Ditinggal Buka Puasa di Rumah Makan di Pati, Mobil Warga Semarang Pecah dan Uang Rp 10 Juta Raib

Kondisi mobil korban setelah kaca mobilnya dirusak dan tas berisi uang Rp 10 juta digasak maling di Jalan Pati-Kudus Km 5, Margorejo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga Semarang, Ahmad Zaeno Bisri kehilangan uang Rp 10 juta saat mobilnya ditinggal buka puasa dan diparkir di depan Rumah Makan Padang Sakato, Jalan Raya Pati-Kudus Km 5, Desa Bumirejo, Margorejo, Pati, Rabu (31/5/2017) pukul 18.30 WIB.
Kaca mobil Toyota Etios H 8531 YF sudah dalam keadaan pecah, setelah pemiliknya selesai buka puasa. Setelah diperiksa, tas dalam mobil yang berisi uang Rp 10 juta bersama kartu BPJS dan obat-obatan raib.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, modus operandi pelaku dengan memecah kaca mobil korban yang sedang diparkir. Pelaku disebut cukup cerdik karena memanfaatkan situasi rumah makan yang tanpa petugas parkir.

“Kasus tindak kejahatan dengan memecah kaca mobil memang sudah beberapa kali terjadi di Pati. Pelaku memanfaatkan warung atau rumah makan yang tidak ada tukang parkirnya. Setelah kaca berhasil dipecah, pelaku mengambil barang berharga dalam mobil. Biasanya yang diincar uang tunai,” ujar Kompol Sundoyo, Kamis (1/6/2017).

Kepada polisi, korban menuturkan kronologi tindak kejahatan yang menimpa dirinya. Saat itu, dia melakukan perjalanan dari Kecamatan Wedarijaksa menuju Semarang untuk pulang.

Ketika sudah memasuki waktu buka puasa, dia memutuskan untuk buka puasa di Rumah Makan Padang Sakato di Jalan Pati-Kudus Km 5. Usai makan, korban bergegas ke mobil untuk melanjutkan perjalanan ke Semarang.

Dia terkejut setelah melihat kaca mobilnya pecah dan tas dalam mobil berisi uang tunai hilang. Korban langsung melapor kepada petugas Polsek Margorejo.

“Imbauan yang kami sampaikan, pengemudi mobil harus lebih berhati-hati dalam memarkir kendaraan. Disarankan untuk memilih warung atau rumah makan yang dijaga tukang parkir, satpam atau dalam jangkauan penglihatan kita,” imbau Kompol Sundoyo.

Editor : Kholistiono

Ditinggal Sahur, Laptop Inventaris Koperasi Pundi Mataram Pati Digondol Maling

Polisi melakukan identifikasi di kantor Koperasi Pundi Mataram Pati, setelah satu laptop dicuri maling, Rabu (31/5/2017) dini hari. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Laptop merek Lenovo Core i5 senilai Rp 7 juta milik intentaris Koperasi Pundi Mataram Pati digondol maling, sesaat setelah ditinggal staf keluar untuk sahur. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (31/5/2017) sekitar pukul 03.00 WIB.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengungkapkan, kedua staf koperasi saat itu sedang keluar untuk mencari makan sahur. Sementara satu staf masih berada di kantor, tetapi di ruang gudang bagian belakang.

“Ada tiga staf koperasi. Dua staf keluar untuk sahur, satunya lagi berada di ruang gudang. Salah seorang staf mendengar suara sepeda motor yang digeber kencang. Dia mengira sepeda motornya yang dicuri, setelah dicek ternyata sepeda motornya aman,” ucap Kompol Sundoyo.

Setelah staf memeriksa sejumlah barang, ternyata laptop yang baru diberi tiga hari yang lalu itu raib digondol maling. Padahal, laptop tersebut sudah disimpan di bawah meja kerja setelah digunakan untuk lembur.

Selain laptop, dompet milik seorang staf juga hilang. Dalam dompet tersebut terdapat surat identitas dan uang senilai Rp 200 ribu.

“Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut. Sayangnya, nomor IMEI laptop belum diketahui karena identitas laptop pada kardus terkelupas,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

Rumah Kades Klumpit Pati Dibobol Maling, Uang Rp 120 Juta Raib

Polisi melakukan olah TKP di rumah Kepala Desa Klumpit yang dibobol maling. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rumah Paido (52), Kepala Desa Klumpit, Kecamatan Tlogowungu dibobol maling pada Selasa (16/5/2017) pukul 14.30 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, saat itu Paido pergi untuk ngantor di balai desa setempat. Sementara penghuni rumah lainnya pergi ke RSI Margoyoso untuk keperluan pengobatan dan rumah dalam keadaan terkunci.

