Pulang Nonton Dangdut, Warga Bulumanis Lor Pati Babak Belur Dikeroyok Gerombolan Pemuda

Irfan, korban pengeroyokan di Desa Cebolek Kidul saat dirawat di RSI Margoyoso. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Nasib naas menimpa Irfan (19), pemuda Bulumanis Lor, Margoyoso, Pati. Dia harus dilarikan ke rumah sakit, lantaran dihajar segerombolan pemuda usai menonton konser dangdut di Cebolek Kidul, Rabu (27/9/2017) malam.

Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan setelah sebelumnya nyaris kehabisan darah. Saat tergeletak, korban mendapatkan pertolongan dari warga.

“Ada warga yang menolong. Saya sempat dibawa ke Puskesmas, kemudian dirujuk ke RSI Margoyoso,” ungkap Irfan, Jumat (29/9/2017).

Baca Juga: Gara-gara Dangdut, Warga Ngurenrejo Pati Dikeroyok Hingga Babak Belur

Dari penuturan korban, saat itu dia sedang menonton konser dangdut di Cebolek Kidul. Saat pulang, dia dikejar dan dihajar segerombolan pemuda Cebolek Kidul.

Irfan mengetahui orang-orang yang menghajarnya, tapi dia enggan menyebutnya. Sebab, persoalan tersebut sudah diserahkan kepada petugas kepolisian.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Pati AKP Ari Sulistyawan membenarkan adanya laporan tentang pengeroyokan warga Bulumanis Lor di Desa Cebolek Kidul.

Saat ini, kasus tersebut sedang dalam penyelidikan. “Kami sudah memeriksa saksi-saksi untuk mengumpulkan barang bukti,” kata AKP Ari.

Pihaknya mengaku sudah mengantongi nama pelaku penganiayaan. Namun, dia enggan menyebutnya karena masih dalam tahap pendalaman kasus.

Editor: Supriyadi

Tak Kapok Jual Miras, Ibu Paruh Baya Asal Kudus Dibui 2 Bulan

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah saat melakukan penindakan miras di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang penjual sekaligus agen minuman keras (miras) asal Gebog terpaksa mendekam dalam jeruji besi selama dua. Ia terpaksa diseret ke ranah hukum, lantaran tak kapok berjualan minuman keras meski dalam masa hukuman percobaan.

Kepala Satpol-PP Kudus Djati Solechah menyatakan, penjual sekaligus agen miras tersebut bernama Nurhayati (54) warga Desa Besito RT 7 RW 7 Gebog. Dia harus dikurung berdasarkan Hasil Keputusan Sidang PN atas pelanggaran Perda Kab. Kudus No 12 Tahun 2004 ttg Minuman Beralkohol atas 2 (dua)  kasus hari ini Rabu,  30 Agustus 2017.

“Jadi biar kapok. Soalnya kalau hanya tipiring, ia akan menjual miras lagi,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (31/8/2017).

Menurut dia, warga Gebog itu sudah beberapa kali tertangkap berjualan miras. Salah satunya saat penindakan tanggal 5 Juli 2017 lalu, Satpol PP berhasil menindak langsung di warung dan rumahnya.

Akibat hal tersebut, dia langsung diberikan hukuman tipiring dengan hukuman percobaan. Belum selesai masa hukumannya, dia kembali menjalankan aktivitas jualan miras di rumahnya. Satpol-PP pun menangkap kembali di rumahnya, usai upacara 17 an lalu

“Atas dasar itulah yang bersangkutan dibawa ke PN  untuk diproses. Dan akhirnya diputuskan kurungan dua bulan penjara,” ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya penjual miras yang tertangkap akan membuat jera para penjual dan agen miras lainya. Sehingga Kudus akan benar-benar bebas dari miras.

Editor: Supriyadi