Pulang Tahun Baruan, Pemuda Sukobubuk Pati Babak Belur Dikeroyok

MuriaNewsCom, Pati – Empat pemuda Desa Sukobubuk, Margorejo, Pati, dihajar segerombolan pemuda di kawasan jembatan Kesambi, Desa Bermi, Gembong, Senin (1/1/2018) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Dwi Prasetyo (14), salah satu korban dalam laporannya kepada polisi menuturkan, saat itu dia bersama empat orang temannya mengendarai dua sepeda motor dari Pati untuk pulang ke Sukobubuk.

“Kami dihadang sekitar 15 orang, mereka bertanya kami orang mana. Setelah saya jawab orang Sukobubuk, mereka mengeroyok kami,” ungkap Dwi.

Setelah wajahnya dipukul, dia bersama tiga rekannya melarikan diri. Beruntung, aksi tersebut juga diketahui warga sekitar sehingga segerombolan pemuda yang mencegatnya dibubarkan.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Gembong AKP Giyanto mengatakan, polisi sempat mendatangi lokasi. Namun, para pelaku langsung membubarkan diri.

“Korban yang awalnya sembunyi, lantas keluar untuk menemui petugas. Korban mengalami luka-luka sehingga dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” tuturnya.

Korban sendiri mengalami luka robek pada dahi sepanjang 6 cm. Dahi korban dijahit dengan empat jahitan dan menjalani rawat jalan.

Editor : Ali Muntoha

Malam Tahun Baru Alun-alun Kudus Ditutup, Ini Kantong Parkir yang Bisa Kamu Pilih

MuriaNewsCom, Kudus – Perayaan malam pergantian tahun di Kudus akan dipusatkan di Alun-alun Simpang Tujuh. Mulai petang hingga perayaan rampung, arus lalu lintas di kawasan ini akan ditutup.

Polres Kudus akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus yang menuju alun-alun. Kasatlantas Polres Kudus AKP Eko Rubianto mengatakan, selama malam tahun baru, kawasan simpang tujuh akan disterilkan dari semua kendaraan.

“Jadi skemanya mirip seperti Car Free Night (CFN) yang dilakukan pada malam Minggu oleh Pemkab Kudus. Bedanya, ini dilakukan malam Senin saat pergantian tahun,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/12/2017).

Pihaknya telah menyiapkan kantong-kantong parkir yang bisa digunakan masyarakat. Di antaranya di barat Simpang Tujuh Jalan Sunan Kudus, Gang I, II dan III, belakang Ramayana dan Jalan Pemuda.

Sejumlah titik juga akan dibuntu untuk kendaraan sama seperti CFN. Selain di kawasan alun-alun, penutupan jalan juga dilakukan di Perempatan Kojan, Jalan Ramlan, Jalan Ahmah Yani serta Gang I,II dan III.

“Jalur akan kami tutup mulai jam 18.00 WIB hingga jam 00.00 WIB. Jadi bagi yang hendak merayakan tahun baru di Simpang Tujuh Kudus, dapat mematuhinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, aparat akan melakukan pengamanan di sejumlah titik. Ratusan personel disiapkan untuk melakukan pengamanan.

Ia menyebut ada lima titip yang diperkirakan akan terjadi penumpukan. Yakni di kawasan alun-alun, kawasan Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK) Tanggulangin Jati, kawasan Gor Kudus dan Balai Jagong, kawasan Oasis dan Taman Bumi Wangi Jekulo.

Menurutnya, dari lima lokasi yang disebutkan, kawasan alun-alun menjadi hal yang paling diwaspadai. Untuk itu petugas yang disiagakan lebih banyak yaitu mencapai 125 personel.

Ia menyebut, jumlah petugas yang disiagakan sejumlah 820 petugas. Petugas itu merupakan gabungan dari Polres Kudus, Kodim 0722/Kudus, dan Satpol PP.

“Selain petugas yang stand by di lokasi tersebut, kami juga menyiagakan 79 petugas untuk berpatroli dengan lebih intens. Patroli dilakukan tak hanya menggunakan mobil, namun juga dengan kendaraan bermotor,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pergantian Tahun, Kamar Hotel di Pinggir Pantai Jepara Penuh

Suasana di kolam renang yang ada di Palm Beach Hotel, menjelang pergantian tahun. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kamar-kamar hotel di pinggir pantai Laut Jawa Jepara sudah penuh terpesan, untuk momen pergantian tahun. Bahkan, pemesanan telah dilakukan sejak dua bulan sebelumnya.

Hal itu dikatakan oleh Manajer Hotel Palm Beach, Bandengan Awang Budiono. Ia mengatakan, untuk tanggal 30-31 Desember 2017 kamar telah terpesan.

“Kami terpaksa menolak pesanan-pesanan baru untuk tanggal tersebut,” kata dia Sabtu (30/12/2017).

Ia mengatakan, pesanan banyak datang dari luar kota. Seperti Magelang, Solo, Semarang, Kendal dan Yogyakarta. Awang menyebut, daya pikat utama hotel di wilayah Jepara terletak pada suasana pantai pasir putih.

“Terkait harga ada kenaikan sebesar 50 persen dari harga normal. Di tempat kami terendah (untuk event pergantian tahun) dengan harga kisaran satu juta rupiah, untuk yang tertinggi berada pada kisaran Rp 2,9 juta,” terangnya.

Hal serupa dikatakan oleh General Manager Hotel D’Season Jepara Dodi Iskandar. Untuk Okupansi di bulan Desember ada peningkatan sebesar 70 persen.

“Untuk kamar sudah terpesan hingga tanggal 3 Januari 2018. Bahkan pemesanan sudah dilakukan untuk tanggal 25 Desember 2017,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Jelang Pergantian Tahun, Pedagang Duren di Pati Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah

Salah seorang penjual duren di kawasan jalan raya Wedarijaksa tengah menawarkan duren dagangannya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Menjelang pergantian tahun, pedagang duren di Pati meraup omzet hingga puluhan juta rupiah dalam sehari. Hal itu disebabkan banyaknya warga yang berburu duren.

Paimo, salah pedagang duren asal Cluwak yang berjualan di kawasan Jalan Pati-Tayu, Wedarijaksa mengaku mendapatkan omzet dua kali lipat lebih besar dalam sepekan terakhir.

“Dalam sepekan terakhir, penjualan meningkat drastis. Bisa dua kali lipat dari hari biasanya,” ujar Paimo, Jumat (29/12/2017).

Namun, Paimo mengaku harga duren bisa anjlok bila cuaca kembali hujan. Karena itu, dia berharap cuaca selama pergantian tahun bisa normal.

Saat ini, Paimo optimis bila harga duren bisa tetap stabil. Selain kebutuhan duren selama tahun baru meningkat, kondisi libur panjang yang berdampak pada penjualan duren.

Satu buah duren yang ia jual dibanderol dari Rp 15 ribu sampai Rp 60 ribu. Harga duren tergantung ukuran buah, jenis dan kualitas.

Sugeng, salah satu pembeli duren asal Tambakromo mengaku akan menyetok sepuluh buah duren untuk agenda keluarga pada tahun baru.

“Tadi lewat, ada banyak penjual duren. Saya langsung lihat-lihat dan beli sepuluh duren untuk setok agenda keluarga tahun baru besok,” ucap Sugeng.

Para penjual duren sendiri menjajakan dagangannya di kawasan jalan raya Wedarijaksa dari pagi hingga sore. Bahkan, beberapa pedagang masih terlihat membuka lapaknya pada malam hari.

Editor: Supriyadi