Meriah, Puluhan Peserta Ikuti Lomba Smart Kids Competition Naga Homestay 2 Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Perlombaan Smart Kids Competition 2018 yang diselenggarakan saat launching Naga Homestay 2, Sabtu (6/1/2018) berlangsung meriah. Puluhan peserta antusias mengikuti perlombaan.

Joyce Maria, panitia penyelenggara mengatakan, saat ini total peserta yang mengikuti perlombaan ada 70 peserta. Jumlah tersebut berasal dari sejumlah kabupaten di Kudus dan sekitarnya.

“Ada peserta dari Kudus, Rembang, Pati bahkan dari Semarang yang mengikuti perlombaan kali ini,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Disebutkan, dalam perlombaan tersebut juga memiliki hadiah total jutaan rupiah. Jumlahnya mencapai Rp 7,5 juta merupakan hadiah keseluruhan yang disediakan. .

Hadiah jutaan rupiah, kata dia merupakan keseluruhan dari 11 perlombaan anak yang disediakan. Selain hadiah uang pembinaan, pemenang juga mendapatkan piala dan juga piagam.

“Kami menyiapkan satu juri tiap perlombaan, dan keputusan tidak dapat diganggu gugat,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Puluhan Komika di Kudus Ramaikan Stand Up Comedy Pilkada

Satu dari puluhan komika asal Kudus berkasi di lomba Stand Up Comedy di Auditorium UMK, Rabu, (29/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Lomba Stand Up Comedy yang digelar KPU Kudus bekerjasama PWI Kudus, Universitas Muria Kudus (UMK), dan MuriaNewsCom di Auditorium UMK berlangsung meriah, Rabu (29/11/2017).

Sebanyak 20 komika dari Kabupaten Kudus mengikuti perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka kampanye pilihan kepala daerah (Pilkada). Mereka pun ramai-ramai mengkampanyekan Pilkada sesuai dengan tema yang diterapkan.

Dari pantauan di lapangan, kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, dengan disaksikan puluhan penonton. Selain dari kalangan umum, peserta lomba juga ada yang berasal dari mahasiswa dan pelajar dengan usia minimal 17 tahun.

Satu per satu peserta unjuk kebolehan di atas panggung. Tiap peserta dibatasi waktu sekitar lima menit ber stand up soal pemilu. Berbagai aktivitas ide-ide kreatif dilakukan untuk menghibur penonton dan menarik perhatian dewan juri.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, lomba stand up comedy ini diharapkan bisa mencerdaskan masyarakat, terutma dalam memilih pemimpin.

“Ini merupakan bentuk sosialisasi pemilu mendatang. Pilihlah pemimpin yang berintegritas dan jujur,” katanya Rabu (29/11/2017).

Selain itu, ia juga berharap masyarakat bisa menolak praktik politik uang dan dapat menyumbang suara (tidak golput) saat pilkada nanti. Hal itu dilakukan supaya pemimpin yang terpilih nanti sesuai dengan pilihan masyarakat.

”Datang ke TPS pilihlah pemimpinmu. Jangan sampai golput ya,” ujarnya

Sementara itu, Anggota KPU Kudus Misdayani menyebutkan, selain untuk program sosialisasi pilkada, kegiatan ini juga diyakini bisa menjadi ajang  menempa bakat melawak. Apalagi, para peserta tidak ditarik biaya pendaftaran, namun diberikan hadiah jutaan rupiah.

”Peserta yang menang dapat hadiah. Totalnya jutaan. Rugi kalau tidak nonton,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Sosialisasikan Pilkada, KPU Kudus Gelar Lomba Stand Up Comedy

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus kembali melakukan trobosan baru untuk menyosialisasikan Pilkada. Terobosan tersebut berupa lomba stand up comedy yang akan digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Rabu (29/11/2017) mendatang.

Eni Misdayani Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kudus mengatakan, lomba yang digelar dengan kerjasama dengan PWI Kudus, UMK, dan MuriaNewsCom ini memiliki beberapa tema. Hanya saja, tema yang dipilih berkaitan dengan Pilkada.

