Respon Pertumbuhan Ekonomi , PLN Kudus Percepat Penyambungan Pelanggan Baru

MuriaNewsCom, Kudus – PT PLN (Persero) Area Kudus merespon perkembangan area industri baru di Eks Karisidenan Pati. Hal ini dibuktikan dengan percepatan penyambungan pelanggan tegangan menengah, di awal 2018 hingga kini yang telah mencapai 10.000 kilo Volt Ampere (kVA).

Manajer PT PLN (Persero) Area Kudus Darmadi mengatakan, area industri baru tersebar di beberapa titik. Satu di antaranya di daerah Mayong, Jepara dan menyebar dari Kudus hingga Cepu.

Sementara itu, hingga Februari 2018 sudah ada 8900 pelanggan baru, dengan pertumbuhan kwh jual, mencapai 12,24 persen. Adapun, rayon yang berkontribusi terhadap pertumbuhan tertinggi adalah Rembang, Jepara dan Kudus Kota.

Disamping itu, untuk mempercepat pelayanan penyambungan, ada program penyambungan melalui Account Executive dan pemberian konseling bagi pelanggan baru.

“Saat ini PLN Area Kudus telah bertransformasi menjadi perusahaan listrik yang mengutamakan kualitas pelayanan. Melalui Account Executive yang ada, PLN mampu menjadi konsultan bagi pelanggan maupun calon pelanggan. Selain memberikan kemudahan dalam memperoleh pasokan energi listrik, PLN Area Kudus juga memberikan pelayanan yang transparan sehingga diharapkan calon pelanggan tidak ada keraguan lagi dalam mengeluarkan investasi”, ujar Darmadi, Kamis (29/3/2018), dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Selain itu, saat ini tim jaringan juga sedang gencar melakukan perbaikan dan pemeliharaan sebagai bentuk preventif menjaga kehandalan pasokan listrik. Diharapkan dengan pemeliharaan rutin, pelanggan semakin yakin untuk menggunakan listrik PLN, tidak ada lagi yang menggunakan genset untuk memenuhi kebutuhan listriknya.

PLN pun siap memberikan konseling bagi pelanggan yang hendak beralih dari genset ke listrik PLN untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan.

Editor: Supriyadi

Besok, PLN Jepara Pemadamkan Listrik Selama 7 Jam, Ini Jadwalnya

MuriaNewsCom, Jepara – PT PLN Rayon Jepara, Jumat (9/3/2018) besok, akan melakukan pemadaman listrik bergilir selama tujuh jam. Rencananya, pemadaman akan dilakukan di Desa Krapyak dan sekitarnya mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Pemberitahuan tersebut tertera dalam surat resmi PLN Rayon Jepara dengan nomor 0048/STH.00.01/R-JPA/2018 yang ditandatangani langsung oleh Manager PT PLN (Persero), RM Dimas Adhi P kepada Kapala Kelurahan/Desa di Jepara, Selasa (6/3/2018).

Berdasarkan surat edaran tersebut, RM Dimas Adhi P menjelaskan, pemadaman listrik disebabkan adanya pemeliharaan jaringan dan potong pohon. Oleh karenanya memerlukan waktu sekitar tujuh jam.

“Pemadaman listrik ini meliputi wilayah Desa Krapyak dan sekitarnya. Wilayah JP4-119 sampai dengan JP4-153. Dari pukul 09.00- 16.00 WIB. Karena ada pemeliharaan jaringan dan pangkas pohon ini, kami mohon maaf atas ketidaknyaman pemadaman listrik tersebut” jelasnya.

Dimas pun meminta pihak pemerintah desa dapat memberitahukan pengumuman tersebut kepada seluruh warga Krapyak dan sekitarnya agar bersiap-siap saat pemadaman terjadi. Termasuk menyiapkan genset untuk keperluan industri ataupun meubel supaya tak terganggu.

“Kami berharap pemerintah desa dapat segera mengumumkan kepada warga semua, sehingga bagi industri2 meubel bisa menyiapkan gensetnya. Dan wargapun tidak terganggau aktivitasnya” terang surat itu.

Editor: Supriyadi

PLN Jepara Lakukan Pemadaman Bergilir 5 Hari ke Depan, Ini Jadwalnya

MuriaNewsCom, Jepara – PLN Rayon Jepara akan melakukan pemeliharaan jaringa listrik di beberapa wilayah, mulai dari Kamis (25/1/2018), Jumat (26/1/2018), Minggu (28/1/2018), dan Senin‎ (29/1/2018). Pada wilayah yang mengalami pemeliharaan jaringan, akan dilakukan pemadaman listrik terencana dalam rentang waktu tertentu, berikut rinciannya.

Hari Kamis (25/1/2018) PLN akan melakukan pemeliharaan jaringan jalur JP3-133 sampai dengan ujung, pada pukul 09.00 WIB – 16.00 WIB. Wilayah yang akan mengalami padam terencana adalah Desa Batealit, Desa Mindahan, dan Desa Sumosari.

Pada hari Jumat (26/1/2018) pemeliharaan akan dilakukan pada pukul 09.00 WIB – 16.00 WIB. Wilayah yang akan mengalami pemadaman listrik terencana adalah Desa Senenan. Sedangkan untuk hari Sabtu (27/1/2018) tidak ada pemadaman.

Hanya saja, untuk hari Minggu (28/1/2018) pemeliharaan jaringan akan kembali dilakukan pada waktu yang sama. Yakni pukul 09.00 WIB – 16.00 WIB dengan areal padam terencana meliputi Desa Demaan, Jl KS Tubun dan Jl Pemuda.

Sementara, untuk hari Senin (29/1/2018) akan dilakukan pemeliharaan jaringan, termasuk pemotongan pohon dan penggantian tiang retak pada pukul 09.00 WIB-16.00 WIB. Wilayah padam terencana berada di Desa Bringin dan sebagian Desa Kecapi.

Editor: Supriyadi

Jika Jadi Gubernur, Sudirman Said Bakal Panggil Investor Bangun Energi Listrik Terbarukan

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said berjanji jika terpilih jadi gubernur akan membangun energi listri dari energi baru terbarukan (EBT). Bahkan ia menyatakan akan memanggil para investor untuk membangun listrik energi terbarukan ini.

