Putra Mbah Maimoen jadi Wakil Sudirman Said di Pilgub Jateng?

MuriaNewsCom, Semarang – Sejumlah nama beken ditimang untuk mendampingi Sudirman Said dalam Pilgub Jateng 2018. Bocoran terbaru, putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair, KH Majid Kamil yang akan dipilih untuk menjadi wakil.

Bahkan disebut-sebut peluang Gus Malik untuk menjadi cawagub mendampingi Sudirman Said sangat besar.

Gus Malik merupakan putra keempat pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang Rembang, KH Maimoen Zubair. Selama dua periode terakhir, Gus Malik menjabat sebagai Ketua DPRD Rembang.

Nama Gus Malik ini muncul dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ketika ditanya wartawan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2017).

“Cawagubnya putra Mbah Maimoen, mungkin itu. Gus apa itu ya, adalah yang ketua DPRD,” katanya dikutip dari detik.com.

Zulkifli menyebut pembicaraan soal bakal cawagub Sudirman memang sempat alot. Pada akhirnya, pilihan pun mengerucut. Ia juga menyebut, jika Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori tak lagi masuk daftar, meskipun sebelumnya sangat santer.

“Ketua PKB nampaknya tidak, diajak beberapa kali tidak, mungkin sudah dengan PDIP,” ujarnya.

Perwakilan Forum Silaturahmi Kiai dan Habaib menyerahkaan hasil rekomendasi kepada Mbah Moen di Sarang, Rembang, Minggu (31/12/2017) sore.  (Istimewa)

Sebelumnya, nama Gus Malik ini juga mendapat dukungan dari Forum Silaturahmi Kiyai dan Habaib. Nama Gus Malik dan putra MBah Maimoen yang lain, yakni Taj Yasin direkomendasikan untuk bertarung dalam Pilgub Jateng 2018 sebagai calon wakil gubernur (cawagub).

Rekomendasi bagi ulama kharismatik Rembang ini dikeluarkan di Ponpes Al-Wahdah, Lasem, Minggu (31/12/2017). Forum itu dihadari alumni pondok pesantren (Ponpes) Sarang, Lasem, dan Ploso (Kediri).

Hadir dalam pertemuan ini antara lain‎ KH Wafi Maimoen, KH Abdul Rahman Alkautsar, KH Nurul Huda Djazuli (Ploso), KH Minanurohman Anshori (Payaman, Magelang), dan KH Baidlowi Misbah (Demak).

Kemudian Habib Syarif Alhamid (Jepara), Habib Zen Al-Jufri, KH Ulil Albab, KH Nasih (Tegalrejo, Magelang‎), dan kiai serta habib lain.

‎Ketua panitia, Muhlisin, mengatakan pertemuan tersebut digelar sebagai wadah menjaring aspirasi santri di Jateng, dalam menghadapi Pilkada 2018. Menurut dia, kiai dan habib menginginkan ada keterwakilan dari kalangan pesantren dalam memimpin Jateng.

“‎Dibutuhkan pemimpin yang bisa mengakomodasi peran dan aspirasi kalangan pesantren, dalam rangka ikut serta mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pertemuan ini untuk menyamakan persepsi,” katanya.

Ia pun menyebut, rekomendasi itu langsung dimintakan restu ke Mbah Maimoen. Pihaknya akan mengikuti apapun yang menjadi petunjuk ulama karismatik tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Sowan ke Mbah Maimoen, Syaibatul Alawiyah Minta Maaf Atas Penghinaan yang Dilakukannya

 Postingan Syaibatul Alawiyah di akun facebook miliknya yang bernada melecehkan Mbah Moen. (Facebook)

Postingan Syaibatul Alawiyah di akun facebook miliknya yang bernada melecehkan Mbah Moen. (Facebook)

MuriaNewsCom,Rembang – Seorang netizen pemilik akun facebook Syaibah Mawal atau yang bernama lengkap Syaibatul Alawiyah, warga Kampung Rawabuntu Serpong bersilaturrahmi di kediaman KH Maimoen Zubair di Karangmangu, Kecamatan Sarang, Minggu (27/11/2016) kemarin.

