Memilukan! Tukang Reparasi Elektronik di Pati Ini Ditinggal Kabur Istri Setelah Lumpuh

MuriaNewsCom, Pati – Kisah yang dialami Karyani (34), penyandang disabilitas ini cukup memilukan. Pria yang awalnya sehat bugar dan beraktivitas normal seperti orang kebanyakan, kini harus harus merana hidup sendirian di rumahnya yang kecil, di RT 5 RW 1, Desa Tambahsari, Kecamatan Pati Kota, Kabupaten Pati.

Pria ini ditinggal kabur istrinya setelah mengalami kelumpuhan separuh, akibat kecelakaan kerja medio 2014 silam. Karyani tertimpa bangunan yang roboh saat mengerjakan renovasi gedung SD di Sidoarjo, Jawa Timur.

Akibat kecelakaan kerja itu, sejumlah tulangnya patah, termasuk tulang belakang. Keterbatasan biaya menjadikan pengobatan tidak maksimal. Tindakan operasi untuk menangani tulang belakangnya pun tidak dapat dilakukan sehingga mengalami lumpuh separuh tubuh.

“Dari pinggang ke bawah tidak dapat digerakkan. Saya hanya bisa ngesot untuk bergeser tempat, tidak bisa jalan lagi,” cerita Karyani saat menerima bantuan kursi roda dari Forum Kajian dan Diskusi Wartawan (FKDW) Pati, Jumat (16/2/2018) kemarin.

Malangnya, sang istri yang diharapkan menjadi sosok yang memberi semangat dan dorongan untuk menjalani hidup, justru mengabaikan Karyani. Istrinya memilih pergi meninggalkan Karyani dengan membawa anaknya, sehingga kini Karyani harus menjalani hidup sebatang kara.

Pegiat FKDW Pati saat memberi bantuan kursi roda ke Karyani, penyandang disabilitas. (FKDW Pati)

Namun Karyani tak mau berlama-lama terpuruk dan meratapi nasibnya. Ia mencoba bertahan hidup meski sudah tak bisa bekerja seperti semula. Beruntung, ia punya kemampuan untuk memperbaiki/mereparasi peralatan elektronik.

”Sebisa mungkin saya tetap bekerja dengan memanfaatkan keahlian lain saya mereparasi barang elektronik,” ujarnya.

Karyani mengerjakan orderan reparasi barang elektronik di rumahnya yang kecil. Saat FKDW Pati bertandang ke rumannya, terlihat tumpukan barang elektronik berbagai jenis berserakan di ruang tamu.

Ukurannya yang relatif kecil tak mampu menampung televisi, tape, radio, pompa, dan barang elektronik lain. Sejumlah barang pun ada yang diletakkan di ruang tengah rumah yang masih tampak batu batanya.

Semua aktivitasnya dilakukan di lantai. Tidur pun tidak menggunakan ranjang, tetapi hanya menggelar kasur di lantai kamar.

Saat didatangi paa pegiata FKDW Pati dan memberikannya bantuan kursi roda, ia pun tersenyum lebar. Karena kursi roda ini akan memudahkan aktivitasnya.

Bantuan itu berasal dari iuran pegiat FKDW dan sejumlah donatur. Termasuk dari komisioner KPU dan kepala desa. Aksi sosial dilakukan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Dalam kesempatan itu, FKDW juga menggandeng Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati.

Di luar itu, FKDW sejak 2016 aktif bergiat dalam sejumlah kegiatan. Mulai dari diskusi publik hingga literasi media di sekolah/madrasah. Road show jurnalistik telah berlangsung 12 putaran pada sekolah/madrasah di Kecamatan Pati Kota, Trangkil, Margoyoso, Tayu, Dukuhseti, Gabus, Kayen, dan Pucakwangi.

Pegiat FKDW Heri Purwaka mengemukakan, pihaknya sengaja memilih kegiatan yang bermuatan sosial sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi wartawan terhadap daerahnya. Sejumlah kegiatan tersebut disebut dia diupayakan terus berjalan secara rutin.

“Khusus untuk memeringati HPN, kami mencoba berbagi dengan kaum disabilitas. Meskipun belum dapat menjangkau semua penyandang disabilitas, sedikit bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban mereka,” tandasnya.

Ketua PPDI Pati Suratno mengungkapkan, organisasinya memiliki 144 penyandang disabilitas. Menurutnya, jumlah tersebut bukan representasi penyandang cacat yang ada di Pati. lantaran masih banyak yang belum masuk organisasinya.

“Bantuan dari teman-teman wartawan ini memberi motivasi bagi kami yang memiliki keterbatasan. Ini sangat membantu penyandang disabilitas untuk lebih memudahkan beraktivitas,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

Video – Lumpuh, Bocah 9 Tahun di Kudus Ini Diduga Kena Gizi Buruk

 

MuriaNewsCom, Kudus – Muhanmad Febri Rizki Prayogo warga Desa Golan Tepus, RT 5 RW 1 Mejobo, harus melewati hari-harinya dengan cara berdiam diri di rumah. Itu lantaran, bocah sembilan tahun tersebut tak bisa berjalan karena lumpuh yang disebabkan gizi buruk sejak kecil.

