PKB Deklarasikan Tamzil-Hartopo Cabup-cawabup Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sehari jelang pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Kudus di KPU, Minggu (7/1/2018) sore PKB mendeklarasikan M Tamzil dan Hartopo sebagai cabup dan cawabup Kudus. Selain PKB, PPP, Hanura dan PBB juga dikabarkan akan memberikan rekomendasi untuk pasangan ini.

Deklarasi Tamzil-Hartopo dilaksanakan di Kantor DPC PKB Kudus. Rekomendasi untuk pasangan ini diberikan DPP PPP dengan nomor Nomor 25294/DPP-03/VI/A.1/I/2018, yang ditandatangani Jumat (5/1/2018).

“Surat rekomendasi dari DPP juga memerintahkan DPC PKB Kudus untuk berkoordinasi dengan jajaran dan memenangkan pasangan Tamzil-Hartopo,” kata Mukhasiron, Sekretaris DPC PKB Kudus.

Sementara Ketua DPC PKB Kudus, Ilwani menyebut, pihaknya yakin pasangan ini bisa segera didaftarkan ke KPU. Karena selain PKB, ada sejumlah parpol lain yang menyatakan akan mengusung pasangan ini.

Menurutnya, dengan enam kursi yang dimiliki PKB di DPRD Kudus, belum mencukupi untuk mengusung calon, sehingga harus berkoalisi dengan parpol lain. Saat ini parpol yang sudah pasti akan berkoalisi dengan PKB yakni PPP.

Menurutnya, DPP PPP sudah memproses rekomendasi untuk pasangan Tamzil-Hartopo, dan saat ini tengah dikirim ke Kusus.

“Besok PPP akan mengadakan konferensi pers terkait rekomendasi dan koalisi dengan kami. Kemudian akan disusul Hanura dan PBB. Namun, dua parpol tersebut akan ada info lanjutan,” ujarnya.

Pendaftaran cabup-cawabup dalam Pilkada Kudus 2018 sendiri akan dibuka KPU mulai Senin (8/1/2017) hingga 10 Januari 2018. Selain Tamzil-Hartopo, pasangan calon lain yang sudah dideklarasikan yakni Masan-Noor Yasin dan Akhwan-Hadi Sucipto (jalur independen).

Editor : Ali Muntoha

Tamzil Berharap Miliki Wakil dari Kalangan Perempuan di Pilbup Kudus

Bakal Calon Bupati Kudus M Tamzil (kiri) tersenyum setelah dipastikan mendapat rekomendasi dari Partai Hanura, Senin (13/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon (Balon) Bupati Kudus M Tamzil, semakin mantap mencari wakil setelah dijanjikan rekomendasi dari Hanura. Dia berharap, wakilnya nanti bisa seirama dengan dia dan berasal dari kalangan perempuan.

Tamzil mengatakan, kriteria seirama dalam menjabat nantinya merupakan syarat wajib olehnya. Dengan seirama, maka pemerintah juga akan berjalan dengan baik pula.

“Itu seperti saat menjabat Bupati Kudus 2003 – 2008 lalu. Saat itu wakil saya perempuan, yaitu Bu Haniah,” katanya saat konferensi pers, Senin (13/11/2017).

Baca: Hanura Resmi Usung Tamzil di Pilkada Kudus

Dia berharap nantinya yang menjadi wakil juga minimal seperti Haniah. Artinya, ada kemungkinan kedepannya nanti juga akan meminang Haniah menjadi wakilnya maju dalam Pilbup Kudus mendatang.

Disinggung calon perempuan lainya, yaitu Sri Hartini, Tamzil juga tersenyum. Bagi dia, sosok Sri Hartini juga pantas mendampingi dia sebagai wakil dalam Pilbup Kudus 2018.

“Keduanya (Sri Hartini dan Haniah) masuk kriteria. Namun saya juga harus mengusulkan ke pihak partai terlebih dahulu boleh tidaknya wakil saya nanti,” ungkap dia.

Sementara, Ketua  Pembina Wilayah Jawa 3 (Jateng dan DIY) DPP Partai Hanuram Sudewo menjamin tak akan memberikan intervensi kepada Tamzil untuk memilih wakil. Karena, saat menjabat nanti wakil pilihan juga penting.