Ini dikatakan Sudirman dalam seminar Masa Depan Energi dan Sumber Daya Alam/mineral di Jateng, yang digelar Dewan Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Rabu (24/1/2018).

“Kalau dipilih rakyat Jateng jadi gubernur, saya akan panggil para pengusaha pembangkit listrik untuk meningkatkan bauran EBT di pembangkitnya. Saya kira kalau pemimpinnya jujur, tidak punya kepentingan pribadi dan kelompok, pengusaha akan nurut,” kata Dirman.

Ia menyebut, saat ini bauran EBT di Jateng baru 4 persen dari 7.299 megawatt, atau sekitar 337 megawatt. Masih jauh di bawah ratas-rata nasional yang 9 persen.

Padahal menurut dia, untuk menghadapi ancaman habisnya energi fosil, energi baru terbarukan harus didorong, guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Apalagi sesuai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) bauran energi nasional, tahun 2025 kontribusi EBT diharapkan mencapai 23 persen.

“Namun target tersebut nampaknya sulit dicapai. Karena hinga akhir tahun 2017 baurannya baru mencapai sekitar 9 persen. Dengan tingkat pertumbuhan EBT rata-rata hanya 0,54 persen per tahun sulit target bauran 23 persen tahun 2025 tercapai,” ujarnya.

Dirman memaparkan, saat menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ia mengaku sangat mendorong pembangunan EBT. Meskipun saat itu dia mendapat tentangan, karena mahalnya investasi untuk membangun pembangkit EBT.

“Mahal karena kapasitas yang dibangun masih kecil. Kalau kapasitasnya besar dalam jangka panjang akan murah, dan mengurangi ketergantungan pada BBM impor,” terang dia.

Editor : Ali Muntoha

Petani di Undaan Kudus Tewas Tersengat Listrik saat Setrum Tikus di Sawah

Petugas Polsek Undaan memeriksa lokasi meninggalnya warga yang tersengat listrik di area persawahan, Rabu (6/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang petani bernama Biyani warga Desa Larik Rejo RT 05/RW 02 Kecamatan Undaan tewas tersengat setrum tikus dalam areal sawah miliknya, Rabu (6/12/201). Setrum tikus tersebut diketahui sudah dipasang semalam sebelum kejadian nahas tersebut terjadi.

Kapolsek Undaan, AKP Anwar mengatakan, kejadian tersebut bermula saat korban Biyani mengecek setrum tikus yang dipasangnya sekitar pukul 05.30 WIB di Desa Karangrowo. Hanya saja, diduga kurang hati-hati, ia tersengat sendiri setrum tikus tersebut hingga meninggal dunia.

“Korban pergi dengan tujuan memeriksa jebakan tikusnya. Dan sekira pukul 06.30 WIB korban di ketahui oleh petani lainya sudah dalam keadaan meninggal dalam keadaan telentang dengan posisi jari tengah tangan kanan yang terlilit kabel,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, listrik yang digunakan bersumber dari genset dengan tegangan arus listrik mencapai 1.500 watt. Genset tersebut biasa digunakan korban untuk membasmi hama tikus yang semakin meresahkan.

”Kemungkinan besar korban kurang hati-hati. Itu diketahui dari lilitan kabel dengan posisi jari tengah,” ungkapnya.

Melihat kejadian tersebut, petani yang berada disekitar kejadian langsung berlarian. Namun, nyawa korban tak tertolong. Mereka pun langsung melapor ke pemdes dan diteruskan ke Mapolsek Undaan. Beberapa menit kemidian petugas dari polsek tiba dan membawa jenazah ke Puskesmas Ngemplak.

“Dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas Ngemplak  Dr. Aris, korban meninggal dunia karena tersengat arus listrik. Dan dalam tubuhnya juga tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Listrik Gratis Dibagikan untuk 6.163 Warga Miskin Jateng

Petugas melakukan perbaikan sambungan listrik. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Ribuan rumah warga yang puluhan tahun tidak teraliri listrik kini telah terang benderang. Pemprov Jateng memberi bantuan sambungan listrik gratis untuk 6.163 rumah tangga miskin.

Jumlah tersebut adalah bantuan untuk tahun 2017 saja. Sedangkan Pemprov Jateng sendiri telah memberi listrik gratis sejak 2014. Pemberian bantuan dilaksanakan secara simbolis oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo setiap kunjungan ke daerah. Pada Kamis (26/10/2017) giliran bantuan untuk Desa Krandon Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan.

Desa Krandon mendapat bantuan listrik untuk 12 rumah tangga. Total listrik gratis untuk Kabupaten Pekalongan yakni 316 rumah tangga. Ganjar mengatakan, sambungan listrik gratis dilaksanakan sebagai salah satu program pengentasan kemiskinan. “Agar saudara kita sama-sama bisa menikmati listrik,” katanya.

Program tersebut dinilai penting karena masih terdapat rumah di Jateng yang belum berlistrik. Dari 9.220.238 rumah tangga, yang belum teraliri listrik masih ada 448,785 rumah. Meski demikian rasio elektrifikasi Jateng terhitung cukup bagus yakni 95,13 persen. Rasio Jateng masih di atas Nasional yang hanya 92 persen. “Rasio kita sudah melebihi target 2017 yang ditetapkan 92 persen. Kita sedang menuju target 2018 capaian rasio elektrifikasi 99 persen,” katanya.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Teguh Dwi Paryono menjelaskan, penerima manfaat dibebaskan dari biaya sambungan listrik. Mereka juga mendapat bantuan pulsa listrik sebesar Rp 200 ribu. “Sifatnya stimulan jadi setelah pulsa habis ya diharapkan membayar sendiri, tapi meski prabayar kan yang subsidi jadi murah,” katanya.