Deni Novianto (18),  paman Febri membenarkan jika keponakannya tak bisa berjalan senjak kecil. Tak hanya itu, ukuran kakinya juga terbilang kecil dan tidak mengalami pertumbuhan secara normal. Hal itulah yang membuatnya tak bisa menggunakan kedua kakinya.

”Biasanya kalau pagi hari ia tidur. Tapi, kalau malam tidak bisa diajak tidur. Ia selalu rewel hingga subuh, mungkin disebabkan rasanya sakit yang dialami. ,” katanya kepada MuriaNewsCom

Selain lumpuh, Febri juga harus dirawat seperti bayi. Pasalnya pencernaannya tidak kuat menerima makanan yang kasar, termasuk nasi. Akibatnya, setiap kali mau makanan, makanan tersebut harus ditumbuk dan dihaluskan.

Sementara, keuangan keluarga juga sangat terbatas. Sang ibu Yusmawati (32) bahkan harus kerja membanting tulang untuk menafkahi keluarga sejak suaminya meninggal karena penyakit paru-paru.

”Kakak saya kerja sebagai buruh rokok di Kudus, jadi kalau pas kerja yang jaga bergantian,” ujarnya

Deni menyebutkan, Febri juga memiliki seorang adik yang berumur tiga tahun. Hanya, kondisi ekonomi yang minim membuatnya tidak dapat mengenyam pendidikan dan harus di rumah bersama kakaknya.

Namun, berbeda dengan Prayoga yang lumpuh. Adiknya terlihat sehat dan cakap berbicara. Saat dikunjungi MuriaNewsCom, adik prayogo seolah melindungi kakaknya dari awak media, dia seolah takut kalau kakaknya kenapa kenapa. Bahkan, pintu kamar sampai dihadang untuk mencegah masuk.

Kondisi rumahnya memang sangat terbatas. Beralas tanah, dan tembok yang mulai mengelupas. Bahkan, kasur saja di dapat dari bantuan warga luar desa.

Editor: Supriyadi

Warga Desa Bancakan Gunungwungkal Pati yang Lumpuh Dapat Perhatian Kang Bejo

Kang Bejo bersama sejumlah anggota PAC PDIP Gunungwungkal meninjau rumah ibu lumpuh dengan anak yang menderita sakit aneh pada bagian kepala. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kang Bejo bersama sejumlah anggota PAC PDIP Gunungwungkal meninjau rumah ibu lumpuh dengan anak yang menderita sakit aneh pada bagian kepala. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Salah satu bakal calon wakil bupati dari DPC PDIP Pati Bambang Bejo Sihono atau yang akrab disapa Kang Bejo mulai blusukan ke daerah. Salah satunya, kunjungannya ke rumah seorang warga Desa Bancakan, Gunungwungkal yang diketahui lumpuh yang hidup bersama puterinya yang terkena penyakit aneh pada bagian kepala.

Kang Bejo blusukan bersama sejumlah pengurus anak cabang (PAC) PDIP Gunungwungkal. ”Awalnya saya mendapat informasi dari teman PDIP sendiri kalau ada keluarga yang kondisinya memprihatinkan di Desa Bancak. Ibunya lumpuh, anaknya kena penyakit aneh,” ungkap Bejo kepada wartawan, Kamis (17/3/2016).

Setelah ditinjau, Kang Bejo kemudian memberinya bantuan. Hal itu diharapkan bisa meringankan beban ibu yang diketahui bernama Kasmini (46) dan Rubikasari (12) tersebut.

Ia merasa prihatin di tengah zaman yang begitu modern, tetapi masih ada kehidupan yang berada di bawah garis kemiskinan. Karena itu, ia berjanji bila menjadi wakil bupati Pati tidak akan membiarkan kondisi seperti itu terjadi di Kabupaten Pati.

”Pemerintah mestinya sigap mengetahui kondisi seperti ini. Kondisi itu tidak boleh ada di daerah lain. Ini sudah zaman modern di mana sudah semestinya masyarakat terpenuhi kesehatan dan kesejahteraanya,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Lumpuh, Jalur Grobogan Rusak Parah

GROBOGAN-Banyaknya kendaraan besar atau kecil yang melintas di jalur tengah di Kabupaten Grobogan karena menghindari banjir di Kudus dan Pati, membuat jalan di wilayah ini rusak parah. Belum lagi, ditambah dengan banyaknya lubang di badan jalan karena tidak kuat menahan beban kendaraan yang melintas.
”Kami harus memutar dan memilih jalur alternatif karena jalur Pantura Pati dan Kudus lumpuh. Meskipun jalan Pati-Grobogan sempit dan rusak, tapi tak ada pilihan lain,” ujar Bayu Prakoso (28), sopir truk gandeng muatan beras saat melintas di jalur Pati-Purwodadi, Jumat (24/1).

Lanjutkan membaca