kepada seluruh awak kamling yang hadir Kapolres berpesan agar masyarakat selalu meningkatkan peranannya dalam pemeliharaan kamtibmas dan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Berkaitan dengan adanya Pilkada serentak tahun 2018 ini, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi isu negatif atau SARA.

“Jangan mudah terprovokasi isu negatif jelang Pilkada tahun 2018. Tetap junjung tinggi rasa saling menghormati dan menghargai pilihan masing-masing,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Nganggur, Pria di Blora Ini Nekat Curi Mesin Taktor Milik Tetangga

MuriaNewsCom, BloraKasus pencurian mesin diesel traktor yang di Desa Sumberejo Kecamatan Randublatung, Blora yang terjadi awal Desember 2017 akhirnya berhasil diungkap. Hal ini seiring tertangkapnya seorang pria yang diindikasikan sebagai pelaku pencurian.

Pelaku yang diamankan diketahui bernama Ngarbianto (46), warga setempat. Pelaku yang diketahui pengangguran itu nekat mencuri mesin diesel traktor milik tetangganya karena terbelit kebutuhan ekonomi.

”Pelaku berikut barang bukti hasil curian mesin diesel traktor telah diamankan di Mapolsek hari Sabtu kemarin sekitar pukul 13.00 WIB. Dari keterangan sementara, dia (pelaku) beraksi seorang diri dan baru sekali melakukan pencurian,” ungkap Kapolsek Randublatung AKP Supriyo, Senin (05/02/2018).

Kasus pencurian mesin traktor yang ditempatkan di teras rumah itu terjadi di rumah Lapi (45), warga Sumberejo. Mesin yang sebelumnya masih terpasang pada traktor diketahui hilang saat pemilik rumah hendak salat Subuh ke Masjid. Selepas subuh, pemilik kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Randublatung.

Setelah melakukan penyelidikan, kasus pencurian akhirnya mulai ada titik terang. Hingga akhirnya, petugas melakukan penangkapan pelaku di rumahnya.

”Saat kita periksa, mesin diesel akhirnya bisa ditemukan. Barang bukti disembunyikan di belakang rumahnya. Pelaku akan kita jerat dengan Pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan,” kata Supriyo.

Editor: Supriyadi

Tengah Malam Mengendap-endap di Masjid Jambangan Grobogan, Dul Kamit Ternyata Bobol Kotak Amal

MuriaNewsCom, GroboganWarga Desa Jambangan, Kecamatan Geyer dan anggota polsek setempat berhasil mengamankan seorang pria yang diketahui melakukan pembobolan kotak amal masjid. Pria bernama Dul Kamit (49) warga Kecamatan Pulokulon tersebut berhasil diringkus pada dinihari tadi sekitar pukul 02.30 WIB.

Sebelum kejadian, beberapa warga setempat memang sempat curiga ketika melihat ada sebuah sepeda motor Honda Beat warna hitam terparkir di samping Masjid Al Mubarok Dusun Kuncen. Kecurigaan itu muncul lantaran motor itu diketahui bukan milik warga setempat.

Beberapa saat kemudian, terlihat seorang pria yang mengenakan kaos biru dan celana hitam keluar dari masjid dan selanjutnya pergi mengendarai motor tersebut menuju arah Kecamatan Toroh.

Sesaat setelah pria itu pergi naik motornya, warga langsung bergegas menuju ke dalam masjid untuk memeriksa keadaan. Saat itulah, warga menemukan kotak amal sudah dirusak gemboknya dan uang yang ada didalamnya raib.

Begitu tahu ada peristiwa pencurian uang dalam kotak amal, warga langsung melakukan pengejaran. Dalam waktu bersamaan, salah seorang warga sempat membangunkan perangkat desa untuk memberitahukan kejadian itu. Perangkat desa kemudian langsung meneruskan informasi tersebut pada pihak Polsek Geyer.

Meski sudah kabur beberapa menit sebelumnya, namun warga akhirnya berhasil mengejar pria yang diduga pelaku pembobolan kotak amal masjid. Pelaku yang mengetahui dikejar warga, sempat ketakutan dan akhirnya lari dengan meninggalkan sepeda motornya dipinggir jalan. Namun, tidak lama kemudian, pelaku berhasil diamankan.

Kapolsek Geyer AKP Sunaryo menyatakan, selain pelaku, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, sepeda motor dengan nomor polisi K 3987 AFF, gembok yang sudah rusak, kawat besi sepanjang 35 cm, sajadah, kotak amal dan uang sebanyak Rp 205 ribu.

Dijelaskan, sebelum melakukan tindak kejahatan, pelaku sempat mengantar seseorang hingga sampai di daerah Gundih. Setelah itu, pelaku mengambil jalan melewati Dusun Kuncen, Desa Jambangan dan akhirnya sampai di masjid tersebut.

”Kita masih mengembangkan penyelidikan kasus ini. Pelaku akan kita jerat dengan pasal 363 KUH Pidana tentang tindak pencurian dengan pemberatan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Curi Tas di SPBU, Warga Sambungpayak Rembang Babak Belur Dihajar Warga

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang pelaku pencuri yang beraksi di area SPBU Selasa malam (16/01/2018) sekitar pukul 01.00 WIB, diamankan oleh warga di Stasiun Pengisian Bahan Bakar wilayah Desa Purworejo, Kaliori.