Kedatangan ibu dua orang anak ini untuk meminta maaf secara langsung kepada Mbah Moen atas cuitan yang dilakukannya di facebook, yang sangat tidak sopan dan tidak pantas yang ditujukan kepada Mbah Moen. Perempuan yang berusia 28 tahun tersebut ditemani suami dan anak pertama pertamanya yang baru berumur empat tahun.

Dengan wajah menunduk, Syaibatul memohon maaf atas statusnya yang menuding Mbah Moen sesat dan goblok serta keblinger. Ia menyatakan khilaf sehingga menulis seperti itu. “Saya khilaf, sehingga menulis seperti itu,” ucapnya singkat.

Untuk diketahui, pada pada 5 November 2016 pukul 11.06, Syaibatul melalui akun facebooknya membagikan berita dari lama beritateratas.com dengan judul “Bikin Kagum, Nasehat Bijak Mbah Mun Terkait Ahok dan Almaidah 51 Ini Menampar Keras MUI dan FPI

Pada kesempatan itu, dirinya juga menyertakan status “sesat nii orang jgan diikutin yg bginian, kcuali klo islam lo cm KTP cm diakui negara bkan Allah. kitab suci dihina kok mnta maaf slsai, goblog. dah mau msuk liang lahat aj msih keblingerr”.

Kata-kata tersebut, sontak membuat banyak netizen lain tidak terima, karena dinilai hal itu sangat tidak pantas dan tidak sopan. Sebab, Mbah Moen merupakan ulama, yang seharusnya dihormati dan menjadi panutan.

Sebelum datang ke kediaman Mbah Mun, Syaibatul sendiri sudah menuliskan permintaan maaf di akun facebooknya, yakni “Terkait postingan saya soal bpak kh.maimun zubair yg saya tdk sependapat mohon maaf seluas2nya dan sebesar2nya,saya kebawa emosi..andai ni suatu dosa besar mohon dibukakan pintu maaf..tlong di share yaa..triakasih.”

Kedatangan Syaibatul dan rombongan juga disambut ramah oleh Mbah Moen. Dalam kesempatan itu,  Mbah Moen juga memaafkan kekhilafan Syaibatul. Mbah Moen juga memberikan petuah dan cerita mengenai Islam yang Bhineka Tunggal Ika. Pesan demi pesan disampaikan secara cair dan penuh rasa kekeluargaan.

Usai dari kediaman Mbah Moen, Syaibatul dan rombongan juga mampir sowan ke kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus di Kelurahan Leteh, Rembang. Tujuannya agar Syaibatul juga mengenal dan tahu tentang Gus Mus, dan tahu bagaimana akhlaq para kiai Nahdlatul Ulama.

Editor : Kholistiono

Doa Mbah Maimoen untuk Kabupaten Rembang

Maimoen Zubair saat mengisi ceramah dan doa bersama dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam di Pendapa Museum Kartini, Senin (17/10/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Maimoen Zubair (tengah) saat mengisi ceramah dan doa bersama dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam di Pendapa Museum Kartini, Senin (17/10/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang mengadakan acara Khataman Quran dalam rangka  memperingati Tahun Baru Islam 1438 Hijriah di Pendapa Museum RA Kartini Rembang, Senin (17/10/2016).

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut KH. Maimoen Zubair, Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang. Dalam hal ini, Mbah Maimoen juga menyampaikan tausiyahnya di hadapan undangan yang hadir.

“Dengan adanya acara seperti ini, mudah-mudahan Kabupaten Rembang semakin maju dan angka kemiskinan di kota ini semakin berkurang. Karena, dari data yang ada, Rembang merupakan daerah yang masuk lima besar di Jawa Tengah dalam kategori daerah miskin,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap, agar pemerintah daerah dan juga masyarakat bersama-sama untuk memajukan Kabupaten Rembang, dalam berbagai bidang. Sehingga, nantinya Rembang tidak lagi sebagai kabupaten yang miskin dan tidak tertinggal jauh dengan kabupaten lainnya.

Editor : Kholistiono