Ratusan Pelajar di Grobogan Perangi Narkoba Lewat Lukisan

Peserta lomba sedang menyelesaikan lukisan berisi pesan sosial pada masyarakat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Koran Muria, Grobogan – Suasana halaman pendapa Kabupaten Grobogan dipenuhi ratusan pelajar dari berbagai sekolah, Selasa (8/8/2017). Keberadaan pelajar tersebut dalam rangka mengikuti lomba lukis yang diselenggarakan DP3AKB Grobogan.

Lomba lukis dengan media kanvas tersebut mengusung tema khusus berisi pesan sosial pada masyarakat. Seperti, peringatan tentang bahaya narkoba, pergaulan bebas, kekerasan terhadap anak maupun rumah tangga.

“Total pesertanya ada 200 an pelajar. Mulai dari siswa PAUD, TK, SD dan SMP,” ungkap Kepala DP3AKB Grobogan Adi Djatmiko.

Selain menyampaikan pesan sosial, pelaksanaan lomba juga dimaksudkan untuk menyalurkan minat dan bakat yang dimiliki pelajar. Lomba lukis itu digelar menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan Forum Anak Grobogan.

Dari pantauan di lokasi, para pelajar terlihat cukup serius membuat lukisan sesuai tema yang diinginkan. Sebagian pelajar ada yang menggunakan cat air dan ada yang memakai cat semprot untuk bikin lukisan.

Saat mengerjakan karyanya, para pelajar boleh bebas memilih lokasi disekitar pendopo. Ada yang berada di areal parkir, dibawah pohon peneduh dan diteras depan kantor wakil bupati.

Pihak panitia menyediakan waktu yang cukup panjang bagi peserta untuk menyelesaikan lomba. Batas waktu menyelesaikan lukisan ditentukan selama 3 jam.

Editor : Ali Muntoha

Hebat, Murid TK Melukis di Atas Roti di Kudus

Murid RA NU Islamiyah Panjunan Kudus melukis di atas roti.

Murid RA NU Islamiyah Panjunan Kudus melukis di atas roti. (RA NU Islamiyah )

 

MuriaNewsCom, Kudus – Aktivitas melukis biasanya kerap memanfaatkan media kanvas sebagai wahana menelurkan daya kreasi.

Tapi yang satu ini, beda dengan biasanya. Yaitu di atas roti. Apalagi ini dilakukan oleh murid salah satu TK di Kudus.

Adalah RA NU Islamiyah, Panjunan, Kudus. Mereka mengadakan lomba melukis di atas roti, Sabtu (13/8/2016).

Lomba diadakan di Gedung RA NU Islamiyah. Jumlah peserta sekitar 48 murid. Terbagi dua yakni kelompok A dan B.

Adapun bahan yang dipakai adalah roti bolu, misses,cream warna warni. Dengan penilainnya meliputi kreativitas, komposisi warna, kerapian, dan ketelitian.

Lomba ini dilakukan kali pertama.Dengan memilih tiga terbaik. “Tujuannya adalah membangkitkan keberanian anak,ajang berkreasi anak, dan melatih kesabaran anak,” kata Kepala RA NU Islamiyah Panjunan, Farida Hasanah.

Harapan diadakan lomba ini agar ada peningkatan anak dalam berimajinasi di bidang seni.

Editor : Akrom Hazami