Pelaku bernama Mustofa (37) warga RT 02 RW 01 Desa Sambongpayak, Kecamatan Gunem. Ia diamankan warga setelah kedapatan mengambil tas pengunjung yang sedang beristarahat.

Warga yang geram sempat menghakimi pelaku hingga babak belur. Beruntung massa masih terkendali dan menyerahkan pelaku ke polisi.

Kapolsek Kaliori AKP Susastyo melalui Kanit Reskrim Polsek Kaliori Aiptu Ansory mengatakan hasil dari pemeriksaan pelaku mulanya sekitar pukul 00.30 WIB dini hari. Pelaku datang ke SPBU Purworejo mengendarai sepeda motor seorang diri.

Pelaku memarkir kendaraan dekat toilet, sambil mengamati situasi. Dari dalam kamar kecil, pelaku melihat beberapa orang tidur dihalaman depan, dan dalam mushala SPBU.

Ia langsung masuk kedalam mushala dan mengambil tas punggung yang tergeletak disamping pemiliknya yang sedang tidur.

”Pelaku ini datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor. Setelah situasi aman pelaku beraksi,” kata Kanit Reskrim Polsek Kaliori seperti dikutib Tribrata News.

Setelahnya pelaku pergi dengan mengendarai sepeda motor menuju gapura masuk Dukuh Matalan Desa Purworejo, untuk memeriksa isi tas. Ada 2 buah HP, dan 2 buah dompet berisi Surat-surat. Kemudian tas disimpan dirimbunan pohon di pinggir jalan pantura.

Pelaku lantas kembali ke SPBU yang sama, dengan tujuan kembali mencuri barang milik pengunjung lain. Modusnya, dengan cara membeli pertalite, dan memarkir sepeda motor diparkiran karyawan.

Aiptu Ansori menambahkan, saat akan pergi usai mengambil tas, pelaku diteriaki maling oleh seorang warga dan diamankan. Pelaku langsung diserahkan kepada pihak kepolisian setempat.

Dihadapan polisi, awalnya membantah telah melakukan pencurian. Namun setelah dilakukan pemriksaan intensif , pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.

Polisi berhasil mengamankan 1 unit sepeda motor Supra X Warna hitam dengan nopol K 6629 BD, tas punggung warna hitam yang berisi dua buah kaos oblong warna hitam dan sebuah telpon genggam warna doreng Coklat merk Brandcode.

Selain itu, tas Warna hitam yang berisi 2 buah handphone, merk oppo Warna gold dan merk Huawei hasil curian yang disembunyikan dirimbunan semak-semak juga berhasil ditemukan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku saat ini diamankan di Rutan Polres Rembang dan dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 3e KUH Pidana.

Editor: Supriyadi

Counter HP di Singocandi Digasak Maling, Jutaan Rupiah Melayang

MuriaNewsCom, Kudus – Maling menggasak sebuah counter handphone (HP) di Desa Singocandi, Kecamatan Kota Kudus, Senin (8/1/2018). Akibatnya  beberapa handphone pintar senilai sekitar empat juta rupiah amblas. ‎

Budi Utomo pemilik kios “Ninon Cell” mengatakan, pelaku diduga kuat masuk dari atap. Hal itu diperkuat dengan jebolnya atap asbes.

“Kemungkinan masuk dari atap, wong ada yang jebol. Terus ada jejak kaki yang nampak,” tuturnya, Senin sore.

Diduga pencuri masuk pada Minggu malam diatas pukul 23.00 WIB. Hal itu karena ada warga yang sempat melihat ada orang mencurigakan bersliweran di tempat tersebut. Ia sendiri baru mengetahui hal itu pada saat membuka tokonya pada pukul 14.00 WIB, Senin siang.

“Di sini bukanya dari pukul 14.00-22.00 WIB. Biasanya di sini ramai karena ada angkringan. Namun tadi malam angkringannya tutup. Saya lihat ada lubang di atas counter saya. Selain itu, di minimarket sebelah, juga ada lubang. Kemungkinan maling juga masuk kesitu,” ungkapnya.

Adapun, lokasi counter berada di deretan ruko yang memanjang, tepat bersebelahan dengan Jl Lingkar Singocandi.

Diketahui pula, peristiwa kemalingan itu bukan kali pertama menimpa deretan ruko itu. Seminggu berselang, toko yang menjajakan makanan di sebelah Ninon Cell juga disatroni pencuri.

“Warung makan saya juga dibobol maling, yang dicuri adalah gerabah alat makan. Lewatnya dia (pencuri) dari belakang,” tutur Mila pemilik kios makan yang berada di samping kanan Ninon Cell.

Peristiwa itu sudah dilaporkan kepada pihak berwajib. Ke depan, para pemilik ruko tersebut berencana beriur membayar penjaga malam untuk menghindari hal seperti itu terjadi lagi‎.