Ketika penghuni rumah pulang, mereka terkejut karena pintu rumah bagian belakang sudah dalam keadaan terbuka dan ditemukan bekas congkelan. Setelah itu, penghuni rumah mengecek kamar dan menemukan lemari sudah rusak.

“Penghuni juga mengecek uang tunai dalam tas senilai Rp 15 juta yang juga raib. Bahkan, uang milik Paido yang disimpan secara khusus dalam plastik hitam senilai Rp 105 juta hilang,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Rabu (17/5/2017).

Dia menjelaskan, modus operandi yang dilakukan maling dengan cara masuk lewat pintu belakang, mencongkel kunci, masuk ke kamar dan merusak pintu lemari yang berisi uang. Saat keluar, maling juga lewat pintu belakang.

“Tidak ada barang yang dicuri. Semua yang dicuri dalam bentuk uang dengan total kerugian Rp 120 juta. Rp 105 juta ditaruh dalam plastik hitam, sedangkan Rp 15 juta ditaruh dalam tas istri korban. Keduanya diambil dalam lemari yang sama,” tambahnya.

Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan intensif untuk memburu pelaku. Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari para saksi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Editor : Kholistiono

Maling Satroni Rumah Warga Tamansari Pati, Barang yang Diembat Mengejutkan

Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Dukuh Sani, Tamansari, Tlogowungu, Pati, Senin (8/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Entah menggunakan ilmu sirep atau kelihaian dalam mencuri, seorang maling menggasak barang-barang berharga milik warga Dukuh Sani, Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Pati dengan mudahnya.

Sutopo (57), pemilik rumah hanya bisa tertegun saat bangun tidur ternyata barang-barang miliknya raib, seperti sepeda motor Beat warna putih, HP Nokia dan HP Samsung Galaxy Young.

Setelah dicek, pintu dapur dan pintu utama ruang tamu terbuka. Hebatnya, kunci sepeda motor lengkap dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang disimpan dalam kamar juga hilang.

Wakapolsek Tlogowungu Iptu Parsa saat dikonfirmasi MuriaNewsCom mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Sabtu (6/5/2017) pukul 03.30 WIB. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas kepolisian pada Senin (8/5/2017).

“Modus operandinya, pelaku masuk melalui pintu samping rumah, mambawa barang-barang dengan mudahnya melalui pintu depan atau pintu utama,” ungkap Iptu Parsa.

Pemilik rumah sendiri sadar, ketika istri pemilik rumah akan masak pada pagi harinya dan melihat pintu dapur dan pintu depan rumah sudah dalam keadaan terbuka. Setelah dicek, sepeda motor lengkap dengan kunci dan STNK raib, serta dua unit handphone.

Secara terpisah, Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengimbau kepada warga Pati untuk tetap waspada pada jam-jam, antara pukul 02.00 sampai 03.30 WIB, sebelum Subuh. Pasalnya, jam-jam tersebut rawan dimanfaatkan maling untuk melancarkan aksinya.

“Kami akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan berupaya menangkap pelaku. Namun, kami ingatkan kepada warga supaya keamanan berlapis juga perlu ditambahkan di rumah, seperti gembok ganda. Tujuannya untuk mempersulit aksi maling,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Komplotan Pencuri Pakan Ternak Ayam di Desa Purwodadi Pati Dibekuk Polisi

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino menginterogasi pelaku pencurian pakan ternak di Desa Purwodadi, Margoyoso, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino menginterogasi pelaku pencurian pakan ternak di Desa Purwodadi, Margoyoso, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom,Pati – Komplotan pencuri pakan ternak ayam di Desa Purwodadi, Kecamatan Margoyoso, Pati berhasil dibekuk polisi. Satu pencuri berinisial ES (18), warga Margomulyo, Tayu, berhasil ditangkap, setelah satu penadah dan dua pencuri lainnya dibekuk.

“Operasi dilakukan pada Minggu (11/12/2016) dengan sasaran pelaku pencurian pakan ternak ayam di gudang penyimpanan pakan ternak Desa Purwodadi, Margoyoso. Ini hasil pengembangan setelah kami menangkap satu penadah dan dua pencuri lainnya,” ujar Kapolsek Margoyoso AKP Sugino, Senin (12/12/2016).

Dua pencuri lainnya adalah R (29), warga Desa Kletek, Pucakwangi, dan MY (19), warga Desa Purwodadi, Margoyoso. Sedangkan penadah yang ditetapkan tersangka adalah MHS (18), warga Desa Gadu, Gunungwungkal. Adapun korban pencurian adalah Galih Suherman (31), warga Kedungsari, Semarang.