Sugiyanto, salah satu penerima sambungan listrik gratis mengatakan dirinya bersyukur mendapat bantuan sebab sudah puluhan tahun rumahnya tidak teraliri listrik. “Kalau malam ya pakai lampu minyak, tapi minyak tanah sekarang susah dan mahal. Pekerjaan saya nasional ee maksudnya serabutan apa saja, penghasilan cuma Rp 50 ribu sehari sudah bagus,” kata pekerja serabutan itu.

Warga Desa Ketanon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan itu juga mendapat bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Sebelumnya ia menggambarkan rumahnya yang hanya berukuran 5 x 7 meter itu seperti kandang kerbau.

“Wah dulu kandang kebo lah, sekarang sudah tembok lantai plester dan atapnya aman tidak bocor,” kata bapak tiga anak itu.

Editor : Akrom Hazami

 

Berikut Jadwal Pemadaman Listrik di Jepara Hari Ini

Petugas PLN melakukan perbaikan listrik di Kabupaten Jepara, belum lama ini. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Jepara, Jumat (8/9/2017) hari ini akan melakukan pemadaman di beberapa desa. Pemadaman dilakukan mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, atau selama delapan jam.

Pemadaman sendiri akan dilakukan secara bergilir di empat desa yang berada di dua kecamatan. Keempat desa tersebut adalah Desa Ngabul (Kecamatan Tahunan), Desa Langon (Kecamatan Tahunan), Desa Tahunan (Kecamatan Tahunan) dan sebagian Desa Pekalongan, Kecamatan batealit Jepara.

Adapun alasan pemadaman karena pihak PLN sedang melakukan perubahan konstruksi dan pemeliharaan jaringan. Mulai dari pembersihan ranting dan pemotongan pohon yang melintang.

”Ada pemeliharaan jaringan dan pemotongan pohon yang melintang. Selain itu ada juga perubahan konstruksi,” kata Kepala Humas PLN wilayah Kudus, Muhdam Azhar seperti dikutip Tribun Jateng.

Editor: Supriyadi

Listik 5 Desa di Pati Kota Akan Dipadamkan 8 Jam, Ini Penjelasannya

Seorang petugas PT PLN Rayon Pati saat melayani pelanggan, belum lama ini. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Pati – Aliran listrik di lima desa di kawasan Pati Kota akan dipadamkan selama delapan jam, Kamis (7/9/2017) besok. Pemadaman akan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Kelima desa tersebut, di antaranya Desa Semampir, Dengkek, Geritan, Sidoharjo, dan sebagian Setulan. Pemadaman listrik akan dilakukan dalam waktu sekitar delapan jam.

Manajer PT PLN (Persero) Rayon Pati Irfan Afandi mengatakan, pemadaman listrik dilakukan karena akan ada pemeliharaan jaringan listrik dan parabasan pohon yang mengenai jaringan.

“Banyak pohon yang harus dirabasi. Mumpung musim kemarau supaya life time hidup ranting pohon bisa lebih lama,” jelas Afandi, Rabu (6/9/2017) sore.

Selain itu, pemeliharaan jaringan diperlukan untuk kehandalan pasokan listrik ke lima desa tersebut. Dengan demikian, pasokan listrik di lima desa itu ke depannya akan lebih aman.

“Butuh pemeliharaan supaya ke depan kehandalan pasokan listrik di kawasan itu berjalan dengan baik. Untuk itu, pemadaman listrik sementara dibutuhkan,” tambahnya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk memaklumi rencana pemadaman yang bertujuan untuk pemeliharaan tersebut. Sebelum dipadamkan pada pukul 08.00 WIB, Afandi menyarankan warga untuk mengisi tandon air dan peranti elektronik yang digunakan untuk kebutuhan komunikasi.

Editor: Supriyadi

Listrik Kerap Byar-Pet, Ini Penjelasan Manajer PLN Pati

Seorang petugas PT PLN Rayon Pati tengah melayani pelanggan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah warga Pati mengeluhkan listrik yang kerap byar-pet dalam dua hari terakhir. Selain mengganggu aktivitas, sebagian warga khawatir akan merusak peranti elektronik.

Manajer PT PLN (Persero) Rayon Pati Irfan Affandi menjelaskan, listrik yang kerap mati disebabkan overload beban yang melebihi batas. Artinya, pelanggan PLN semakin meningkat sehingga kebutuhan akan listri kian tinggi.

“Listrik mati juga disebabkan aktivitas perabasan pohon yang dekat dengan jaringan. Bisa juga overload antara beban yang ada dengan settingan peralatan PLN melebihi batas, jadi tinggal disetting aja,” kata Irfan, Jumat (25/8/2017).

Karena itu, dia meminta kepada masyarakat untuk mengizinkan pegawai PLN yang melakukan perabasan pohon yang berdekatan dengan jaringan. Sebab, satu jalur mati akibat tertimpa pohon bisa menyebabkan listrik mati pada banyak rumah.

Terkait dengan listrik byar-pet yang merusak peranti elektronik, pihaknya memastikan hal itu tidak ada persoalan. Sebab, penyebab peranti elektronik rusak disebabkan tegangan naik-turun yang cukup ekstrem, bukan karena hidup-mati.

“Kalau listrik hidup-mati itu tidak masalah, tidak akan merusak peranti elektronik. Yang akan merusak itu, jika tegangan listrik naik-turun yang cukup ekstrem,” imbuhnya.

Sementara untuk mengatasi persoalan listrik yang sering padam, pihaknya segera melakukan setting ulang karena adanya penambahan pelanggan yang semakin banyak. Dia berharap, masyarakat bisa memaklumi kondisi tersebut.

Editor: Supriyadi

Aliran Listrik Pasar Pagi Purwodadi Padam 7 Kali dalam Satu Jam

Warga beraktivitas di Pasar Pagi Purwodadi setelah baru pindah dari lokasi lama, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga beraktivitas di Pasar Pagi Purwodadi setelah baru pindah dari lokasi lama, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,  Grobogan – Proses relokasi pedagang pasar pagi dari tempat lama di lahan bekas Stasiun Kereta Api Purwodadi ke lokasi baru di jalan Gajah Mada memang berjalan lancar. Ratusan pedagang sudah bersedia dipindahkan ke lokasi baru dan praktis tidak ada yang berjualan lagi di tempat lama. Meski demikian, ada beberapa hal yang masih perlu dibenahi demi kenyamanan pedagang dan pembeli di lokasi baru.

