Satgas Alap-alap Gerebek Lokalisasi di Pati, Ratusan Botol Miras Diamankan

Suasana penggerebekan lokalisasi Kampung Baru dengan sasaran miras. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satuan Tugas (Satgas) Alap-alap yang dibentuk Polres Pati dan di bawah kendali Kasat Sabhara Polres Pati AKP Sugino menggerebek dua lokalisasi di Pati, Senin (25/12/2017).

Dua lokalisasi yang digerebek, antara lain Lorong Indah (LI) dan Kampung Baru di Margoyoso. Dari hasil penggerebekan, polisi mengamankan 387 botol miras dari berbagai merek.

“Ada 33 personil yang terjun bersama kami. Dari empat toko yang kami geledah di kawasan lokalisasi, kami berhasil menemukan ratusan botol miras,” ujar AKP Sugino.

Kegiatan operasi kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran miras tersebut untuk menciptakan kondisi yang aman selama Natal dan Tahun Baru. Pasalnya, miras menjadi salah satu pemicu utama perkelahian dan kerusuhan.

Di LI, polisi menyita 204 botol miras milik Mastur, warga Ngembalrejo, Bae, Kudus. Di Kampung Baru, polisi mengamankan 183 botol miras milik Sulasih, warga Demak, Darno, warga Margorejo, Pati dan Parwi, warga Kembang, Dukuhseti.

Adapun merek miras yang disita, di antaranya vodka, congyang, anggur merah, kolesom, dan whisky. “Miras kami amankan untuk selanjutnya dimusnahkan, sedangkan pelaku akan diproses penyidikan tindak pidana ringan,” jelasnya.

Satgas Alap-alap sendiri dibentuk secara khusus untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru. Saat Tahun Baru, warga biasanya menghadirkan hiburan dan tidak jarang pemuda yang menenggak miras.

Karena itu, peredaran miras terus ditekan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama Tahun Baru berlangsung. “Tujuannya untuk mengamankan situasi dan kondisi agar tetap aman,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Bayar PSK Cantik dengan Uang Palsu, Lelaki Hidung Belang di Blora Ini Dicokok Polisi

 

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Blora – Nasib nahas dialami Sunardi alias Brewok warga Desa Pilang, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Pria berusia 30 tahun itu dicokok polisi setelah mengencani PSK cantik di Blora. Gara-garanya, ia ketahuan menggunakan uang palsu untuk pembayaran.

Kejadian itu bermula ketika Sunardi alias Berok (30) datang ke lokalisasi Sumber Agung, Cepu. Di sana Sunardi mengencani perempuan PSK muda dan beli miras.

Begitu syahwatnya terpuaskan pemuda itu membayar perempuan tersebut beserta miras sebesar Rp 700 ribu. Namun uang kertas yang dipakai untuk membayar ternyata palsu.

“Waktu itu tersangka datang sendirian, dengan membeli minuman dan mengencani sorang PSK,” kata Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Herry Dwi dalam rilis Humas Polres Blora, Selasa (10/10/2017).

Baca Juga: Polisi di Rembang Pergoki Istrinya Asyik Berduaan dengan Oknum TNI di Rumahnya

Sebelumnya, lanjut Kasat Reskrim, saat di wisma tersangka menyuruh seorang PSK untuk membeli minuman dan menemaninya dengan menyodorkan uang 200 ribu.

“Tanpa curiga uang palsu itu diterima dan memberikannya minuman,” terang Kasat Reskrim.

Selanjutnya tersangka mengajak seorang PSK untuk kencan berhubungan badan dengan membayar Rp 300 ribu. Tanpa curiga juga PSK tersebut menerima uang palsu dari tersangka, setelah melayani di ranjang.

Alangkah terkejutnya korban saat hendak membeli pulsa paketan Internet uangnya ditolak karena uangnya palsu.

Merasa tidak terima, PSK tersebut bersama saksi Subandriyo (30) melaporkannya ke Polsek Cepu dengan membawa barang bukti uang palsu dan identitas tersangka.

“Korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Cepu, dan langsung ditindak lanjuti. Kurang dari 48 jam pelaku berhasil di amankan Tim Buser,” terang AKP Herry Dwi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ternyata Sunardi merupakan sindikat peredaran uang palsu yang ada di Kabupaten Jepara.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 26 ayat 2 dan 3 juncto Pasal 36 ayat 2 dan 3, UU RI nomor 7 tentang Mata Uang, sub Pasal 245 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“Kasus ini masih kami kembangkan, untuk mengungkap sindikat uang palsu lainnya,” tutup AKP Herry Dwi.

