Disnakertransos Blora Surati Camat Cepu untuk Pulangkan PSK di Bawah Umur di Lokalisasi Nglebok

Hartanto Wibowo Kabid Kesejahteraan Sosial Disnakertransos Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Hartanto Wibowo Kabid Kesejahteraan Sosial Disnakertransos Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Dugaan praktik penyediaan Pekerja Seks Komersial (PSK) di bawah umur di lokalisasi Nglebok, Kecamatan Cepu langsung mendapat sorotan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Blora.

Kepala Bidang Sosial Disnakertransos Blora Hartanto Wibowo kepada MuriaNewsCom mengatakan, pihaknya telah menyurati jajaran camat Cepu untuk mengantisipasi hal tersebut. Selain itu, ia juga memerintahkan pihak kecamatan untuk memulangkan PSK berinisial ER yang diduga masih berada di bawah umur ke orang tuanya.

”Sampai saat ini, baru ada satu laporan terkait PSK yang berada di bawah umur. Kami juga sudah menyurati pihak kecamatan untuk segera bertindak,” jelas Hartanto, Selasa (3/5/2016).

Ia mengakui, temuan tersebut sangat memprihatinkan. Karena itu ia meminta pihak terkait untuk segera mengambil tindakan secara tegas. Dengan begitu tak ada tambahan korban.

”Tentu kami sangat prihatin mendengar kondisi ini. Masalah ini patut menjadi perhatian serius oleh pemerintah dan pihak penegak hukum untuk segera ditindak,” pungkas Budi Prayitno.

Sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lare Cepu Blora, menemukan pelanggaran hukum di lokalisasi Nglebok, Kecamatan Cepu. Lokalisasi tersebut, diduga menyediakan Pekerja Seks Komersial (PSK) di bawah umur berinisial ER yang dipekerjakan oleh mucikari berinisial NG selama dua tahun.

Ketua LSM Lare Cepu, Budi Prayitno mengungkapkan, kejadian itu sebenarnya sudah lama, dan hingga saat ini belum diketahui oleh pihak penegak hukum Blora. ”Informasi yang kami dapatkan, PSK dibawah umur berinisial ER itu sudah sejak dua tahun lalu dipekerjakan sebelum ER berusia 18 tahun,” kata Budi Prayitno

Editor: Supriyadi

BACA JUGA: Duh, Lokalisasi Nglebok Cepu Diduga Sediakan PSK Bawah Umur

Lokalisasi Nglebok Cepu Diduga Sediakan PSK Bawah Umur

Sutarno saat memberi pembinaan sejumlah PSK yang terkena razia beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Petugas Satpol PP saat memberi pembinaan sejumlah PSK yang terkena razia beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

 

 

MuriaNewsCom, Blora – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lare Cepu Blora, menemukan pelanggaran hukum di lokalisasi Nglebok, Kecamatan Cepu. Lokalisasi tersebut, diduga menyediakan Pekerja Seks Komersial (PSK) di bawah umur berinisial ER yang dipekerjakan oleh mucikari berinisial NG selama dua tahun.

Ketua LSM Lare Cepu, Budi Prayitno mengungkapkan, kejadian itu sebenarnya sudah lama, dan hingga saat ini belum diketahui oleh pihak penegak hukum Blora. ”Informasi yang kami dapatkan, PSK dibawah umur berinisial ER itu sudah sejak dua tahun lalu dipekerjakan sebelum ER berusia 18 tahun,” kata Budi Prayitno, kepada MuriaNewsCom (3/5/2016).

Menurutnya, ER yang merupakan warga di Kecamatan Cepu. Saat ini, ia baru berusia 18 tahun, sementara ia sudah pekerjakan mucikari NG sejak dua tahun lalu. ”Kalau sekarang baru usia 18 tahun berarti saat ER dipekerjakan jadi PSK masih di bawah umur. Ini jelas pelanggaran, karena selama ini mucikari NG sudah mempekerjakan ER selama dua tahun,” ujarnya.

Selama ini, lanjut dia, ER luput dari pendataan yang dilakukan oleh petugas dari pemerintah. Karena saat ada pendataan NG menyembunyikan ER. ”Saat pagi hari, ER disembunyikan oleh NG dan saat setelah magrib hingga pagi ER baru mulai dipekerjakan,” tuturnya.

Melihat kondisi tersebut, Budi Payitno telah mencoba melaporkan kepada Polsek Cepu, namun, dari pihak Polsek Cepu menyarankan agar dirinya melaporkan langsung kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blora. “Dalam waktu dekat akan kami laporkan kepada PPA Polres Blora,” ujarnya.

Editor: Supriyadi