Dari pantauan di lapangan pada hari kedua relokasi, Senin (6/2/2017) malam, salah satu yang perlu dibenahi adalah masalah listrik. Hal ini menyusul padamnya aliran listrik sampai tujuh kali hanya dalam kurun waktu satu jam. Yakni, antara pukul 21.00-22.00 WIB.

Padamnya listrik ini menyebabkan aktivitas pedagang yang sedang mempersiapkan barang dagangan sempat terganggu. Matinya aliran listrik berulang kali ini kemungkinan besar disebabkan kurangnya daya. Hal ini cukup beralasan mengingat pada saat itu, belum semua kios yang jumlahnya 72 unit digunakan untuk berjualan.

“Listriknya byar pet dari tadi. Kondisi ini memang cukup mengganggu. Kayaknya daya listriknya kurang besar. Padahal ini belum semua pedagang menggunakan listrik,” kata Suwarti, salah seorang pedagang yang sedang menata barang dagangannya malam itu.

ps pagi malam

Warga beraktivitas di Pasar Pagi Purwodadi setelah baru pindah dari lokasi lama, dengan kondisi listrik padam, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Selain listrik, masalah lainnya yang perlu ditangani adalah keberadaan lapak tempat berjualan pedagang di depan pasar. Yakni, diatas saluran drainase dan dibawa lampu penerangan jalan di depan pasar. Pada hari pertama relokasi, sebagian pedagang berjualan di situ. Namun, pada hari kedua, pedagang yang berjualan di tempat itu sudah berkurang.

Soalnya, petugas pasar sudah menyingkirkan sebagian penutup drainase dari papan dan belahan bambu yang dipasang pedagang sehingga tempat itu tidak bisa digunakan untuk menaruh lapak. Di samping itu, guyuran hujan deras menjelang dini hari menyebabkan pedagang yang ada di pinggir jalan depan pasar beralih ke dalam.

Meski demikian, masih ada beberapa pedagang yang jualan di bawah  lampu penerangan dan di atas saluran drainase di sisi barat. Kemudian, ada juga sejumlah pedagang yang pada pagi hari menggelar dagangan di depan pintu utama pasar dan dekat pos satpam. Keberadaan pedagang terlihat sedikit mengganggu arus keluar masuk pasar.

Satu hal lagi yang juga butuh penanganan adalah penataan parkir. Hingga hari kedua relokasi, masalah parkir masih terlihat kurang rapi. Banyak kendaraan yang parkir maupun bongkar muatan di lokasi terlarang.

“Penataan parkir sedang kita siapkan dengan pihak pasar. Kita sedang menganalisa situasi arus pedagang dan pembeli untuk merencanakan penataan parkir yang pas. Untuk bongkar muatan sudah kita tentukan di halaman pasar. Setelah bongkar, kendaraan segera keluar dan mengambil parkir di depan pasar,” kata Kasi Parkir Dishub Grobogan Susanto Adi Wibowo yang ditemui di Pasar Pagi, Selasa (7/2/2017) dini hari tadi.

Editor : Akrom Hazami

 

 

PLN Kudus Bagikan 100 Sambungan Listrik Gratis

pln

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – PLN Kudus tengah membagikan 100 sambungan gratis kepada pelanggan baru. Sebanyak100 sambungan anyar itu disalurkan untuk dua kecamatan, yakni Kecamatan Gebog dan Kecamatan Undaan.

Manajer PLN (Persero) Rayon Kudus, Suntoro menyebutkan, untuk wilayah Gebog, sambungan diberikan untuk korban relokasi mandiri Desa Menawan Gebog. Jumlah sambungan yang diterima adalah untuk 33 KK.

“Kami berikan alokasi untuk wilayah relokasi mandiri, lantaran mereka yang memang sangat membutuhkan. Itupun tidak semuanya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Berdasarkan data, relokasi mandiri memang membutuhkan bantuan listrik. Warga berjumlah 42 KK. Tapi jumlah itu masih bisa meningkat. Sehingga terdapat beberapa yang tak kebagian jatah sambungan listrik gratis tersebut.

Pembagian sambungan baru tersebut, kata dia, sifatnya terbatas. Untuk itulah tak bisa diberikan kepada seluruh warga relokasi mandiri tersebut. Pihaknya menerapkan skala prioritas guna memberikannya.

Sedangkan sisanya, diberikan kepada warga di Kecamatan Undaan. Undaan dipilih, lantaran mereka dianggap membutuhkan. Selain itu juga, warga juga sebelumnya sudah mengajukan permohonan sambungan listrik itu.

“Warga Undaan yang dapat progam ini juga,  masuk dalam data basis serta data terpadu. Sehingga kami memberikan progam tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan, sebenarnya progam tersebut bernama progam elektrifikasi sambung listrik gratis PLN peduli. Tujuannya merupakan untuk mempercepat aliran listrik se Indonesia. Progam itu dari PLN pusat.

“Selain Kudus, Pati juga ada progam semacam ini. Jumlahnya juga sama 100 sambungan baru untuk warga,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Tak Juga Dialiri Listrik, Warga Relokasi Mandiri Menawan Kudus Wadul Dewan

menaswan

Perwakilan warga Menawan saat mendatangi kantor DPRD Kudus untuk mempertanyakan soal belum adanya aliran listrik di wilayah tempat mereka tinggal. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog mendatangi kantor DPRD Kudus, Rabu (23/11/2016). Mereka datang untuk mempertanyakan daerah relokasi yang tidak kunjung dialiri listrik.