Untuk keperluan pemeriksaan, tersangka dijebloskan ke ruang tahanan Polres Blora. Barang bukti yang disita antara lain uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 7 lembar.

Editor: Supriyadi

PK Cantik Tusuk Temannya di Lokalisasi Gambilangu Kendal

Pemandu karaoke (PK) Heni Wahyuningsih alias Yola (19) saat diperiksa polisi di Mapolsek Kaliwungu Kendal, Rabu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kendal – Seorang pemandu karaoke (PK) cantik bernama Heni Wahyuningsih alias Yola (19) tega menusuk teman sesama PK di kompleks Lokalisasi Gambilangu (GBL), Dukuh Mlaten, Desa Sumberejo, Kaliwungu, Kendal, Rabu (4/9/2017). Korbannya adalah Suryani (35) alias Tya. Pelaku menusuk korban menggunakan gunting ke bagian dada sampai tembus paru-paru.

Warga melarikan korban ke Rumah Sakit Soewondo Kendal untuk mendapatkan perawatan. Sampai saat ini, korban masih dirawat secara intensif. Sedangkan pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan menghuni salah satu sel tahanan di Mapolsek Kaliwungu Kendal.

Info yang dihimpun, Yola saat itu sedang dalam pengaruh minuman keras. Yola marah dengan Tya karena ucapannya yang dianggapnya menyakitkan. Saat itu,  pelaku sedang diantar tamunya ke tempat kos tidak jauh dari tempat karaoke. Saat dibonceng motor inilah, korban Tya menegur pelaku dengan kalimat yang menyinggung.

Karena tidak terima diejek korban pelaku kemudian mengambil gunting dari dalam kamar dan mendatangi korban. “Saya sebenarnya tidak ada masalah sama Tya tapi dia ngatain, ‘wah gemblek’ane anyar, gitu terus,” kata pelaku kepada polisi.

Yola kemudian ganti baju dan mendatangi korban dengan membawa gunting. Yola mengaku saat itu Tya yang mulai lebih dulu. Tya menarik rambut dan tubuh Yola. Yola pun langsung menusuk gunting ke dada bagian tengah Tya.

Kapolsek Kaliwungu AKP Nanung Nugraha Indaryanto mengatakan, perbuatan yang dilakukan pelaku karena rasa tersinggung terhadap korban. “Pelaku takut kalau pacarnya tahu. Maka dia masuk ke kamar mengambil gunting,” kata Nanung.

Akibat perbuatannya, pelaku harus menjalani hukuman penjara paling lama tujuh tahun. Pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Editor : Akrom Hazami

Asyik Main Judi di Lokalisasi, 2 Warga Bojonegoro dan 1 Warga Blora Ditangkap Polisi

Tiga pelaku judi di kawasan lokalisasi Nglebok, Tambakromo Cepu. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Anggota Unit Reskrim Polsek Cepu, Polres Blora menangkap tiga pelaku judi di kawasan lokalisasi Nglebok, Tambakromo Cepu. Terungkapnya tindak pidana perjudian tersebut berawal dari informasi masyarakat.

Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Cepu yang mendapat informasi tersebut, langsung melakukan lidik untuk memastikan kebenaran informasi adanya praktek perjudian.

Setelah di Tempat Kejadian Perkara (TKP) praktik perjudian ternyata benar. Petugas pun langsung menangkap tiga tersangka pelaku Judi Song dengan menggunakan kartu remi pada hari Senin (11/09/2017) malam, sekira pukul 23:45 WIB, di rumah salah satu tersangka yang tinggal Lokalisasi Nglebok, Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Blora.

Ketiganya langsung dikeler ke Polsek Cepu beserta barang bukti yang berhasil ditemukan. Yakni satu set kartu remi sejumlah 52 lembar dan uang tunai Rp 1.562.000 .

”Setelah dipastikan adanya praktik perjudian di lokasi, petugas langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan,” jelas Kapolsek Cepu AKP Selamet, Selasa (12/09/17).

Dikutip dari laman resmi Polres Blora, tiga tersangka kasus Judi yang diamankan ini bernama Suyono (53) alamat lokalisasi Nglebok, Tambakromo Cepu, Joko Sudiro (55), warga Desa Padangan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, dan Sutrisno (55) warga Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro (Jatim).