“Soal pasangan, kami kembalikan ke  Tamzil. Kami tidak intervensi, kami sebatas memberikan masukan saja kepada Tamzil,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Balon Bupati Kudus M Tamzil Dapat Rekomendasi Hanura?

Bakal Calon Bupati Kudus M Tamzil. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon (Balon) Bupati Kudus M Tamzil menunjukkan kelihaian maju dalam Pilbup Kudus mendatang. Berhembus kabar, Tamzil kini sudah mengantongi rekomendasi dari Partai Hanura sebagai calon Bupati Kudus.

Ketua DPC Partai Hanura Kadarjono mengatakan, pihaknya belum tahu secara persis siapakah yang mendapat rekomendasi dari Partai Hanura. Namun, ia juga tak bisa membantah kabar tersebut.

”Kabarnya, angin berhembus ke sana (Tamzil). Tapi kami belum mendapatkan rekomendasi jatuh kepada siapa,” Katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, hari ini, Senin (13/11/2017) Tamzil akan bertemu dengan sejumlah pengurus Hanura mulai tingkat DPW, DPD hingga tingkat DPP. Bahkan, saat ini DPD juga sudah tiba di Kudus untuk persiapan ketemu dengan Tamzil.

Dijelaskan, mengenai rekomendasi semuanya diputuskan langsung dari DPP. Sehingga, nantinya juga DPP yang akan memberikan langsung kepada bakal calon direkomendasikan.

“Bisa jadi turun ke M Ramzil, Karena kabarnya DPD juga akan datang ke Kudus hari ini bertemu langsung dengan M Tamzil. Tapi yang mengundang itu Tamzil, bukan Partai Hanura,” ujarnya

Sebelumnya, M Tamzil melamar ke Partai Hanura untuk rekomendasi bakal calon bupati. Tamzil juga sering menyebut kalau komunikasi intens terus dilakukan untuk mendapatkan rekomendasi tersebut.

Editor: Supriyadi

Pasang Logo Partai Gerindra dan PKB, Tamzil Ngaku Sudah Dapat Izin

Bakal Calon Bupati Kudus M Tamzil. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus M Tamzil, mencantumkan lambang Partai Gerindra dan PKB dalam baliho miliknya. Tamzil mengaku menempelkan lambang partai atas izin dari DPW Jateng. 

Tamzil mengatakan, pihaknya langsung sudah menemui dari DPW Jateng terkait pemasangan gambar lambang partai. Sehingga, dia memutuskan memasang gambar kedua partai tersebut.

“Sudah dapat izin memasangnya, jadi langsung Sabtu kemarin dipasang yang ada gambar partainya,” katanya saat konferensi pers di RM Ulam Sari, Senin (6/11/2017).

Disinggung soal rekomendasi, pihaknya sadar saat ini blum kader partai, namun dengan pemasangan lambang partai, diyakini akan membuat  rekomendasi turun kepadanya tak lama lagi. Apalagi dari Jateng sudah mengizinkan.

Selain kedua partai itu, kata Tamzil, pihaknya juga rencananya mau memasang lambang lainya. Seperti , PAN, Demokrat, PKS, Hanura dan partai lainya yang dia lamar rekom.

“Saat unh kami sedang komunikasi dengan sejumlah partai politik di Kudus. Komunikasi yang terjalin baik, diharapkan dapat dilanjutkan hingga akhir,” harapnya.

Editor: Supriyadi

Tamzil Bawa Jargon ”Bapak Persiku Kembali Lagi”

Bakal Calon Bupati Kudus M Tamzil (dua dari kanan) menunjukkan pamflet Bapak Persiku Kembali saat pengembalian berkas ke DPD PAN, Selasa (19/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal calon Bupati Kudus M Tamzil mengembalikan berkas sebagai bakal calon Bupati Kudus ke kantor DPD PAN, Selasa (19/9/2017). Tamzil mengembalikan dengan membawa pamflet bertuliskan Bapak Persiku Kembali Lagi.

Tamzil datang bersama rombongan sekitar pukul 11.35 WIB. Hampir semua rombongan juga membawa pamflet yang sudah didesign dengan foto M Tamzil.

Baca Juga: Bebas dari Penjara, Tamzil Kini Nyalon Lagi jadi Bupati Kudus

Mereka berdalih, pamflet tersebut dibuat atas dasar keprihatinan akan nasib Persiku Kudus sekarang. Sementara, M Tamzil adalah salah satu mantan bupati yang sudah menyatu dengan Persiku Kudus.

