Dua Maling Genset di Perum Winong Pati Dibekuk Polisi

Polisi tengah meminta keterangan saksi terkait kasus pencurian mesin genset di Perum Winong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Polisi berhasil meringkus dua pencuri mesin genset di Kawasan Perum Winong RT 14 RW 3, Pati dalam Operasi Sikat Candi 2017.

Berbekal rekaman kamera CCTV yang dipasang di rumah korban, dua pelaku pencurian itu akhirnya ditangkap. Kedua pelaku berinisial AS (34), warga Panggungroyom, Wedarijaksa dan MI (22), warga Kajar, Wedarijaksa, Pati.

“Pelaku sudah diamankan. Setelah diinterogasi, dia juga melakukan pencurian genset di Perum Winong. Kami lantas mencari barang bukti,” ujar Kasat Reskrim Polres Pati AKP Ari Sulistyawan, Jumat (6/10/2017).

Dia menjelaskan, pencurian mesin genset itu terjadi pada 10 Februari 2017 lalu, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, korban menyimpan mesin genset di garasi rumah setelah dipakai dari proyek.

Hari berikutnya, korban hendak menggunakan mesin genset tersebut, tapi ternyata sudah tidak ada. Korban kemudian memutar rekaman CCTV yang dipasang dan diketahui telah dicuri.

Namun, korban tidak melaporkan kejadian pencurian itu kepada polisi. Setelah pelaku terjaring dalam Operasi Sikat Candi, korban lantas melaporkan kasus pencurian tersebut.

“Modus yang dilakukan pelaku, keduanya bekerja sama melakukan pencurian pada malam hari dengan target yang sudah ditetapkan,” imbuhnya.

Adapun kerugian material yang dialami korban mencapai Rp 5,9 juta. Ungkap kasus sendiri melibatkan petugas gabungan dari Polsek Pati Kota, Tlogowungu, Margorejo, dan Gembong.

Editor : Ali Muntoha

Niatnya Curi Genset untuk Nikah, Tapi Begini Sekarang Nasibnya

Aparat kepolisian meminta keterangan dua pelaku pencurian genset di Pasar Peterongan, Kota Semarang. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Ada-ada saja yang dilakukan seseorang jika sudah kekepet masalah uang. Seperti yang dilakukan Dedy Saputro (32), warga Tandang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang ini.

Mengaku lantaran butuh uang untuk menikah, Dedy yang biasa bekerja sebagai pak ogah (tukang menyeberangkan jalan) ini justru nekat melakukan aksi kejahatan. Ia bersama temannya Ahmad Wijayanto (31), warga Bukitrejo, Tembalang, Kota Semarang, mencuri genset di sebuah kios.

Akibatnya, Dedy dan Ahmad Wijayanto harus mendekam di jeruji besi, setelah dibekuk tim dari Polsek Semarang Selatan. Padahal rencanaya, Kamis (14/9/2017) hari ini Dedy akan melangsungkan pernikahan dengan gadis pujaan hatinya.

Dedy masih beruntung ditangkap tanpa ada luka. Berbeda dengan Ahmad Wijayanto yang kakinya bolong setelah ditembak polisi lantaran mencoba melarikan diri.

Meski ditahan Dedy tetap ingin melanjutkan rencana akad nikahnya. Ia berharap bisa melangsungkan pernikahan di kantor polisi.

”Rencana nikah Kamis (14/9). Kalau saya ingin menikah, tapi tidak tahu besok diizinkan menikah atau tidak,” katanya.

Dua tersangka ini mencuri genset pada dini hari 31 Agustus 2017 lalu di Pasar Peterongan. Genset itu mereka curi dari kios milik pedagang Pasar Peterongan bernama Sri Wahyuni, warga Wonodri Kopen, Semarang.

Sebelumnya menjalankan aksinya, mereka berpesta minuman keras di rumah temannya di Jalan Durian. Keduanya kemudian jalan-jalan di kawasan Pasar Peterongan.

“Saya melihat warung-warung tutup kemudian mengambil genset di sebuah warung sekitar pukul 04.30,” aku Ahmad.

Namun polisi yang mendapat laporan pencurian itu, langsung melakukan penelusuran dan menangkap dua tersangka di rumahnya masing-masing. Polisi berhasil mengendus keberadaan tersangka setelah polisi menemukan penadah barang curian, bernama Pramono.

Setelah ditelusuri diketahui jika penjual genset curian tersebut adalah Dedy dan Ahmad Wijayanto. Polisi bergerak cepat dan menangkap para tersangka.

Kapolsek Semarang Selatan Kompol Dedy Mulyadi menyebut, dalam pemeriksaan dan pengembangan juga diketahui para tersangka sebelumnya pernah melakukan aksi pencurian di beberapa wilayah. Di antaranya perampasan di depan Pasar Peterongan, Pasar Bulu, Jalan Tentara Pelajar, warung makan dekat RSUP dr Kariadi dan Roemani.

Sementara terkait rencana pernikahan Dedy, ia memastikan akan mengizinkan pernikahan digelar di kantor polisi. Hanya saja pihak keluarga harus mengirimkan surat permintaan untuk menikah di kantor Polsek Semarang Selatan.

Editor : Ali Muntoha