Ketua DPRD Masan mengatakan, pihaknya akan mengupayakan keinginan warga. Namun untuk lebih pasti pihaknya harus tahu dasar dan aturan yang dapat dipergunakan. Karenanya, keinginan warga akan ditampung terlebih dahulu. “Kita lihat dulu aturannya, apakah masuk hibah atau boleh langsung diberikan. Jika aturan memperbolehkan maka itu tidak jadi masalah,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, keinginan warga adalah mendapatkan saluran listrik. Selain itu juga, warga juga menginginkan adanya saluran air yang sampai pada daerah relokasi mandiri tersebut. “Untuk itulah kami meminta bantuan dari dinas yang terkait. Kami minta mereka mempelajari tentang aturan itu. Jika bisa, maka di perubahan dapat diusulkan. Sebab untuk sekarang proses pembahasan APBD Murni sudah berlangsung dan mau diparipurnakan,” ujarnya.

Sementara, Tulus S, Kasi Energi pada Dinas Bina Marga, Pengairan, dan ESDM Kudus mengatakan kalau pihaknya akan mengusulkan Rp 100 juta untuk hal tersebut. Jumlah dana itu diprediksi mampu digunakan untuk kebutuhan listrik di daerah Menawan itu. “Kami menyediakan 50 KK yang akan dialiri listrik. Daya listrik kami upayakan 900 karena masyarakat kurang mampu. Namun jika tidak bisa maka 1300 tak masalah,” ujarnya.

Sodik (52) satu dari warga yang datang ke dewan mengatakan, kalau jumlah warga ada 42 KK. Jumlah itu bisa bertambah lantaran sekarang masih ada yang mau membangun. “Selama ini listrik ambil dari tetangga, namun daya yang sekarang sudah hampir maksimal sehingga nyaris tidak kuat untuk diambil listriknya,” jelasnya.

Selain itu, juga kendala dengan airnya. Diakui saat musim hujan pasokan air cukup karena banyak air hujan,namun saat kemarau warga terpaksa ambil air dari tetangga mereka.

Editor : Akrom Hazami

Harga BBM di Karimunjawa Jepara Dijanjikan Bisa Normal

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas ESDM Jepara, Ngadimin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas ESDM Jepara, Ngadimin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persoalan energi di Kepulauan Karimunjawa masih menjadi perbincangan yang hangat, baik listrik maupun Bahan Bakar Minyak (BBM). Selama ini, harga BBM di wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut jauh diatas harga normal di daratan Jepara maupun harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Kali ini wilayah yang juga menjadi destinasi wisata Jawa Tengah tersebut dijanjikan oleh pemerintah bahwa nantinya harga BBM disana bisa sama dengan di daratan Jepara maupun di wilayah Indonesia sebagaimana harga yang ditetapkan pemerintah. Hal itu sebagaimana hasil pertemuan yang digelar di Provinsi Jawa Tengah berkait dengan persoalan BBM di Karimunjawa.

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara, Ngadimin menjelaskan, dalam rapat di Provinsi baru-baru ini disekapati bahwa Pertamina bersedia memberikan harga normal. Hanya saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

”Salah satunya yang paling penting yang diminta Pertamina adalah disediakannya tempat untuk menyimpan BBM disana. Dalam sekali kirim setidaknya ada 3.000 liter BBM jenis premium dan 6.000 liter BBM jenis solar,” ujar Ngadimin kepada MuriaNewsCom, Kamis (26/5/2016).

Lebih lanjut dia menerangkan, jumlah tiap kali pengiriman tersebut didapatkan berdasarkan kebutuhan BBM di Karimunjawa selama satu sampai dua hari. Sehingga dalam jangka waktu dua hari bisa selalu dilakukan pengiriman BBM kesana menggunakan kapal yang nantinya akan disediakan secara khusus meski hanya kapal modifikasi.

”Selama ini harga BBM disana sangat mahal, jauh diatas harga normal. Dengan kebijakan kapal modifikasi diharapkan pendistribusian BBM kesana lancar dan untuk upaya penyetaraan harga BBM juga dapat meringankan beban masyarakat disana,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Jatah Listrik untuk Warga Miskin Hanya 100 KK

Listrik

 

MuriaNewsCom, Kudus – Masih ada 7 ribu kepala keluarga (KK) di Kudus yang ternyata belum menikmati aliran listrik dari PLN. Padahal, jatah bantuan dari Pemkab Kudus sangat terbatas.

Kepala Bidang (Kabid) Energi Sumber Daya Mineral pada Dinas Bina Marga Pengairan Energei Sumber Daya Mineral (BMPESDM) Kudus Suhartati mengatakan, sebagai upaya untuk menangani persoalan tersebut, para kepala keluarga diusulkan untuk mendapatkan bantuan jaringan listrik masuk desa (lindes).

Program lindes sendiri, dikelola oleh Dinas ESDM Provinsi. Hanya saja, setiap tahunnya, Kudus mendapatkan alokasi jatah untuk itu. Meski jumlahnya sangat sedikit.

”Tahun (2016, red) ini, Kudus kebagian jatah listrik untuk warga miskin hanya untuk 100 KK. Ini tentu sangat jauh dari jumlah KK yang belum teraliri listrik, yang jumlahnya mencapai 7 ribu KK,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kudus Edi Kurniawan mengaku cukup prihatin atas masih banyaknya kepala keluarga yang belum mendapatkan aliran listrik.

Seharusnya, menurut Edi, Pemkab Kudus bisa melakukan langkah kongkret agar warga tersebut juga bisa mendapatkan akses listrik. ”Tentunya ini sangat ironis sekali. Di tengah upaya untuk membuat Kudus semakin sejahtera, justru ada warga yang masih belum mendapatkan aliran listrik,” tandasnya.

Edi mengatakan, harusnya dinas terkait bisa segera mengajukan program pengadaan infrastruktur berupa aliran listrik. Pasalnya, pengadaan jaringan tersebut adalah hal penting, karena sangat berpengaruh pada pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Listrik menurutnya, telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat dalam melakukan berbagai aktifitas baik di bidang kesehatan, pendidikan maupun ekonomi. ”Sekarang ini era-nya sudah era listrik. Kalau desa-desa ini tidak teraliri listrik, bagaimana desa-desa ini bisa berkembang dan maju,” imbuhnya.

