4 Rumah Warga Kaliwenang Grobogan Rusak Diterjang Puting Beliung

MuriaNewsCom, GroboganBencana angin puting beliung melanda Desa Kaliwenang, Kecamatan Tanggungharjo, Senin (19/3/2018). Dalam peristiwa ini, sedikitnya ada lima rumah warga mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimpa pohon tumbang akibat terjangan angin.

Camat Tanggungharjo Joko Mulyono menyatakan, musibah angin lisus berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB. Angin lisus ini menerjang perkampungan bersamaan dengan turunnya hujan deras diwilayah tersebut sejak pukul 13.00 WIB.

Dijelaskan, rumah yang rusak masing-masing milik Joko Pramono (65), Harjoko (45), Mbah Karsini (80), dan Hartono (50). Keempat rumah ini rusak sebagian karena tertimpa pohon.

Selain rumah rusak tertimpa pohon, ada sekitar puluhan rumah warga lainnya mengalami kerusakan ringan. Dampak angin menyebabkan genting rumah warga tersebut kocar-kacir dan berjatuhan ke tanah.

“Laporan sementara ada empat rumah rusak sedang dan puluhan rumah rusak ringan pada bagian genting atau atap,” katanya.

Joko menyatakan, dampak pohon tumbang akibat terjangan angin juga sempat menghalangi jalan raya. Kemudian, pohon tumbang juga menimpa kabel listrik dan telpon. Pihaknya bersama instansi lainnya masih melakukan pendataan.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Untuk tafsir kerugian material belum bisa kita sampaikan karena masih didata dulu,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Ratusan Rumah di Kalangbancar Grobogan Rusak Diterjang Lisus

MuriaNewsCom, GroboganBencana angin puting beliung melanda Desa Kalangbancar, Kecamatan Geyer, Minggu (18/3/2018). Dalam peristiwa ini, sedikitnya ada tujuh rumah warga mengalami kerusakan cukup parah atau kategori sedang akibat terjangan angin yang berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB. Angin lisus ini menerjang perkampungan bersamaan dengan turunnya hujan deras diwilayah tersebut sejak pukul 15.00 WIB.

Camat Geyer Aries Ponco Wibowo menyatakan, rumah rusak sedang masing-masing milik Pujiati (65), Sastro (70), Sarmin (60), Karsidi (45) yang ada di Dusun Kalang RT 3, RW 1. Kemudian, dua rumah lainnya milik Margo (48) dan Suparti (48) di Dusun Mincil RT 3, RW 2.

Selain rusak sedang, ada sekitar 220 rumah warga lainnya mengalami kerusakan ringan. Dampak angin menyebabkan genting rumah warga tersebut kocar-kacir dan berjatuhan ke tanah.

”Laporan sementara ada tujuh rumah rusak sedang dan sekitar 220 rumah rusak ringan pada bagian genting atau atap,” katanya.

Aries menyatakan, pihaknya bersama instansi lainnya masih melakukan pendataan. Namun, pendataan dilapangan masih terkendala dengan padamnya aliran listrik.

”Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Untuk tafsir kerugian material belum bisa kita sampaikan karena masih didata dulu,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Satu Rumah Warga Pengkol Grobogan Rata dengan Tanah Diterjang Angin Lisus

MuriaNewsCom, Grobogan – Bencana angin puting beliung melanda Desa Pengkol, Kecamatan Penawangan, Jumat (9/3/2018) malam. Dalam peristiwa ini, ada satu rumah warga roboh akibat terjangan angin yang berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB.

Rumah yang roboh milik Nakirah (62) warga yang tinggal di wilayah RT 03, RW 05. Meski rumahnya rata dengan tanah, namun penghuninya berhasil selamat dalam musibah tersebut.

Selain rumah roboh, ada satu rumah warga rusak cukup parah akibat tertimpa pohon tumbang. Rumah yang rusak ini milik Mbah Fatimah (70). Dampak angin kencang juga mengakibatkan puluhan rumah lainnya rusak ringan.