“Ada lima tema yang bisa dipilih para peserta. Lima tema tersebut adalah demokrasi, pemilih cerdas, pemilih rasional, tolak golput, dan tolak money pilitik,” katanya kepada MuriaNewsCom

Hanya saja, untuk peserta yang bisa berpartisipasi dibatasi untuk warga Kudus. Hal ini ditunjukkan dengan melampirkan salinan E-KTP atau Surat Keterangan (Suket) dari Disdukcapil Kudus.

”Untuk pendaftarannya dilakukan melalui aplikasi WhatsApp. Caranya dengan mengetik Nama Lengkap#TTL#Nomor Telepon, kemudian dikirim ke nomor 081232537998. Pendaftaran dibuka hingga Senin (27/11/2017) mendatang,” tegasnya.

Selain itu, dalam pendaftaran panitia juga tak memungut biaya pendaftaran sedikitpun kepada peserta. Malahan, hadiah jutaan rupiah disiapkan untuk para pemenangnya.

”Untuk hadiahnya total ada uang tunai Rp 4 juta. Rinciannya juara I dapat Rp 1,5 juta, juara Rp II Rp 1 juta, juara III Rp 750 ribu, harapan I Rp 500 ribu, dan harapan II dapat 250 ribu,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Hebat, Smansa Purwodadi jadi Jawara Lomba Baris Berbaris

Tim Smansa Purwodadi Plt Kepala Disporabudpar Grobogan Wiku Handoyo dan panitia lomba. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tim Smansa Purwodadi Plt Kepala Disporabudpar Grobogan Wiku Handoyo dan panitia lomba. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah rekor istimewa berhasil diraih tim SMAN 1 (Smansa) Purwodadi dalam ajang lomba Tata Upacara Bendera (TUB) dan Baris Berbaris (BB) yang digelar Disporabudpar Grobogan. Di mana, untuk kesembilan kalinya, tim Smansa Purwodadi berhasil jadi juara dalam lomba yang rutin digelar tiap tahun tersebut.

Gelar juara kesembilan diraih dalam hari terakhir lomba TUB dan BB yang digelar di GOR Simpang Lima Purwodadi, Kamis (25/2/2016) sore. Setelah Smansa, gelar peringkat II diraih MAN Purwodadi dan urutan berikutnya SMKN 2 Purwodadi.

“Selama 9 tahun berturut-turut, anak-anak berhasil menjadi juara dalam lomba TUB dan PBB. Ini sebuah prestasi yang membanggakan dan cukup sulit untuk bisa diulang atau disamai,” cetus Kepala Smansa Purwodadi Amin Hidayat.

Pelaksanaan lomba TUB dan BB tingkat SMA/SMK/MA itu sudah dilangsungkan sejak 23 Februari lalu. Total, ada 22 sekolah yang ikut ambil bagian dalam lomba tersebut.

“Lomba ini merupakan agenda rutin tiap tahun. Peserta lomba khusus untuk siswa setingkat SMA dan ada 22 sekolah yang ambil bagian,” kata Plt Kepala Disporabudpar Grobogan Wiku Handoyo melalui Kabid Kepemudaan Disporabudpar Sudarmono.

Dijelaskan, untuk lomba TUB pesertanya 21 orang tiap sekolah. Adapun durasi lomba selama 45 menit. Sedangkan lomba BB ada 19 peserta tiap sekolah dan durasinya 30 menit.

Selain piala bergilir, pemenang lomba juga disediakan uang pembinaan. Selanjutnya, para pemenang nantinya akan dikirim ke lomba tingkat Bakorwil di Demak pada bulan Maret mendatang.
“Juri lomba dari tiga instansi. Yakni, Disporabudpar, Kodim 0717 Purwodadi, dan Dinas Pendidikan Grobogan,” jelasnya.