Untuk sekarang ini, lanjutnya, ketiga pelaku perjudian beserta barang bukti telah diamankan ke Mapolsek Cepu untuk proses penyidikan lebih lanjut.

”Akibat perbuatanya, ketiga pelaku akan dijerat dengan pasal 303 KUHPidana tentang perjudian yang ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” tegas AKP Selamet.

Editor: Supriyadi

Pria Paruh Baya Tewas di Lokalisasi Yang Jrong Blora

Salah satu petugas Polres Blora melakukan identifikasi terhadap jenazah SY yang ditemukan tewas di kamar lokalisasi di Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Seorang pria setengah baya ditemukan tewas di salah satu wisma di kawasan lokalisasi Yang Jrong, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Rabu (9/8/2017) malam. Korban diketahui bernama SY (56), warga Desa Berbak, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Dugaan sementra korban meninggal akibat tersumbatnya saluran kencing. Sementara dari hasil identifikasi tim Inafis Polres Blora tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban yang diketahui bekerja di swasta itu.

Dikutip dari laman Polres Blora, korban diketahui mendatangi lokalisasi sekitar pukul 21.30 WIB menggunakan sepeda motor jenis Honda Revo warna hitam seorang diri. Pada saat itu, Korban sempat ngobrol sebentar dengan salah satu pekerja seks komersial (PSK) di teras depan rumah.

Kemudian korban izin pinjam kamarnya buat istirahat sebentar dan mengeluh tidak enak badan. Setelah itu korban menuju kamar.

Sekira pukul 00.15 WIB sang pemilik kamar mengantuk  lalu menuju ke kamarnya dengan maksud membangunkan korban. Namun saat membangunkannya, ia pun terkejut lantaran korban tak bergerak.

”Melihat hal tersebut ia (PSK) berteriak minta tolong memberitahu warga sekitar. Setelah dicek keadaan korban ternyata sudah meninggal dunia. Selanjutnya langsung melaporkan kejadian ke Polsek Kunduran,” ujar AKP Agus Budiyana Kapolsek Kunduran Polres Blora.

Petugas Polsek Kunduran bersama tim medis dari Puskesmas langsung melakukan pemeriksaan namun tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan. Bahkan, dari keterangan pihak keluarga, yang bersangkutan ternaya korban sudah lama mempunyai penyakit penyempitan saluran kencing, dan sudah tiga kali melakukan operasi .

Editor: Supriyadi

Lokalisasi Mawar Indah di Batursari Pati Akhirnya Ditutup

Suasana penutupan lokalisasi Mawar Indah di Batursari, Batangan, Pati, Rabu (28/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Lokalisasi “Mawar Indah” yang terletak di kawasan Desa Batursari, Kecamatan Batangan, Pati akhirnya ditutup, Rabu (28/7/2017) pukul 14.00 WIB.

Penutupan tempat esek-esek tersebut melibatkan pihak kepolisian, TNI, Satpol PP, pemerintah desa dan penduduk setempat. “Penutupan dilakukan setelah melalui mekanisme rapat, karena adanya desakan dari warga,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Selain itu, penutupan lokalisasi di Desa Batursari dilaksanakan untuk menegakkan Perda Kabupaten Pati. Pemda sudah melayangkan surat peringatan sebanyak tiga kali kepada pengelola lokalisasi.

Surat peringatan pertama dilayangkan pada 13 Juni 2017, kedua pada 5 Juli 2017, dan terakhir pada 19 Juli 2017. Lantaran membandel, kawasan tersebut akhirnya ditutup paksa.

Ratusan warga sempat menggelar aksi membentangkan spanduk saat penutupan berlangsung. “Tempat Prostitusi Mawar Indah Desa Batursari ditutup dan dilarang untuk beroperasi kembali, mengganggu ketertiban masyarakat,” begitu bunyi spanduk yang dibentangkan warga.

“Sekitar 500 orang berjalan ke lokalisasi, membentangkan spanduk dan menempeli rumah-rumah mesum dengan stiker larangan beroperasi kembali. Penutupan berlangsung aman, tidak ada konflik,” kata Kompol Sundoyo.

Penutupan lokalisasi diharapkan dapat meredam amukan masyarakat, sehingga situasi bisa terjaga dengan baik. Pasalnya, penduduk sekitar selama ini merasa resah dengan adanya lokalisasi di desanya.