Camat Penawangan Ahmad Haryono menyatakan, musibah terjadi bersamaan dengan turunnya hujan lebat di wilayahnya sejak pukul 19.30 WIB. Pada beberapa desa, turunnya hujan ada yang diselingi dengan hembusan angin kencang.

Namun, dari laporan yang diterima, dampak angin kencang paling parah hanya ada di Desa Pengkol saja.

”Di desa ini ada dua rumah yang kena angin. Dari dua rumah ini, satu roboh dan satu lagi rusak tertimpa pohon tumbang. Saat ini, warga sudah kerja bakti memperbaiki rumah yang roboh dan rusak,” katanya.

Editor: Supriyadi

Luka Ringan, Siswa SMK Fadlun Nafis Jepara Rawat Jalan

MuriaNewsCom, Jepara – Sepuluh siswa SMK Fadlun Nafis Bangsri, Jepara yang dirawat di Puskesmas Bangsri, setelah terkena material atap ruang sekolah yang ambruk diperbolehkan pulang, Senin (22/1/2018). Itu dilakukan lantaran kesepuluh siswa hanya mengalami luka ringan.

Sukarbiyoso orang tua dari Wawan Hendriyanto (18), siswa SMK Fadlun Nafis mengatakan, kejadian nahas yang terjadi sekitar pukul 10.20 WIB itu membuat anaknya menderita luka di punggung. Namun, siswa kelas dua itu sudah diperbolehkan pulang.

“Tadi di Puskesmas Bangsri saya tanya harus rawat inap gak. Ternyata boleh pulang karena lukanya tidak begitu parah,” katanya.

Baca: Angin Lisus Robohkan Atap SMK Fadlun Nafis Jepara, 10 Siswa Luka-luka

Meski begitu, anaknya meruipakan pasien yang terakhir kali pulang kerumah, dibandingkan teman-temannya. Sebelumnya, putranya itu sempat dirawat cukup serius.

Sementara itu, Petugas Puskesmas Bangsri Solikin menuturkan, berdasarkan catatan pasien, memang ada 10 siswa SMK Fadlun Nafis yang sempat dirawat. Namun pada Senin siang, kesemuanya sudah dipulangkan.

“Mereka masuk pukul 11.00. Berdasarkan catatan yang ada luka-luka yang diderita berupa lecet-lecet ditangan, punggung dan ada tiga siswa yang mengalami luka robek di kepala. Tidak ada yang dirujuk ke Rumah Sakit, mereka semua sudah dipulangkan ke rumah masing-masing,” urainya.

Diberitakan sebelumnya, atap baja ringan SMK Fadlun Nafia yang terletak di Desa Bangsri, RT 1 RW 1, Kecamatan Bangsri Roboh, terkena angin lisus. Atap tersebut menaungi dua ruang kelas, laboratorium, dan ruang organisasi sekoah. Peristiwa itu terjadi pada Senin (22/1/2018), pukul 10.20 WIB.

Editor: Supriyadi

Intensitas Hujan Tinggi, BPBD Imbau Warga Pati Lakukan 3 Hal Ini

Polisi dan masyarakat mengevakuasi pohon yang tumbang menimpa rumah akibat angin puting beliung di Desa Karangrowo, Jakenan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Hujan berintensitas tinggi terjadi di hampir semua wilayah di Kabupaten Pati dalam beberapa hari terakhir. Hujan rata-rata berlangsung cukup lama disertai dengan angin kencang.

Akibatnya, sejumlah pohon bertumbangan hingga menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah yang tersapu angin puting beliung. Salah satunya yang terjadi di Desa Sugiharjo dan Karangrowo.

Baca: Puluhan Rumah di Karangrowo Pati Juga Hancur Diterjang Lisus

Melihat situasi tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Sanusi Siswoyo mengimbau kepada masyarakat untuk waspada. Pasalnya, potensi bencana saat hujan lebat disertai angin kencang cukup tinggi.