Editor: Supriyadi

Gara-gara Pegang Alarm, Maling Toko Waralaba di Gabus Grobogan Ini Akhirnya Ketangkap Polisi

MuriaNewsCom, GroboganAparat Polsek Gabus berhasil meringkus seorang pencuri yang beraksi di sebuah toko waralaba, Rabu (3/1/2018) dinihari. Pelaku diketahui bernama Surendi (28), warga Kecamatan Gabus.

Aksi pencurian dilakukan sekitar pukul 01.30 WIB. Pelaku yang beraksi sendirian masuk toko waralaba yang sudah tutup melalui atap.

Tidak lama kemudian, salah seorang karyawan bergegas melapor ke Mapolsek Gabus. Tindakan itu dilakukan karena handphonenya yang terkoneksi dengan alarm didalam toko mengabarkan ada tanda bahaya.

“Setelah dapat laporan, kami langsung meluncur ke lokasi. Dari penyelidikan, memang ada tindak pencurian dan lokasi toko langsung kita kepung,” kata Kapolsek Gabus AKP Zaenuri.

Tidak lama kemudian, polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku ketika hendak keluar lewat atap. Selanjutnya, pelaku diturunkan dari atas dan digelandang ke mapolsek Gabus untuk menjalani pemeriksaan.

Bersama pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, sepeda angin, tas punggung, kunci pas ukuran 8-10, 2 buah kaos, celana jenas, belasan bungkus rokok, minyak wangi, pembersih muka dan handphone. Barang bukti yang diamankan nilainya sekitar Rp 3,1 juta.

Editor: Supriyadi

Koperasi Kementerian Agama Pati Dibobol Maling, Kamera dan Uang Rp 40 Juta Raib

Polisi tengah melakukan olah TKP di ruang koperasi Kemenag Pati yang dibobol maling. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Koperasi Kementerian Agama (Kemenag) di Jalan P Sudirman Nomor 1, Desa Puri, Pati dibobol maling, Selasa (26/12/2017).

Ahmad Fauzi, seorang staf Kemenag dalam laporannya menuturkan, saat itu dia hendak memasukan berkas ke ruang koperasi.

Baca: Satria vs BRV di Jalan Pati-Kudus, Satu Tewas

Namun, dia justru melihat laci meja dalam keadaan berantakan dan jendela sudah rusak. Saat dicek, barang-barang seperti kamera digital dan uang senilai Rp 40.210.000 sudah hilang.

Fauzi lantas melaporkan aksi pencurian tersebut kepada petugas Polsek Pati. “Saya mau memasukkan berkas ke ruang koperasi sekitar jam 08.00 WIB, kondisinya berantakan. Uang dan kamera hilang,” jelasnya.

Baca: Satgas Alap-alap Gerebek Lokalisasi di Pati, Ratusan Botol Miras Diamankan

Kapolsek Pati Iptu Pujiati membenarkan adanya laporan terkait pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Koperasi Kemenag Pati. Pihaknya sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Modus operandi yang dilakukan pelaku dengan cara merusak jendela dan mencongkel teralis. Setelah masuk, dia mengambil barang berharga seperti kamera digital dan uang tunai,” paparnya.

Dari hasil olah TKP, pelaku dimungkinkan mengetahui kondisi dan seluk-beluk ruangan koperasi. Karena itu, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut untuk mengungkap dan menangkap pelaku.

Editor: Supriyadi

Baca: Bus Madu Kismo Terbakar di Pati, Ini Penyebabnya

Ternyata Begini Cara Maling di Raguklampitan Jepara Masuk ke Rumah Korbannya

Seorang warga menunjukan ventilasi yang diduga digunakan maling masuk kedalam rumah milik Nuriyati. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kasus percobaan pencurian yang digagalkan oleh si empunya rumah di Desa Raguklampitan RT 14/RW 3, Kecamatan Batealit-Jepara masih dalam penyelidikan kepolisian. Namun diduga, rumah yang ditempati oleh Nuriyati (49) dan anaknya Feri Ratna Putra (33) itu telah diintai oleh maling sebelumnya. 

Hal itu dikatakan oleh Ali yang rumahnya berada didekat tempat kejadian. Menurutnya, saat terjadi percobaan pencurian ia tidak berada ditempat. Akan tetapi hari-hari sebelumnya, dirinya pernah melihat gerak-gerik mencurigakan dari orang asing yang melewati lokasi. 

Baca: Duel dengan Maling, Warga Raguklampitan Jepara Dilarikan ke RSUD

“Beberapa waktu lalu sempat lihat orang yang lewat lokasi, kemudian menaiki motor lalu melintasi sisi rumah tersebut menuju tempat pemakaman yang berada tak jauh dibelakang rumah tersebut,” katanya, Rabu (13/12/2017). 

Kepada MuriaNewsCom, ia menduga maling masuk melalui celah ventilasi yang ada ditembok bagian samping rumah tersebut. Hal itu dilihat dari bekas pijakan kaki, dan noda tanah bekas kaki yang ada ditembok dalam gudang yang berada di halaman belakang. 

Baca: Usai Duel, Maling di Raguklampitan Jepara jadi Bulan-bulanan Warga

Selepas memasuki halaman belakang rumah, pencuri berusaha mencongkel dua jendela rumah. Namun sial, aksinya terpegok oleh anak si empunya rumah, yang mengajak maling duel. 