Editor : Kholistiono

Eks Mucikari di Lokalisasi Dorokandang Diberikan Pendampingan

Suasana penutupan lokalisasi di Dorokandang,Kecamatan Lasem oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz beserta forkopimda. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Acara penutupan lokalisasi di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem,  dihadiri Bupati Rembang Abdul Hafidz, Dandim 0720/Rembang, Letkol Inf Darmawan Setiady, Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso, Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Lasem dan kepala desa se-Kecamatan Lasem serta 14 mantan mucikari.

Penutupan tempat prostitusi ini juga tak lepas dari peran semua pihak, baik dari jajaran Forum Koordinasi Kecamatan (Forkopimcam), MUI, tokoh ulama dan tokoh masyarakat di dalam melakukan pendekatan persuasif kepada mereka yang terjerumus di jalan yang salah itu, sedikitpun tidak ada tindak kekerasan yang terjadi.

Pendekatan secara kekeluargaan dimulai sejak awal tahun ini, beberapa kali pengajian juga digelar di lokalisasi tersebut sebagai bentuk siraman rohani. Selanjutnya pemkab juga memfasilitasi pelatihan pembuatan tempe bagi para mucikari yang langsung mendatangkan nara sumber eks PSK Dolly Surabaya dan kemudian disusul pelatihan membatik dari pihak pemerintah desa.

Bupati menuturkan, pemkab dalam pembersihan prostitusi ini membantu dalam bentuk pendampingan berupa pelatihan life skill dan permodalan usaha. Harapannya, eks mucikari bisa beralih mata pencaharian yang halal.

“Pemerintah sadar harus bertindak cepat agar mereka bisa cepat bergerak, sehingga sumber perekonomian mereka tidak terputus. Dana stimulan untuk modal usaha akan kita berikan besok (saat upacara Hari Jadi kabupaten Rembang ke-276 tanggal 27 Juli 2017). Nanti kalau tidak cukup, maka kita akan fasilitasi melalui perbankan atau dari CSR perusahaan- perusahaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para eks mucikari yang telah bersedia dengan ikhlas meninggalkan dunia hitam. Menurutnya, manusia yang mulia adalah mereka yang ingin lebih baik dari hari sebelumnya. 

Keberhasilan penanganan penyakit masyarakat di Dorokandang akan dijadikan pintu masuk untuk penertiban segala bentuk penyakit masyarakat di daerah lain. Bupati berharap, Rembang bisa menjadi kabupaten yang kondusif dan bersih dari penyakit masyarakat.

Salah satu eks mucikari, Jasmi mengaku senang bisa berhenti dari pekerjaan haram itu. Ia sekarang sudah memulai usaha warung kopi, dan rencananya jika diberikan bantuan modal dari pemerintah akan digunakan untuk tambahan modal usahanya.

“Kalau dikasih uang nanti ya buat tambahan modal usaha Mas. Kemarin saya tidak ikut pelatihan membatik, tapi saya sudah buka usaha warung kopi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Rumah di Eks Lokalisasi Dorokandang Bakal Dijadikan Homestay

Rumah di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem yang merupakan bekas tempat lokalisasi dan rencananya akan dijadikan homestay. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Lokalisasi yang berada di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Rembang, resmi ditutup, Rabu (26/7/2017). Kemudian terkait keberadaan 15 rumah bekas kamar atau tempat tidur para PSK, rencananya bakal dijadikan penginapan (homestay).

Hal tersebut diutarakan Kepala Desa Dorokandang Suwito kepada MuriaNewsCom.”Penutupan ini seharusnya pada 27 Juni setelah Lebaran. Namun berhubung ada beberapa kendala, maka penutupan itu resmi pada Rabu (26/7/2017). Dan bekas kamar atau rumah tersebut akan kita jadikan penginapan atau juga kos-kosan,” kata Suwito.

Ia menilai, difungsikannya rumah bekas PSK tersebut untuk penginapan atau kos, akan bisa membuat pemilik rumah dapat penghasilan tambahan.