Penadah dikenakan Pasal 480 KUHP tentang Penadahan (Pertolongan Jahat). Sedangkan pencuri dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 4e KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. “Mereka sudah membentuk jaringan yang memiliki peran masing-masing sebagai pelaku dan penadah,” tutur AKP Sugino.

Sebelumnya, korban telah melaporkan adanya tindak pidana pencurian di gudang penyimpanan pakan ternak ayam pada November 2016. Tak butuh waktu lama, dua orang pencuri dan satu penadah berhasil ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Dari hasil pengembangan kepada tiga tersangka, satu orang kemudian ditetapkan sebagai target operasi (TO) yang akhirnya juga berhasil dibekuk. Keempatnya langsung ditahan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Operasi penangkapan komplotan pencuri dan penadah juga menjadi bagian dari Cipta Sitkamtibmas dan Operasi Lilin Candi 2016.

Editor : Kholistiono

Toko Variasi Mobil di Bumiayu Pati Dibobol Maling

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Toko variasi mobil “Shendys Technic” di Dukuh Luboyo, Desa Bumiayu, Kecamatan Wedarijaksa, dibobol maling, Jumat (25/11/2016) sekitar pukul 23.30 WIB.

Sejumlah barang yang hilang, antara lain satu unit DVD mobil merek Savisen Audio Bank, satu unit DVD Double din Audio Link, satu buah Power Ampli ADS, satu buah Spiker Woofer  12 Aufei, satu buah Coaksial 4 Holiwood, satu buah Speker Coaksial 6 Holiwood, satu buah Twiter Pioner, satu buah Alarm Super, satu buah Alarm Tok-tok, satu buah MMC – VSB Radio, satu buah Sentral lock.

Akibat dibobol maling, kerugian material yang dialami korban, Priyo Utomo (40), warga Desa Tambahsari, Pati, mencapai sekitar Rp 5 juta. Saat dikonfirmasi, Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum membenarkan adanya pencurian di toko variasi mobil di wilayah hukumnya.

“Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku. Pada saat kejadian, toko variasi mobil dalam keadaan kosong, sedangkan pelaku merusak rolling door dari luar dengan cara mencongkel, kemudian barang-barang diangkut keluar,” kata AKP Rochana.

Dia menambahkan, korban meninggalkan toko dan menguncinya karena ingin pulang ke rumah sekitar pukul 00.30 WIB. Korban kembali ke toko pada sekitar pukul 08.30 WIB dan melihat lampu teras dalam keadaan pecah, pintu dalam keadaan terbuka sedikit, dan ada bekas congkelan benda tajam pada rolling door.

Diperkirakan, rolling door dibuka menggunakan linggis. Lantaran curiga karena ada yang tidak beres, korban mengecek barang-barang dalam toko. Hasilnya, ada sejumlah barang-barang toko yang hilang. Korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Polsek Wedarijaksa.

Editor : Kholistiono

Maling Bandeng yang Resahkan Warga Trangkil Pati Diringkus Polisi

Pelaku pencurian ikan bandeng di tambak bandeng Desa Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, diamankan di Mapolsek Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pelaku pencurian ikan bandeng (kiri) di tambak bandeng Desa Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, diamankan di Mapolsek Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Wedarijaksa berhasil meringkus maling bandeng yang selama ini meresahkan warga Kecamatan Trangkil, Pati. Maling bandeng berinisial K (76), warga Desa Kertomulyo, Kecamatan Trangkil tersebut ditangkap polisi, Sabtu (22/10/2016) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum saat dihubungi MuriaNewsCom, Senin (24/10/2016) mengatakan, maling bandeng tersebut sudah lama meresahkan masyarakat. Selain dikenal mencuri ikan bandeng, warga diakui tidak berani dengan K.

“Kami dapat informasi adanya maling yang sudah meresahkan warga. Kami akhirnya menempatkan anggota intelijen dan Unit Reskrim untuk mengintai pelaku sejak pukul 22.00 WIB. Ternyata benar, pelaku sedang mencuri bandeng di tambak milik Salim di Desa Kertomulyo, Pati. Pelaku langsung kami bekuk,” ungkap AKP Rochana.

Dari tangkap tangan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti ikan bandeng sebanyak dua keranjang dan setengah karung gula dengan total berat 150 kg. Selain itu, polisi juga menyita sepeda motor Supra Fit warna hitam tanpa nopol yang digunakan untuk mencuri.

Akibat pencurian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 2,8 juta. “Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan di mapolsek untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Usai penangkapan tersebut, beberapa warga mengaku lega karena pelaku selama ini meresahkan masyarakat. Terlebih, pelaku terbilang ditakuti masyarakat. “Kami sangat senang pelaku sudah ditangkap, karena sudah meresahkan warga,” ucap Salim, korban pencurian ikan bandeng.

Editor : Kholistiono