Feri yang berduel dengan si maling (belum diketahui identitasnya), kini sedang mendapatkan perawatan di RSUD Kartini Jepara. Begituhalnya dengan maling yang juga dirawat, karena selain berduel dengan pemilik rumah, ia juga dihadiahi bogem mentah warga sekitar. 

Kapolsek Batealit AKP I Nyoman Garma mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum bisa mengorek keterangan dari pelaku. Hal itu karena yang bersangkutan tengah dalam perawatan tenaga medis. 

“Pelaku sampai saat ini belum bisa dimintai keterangan,” tuturnya. 

Editor: Supriyadi

Baca: Begini Kronologi Duel Berdarah Warga Raguklampitan Vs Maling di Jepara

Begini Kronologi Duel Berdarah Warga Raguklampitan Vs Maling di Jepara

Feri (terbaring) sedang mendapatkan perawatan di RSUD Kartini, didampingi oleh ibunya Nuryati, Rabu (13/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Duel Feri Ratna Putra (33) warga Desa Raguklampitan RT 14/RW 3, Kecamatan Batealit dengan maling yang belum diketahui identitasnya memang menyedot perhatian. Apalagi, baik Feri selaku pemilik rumah dengan pelaku sama-sama masuk RSUD.

Feri yang duel dengan tangan kosong dilarikan ke RSUD setelah mukanya berlumur darah dihantam menggunakan obeng oleh pelaku. Lantas bagaimana kronologi sebenarnya?

Baca: Duel dengan Maling, Warga Raguklampitan Jepara Dilarikan ke RSUD

Menurut ibu dari Feri, Nuryati (49), peristiwa nahas tersebut terjadi Rabu (13/12/2017) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, dirinya tengah berada di bagian depan rumah. Sementara anaknya, baru bangun tidur dan hendak mengambil air minum di bagian belakang rumah. 

“Saat itulah, anak saya mendengar suara-suara di sekitar jendela. Setelah ditelisik ternyata ada maling yang berusaha mencongkel jendela belakang,” ujarnya ditemui di RSUD Kartini-Jepara, Rabu siang. 

Anaknya yang bekerja sebagai satpam itu lalu meneriaki dan melawan maling. Sambil teriak-teriak, Feri kemudian berduel dengan si pencuri, yang berbekal sebuah obeng. 

Baca: Usai Duel, Maling di Raguklampitan Jepara jadi Bulan-bulanan Warga

Mendengar anaknya berteriak-teriak, Nuryati lantas berlari ke arah halaman belakang. Di sana ia melihat anaknya tengah berduel dengan seorang maling yang berbadan kecil. 

“Muka anak saya sudah berlumuran darah, hampir tidak bisa melihat. Karena terluka terkena obeng pencuri. Saya pun langsung membantu anak saya untuk melawan si pencuri dengan menusukan obeng yang dibawa oleh si maling, karena saat itu saya lihat ada dua obeng yang digunakan. Mungkin ada dua maling yang mencoba masuk, tapi yang satu kabur,” jelasnya. 

Nuryati menambahkan, dirinya juga sempat diserang oleh maling tersebut. Tangan dan bagian dadanya sempat digigit oleh si pencuri. Selain itu, bagian kepala belakangnya pun sempat dipukul.

Mendengar kegaduhan tersebut, warga pun berdatangan. Namun mereka tertahan di luar, karena rumah tersebut dikelilingi oleh tembok setinggi 2,5 meter. 

Setelah menjebol pintu geser yang ada di samping rumah, warga pun menyeret pelaku yang sempat bersembunyi di dalam gudang.  Tak ayal, maling menjadi bulan-bulanan massa yang geram. 

Saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh Polres Jepara. Terkait identitas maling, belum diketahui, karena maling tersebut dalam keadaan tak sadarkan diri. Pantauan MuriaNewsCom, si pencuri mengalami luka parah di bagian kepala. 

Editor: Supriyadi

Usai Duel, Maling di Raguklampitan Jepara jadi Bulan-bulanan Warga

Maling yang menyatroni rumah warga Desa Raguklampitan RT 14/RW 3, Kecamatan Batealit dibawa ke RSUD Kartini untuk dirawat, Rabu (13/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Feri Ratna Putra (33) harus mendapatkan perawatan di RSUD Kartini karena mengalami luka-luka di kepala akibat berduel dengan maling, yang hendak memasuki rumahnya di Desa Raguklampitan RT 14/RW 3, Kecamatan Batealit.

Si pencuri yang belum diketahui identitasnya juga dilarikan ke RSUD.  Ia harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit yang sama karena babak belur dihajar warga.

Menurut ibu dari Feri, Nuryati (49), usai berduel dengan anaknya, maling tersebut sempat hampir kaburt. Hanya saja, warga yang mendengar kegaduhan tersebut langsung berdatangan.

Baca: Duel dengan Maling, Warga Raguklampitan Jepara Dilarikan ke RSUD

Namun mereka sempat tertahan di luar. Itu karena rumah tersebut dikelilingi oleh tembok setinggi 2,5 meter. Akhirnya warga yang sudah naik pitam menjebol pintu geser yang ada di samping rumah

”Setelah itu warga menyeret pelaku yang sempat bersembunyi di dalam gudang.  Tak ayal, maling menjadi bulan-bulanan massa yang geram,” ujarnya. 