Editor: Merie

Memprihatinkan, 7 Ribu KK Belum Teraliri Listrik

listrik_01

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 7 ribu kepala keluarga (KK) berkategori miskin di Kabupaten Kudus, hingga kini masih belum bisa menikmati aliran listrik dari PLN.

Kondisi tersebut tentu cukup ironis, mengingat Kudus merupakan kabupaten dengan wilayah terkecil di Jawa Tengah, yang semua wilayahnya sudah terjangkau jaringan listrik PLN.

”Dari data kami memang masih ada sekitar 7 ribu kepala keluarga yang belum teraliri listrik. Mereka masih menyalur dari tetangganya yang ada jaringan listrik,” kata Kabid Energi Sumber Daya Mineral pada Dinas BMPESDM Kudus Suhartati.

Menurut Suharti, kepala keluarga yang belum bisa menikmati aliran listrik tersebut merupakan kepala keluarga kategori miskin. Dimungkinkan, mereka tidak mampu untuk membayar biaya sambungan baru listrik dari PLN.

Hal tersebut lantaran persebaran jaringan listrik PLN sejauh ini sudah mencakup seluruh yang ada di Kudus. Bahkan, persebaran jaringan listrik sudah seratus persen di semua dusun dan RT/RW.

”Untuk jaringan PLN, 100 persen sudah ada di seluruh desa, dusun, hingga RT/RW,” tambahnya.

Kondisi tersebut tentu cukup memprihatinkan. Pasalnya, saat ini listrik seakan menjadi kebutuhan uatama masyarakat. Beragam aktivitas kehidupan, sangat bergantung dengan aliran listrik.

Editor: Merie

Duh, Listrik Kudus Sering Padam, Ini Kata PLN

Petugas melakukan perbaikan instlasi listrik di salah satu sudut di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas melakukan perbaikan instlasi listrik di salah satu sudut di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Gangguan listrik yang terjadi di Kudus, termasuk dalam kategori tinggi. Sedikitnya, selama Januari hingga Februari 2016 saja, gangguan Listrik mencapai 34 kali. Sedangkan pada Maret 2016, juga terjadi beberapa kali padam dengan intensitas yang cukup sering.

Hal itu diungkapkan Perwakilan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Kudus Arif Nuryadi. Menurutnya, akibat dari dampak gangguan tersebut membuat gangguan pada kelancaran pasokan energi listrik ke pelanggan. Bahkan, kejadian tersebut menyebabkan padamnya listrik hingga berulang kali dan waktu yang cukup lama.

”Kejadian padamnya listrik akibat gangguan jaringan listrik PLN hingga puluhan kali termasuk tinggi, namun Kami langsung membenahi ketika tahu kalau ada yang padam,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Tercatat, selama Januari 2016, Arif mengungkapkan gangguan listrik mencapai 21 kasus. Sedangkan pada Februari, gangguan cenderung menurun dengan 13 kasus saja. Meski menurun, nampaknya pada Maret juga mengalami gangguan listrik pipa. Hanya mengenai jumlahnya masih direkap.

Adanya hal tersebut, membuat masyarakat merasa terganggu. Sehingga banyak warga langsung komplain jika terjadi pemadaman. Dan tidak lama kemudian, petugas langsung memperbaiki padamnya listrik untuk kemudian dapat dinikmati oleh masyarakat.

”kami menerima laporan selama 24 jam. Jadi jika ada gangguan mengenai padamnya listrik, silakan langsung menghubungi kami karena itu sangat membantu,” jelasnya.

Gangguan padamnya listrik, kata dia, terkait masih masuknya musim hujan. Terlebih angin yang cukup kencang waktu itu. Akhirnya air hujan tersebut membasahi pepohonan dan menyapu jaringan yang memang banyak.

Dengan demikian, maka gesekan arus tidak dapat dihindari. Terlebih kondisi yang basah, membuat jaringan menjadi korsleting, sehingga padamnya listrik tidak dapat dihindari.

Editor : Akrom Hazami

Petir, Biang Kerok Listrik Sering Padam di Kudus

Bagian Humas PLN Kudus Arif Nuryadi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bagian Humas PLN Kudus Arif Nuryadi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Gangguan listrik yang menyebabkan padamnya listrik di semua rayon PLN, mayoritas karena faktor alam. Dari hasil evaluasi selama 2016 ini, Januari hingga Februari 2016 gangguan paling banyak dan sering disebabkan dari faktor alam. Bahkan paling sering adalah sambaran petir.

Berdasarkan data yang dimiliki PLN, gangguan listrik selama Januari hingga Februari 2016 sejumlah 34 kasus. Dari sekian banyak jumlah gangguan, yang paling banyak adalah gangguan dari sambaran petir.

Bagian Humas PLN Kudus Arif Nuryadi mengatakan, gangguan padamnya listrik yang disebabkan sambaran petir, ad 10 gangguan. Sedangkan gangguan lainnya disebabkan dari hewan dan faktor alam lainnya.

“Ada delapan gangguan yang terjadi, yakni enam gangguan sambaran petir pada Januari dan empat gangguan petir pada Februari. Gangguan tersebar di beberapa daerah di Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, gangguan lainnya yang juga menyebabkan terputusnya listrik adalah gangguan tikus, dan burung dara yang terkena sambaran listrik. Akibatnya membuat listrik korsleting, dan akhirnya padam.

”Pohon yang bergesekan, membuat kabel milik kami PLN putus, itu sering terjadi pada musim hujan seperti sekarang ini. Selain itu, burung juga sering membuat jaringan terganggu. Itu sudah sejak dulu, seperti burung, ular bahkan tikus juga sering menjadi penyebabnya,” ujarnya.

Menurutnya, agar gangguan yang terjadi tidak melampaui batas maksimal, pihaknya juga melakukan sejumlah upaya, mulai dari perambasan dahan pohon yang diperkirakan berpotensi mengganggu jaringan listrik hingga memasang peralon di kabel jaringan listrik yang berpotensi mengalami gangguan.

Sedangkan untuk mencegah hewan naik ke kabel jaringan listrik melalui tiang listrik juga dipasang pengaman, seperti ijuk yang dililitkan di tiang listrik serta pemasangan pengaman pada kabel penguat tiang listrik.