Ditambahkan, ada beberapa tujuan digelarnya lomba tersebut. Antara lain, untuk meningkatkan kedisiplinan generasi muda, menumbuhkan semangat cinta tanah air, menumbuhkan semangat kebangsaan. Kemudian, melalui lomba itu diharapkan bisa mengembangkan sikap kepemimpinan serta meningkatkan kualitas TUB dan BB di sekolah.

Editor : Akrom Hazami

Berikut Juara Lomba Seni Budaya Haul ke 6 Gus Dur di Kudus

Pembacaan selawat diiringi rebana disaat pra acara peringatan Haul ke 6 Gus Dur di RM. Bambu Wulung, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pembacaan selawat diiringi rebana disaat pra acara peringatan Haul ke 6 Gus Dur di RM. Bambu Wulung, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rangkaian lomba yang diselenggarakan IPNU-IPPNU Kudus NU dan Teater Lesumi menggelar lomba seni budaya dalam rangka Haul ke 6 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di rumah makan Bambu Wulung Jalan Kudus Pati Km 5 sejak Sabtu (30/1/2016) hari ini rampung digelar. Dan saat ini panitia lomba bersiap mengumumkan kejuaraan tersebut.

Koordinator lomba seni M Nailal Mustaghfirin mengatakan, untuk lomba seni budaya tersebut terbagai tiga jenis lomba. Yakni teater, rebana, dan melukis wajah Gus Dur.

Untuk ketiga jenis lomba tersebut diambil tiga juara. Untuk rebana dan teater mewakili pimpinan anak cabang IPNU IPNU tingkat kecamatan. Sedangkan melukis mewakili sekolah tingkat SMA sederajat.

”Juara I teater terebut Teater Peace PAC IPNU IPPNU Kecamatan Undaan, juara II Teater MIFA IPNU IPPNU Dawe, dan juara III Teater Sepuh IPNU IPPNU Kecamatan Bae,” paparnya.

Sedangkan untuk juara lomba rebana, juara I diperoleh IPNU IPPNU Bae, Juara II Dari IPNU IPPNU pimpinan komisariat MA NU Darul Ulum Ngembalrejo Bae, dan untuk juara III IPNU IPPNU Gebog.

”Selain itu, untuk lomba melukis, juara I dimenagkan Said Ghonim SMK Raden Umar Said Kudus, juara II Ajeng Lilianti MA NU Banat, dan ke III Yudha Prasetyo SMA N 1 Jekulo,” paparnya.
Dia menambahkan, untuk yang berhasil meraih juara panitia memberikan piala dan uang pembinaan.

Editor : Titis Ayu Winarni

Menang Lomba se Asia Pasific, 5 Siswa SMK Peroleh Apresiasi Berupa Uang Jutaan Rupiah

5 siswa SMK Muhammadiyah Kudus saat menerima apresiasi prestasi dari Djarum Foundation. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

5 siswa SMK Muhammadiyah Kudus saat menerima apresiasi prestasi dari Djarum Foundation. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Para siswa yang memenangkan perlombaan, mendapatkannya dengan cara yang tidak mudah. Melainkan, mereka harus berlomba dari perlombaan acara online.

Satu dari lima siswa yang memenangkan, Muhammad Abdul Haq, mengatakan kesulitan dalam mendapatkan juara. Dia yang kini duduk di bangku kelas XII itu, harus melewati beberapa tahapan dalam kemenangannya.

”Ada tiga tahapan yang kami lalui. Pertama mengerjakan soal dengan cepat. Waktu itu 60 soal dalam waktu satu jam pilihan ganda,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Semua soal yang dihadirkan menggunakan bahasa Inggris. Begitu pun dengan persoalan kedua yang berupa esai, serta aplikasi jaringan.

Namun, setelah dikerjakan, akhirnya dia memenangkan. Hanya kesulitan yang dialami adalah pada pertanyaan yang sangat detail serta waktu yang mepet. Sedangkan untuk soal bahasa Inggris, tidak ada masalah.

Perlombaan itu, dilakukan khusus untuk sekolah yang menerapkan Cisco. Saat ini, baru 45 institusi setingkat SMA/SMK yang aktif menerapkan kurikulum Cisco dari total 162 institusi di seluruh Indonesia.