Beruntung, warga masih ada yang sadar dan bisa mencegah aksi tersebut. Saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh Polres Jepara.

Meski begitu, terkait identitas maling, belum diketahui, karena maling tersebut dalam keadaan tak sadarkan diri. Ia mengalami luka parah di bagian kepala. 

Editor: Supriyadi

Duel dengan Maling, Warga Raguklampitan Jepara Dilarikan ke RSUD

Feri (terbaring) sedang mendapatkan perawatan di RSUD Kartini, didampingi oleh ibunya Nuryati, Rabu (13/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Feri Ratna Putra (33) harus mendapatkan perawatan di RSUD Kartini karena mengalami luka-luka di kepala akibat berduel dengan pencuri, yang hendak memasuki rumahnya di Desa Raguklampitan RT 14/RW 3, Kecamatan Batealit.

Si pencuri yang belum diketahui identitasnya, kini juga mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit yang sama karena babak belur dihajar warga.

Menurut ibu dari Feri, Nuryati (49), peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (13/12/2017) pukul 07.00. Saat itu, dirinya tengah berada di bagian depan rumah. Sementara anaknya, baru bangun tidur dan hendak mengambil air minum di bagian belakang rumah. 

“Saat itulah, anak saya mendengar suara-suara di sekitar jendela. Setelah ditelisik ternyata ada maling yang berusaha mencongkel jendela belakang,” ujarnya ditemui di RSUD Kartini-Jepara, Rabu siang. 

Baca: Zainal,Warga Desa Tubanan Ini Serang Polisi di Alun-Alun Jepara

Anaknya yang bekerja sebagai satpam itu lalu meneriaki dan melawan maling. Sambil teriak-teriak, Feri kemudian berduel dengan si pencuri, yang berbekal sebuah obeng. 

Mendengar anaknya berteriak-teriak, Nuryati lantas berlari ke arah halaman belakang. Di sana ia melihat anaknya tengah berduel dengan seorang maling yang berbadan kecil. 

“Muka anak saya sudah berlumuran darah, hampir tidak bisa melihat. Karena terluka terkena obeng pencuri. Saya pun langsung membantu anak saya untuk melawan si pencuri dengan menusukan obeng yang dibawa oleh si maling, karena saat itu saya lihat ada dua obeng yang digunakan. Mungkin ada dua maling yang mencoba masuk, tapi yang satu kabur,” jelasnya. 

Nuryati menambahkan, dirinya juga sempat diserang oleh maling tersebut. Tangan dan bagian dadanya sempat digigit oleh si pencuri. Selain itu, bagian kepala belakangnya pun sempat dipukul.

Baca: Takut Dirazia, Pemuda Robayan Jepara Ugal-ugalan Hingga Tabrak Polisi

Mendengar kegaduhan tersebut, warga pun berdatangan. Namun mereka tertahan diluar, karena rumah tersebut dikelilingi oleh tembok setinggi 2,5 meter. 

Setelah menjebol pintu geser yang ada di samping rumah, warga pun menyeret pelaku yang sempat bersembunyi di dalam gudang.  Tak ayal, maling menjadi bulan-bulanan massa yang geram. 

Saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh Polres Jepara. Terkait identitas maling, belum diketahui, karena maling tersebut dalam keadaan tak sadarkan diri. Pantauan MuriaNewsCom, si pencuri mengalami luka parah di bagian kepala. 

Editor: Supriyadi

Kisah Pencuri Bodoh Bikin Ngakak! Berhasil Bobol Rumah dan Curi Uang Jutaan, Hp-nya Malah Tertinggal

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Klaten – Seorang pelaku pencurian berhasil membobol rumah Slamet Riyadi (47) warga Dukuh Belan, Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Klaten, beberapa hari lalu. Pelaku mencuri uang jutaan rupiah, serta beberapa barang berharga. Namun konyolnya, HP atau telepon genggam milik pelaku malah tertinggal di lokasi.

Keterangan Slamet, saat itu rumahnya dalam keadaan kosong. Karena dia harus mengantarkan anaknya pergi ke sekolah sekitar pukul 06.30 WIB. Pada jam itu, warga yang tinggal di kampungnya sebagian besar telah beraktivitas. Jadi lingkungan menjadi sepi.

Sepulangnya dari mengantar sekolah, Slamet mendapati kejanggalan di rumah. Dia melihat pintu belakang rumah yang semula terkunci, kini telah terbuka. Lubang kunci dalam kondisi rusak karena bekas congkelan. Kakinya terhenti saat mendapati isi rumah berantakan.

“Almari dalam kondisi terbuka dan uang jutaan rupiah di dalamnya juga hilang,” kata Slamet, di Mapolsek Prambanan, Senin (27/11/2017).

Dia juga melihat HP miliknya di atas meja juga telah raib. Hanya dirinya penasaran saat melihat sebuah HP bukan miliknya tergeletak di atas meja. Dia yakin jika HP tersebut milik pelaku, mengingat tak ada anggota keluarganya yang punya HP tersebut.

Dirinya segera melaporkan ke Mapolsek Prambanan. Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi dan melakukan olah TKP.

