Mabes TNI Dorong Usaha Kretek Kudus Tetap Hidup

Deputi Bidang Sistem Nasional Mabes TNI Mayjen TNI Aris Martono meninjau brak Djarum di Desa Karangbener, Bae, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Deputi Bidang Sistem Nasional Mabes TNI Mayjen TNI Aris Martono meninjau brak Djarum di Desa Karangbener, Bae, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Deputi Bidang Sistem Nasional Mabes TNI Mayjen TNI Aris Martono, mengatakan kalau usaha kretek asli Indonesia harus tetap dipertahankan.

Hal itu disampaikannya saat kunjungan ke salah satu brak Djarum, Desa Karangbener, Bae, Kudus, Rabu (28/9/2016). Pihaknya mendorong usaha lokal tetap dipertahankan.

“Kami datangi secara langsung penggerak ekonomi di pabrik. Kami juga  langsung berinteraksi dengan para buruh dengan melihat langsung keadaanya,” kata Aris kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kabar kenaikan harga rokok beberapa waktu yang lalu, juga menjadi pertimbangan rombongan datang ke Kudus. Dia tidak menginginkan penopang ekonomi masyarakat sampai oleng dengan adanya hal tersebut.

Oleh sebab itu, dilakukanlah kunjungan secara langsung untuk mengetahui bagaimana kondisi di lapangan. Pihaknya juga mengamati keberlangsungan industri jenis kretek yang menggunakan tangan.

Hingga kini, TNI belum menemukan kendala yang berarti bagi masyarakat khususnya para pekerja. Dia menambahkan, akan membuat kajian dengan pemerintahan pusat setelah mengunjungi beberapa industri. Kajian tersebut mengarah pada perusahaan yang banyak digantungkan sebagai mata pencaharian oleh warga setempat.

“Kalau masalahnya itu banyak menggunakan tembakau dari luar negeri karena mengandung tar dan nikotin rendah. Sedangkan milik dalam negeri memiliki kandungan yang tinggi. Itulah tugas penelitian yang seharusnya dapat dikembangkan,” jelasnya.

Selain berkunjung ke  perusahaan rokok, rombongan juga berkunjung ke pabrik jamu Sido muncul serta pabrik elektronik Polytron.

Editor : Akrom Hazami

Bulog Pati Baru Serap Gabah Petani 40 Persen

uplod jam 18 serap gabah (e)

Tim Sergap Pusterad Mabes TNI AD bertemu dengan petinggi Kodim 0718/Pati membahas serapan gabah petani di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bulog Subdivre II Pati sampai saat ini baru menyerap gabah dari petani berkisar di angka 40 persen. Padahal, Tim Serap Gabah Petani (Sergap) dari Pusterad Mabes TNI AD meminta agar Bulog meningkatkan serapan gabah kepada petani hingga 75 persen.

Kendati begitu, Bulog Subdivre II Pati dianggap sudah cukup baik ketimbang Bulog Sub di daerah lainnya yang hanya mencapai angka 33 persen saja. Penyerapan gabah dari petani dinilai penting untuk stok pangan nasional.

“Bulog Subdivre sudah cukup baik ketimbang sub di daerah lainnya yang hanya berada di angka 33 persen dalam menyerap gabah dari petani. Kalau bisa, semua gabah dari petani diserap Bulog semua. Bila belum mampu, kita targetkan bisa menyerap minimal 75 persen,” ujar Ketua Tim Sergap Pusterad Mabes TNI AD Brigjen Basuki Abdullah kepada MuriaNewsCom.

Ia mengatakan, TNI sekarang diberi mandat untuk mendampingi Bulog terkait dengan serapan gabah dari petani. Hal itu diharapkan agar stok pangan nasional bisa terpenuhi sehingga impor beras dari luar negeri dapat diantisipasi.

“Operasi Sergap akan selesai hingga akhir Mei 2016 mendatang. Dalam waktu sekitar 30 hari ke depan, Bulog harus bisa menyearap gabah dari petani minimal 75 persen. Masih perlu kerja keras agar target itu bisa tercapai untuk stok beras nasional,” ungkapnya.

Stok beras dari Bulog tersebut akan dikeluarkan bila sejumlah hal yang tidak diinginkan, seperti harga beras melonjak tajam dan bantuan bencana. “Stok beras nasional itu nantinya digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Misalnya, saat harga beras naik atau bencana yang tidak diduga yang membutuhkan stok beras,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Mabes TNI Minta Hasil Panen Gabah di Pati Diserap Bulog 75 Persen 

Mabes TNI Minta Hasil Panen Gabah di Pati Diserap Bulog 75 Persen

uplod jm 12.30 TNI hasil gabah (e).

Rombongan dari Mabes TNI AD mengunjungi Kodim 0718/Pati untuk membahas masalah serapan gabah petani di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Tim Serap Gabah Petani (Sergap) dari Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) Mabes TNI AD meminta agar hasil panen gabah di Pati diserap Bulog minimal 75 persen. Hal itu diharapkan agar gabah dari petani tidak jatuh di tangan tengkulak atau pebisnis yang kerap mempermainkan harga gabah.

“Saat ini, kita masih perlu kerja keras. Setidaknya, 75 persen hasil panen harus diserap Bulog. Jangan sampai lepas ke tengkulak atau pebisnis,” ujar salah Tim Sergab Pusterad Mabes TNI AD Kol Czi Hilda Risman kepada MuriaNewsCom.

Bahkan, pihaknya menyatakan bila tengkulak sudah bisa dikatakan sebagai musuh bersama. Karena itu, ia meminta agar jajaran Kodim 0718/Pati bisa bekerja sama dengan lintas sektor untuk membenahi masalah tersebut.

“Serapan gabah petani ke Bulog saat ini masih belum terorganisir dengan baik. Kami meminta agar Danramil di masing-masing kecamatan bisa memetakan masalah tersebut. Komunikasi dengan Bulog, Dinas Pertanian, dan mitra bulog mesti ditingkatkan,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma akan mengerahan Bintara Pembina Desa (Babinsa) agar segera berkoordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL), gabungan kelompok tani (gapoktan), dan kepala desa.

“Kita akan tingkatkan komunikasi terkait dengan hasil panen dan kapan ditebasnya padi, termasuk komunikasi dengan pihak Bulog. Kita juga selalu mencari informasi apakah masih ada hasil panen yang dijual tengkulak atau tidak,” katanyaa

Ia menambahkan, Bulog merupakan representasi dari pemerintah. Karenanya, pemerintah mesti dikawal untuk mengamankan swasembada pangan yang pada akhirnya diharapkan bisa menyejahterakan masyarakat.

Editor : Akrom Hazami