“Saat ini rumah bekas PSK itu ada sebanyak 15 unit. Dan itupun satu unitnya pastinya ada beberapa kamar. Nah jika itu dapat dimanfaatkan untuk penginapan, maka akan bisa memberikan penghasilan. Terlebih belasan rumah itu juga miliknya mucikari tersebut,” ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, kini pihak desa sudah melakukan perbandingan harga di wilayah Lasem.”Kita selaku pemdes juga sudah melihat-lihat harga. Baik di wilayah Babagan atau lainnya. Sebab di wilayah Babagan, itu banyak homestay wisatawan. Dan tentunya harganya akan di bawah homestay yang ada di wilayah Lasem,” paparnya.

Sementara itu saat disinggung mengenai penanganan homestay tersebut, kedepannya pihak desa akan selalu memantau.

“Tentunya kita akan selalu memantau. Supaya rumah bekas PSK yang akan dijadikan homestay itu memang benar-benar dijadikan homestay, indekos dan bisa menambah penghasilan yang manfaat, halal,” ucapnya.

Dia menambahkan, untuk saat ini, sekitar 50 PSK sudah pulang. Dan para mucikari ada yang sudah ikut pengusaha batik, membuat usaha rumahan dan lainnya.

Editor : Kholistiono

Miris, Warga Lokalisasi Sumber Agung Blora Tak Tahu Bahaya Konsumsi Narkoba

Sosialisasi bahaya narkoba oleh Sapol PP Blora, Polres Blora serta Kodim 0721 Blora (MuriaNewsCom/)

Sosialisasi bahaya narkoba oleh Sapol PP Blora, Polres Blora serta Kodim 0721 Blora (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bahaya dan dampak mengkonsumsi narkoba rupanya belum diketahui secara menyeluruh oleh warga lokalisasi Sumber Agung, Cepu, Blora. Menanggulangi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora beserta jajaran Polres Blora dan Kodim 0721 Blora melakukan sosialisasi sebagai tindakan preventif pencegahan penyalahgunaan dalam mengkonsumsi narkoba pada Rabu (3/2/2016).

Lilik Ali Mahmudi, Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Blora mengatakan, sosialisasi itu merupakan upaya memberikan pengertian kepada warga agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. ”Khususnya di lokalisasi,” kata Lilik.

Menurutnya, yang terpenting sampai saat ini adalah upaya pencegahan terlebih dahulu. Lilik menegaskan, dalam pencegahan dan sosialisasi terus digalakkan sebagai upaya peminimalisiran penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Blora. ”Sosialisasi juga kami lakukan pada lokalisasi lain yang ada di Blora,” imbuh Lilik.

Sementara, Fitri salah satu warga Sumber Agung mengaku dirinya sebelumnya belum tahu dampak bahaya narkoba. Namun, dengan sosialisasi yang telah diberikan oleh pihak terkait, dirinya kini baru mengetahui. ”Dampak awal belum tahu, namum dengan ini jadi tahu dan tak akan menggunakannya,” jelas Fitri.

Editor : Titis Ayu Winarni

Muhammadiyah Minta Pemkab Pati Tak Berikan IMB yang Dicurigai Jadi Tempat Prostitusi

Suasana Lokalisasi Lorong Indah (LI) saat dirazia miras oleh petugas gabungan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana Lokalisasi Lorong Indah (LI) saat dirazia miras oleh petugas gabungan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Pati Sutaji meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati agar tidak memberikan izin mendirikan bangunan (IMB) terhadap tempat yang berpotensi dijadikan sebagai lokalisasi, terutama yang berdekatan dengan Lorong Indah (LI) dan Kampung Baru.

Hal itu untuk mengantisipasi adanya rencana pendirian lokalisasi baru di sekitar LI dan Kampung Baru. “Kami akan melayangkan surat protes ke Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) kalau mengizinkan IMB, kemudian malah jadi tempat lokalisasi baru,” ujar Sutaji saat dikonfirmasi MuriaNewsCom.

Karena itu, pihaknya meminta agar Pemkab Pati tegas dalam mengawal rencana pendirian lokalisasi baru agar tidak sampai didirikan. “Dinas yang berkepentingan juga jangan memberikan izin dulu, terutama IMB. Mudaratnya sangat besar. Jangan sampai,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberadaan lokalisasi dinilai sebagai tempat untuk melegalkan aktivitas zina. Padahal, lanjutnya, zina jelas dilarang agama.