Editor : Akrom Hazami

Alamak, Komplotan Bocah Pembobol SD Margorejo Ternyata Sudah Bobol 8 Sekolah di Kudus

Tiga remaja masih usia belasan tahun tepergok warga Dawe Kabupaten Kudus saat melakukan pembobolan SDN 1 Margorejo, Dawe Kudus Jawa Tengah, Senin (20/11/2017) malam. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus pembobolan SD 1 Margorejo, Dawe  yang dilakukan tiga anak di bawah umur terus didalami Polres Kudus. Setelah memastikan adanya tersangka baru, polisi juga menyatakan ketujuh bocah berusia dibawah 16 tahun itu sudah membobol delapan sekolah.

Selama aksinya, pelaku selalu bergerombol dan berjumlah tujuh orang. Tiga di antaranya tertangkap saat membobol SD Margorejo, sedangkan empat lainya masih buron.

Baca: Kepergok Warga, Aksi Tiga Bocah Bobol SD di Dawe Berakhir di Kantor Polisi

Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning mengatakan, pasca tertangkapnya tiga bocah tersebut, Senin (20/11/2017) malam lalu, polres langsung melakukan penindakan. Hasilnya, para pelaku yang sebagian masih sekolah sudah melakukan aksi delapan kali.

”Delapan sekolah yang dibobol terdapat di beberapa kecamatan di Kabupaten Kudus,” katanya Rabu (22/11/2017)

Disebutkan, kedelapan tempat itu, meliputi empat sekolah di Kecamatan Gebog, dua di Kecamatan Bae, dan dua lagi di Kecamatan Dawe. Sama seperti yang terakhir dilakukan, semua yang disasar adalah sekolah yang sepi dan minim pengawasan.

Baca: Pelaku Pembobol SD 1 Margorejo Bertambah 4 Orang

Selain itu, para pelaku yang masih anak tersebut, tak hanya mengincar barang mewah seperti laptop saja. Mereka juga membawa barang yang ada seperti jam dinding yang terpasang di kelas.

”Barang hasil curian dijual para pelaku. Uang hasil penjualan itu digunakan untuk berfoya-foya,” imbuhnya.

Saat ini, proses masih terus berlangsung. Pihak kepolisian akan terus mendalami dan meminta keterangan dari keempat pelaku yang masih dicari.

Editor: Supriyadi

Pelaku Pembobol SD 1 Margorejo Bertambah 4 Orang

Tiga remaja masih usia belasan tahun tepergok warga Dawe Kabupaten Kudus saat melakukan pembobolan SDN 1 Margorejo, Dawe Kudus Jawa Tengah, Senin (20/11/2017) malam. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus terus menelusuri kasus bocah pembobol SD 1 Margorejo, Dawe, Senin (20/11/2017) malam. Setelah tiga pelaku tertangkap tangan sedang beraksi, polisi menemukan fakta baru terkait pelaku lain yang juga beraksi bersama tiga bocah tersebut.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, dari hasil pemeriksaan, selain tiga pelaku, masih ada empat pelaku lain yang berperan dalam pembobolan tersebut. Ironisnya, keempat pelaku tersebut juga masih di bawah umur.

”Total ada tujuh orang. Saat ini empat pelaku lainya masih dalam pencarian,” katanya kepada awak media di Mapolres Kudus, Rabu (22/11/2017).

Baca: Kepergok Warga, Aksi Tiga Bocah Bobol SD di Dawe Berakhir di Kantor Polisi

Menurut dia, dalam menjalankan aksi, pelaku memang mengincar sekolah sebagai sasarannya. Tujuannya, mengambil barang yang cepat dijual. Nahas, aksi mereka kepergok warga saat membobol SD 1 Margorejo.

Dikatakan, dua dari tiga tersangka sebenarnya sudah bisa ditahan berdasarkan barang bukti dan pemeriksaan. Namun, mereka tidak ditahan karena masih di bawah umur.

”Satu di antaranya masih sangat muda, sehingga tak ditahan. Tapi, proses tetap berlanjut,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga bocah sudah membobol SD 1 Margorejo, Dawe. Ketiganya adalah ADE (15) MW (15) dan AK (14). Ketiganya merupakan warga Desa Karangmalang, Gebog. Ketiganya datang bersama khusus membobol SD dan berniat menguras barang berharga di dalamnya.

Editor: Supriyadi

Kepergok Warga, Aksi Tiga Bocah Bobol SD di Dawe Berakhir di Kantor Polisi

Tiga remaja masih usia belasan tahun tepergok warga Dawe Kabupaten Kudus saat melakukan pembobolan SDN 1 Margorejo, Dawe Kudus Jawa Tengah, Senin (20/11/2017) malam. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Aksi tiga bocah di bawah umur yang hendak membobol SD 1 Margorejo, Dawe berakhir di kantor polisi, Senin (20/11/2017) malam. Tiga bocah tersebut berhasil ditangkap setelah dipergoki warga atas aksinya tersebut.

Kapolsek Dawe AKP Suharyanto mengatakan, tiga bocah tersebut adalah ADE (15), MW (15), dan AK (14). Ketiganya merupakan warga Desa Karangmalang, Gebog. Ketiganya datang bersama khusus membobol SD dan berniat menguras barang berharga didalamnya.