Primadi H Serad selaku Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation mengatakan, Djarum Foundation memberikan apresiasi prestasi kepada para pemenang dari SMK Muhammadiyah Kudus. Juara pertama diraih Muhammad Abdul Haq menerima hadiah sebesar lima juta rupiah, juara kedua diraih Ghozi Fawwas Atstsaqofi, menerima empat juta rupiah.

Tiga siswa SMK Muhammadiyah lainnya: Yuan Anggara Putra, Hernandytya Yulianto Putra dan Muhammad Alan Nur menyabet peringkat empat, peringkat lima ITE dan peringkat empat belas untuk CCENT, masing masing menerima tiga juta rupiah.

Dua orang guru pendamping yang selama ini menjadi pembimbing para siswa berprestasi tersebut juga menerima apresiasi masing-masing sebesar lima juta rupiah. Mereka adalah Bapak Eko Wahyudi dan Bapak Alex Hassanudin.

”Harapan kami, dengan adanya apresiasi prestasi ini turut membangkitkan semangat para siswa untuk dapat berprestasi dan terus berusaha yang terbaik, yang mana nantinya sangat bermanfaat dalam menghadapi dunia kerja,” ujarnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Membanggakan, 5 Siswa SMK Muhammadiyah Kudus Juara Lomba Cisco Tingkat Asia Pasific

Penyerahan penghargaan diberikan simbolis oleh kepala SMK Muhammadiyah Kudus kepada ke lima siswa yang berhasil menjuarai Lomba Cisco Tingkat Asia Pasific. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Penyerahan penghargaan diberikan simbolis oleh kepala SMK Muhammadiyah Kudus kepada ke lima siswa yang berhasil menjuarai Lomba Cisco Tingkat Asia Pasific. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh para pelajar di Kudus. Kali ini, sebanyak lima siswa dari SMK Muhammadiyah Kudus, memenangkan kejuaraan tingkat Asia Pasific dan Jepang yang diselenggarakan Cisco.

Lima siswa tersebut adalah Muhammad Abdul Haq dan Ghozi Fawwas Atstsaqofi, Yuan Anggara Putra, Hernandytya Yulianto Putra, dan Muhammad Alan Nur.

Kepala SMK Muhammadiyah Supriyadi, mengatakan juara pertama dan runner up kompetisi yang digelar Cisco Networking Academy itu diraih Muhammad Abdul Haq dan Ghozi Fawwas Atstsaqofi. Siswa yang berasal dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) itu memborong peringkat lima besar untuk ITE.

”Dua siswa SMK Muhammadiyah Kudus lainnya, Yuan Anggara Putra dan Hernandytya Yulianto Putra berhasil mendapatkan peringkat empat dan lima,” katanya saat pemberian penghargaan di halaman SMK Muhammadiyah.

Menurutnya, untuk Muhammad Alan Nur menempati posisi ke-14. Peringkat 14 diambil untuk kategori CCENT siswa SMK Muhammadiyah Kudus. Meski peringkat 14, namun tingkatnya jauh lebih besar lagi.

”Mudah-mudahan dapat memberikan motivasi kepada adik kelasnya, sehingga dapat memacu dan semakin mengatakan untuk Indonesia,” jelasnya.

Sebagaimanan, Cisco menyelenggarakan Cisco Networking Academy Net Riders IT Skills Competitions (Net Riders) 2015 yang berlangsung Oktober 2015 lalu.

Kompetisi ini dibagi menjadi dua kategori, yakni IT Essentials, diikuti oleh 401 peserta dari 9 negara (Australia, Indonesia, India, Kamboja, Srilanka, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand) .