”Kami juga melakukan pergantian isolator untuk menjaga keandalan jaringan listrik PLN, jadi upaya yang kami laklukan sudah banyak dan terus kami kembangkan,” ujarnya.

Soal gangguan paling lama, terjadi pada Januari lalu, padamnya listrik mencapai 10,54 menit atau hampir 11 jam. Gangguan terdapat di jaringan Kudus kota yang diakibatkan angin kencang.

Padamnya mulai pukul 08.51 WIB pagi pada 24 Januari lalu. Kemudian baru dapat menyala pada 19.45 WIN pada saat itu memang hujan sehingga ada tiga gangguan dalam satu hari.

Editor : Akrom Hazami

2 Dusun di Grobogan Ini Akan Bisa Nikmati Listrik

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua dusun yang ada di Grobogan, dalam waktu dekat akan mendapat alokasi kegiatan perluasan pembangunan jaringan listrik pedesaan. Kegiatan ini dibiayai Pemprov Jateng melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto menyatakan, dua dusun yang dapat perluasan jaringan listrik itu berada di dua desa. “Yakni, Dusun Sendang, Desa Sambirejo, Kecamatan Wirosari dan Dusun Krasak, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung,” katanya.

Menurut Anang, dari pendataan yang dilakukan memang di dua dusun itu belum ada jaringan listriknya. Beberapa waktu lalu, jumlah dusun atau perkampungan yang belum masuk jaringan listrik masih cukup banyak. Namun, secara bertahap sudah berhasil ditangani.

“Data yang kita miliki memang tinggal dua dusun itu yang butuh adanya perluasan jaringan listrik. Oleh sebab itu, kedua wilayah ini kita usulkan dapat bantuan perluasan jaringan listrik pedesaan,” terangnya.

Masih terhambatnya kendala listrik hingga wilayah dusun itu lebih disebabkan faktor geografis. Seperti, letak perkampungan relatif terpencil dan berjauhan dari kampung terdekat. Ada juga kesulitan menambah jaringan karena ada hambatan sungai besar antar perkampungan satu dengan lainnya.

“Selain itu, bisa jadi ada kesulitan mendapatkan listrik karena masalah teknis. Misalnya, kapasitas travo listrik di jaringan itu terbatas sehingga belum memungkinkan untuk menambah pelayanan sambungan baru dalam jumlah banyak,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Listrik Lebih Lama, Jadi Kabar Gembira Dunia Pariwisata Karimunjawa

Ilustrasi Listrik

Ilustrasi Listrik

 

JEPARA – Seiring dengan bertambahnya durasi nyala listrik di wilayah Karimunjawa setelah pengelolaan listrik diambil alih oleh PT PLN. Sejumlah pihak berharap agar potensi terutama potensi pariwisata di Karimunjawa semakin dapat dioptimalkan.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) melalui Kabid Pengembangan Karimunjawa Slamet Riyadi. Menurut Slamet, masalah listrik dari dahulu menjadi persoalan yang tak kunjung terselesaikan. Padahal listrik merupakan kebutuhan pokok manusia, termasuk dalam bidang pariwisata.

”Selama ini yang menjadi keluhan dari banyak wisatawan adalah listrik. Sebab, sebelumnya listrik menyala hanya sekitar 12 jam, dan tidak semua penginapan baik home stay maupun hotel memiliki genset yang bagus,” kata Slamet kepada MuriaNewsCom, Rabu (6/1/2016).

Menurutnya, sebelumnya listrik di Karimunjawa paling lama menyala 12 jam dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB saja. Sehingga banyak wisatawan yang menyesalkan hal itu. Sebab, mereka tidak dapat mengisi batre ponsel, laptop, maupun tidak dapat menyalakan AC. Padahal bagi sebagian orang, kebutuhan itu sangat penting sekali.

”Dengan durasi nyala listrik ini lebih panjang, tentu kami informasikan kepada masyarakat. Sebab, ini merupakan kabar gembira bagi dunia pariwisata di Karimunjawa,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Main Bola, Seorang Bocah Berusia 12 Tahun Tewas Tersengat Listrik

Ilutrasi Listrik

Ilutrasi Listrik

 

GROBOGAN – Nasib nahas menimpa Khoirul Mukminin, warga Desa Manggarwetan, Kecamatan Godong, Minggu (2/1/2016) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat asik main bola di halaman rumah tetangganya, bocah berusia 12 tahun itu tewas tersengat aliran listrik.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum kejadian, korban bersama beberapa temannya terlihat asik main bola di halaman rumah tetangganya, Sugeng. Peristiwa nahas bermula saat mencoba menangkap bola, tangan korban justru menyambar seutas kabel lampu penerangan jalan yang disalurkan dari rumah hingga ke depan pelataran.

Setelah menyentuh kabel, korban yang masih duduk kelas I MTs itu langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri. Melihat kejadian ini, bocah-bocah lainnya lantas berteriak minta tolong.
Mendengar jeritan tersebut, warga sekitar kemudian berbondong-bondong menuju ke lokasi kejadian. Salah seorang warga kemudian memutuskan aliran listrik di rumah Sugeng yang saat itu dalam kondisi kosong.

Oleh warga, korban yang tersengat listrik sebenarnya hendak dilarikan ke Puskesmas Godong. Namun, hal itu tidak jadi dilakukan lantaran setelah diperiksa, korban ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia. Saat diperiksa, jari manis tangan kiri korban terdapat luka seperti terbakar.

Sementara itu, Kapolsek Godong AKP Ngadiyo ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa itu. Menurutnya, kejadian itu murni kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan.
”Kami mengimbau kepada warga untuk mengawasi aliran listrik ketika ditinggal pergi. Hal ini supaya tidak menimbulkan kerugian pada orang lain,” katanya. (DANI AGUS/TITIS W)

Kabar Gembira, Juli 2016 Listrik di Karimunjawa Nyala 24 Jam

Ilustrasi Listrik

Ilustrasi Listrik

 

JEPARA – Masalah listrik di wilayah terluar Kabupaten Jepara yakni di Kecamatan Karimunjawa masih menjadi problem yang tak kunjung usai. Selain listrik, hanya mampu menyala setengah hari saja, juga seringnya terjadi trouble sehingga listrik kerap byar pet.