”Kejadiannya sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, para pelaku datang dengan mengendarai sebuah sepeda motor berbonceng tiga,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Baca: Perempuan Paruh Baya di Tegalarum Pati Gantung Diri, Ini Penyebabnya

Menurut dia, ketiga pelaku mengendarai sepeda motor Supra Vit bernopol K 2619 KT. Setelah sampai sekolah, ketiganya langsung menjebol jendela ruang guru yang terbuat dari kaca.

Setelah masuk, kata Kapolsek, mereka langsung mengacak-acak isi kantor bermaksud mencari barang berharga. Setelah membuka laci yang ada di dalam, akhirnya mereka menemukan uang sebesar Rp 410.000. Setelah dapat barang  incaran, para pelaku langsung kabur.

”Pada saat itulah ketiga pelaku dipergoki warga. Warga kemudian mengejar pelaku dan akhirnya tertangkap dan diserahkan kepada Polsek Dawe,” ungkap dia.

Saat ini, lanjut dia, ketiga pelaku sudah diserahkan ke Polres Kudus unit PPA. Karena melihat usia pelaku yang masih di bawah umur sehingga membutuhkan penanganan yang khusus.

Editor: Supriyadi

Polisi Duga Gerombolan Rampok di Bae Kudus Gunakan Senjata Api

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning saat memberikan keterangan kepada media. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Gerombolan rampok di Dukuh Jatisati RT 3 RW 2, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae diduga rempok dengan persenjataan lengkap. Pasalnya, selain menggunakan senjata tajam, kawanan perampok di rumah Afrodhi (51) juga membawa senjata api. 

Kapolrese Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima oleh pihak kepolisian, ada perampok yang membawa senjata api saat beraksi. Hanya, untuk kebenaran masih menunggu proses berikutnya.

”Saat ini kami masih menunggu kesaksian dari korban yang dibawa ke rumah sakit (Masroh). Sayangnya saat ini masih trauma, sehingga belum bisa memberikan keterangan,” katanya Senin (20/11/2017).

Baca: Disabet Senjata Tajam, Istri Korban Perampokan di Bae Kudus Terima 20 Jahitan di Kepala

Menurut dia, pihak kepolisian akan memburu pelaku perampokan untuk segera diadili. Penelusuran dilakukan mulai dari olah TKP, yang sudah dilakukan oleh petugas reserce Polres Kudus maupun Polsek Bae.

Dia berpesan, agar keamanan masyarakat akan lebih ditingkatkan. Mulai dari memasang kunci ganda pada rumah agar tak mudah dibuka. Selain itu, dia juga berharap adanya siskamling yang kembali digalakkan.

“Ini juga menjadi catatan bagi kami untuk lebih meningkatkan patroli. Khususnya pada wilayah yang jauh dari keramaian,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Baca: Rampok di Bae Kudus Sikat Habis Perhiasan dan Surat Berharga Senilai Rp 100 Juta

18 Kali Ngutil di Alfamart, Warga Pecangaan Kulon Jepara Ditangkap Polisi

Erik (kanan) sedang mempraktikan tekniknya mengutil barang-barang minimarket, disaksikan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho (dua dari kanan). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Erik Prastowo (27) ditangkap polisi karena mengutil barang-barang di minimarket. Dalam pengakuannya, ia sudah 18 kali beraksi.

Warga Desa Pecangaan Kulon RT 1/1, Kecamatan Pecangaan-Jepara itu mengaku, sudah tiga bulan menjadi pengutil. Sasarannya adalah minimarket berjejaring “Alfamart”.

“Dulu saya bekerja di pengisian elpiji di Kaliwungu-Kudus, namun setelah itu saya keluar. Saat ini saya nganggur. Barang-barang yang saya ambil rata-rata jenisnya kosmetik, parfum dan sabun. Kemudian saya jual kepada teman-teman dengan harga murah,” ujarnya, didepan awak media, Jumat (17/11/2017).

Guna menghindari kecurigaan dari sejawat dan istrinya, ia mengaku barang-barang tersebut didapatkan dengan cara kulakan. Sedangkan harga yang ditawarkan, lebih miring selisih Rp 5000 sampai Rp 10 ribu dibanding harga normal.  

Dalam melakukan aksinya, ia selalu membawa tas punggung yang kemudian disandangkan sebelah. Ketika ada kesempatan, ia langsung memasukan barang sasarannya ke dalam tas. Rerata dalam sekali beraksi, Erik bisa membawa pulang 3-4 barang.

Untuk mengelabuhi petugas, ia kemudian membeli barang-barang yang murah harganya. Seperti minuman kaleng. 

“Baru kemarin (Kamis, 16/11/2017) saya mengutil barang di Alfamart Lebuawu. Sasarannya memang khusus minimarket itu. Ada 9 alfamart yang sering saya datangi enam di antaranya di Jepara sedangkan sisanya di Kudus,” tuturnya. 

Adapun, aksi yang bersangkutan terekam dalam kamera pengawas yang diletakan didalam minimarket.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, tersangka terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara. Hal itu karena Erik melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Barang bukti curian yang ikut disita antaralain, minyak telon, parfum, sabun cuci piring dan pewangi pakaian. 