CCENT, diikuti oleh 3.506 peserta dari 15 negara (Australia, Banglades, Fiji, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Kamboja, Srilanka, Maldiv, Malaysia, Filipina, Singapura, Tailan dan Vietnam). (FAISOL HADI/TITIS W)

Ini Pesan Pak Sekda Jepara Pada Siswa SD yang Ikut Lomba MAPSI

Para siswa peserta lomba MAPSI bersalaman dengan Sekda Jepara Sholih dan jajarannya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Para siswa peserta lomba MAPSI bersalaman dengan Sekda Jepara Sholih dan jajarannya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sedikitnya 30 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Jepara mengikuti lomba Mata Pelajaran Islam dan Seni Islam (MAPSI) yang digelar di Solo. Mereka didampingi 21 orang pembimbing berangkat ke Solo pada Jumat (13/11/2015). Pelepasan kontingen MAPSI ini dilakukan oleh Sekda Jepara Sholih bertempat di ruang Rapat I Setda Jepara. Dalam pelepasan kontingen, Sekda Jepara didampingi Kasubag Pendidikan dan seni budaya Bagian Kesra Moh Yaeni.

Dalam sambutannya, Sekda Jepara Sholih mengucapkan selamat jalan, selamat berjuang dengan iringan doa semoga peserta dari Jepara yang mengikuti lomba MAPSI ini diberikan kelancaran dan kemudahan serta lindungan Allah SWT, agar dapat sukses dan berhasil dengan memuaskan. Syukur-syukur dapat mempertahankan predikat sebagai juara umum.

”Tujuan kegiatan ini hakekatnya untuk meningkatkan kualitas yang sesuai dengan mata pelajaran agama Islam dan seni Islam yang dilombakan,” kata Sholih.

Selain itu juga sebagai ajang kreativitas anak setingkat SD yang betul-betul mempunyai mental yang baik dan berani, bersaing dengan Kebupaten lain untuk mendapatkan predikat yang terbaik. Dengan meningkatnya kualitas para anak-anak didalam mempelajari mata pelajaran Islam dan seni Islam ini, membuktikan kesadaran anak dalam pentingnya Agama.

”Untuk itu saya sampaikan selamat berjuang selamat berlomba semoga dapat memperoleh predikat yang diinginkan kita semua,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Puluhan Siswa Jepara Ikuti Lomba MAPSI ke Tingkat Provinsi

Para siswa peserta lomba MAPSI dilepas di kantor Setda Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Para siswa peserta lomba MAPSI dilepas di kantor Setda Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Puluhan siswa asal Jepara mengikuti lomba Mata Pelajaran Islam dan Seni Islam (MAPSI) di tingkat Provinsi Jawa Tengah di asrama Donoyudan, Solo. Sedikitnya 30 siswa didampingi 21 pembimbing berangkat pada Jumat (13/11/2015). Mereka dilepas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Sholih di ruang rapat 1 Setda Jepara.

Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Islam (KKGPI) Sukbi Iskak mengemukakan, lomba MAPSI tingkat Provinsi berlangsung mulai 13 sampai 15 November 2015 di Solo. Keberangkatan kontingen ini merupakan anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang mendapat predikat terbaik dan mendapatkan juara pada ajang seleksi sebelumnya.

Menurutnya, seleksi sebelumnya digelar lomba MAPSI di tingkat Kabupaten Jepara yang dilaksanakan di Kecamatan Tahunan pada Oktober yang lalu. Sehingga, para peserta lomba di tingkat Provinsi ini diwakili oleh para pemenang di lomba tingkat Kabupaten.

”Dalam lomba MAPSI ditingkat Provinsi sebanyak 12 cabang lomba dan semoga Kabupaten Jepara dapat mempertahankan sebagai juara Umum pada lomba MAPSI tahun 2014 di Kabupaten Kendal lalu,” ujar Sukbi.

Menurut dia, agenda lomba tersebut digelar rutin setiap tahun. Alhamdulillah, kata dia, Kabupaten Jepara bisa selalu mengikutinya. Terlebih di Kabupaten Jepara banyak sekolah yang unggul dalam bidang mata pelajaran dan seni Islam.

”Kami harap dalam lomba kali ini Kabupaten Jepara dapat keluar menjadi juara,” harapnya. (WAHYU KZ/TITIS W)