“Kami mengimbau kepada warga Pati untuk selalu hati-hati dan waspada, terutama daerah yang rawan mengalami banjir, longsor, dan angin puting beliung. Kami bersama instansi terkait sudah siap siaga, tetapi kewaspadaan itu sangat diperlukan,” ujar Sanusi.

Ada tiga hal yang bisa dilakukan warga selama cuaca ekstrem dan hujan berintensitas tinggi. Pertama, pemetaan lokasi yang aman untuk berlindung bila terjadi hujan lebat dan angin puting beliung.

Baca: Rumah di Sugiharjo Pati Roboh Dihantam Angin Puting Beliung

Kedua, masyarakat diminta tertib lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya. Pasalnya, sebagian besar warga masih membuang sampah di sungai dan saluran air lainnya.

Ketiga, orangtua diimbau untuk selalu mengawasi anak-anak saat bermain ketika hujan berlangsung. Saat ini, cuaca cenderung ekstrem sehingga hujan dibarengi dengan angin kencang.

“Kalau ada anak bermain hujan-hujanan, sebaiknya diawasi. Soalnya cuaca tidak seperti biasanya. Hujan yang turun disertai angin kencang sehingga harus meminimalisasi risiko yang terjadi,” imbuhnya.

Baca: Enam Rumah di Dua Kelurahan di Jepara Roboh Dihantam Ombak

Saat musim hujan berlangsung, sejumlah daerah di Pati diakui berpotensi terkena bencana. Di kawasan pegunungan dan perbukitan, bencana yang terjadi biasanya longsong.

Di wilayah Pati selatan dan timur, bencana yang kerap terjadi merupakan angin puting beliung. Sementara di kawasan datar, potensi terkena banjir bandang ada bila air dari pegunungan menggelontor ke bawah.

Editor: Supriyadi

Puluhan Rumah di Karangrowo Pati Juga Hancur Diterjang Lisus

Rumah salah satu warga Karangrowo, Jakenan yang tertimpa pohon akibat angin puting beliung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Angin puting beliung tak hanya merobohkan rumah warga Dukuh Garas, Desa Sugiharjo, Pati. Lisus juga menghancurkan puluhan rumah di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Pati, Kamis (30/11/2017).

Tercatat sebanyak 61 rumah dan empat fasilitas umum di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Pati, rusak setelah diterjang angin puting beliung.

Dari 61 rumah warga yang terdampak angin puting beliung, 59 rumah mengalami rusak ringan, sedangkan satu rumah dan kandang ternak mengalami rusak yang sangat parah.

Kandang ternak milik Karni, warga Dukuh Putat RT 1 RW 2 tertimpa pohon trembesi yang besar. Sementara rumah milik Karsidin yang berada di RT 5 RW 1 tertimpa pohon mangga.

Adapun fasilitas umum yang mengalami kerusakan, di antaranya balai desa, lumbung desa, gedung TPQ, dan pondok bersalin desa (polindes). Keempat fasilitas umum tersebut rusak di sejumlah titik akibat terkena sapuan angin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Sanusi Siswoyo menjelaskan, hujan deras disertai angin kencang berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB.

Tiba-tiba angin kencang yang berputar berjalan dan menerpa sederet rumah di perkampungan Karangrowo.

“Puluhan rumah yang diterpa angin ribut mengalami kerusakan ringan seperti atap dan genteng berjatuhan. Dua bangunan yang rusak berat karena tertimpa pohon besar,” kata Sanusi.

Kapolsek Jakenan AKP Suyatno memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Kerugian material secara menyeluruh diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Tak lama setelah bencana, tim penanggulangan bencana gabungan dari Polsek Jakenan, Koramil Jakenan, BPBD, relawan bencana dan penduduk setempat langsung melakukan evakuasi. Mereka bersama-sama memperbaiki genteng rumah yang rusak lantaran diterjang angin.