“Pengakuannya baru sembilan tempat. Maka dari itu, kami imbau pemilik minimarket untuk melakukan pengawasan lebih, baik suasana sepi atau ramai,” tutup Yudi, panggilan Kapolres Jepara. 

Editor: Supriyadi

Maling Ini Leluasa Nyuri di Rumah Orang Lain di Klaten

Foto Ilustrasi

MuriaNewsCom, Klaten – Maling beraksi di Kabupaten Klaten, Selasa (14/11/2017) malam. Sasarannya adalah rumah milik Siti Asyiyan (67) yang ada di Dukuh Sabrangkali, Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan. Pencuri menggasak perhiasan, serta TV 40 inch.

Saat itu diperkirakan, pelaku masuk ke rumah Siti saat sedang kosong. Pelaku pun leluasa mengambil barang berharga dari rumah tersebut. Polisi menduga, pencuri beraksi dengan masuk rumah melalui jendela yang telah dirusak. Dari titik itulah, pencuri masuk dan keluar dari rumah tersebut.

Kapolsek Jogonalan AKP Ngadino di Klaten, Rabu (15/11/2017) mengatakan, pemilik rumah kaget saat mendapati hal yang tak beres setiba di kediaman. “Keluarga melihat jendela rusak. Seperti bekas congkelan. Keluarga pun masuk ke rumah dan memeriksa isinya,” kata Ngadino.

Benar saja, keluarga mendapati isi rumah dalam kondisi acak-acakan. Mereka juga kaget melihat televisi serta perhiasan di kamar juga hilang. Saat itu juga, keluarga melaporkannya ke Mapolsek Jogonalan. Tak lama kemudian, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi.

Kepada polisi, keluarga menyebut nilai kerugiannya sekitar Rp 24, 5 juta. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi. Sejumlah anggota dari Unit Reskrim Polsek Jogonalan menyelidiki kasus ini. “Kami masih mendalami kasus tersebut dengan mengerahkan anggota,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Berusaha Melarikan Diri, Maling Motor di Jepara Ditembak Polisi


Gepeng (dua dari kiri) dan Robby (tiga dari kiri) hanya bisa tertunduk ketika dihadapkan kepada awak media saat jumpa pers di Polres Jepara, Rabu (15/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Dua maling spesialis kendaraan bermortor di Jepara dicokok polisi. Mereka diketahui residivis yang telah berulangkali melakukan aksi pencurian di berbagai wilayah. 

Dalam penangkapan tersebut, satu di antara pelaku terpaksa dihadiahi timah panas di bagian kaki. Itu dilakukan lantara, ia berusaha melarikan diri.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto mengungkapkan, tersangka yang pertama kali ditangkap adalah Robby. Saat melakukan aksinya Jumat (10/11/2017), ia bersama rekannya Gepeng yang bernama asli Sukari.

Robby saat itu menjadi pengawas lapangan dengan menunggangi Motor Honda Beat, sedangkan Gepeng yang melaksanakan aksi ‘petik’ motor. Saat akan menggasak motor Honda Vario No K 2975 BV milik Sumiati (48) warga Desa Bawu, Kecamatan Batealit, aksinya diketahui oleh warga yang meneriaki mereka maling.

Baca: Penasaran, Bom Asap yang Ditemukan di Kudus Sempat Dibuka Paksa

Sontak, Gepeng pun mengurungkan niatnya dan melarikan diri dengan membonceng motor yang dikendarai oleh Robby. Saat kabur, kedua pelaku terlibat aksi kejar-kejaran dengan warga yang geram dengan aksi mereka. 

Hingga akhirnya seorang warga sengaja menabrakan motornya, ke motor yang ditunggangi kedua pelaku. Jatuh, Robby berhasil diamankan dan mendapat bogem mentah dari warga.

Sementara Gepeng berhasil kabur. Beruntung aksi massa tak berlanjut karena polisi segera datang dan membawa tersangka.

“Dari hasil pengembangan, maka kami dapat menangkap Sukari alias Gepeng. Keduanya adalah residivis kasus pencurian yang baru berkenalan sehabis keluar dari penjara,” ujar Suharto, Rabu (15/11/2017). 

Polisi terpaksa menembak kaki Gepeng, karena berusaha melarikan diri. 

Baca: Kunduran Kontainer, Mobil Pengangkut Uang ATM di Jepara Ringsek

Di depan awak media, Gepeng mengakui perbuatannya. Selain sebagai pencuri ia mengaku sempat berperan sebagai penadah barang curian. 

Sementara Robby mengaku baru dua bulan keluar dari penjara. Ia mengaku mendekam di penjara selama delapan bulan karena aksi penxurian.  Adapun setiap kali melakukan aksinya, ia diupah sebesar Rp 800 ribu oleh penadah.

“Saya hanya bertugas mencuri saja. Kalau berhasil saya dikasih upah delapan ratus ribu rupiah. Sasaran saya biasanya motor matic,” akunya.

Keduanya diancam pidana selama maksimal 7 tahun karena melangggar pasal 363 KUHP. 

Editor: Supriyadi