”Persiku layak bangkit, tidak seperti sekarang yang berada di level bawah,” kata Tamzil saat pengembalian berkas.

Baca Juga: Tamzil Pinang Ilwani Jadi Wakil di Pilkada Kudus

Menurut dia, kondisi Persiku Kudus kini masih terpuruk. Dengan gagal di liga tiga dan ancaman masuk liga empat membuat Persiku harus bergerak. Atas dasar itulah Persiku akan diangkat kastanya ke podium atas seperti saat Bupati dijabat olehnya.

Untuk memajukannya, lanjut dia, membutuhkan waktu hingga lima tahun. Waktu itu diukur dari pengalamannya dulu, yang butuh waktu lima tahun menjadikan Persiku naik daun. 

Tak hanya itu, dia juga menyentil soal stadiun yang dianggap tak layak. Bahkan ia membandingkan stadion Wergu Kudus jauh di bawah standart dibandingkan kabupaten tetangga, terutama Kabupaten Jepara.Karena itu, pembangunan stadion sangat dibutuhkan.

”Maketnya sudah ada sejak zaman saya (menjabat Bupati) dulu. Jadi tinggal dibuat saja,” ungkapnya.

Ditambahkan, pelatih juga harus diganti dengan pelatih yang lebih bagus lagi. Sehingga, kualitas pemain akan meningkat dan Persiku kembali disegani.

Editor: Supriyadi

Bebas dari Penjara, Tamzil Kini Nyalon Lagi jadi Bupati Kudus

M Tamzil, mantan bupati Kudus. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Mantan bupati Kudus periode 2003-2008, M Tamzil masih punya ambisi untuk kembali memimpin Kudus. Meski pada Pilbup Kudus 2013 lalu kalah oleh incumbent Musthofa, pada Pilbup Kudus 2018 mendatang, Tamzil kembali mencoba peruntungannya.

Mantan staf ahli gubernur Jawa Tengah ini mencalonkan diri dengan mendaftar di penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang dibuka PKB Kudus. Hal ini juga dibenarkan Ketua DPC PKB Kudus Ilwani.

Tim dari Tamzil disebutnya telah mengambil formulir pendaftaran pada Rabu (6/9/2017) lalu, dan mengkonfirmasi akan mengembalikan formulir dan berkas pendaftaran pada Minggu (10/9/2017) besok.

“Dari pihak Tamzil sudah memberikan kabar pengembalian formulir dilakukan besok. Dari informasi yang diberikan, pengembalian kisaran jam 10.00 WIB hingga jam 11.00 WIB,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (9/9/2017).

Ia menyatakan, dalam pengembalian itu Tamzil dipastikan hadir. Karena berdasarkan aturan dati tim penjaringan, calon yang mendaftar harus mengembalikan langsung atau tak bisa diwakilkan.

Di PKB sendiri sudah ada sejumlah calon yang mendaftarkan diri. Di antaranya yakni Anggota DPRD Jateng Sri Hartini dan Djoni Rahardjo.

Seperti diketahui, setelah tak menjabat sebagai bupati Kudus, M Tamzil sempat maju memperebutkan kursi gubernur Jateng pada Pilgub Jateng 2008 berpasangan dengan Abdul Rozaq Raiz. Namun pasangan ini dikalahkan Bibit Waluyo-Rustriningsih.

Setelah gagal di Pilgub, Tamzil yang berstatus PNS dirangkul oleh Bibit dan diangkat menjadi kepala Dinas Ciptakaru Provinsi Jateng, dan asisten gubernur Jateng.

Pada Pilbup Kudus 2013 Tamzil kembali lagi mencalonkan diri sebagai bupati Kudus bersama Asyrofi. Namun Tamzil digoyang kasus korupsi saat ia masih menjabat bupati. Dalam pilbup ini Tamzil kalah oleh incumbent Musthofa.

Bahkan Tamzil harus menghadapi kasus hukum atas sangkaan kasus korupsi  pengadaan sarana dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus tahun 2004. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menjatuhi hukuman 22 bulan penjara.

Tamzil sendiri baru bebas dari LP Kedungpane Semarang pada Desember 2015 setelah mendapat pembebasan bersyarat (PB) usai menjalani masa Asimilasi Kerja Sosial (AKS).

Editor : Ali Muntoha