“Dekat-dekat dengan zina saja dilarang, apalagi melakukan zina. Itu jelas dilarang agama. Dengan adanya lokalisasi, berarti zina itu secara tidak langsung dilegalkan. Ini tidak bisa dibiarkan,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

PSK Pati Tak Bisa Lagi Lihat ‘Berondong’ di Lokalisasi

 

Sejumlah pekerja tengah memasang papan imbauan anak di bawah umur masuk lokalisasi di depan gang Lorong Indah. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah pekerja tengah memasang papan imbauan anak di bawah umur masuk lokalisasi di depan gang Lorong Indah. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Pelajar dan anak di bawah umur 18 tahun dilarang memasuki kawasan lokalisasi Lorong Indah dan Kampung Baru. Imbauan tersebut dibuat dalam bentuk papan peringatan di ujung gang masuk, Senin (24/8/2015).

Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penegakan Hukum Bhakti Anak Negeri Bambang Suherman kepada MuriaNewsCom mengatakan, larangan tersebut dilakukan untuk mencegah anak-anak di bawah umur tidak berada di areal lokalisasi. “Kami ingin mengingatkan secara moral agar anak-anak tidak mengunjungi tempat yang bukan tempatnya,” ujarnya.

Selain itu, aksi tersebut untuk mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS di kalangan anak muda. Diakui atau tidak, setiap lokalisasi dipastikan ada penyandang HIV/AIDS yang tidak dapat diketahui secara jelas.

Karena itu, papan peringatan tersebut diharapkan bisa menjaga kalangan muda agar tidak terjerumus dalam wilayah moralitas yang tidak baik, serta mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS yang lebih parah dan masif. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Harga Mati, NU dan Muhammadiyah Tegaskan Sikap Penolakan Karaoke di Pati

Perwakilan NU, Muhammadiyah dan organisasi di bawahnya membacakan pernyataan sikap terkait dengan pengawalan Perda Nomor 8 Tahun 2013, terutama yang menyangkut soal karaoke di hadapan Forkompinda Pati, Sabtu (27/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Perwakilan NU, Muhammadiyah dan organisasi di bawahnya membacakan pernyataan sikap terkait dengan pengawalan Perda Nomor 8 Tahun 2013, terutama yang menyangkut soal karaoke di hadapan Forkompinda Pati, Sabtu (27/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Ormas Islam Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Pati membacakan pernyataan sikap terkait dengan penolakan karaoke di hadapan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Pati di Ruang Pragola Setda Pati, Sabtu (27/6/2015). Lanjutkan membaca

Langgar Kesepakatan, Karaoke Star King Masih Nekat Buka

f-lokalisasi (3) (e)

Sejumlah petugas mendatangi tempat karaoke Permata, Senin (22/6/2015) malam. Permata tutup, sedangkan Star King kedapatan masih buka. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Paguyuban Pengusaha Cafe dan Karaoke Kabupaten Pati sepakat untuk tidak membuka tempat karaoke selama Ramadan. Kendati begitu, petugas keamanan tim gabungan dari Polres Pati, Kodim 0718 Pati dan Satpol PP menemukan Karaoke Star King buka, Selasa (23/6/2015) dini hari. Lanjutkan membaca

Ssttt… PSK Mendadak Hilang, Razia Diduga Bocor

Sejumlah petugas keamanan dari Satpol PP dan TNI tengah mengintrogasi pengunjung Lorong Indah, Senin (22/6/2015) malam. (MURIANEWS/LISMANTO)

Sejumlah petugas keamanan dari Satpol PP dan TNI tengah mengintrogasi pengunjung Lorong Indah, Senin (22/6/2015) malam. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Tim gabungan petugas keamanan dari Satpol PP, polisi dan TNI merazia lokalisasi paling dikenal di Pati, yakni Lorong Indah, Senin (22/6/2015) malam. Dalam operasi tersebut, petugas mendapati ternyata Lorong Indah masih nekat buka. Lanjutkan membaca

Lokalisasi dan Karaoke di Pati Jadi Sasaran Operasi Pekat

f-Lokalisasi (e)

Petugas keamanan dari Satpol PP, Polisi dan TNI menyisir kawasan lokalisasi Lorong Indah Pati, Senin (22/6/2015) malam. Operasi tersebut selesai hingga Selasa (23/6/2015) dini hari pukul 01.00 WIB. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Sejumlah petugas keamanan dari Satpol PP, polisi dan TNI menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah lokalisasi dan tempat hiburan karaoke di Pati, Senin (22/6/2015) malam hingga Selasa (23/6/2015) dini hari. Lanjutkan membaca