Editor : Ali Muntoha

Warung Rames di Mantingan Jepara Porak-poranda Diterjang Lisus


Ngatemi (50) hanya bisa pasrah menyaksikan atap warungnya rusak diterjang lisus, Sabtu (4/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Warung nasi rames milik Ngatemi (50) yang terletak di Desa Mantingan, RT 12 / RW 5, Kecamatan Tahunan porak poranda diterjang angina lisus, Sabtu (4/11/2017). Akibatnya, warung sekaligus rumahnya menyisakan lubang besar dan rentan bila terkena hujan.

Kepada MuriaNewsCom, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu cuaca berubah dari panas menyengat menjadi mendung hitam. 

“Sesaat sebelum hujan, ada angin besar sekali. Sampai ada suaranya, di atas atap. Saya yang saat itu berada di kamar, karena sepi pembeli, mendengar itu saya langsung keluar, lalu hanya dapat menyaksikan atap beterbangan,” katanya.

Angin besar itu kemudian menerbangkan atapnya ke arah utara. Lalu sesaat kemudian hujan deras pun datang. 

Warung sekaligus rumah milik Ngatemi didiaminya seorang diri. Bangunan itu terdiri dari tiga ruangan, yakni areal berjualan di depan, kamar tidur, dan paling belakang adalah dapur. Atap yang beterbangan terdapat di ruangan paling depan, tempatnya melayani pembeli. 

“Harapannya segera mendapatkan perhatian dari pemerintah sebab, takutnya hujan datang dan saya tak dapat berjualan karena hujan

Selain itu juga saya tak mampu, dan janda seorang diri,” ujar penjual nasi rames itu.

Menurutnya, selain bangunannya yang diterjang angin lesus dua rumah milik Rukan dan Karnawi juga mengalami hal serupa. Namun demikian, hal itu tidak separah yang dialaminya. 

Editor: Supriyadi

Lisus Terjang Purwodadi, Panggung Wayang di Alun-alun Ambruk

Sejumlah pekerja sedang membereskan properti yang akan digunakan untuk pagelaran wayang setelah panggung ambruk. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pagelaran wayang kulit yang sedianya digelar Sabtu (7/10/2017) malam di Alun-alun Purwodadi terhambat. Hal ini terjadi setelah panggung yang akan dipakai untuk pagelaran wayang kulit roboh.

Robohnya panggung terjadi ketika hujan deras mengguyur kota Purwodadi, Sabtu (7/10/2017) sore. Tidak lama setelah hujan, datang angin puting beliung di sekitar alun-alun. Beberapa saat kemudian, terdengar suara ‘brakk’ cukup keras yang berasal dari panggung roboh.

“Panggung roboh sekitar jam 16.15 WIB. Tadi angin berhembus kencang sekali selama hampir 10 menit,” kata Supriyono, warga yang sempat menyaksikan robohnya panggung untuk pagelaran wayang itu.

Sebelum roboh, panggung itu sudah siap digelar untuk pagelaran, karena semua propertinya sudah tertata sejak siang.

Pagelaran wayang kulit yang digelar RRI Semarang itu akan menampilkan dalang kondang Ki Bayu Aji Pamungkas. Pagelaran wayang dilangsungkan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-72 TNI dan sosialisasi empat pilar kebangsaan oleh anggota DPR RI.

Meski ada insiden panggung roboh, namun pagelaran wayang tetap dimainkan. Namun, lokasinya diubah ke pendapa kabupaten.

“Pagelaran wayang kulit tetap jalan. Lokasinya dipindahkan ke pendapa. Yang punya gawe dari RRI,” jelas Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom.

Selain panggung wayang, ada beberapa tenda kecil di sebelah baratnya yang ikut roboh. Tenda ini rencananya akan digunakan untuk even jalan sehat Minggu pagi besok. Beruntung, saat tenda roboh tidak ada orang yang tertimpa reruntuhan.

Editor : Ali Muntoha