Kini warga dan calon wisatawan diberi harapan tentang maksimalnya listrik di tempat destinasi wisata nasional itu. Sebab, Pemerintah Provinsi Jateng bakal menjamin listrik di Karimunjawa dapat menyala 24 jam mulai 1 Juli 2016 mendatang.

Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Humas Setda Jepara, Hadi Priyanto. Menurutnya, baru-baru ini Sekretariat Daerah Jawa Tengah Sri Puryono melakukan komunikasi dengan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Salah satu yang dibicarakan adalah mengenai listrik di Karimunjawa.
“Selain masalah listrik juga dijanjikan bandara diperluas dan perbaikan jalan dimaksimalkan,” kata Hadi kepada MuriaNewsCom, Sabtu (19/12/2015).

Menurutnya, keunggulan Karimunjawa sangat diperhatikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sehingga dia bersama dengan Pangdam dan Polda mengunjungi Karimunjawa dua kali dalam dua minggu beberapa waktu lalu. Pada intinya, potensi wisata Karimunjawa akan dimaksimalkan.

“Selain itu, pemkab akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait mengenai zona. Agar nantinya diperkotaan sekitar Kecamatan Karimunjawa maupun ditempat lain, jangan ada turis yang memakai baju kurang sempurna berkeliaran,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Listrik Sempat Byar Pet? Ini Faktor Penyebabnya

PLN Pembangkitan Tanjung Jati B Jepara. Kemarau panjang ini beban listrik capai rekor tertinggi (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

PLN Pembangkitan Tanjung Jati B Jepara. Kemarau panjang ini beban listrik capai rekor tertinggi (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Beban listrik untuk Jawa-Bali pada musim kemarau panjangtahun ini mencapai rekor tertinggi. Namun disisi lain, justru banyakpembangkit listrik yang tak beroperasi, khususnya pembangkit listriktenaga air (PLTA) yang airnya kering akibat kemarau panjang.

Hal itu disampaikan Deputi Manajer Adi Sunarto. Menurutnya, ketikamusim kemarau panjang, sangat memengaruhi PLTA. Misalnya PLTA Ciratadi Jawa Barat, PLTA Saguling di Jawa Barat dan di Suryalaya. Wadukyang digunakan untuk PLTA mengering akibat kemarau panjang. Sehinggamenjadi defisit sistem mencapai ribuan megawatt.

“Untuk wilayah Jawa-Bali ini yang menjadi andalan ketika terjadi haltersebut, salah satunya PLN Pembangkitan Tanjung Jati B ini. Sehingga,pada musim kemarau panjang tahun ini kami beroperasi secara maksimal,”ujar Adi kepada MuriaNewsCom, Senin (9/11/2015).

Menurut dia, beban listrik sangat tinggi biasanya terjadi mulai pukul18.00 hingga 22.00 WIB. Pada waktu tersebut, masyarakatgencar-gencarnya menyalakan listrik. Apalagi di musim kemarau, membuatmasyarakat gemar menyalakan kipas angin, AC, kulkas dan yanglainnya.“Jadi jangan heran ketika kemarin, listrik sempat byar pet di beberapadaerah karena kendala itu tadi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk PLN Pembangkitan Tanjung Jati B di Jepara, adaempat unit yang beroperasi. Setiap unit memiliki daya 660 megawatt.Jumlah tersebut secara keseluruhan mampu menyuplai kebutuhan listrikJawa-Bali sebesar 11-12 persen. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Dampak Kemarau Panjang, Listrik Jawa-Bali Capai Rekor Beban Tertinggi

PT PLN Tanjung Jati B. Kemarau tahun ini yang sangat panjang membuat beban listrik Jawa-Bali meningkat drastis (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

PT PLN Tanjung Jati B. Kemarau tahun ini yang sangat panjang membuat beban listrik Jawa-Bali meningkat drastis (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Musim kemarau tahun ini yang sangat panjang membuat beban listrik Jawa-Bali meningkat drastis. Bahkan, tercatat beban listrik capai rekor tertinggi yakni 24.258 megawatt (mw).

Deputi Manajer Humas PT PLN Tanjung Jati B, Adi Sunarto menjelaskan, rekor beban listrik tertinggi terjadi pada 5 November lalu. Hal itu terjadi bukan dari beban listrik industri melainkan untuk rumah tangga.

“Musim kemarau membuat masyarakat menghidupkan AC dan kulkas. Kemungkinan itu yang membuat beban listrik menjadi tinggi,” kata Adi kepada MuriaNewsCom, Senin (9/11/2015).

Menurutnya, dibanding hari biasa, sangat jauh berbeda. Pihaknya mencatat, beban listrik hari biasa berkisar 19-21 ribu mw saja. Bahkan dibanding tahun lalu, beban tertinggi hanya sekitar 23.900 mw.”Kondisi ini membuat operasional kami dimaksimalkan,” katanya.

Seperti diketahui, PT PLN Tanjung Jati B menyuplai kebutuhan listrik se Jawa – Bali sekitar 12 persen. Ketika beban listrik meningkat, operasional dimaksimalkan. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Disdagsar Kudus Bakal Sidak Instalasi Listrik Milik Pedagang

Instalasi listrik yang terdapat di salah satu pasar di Kudus (MuriaNewsCom/FAISOL HADI)

Instalasi listrik yang terdapat di salah satu pasar di Kudus (MuriaNewsCom/FAISOL HADI)

 

KUDUS –Instalasi listrik pasar di Kudus tidak semuanya ditata dengan bagus. Terkait hal ini, pihak Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Mengagendakan sidak ke pasar untuk mengetahui kondisi jaringan listrik.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus Sudiharti mengatakan, agenda pengecekan kondisi instalasi listrik yang ada di pasar sudah direncanakan pihaknya.

“Kita agendakan dalam waktu dekat ini, kalau tidak akhir Agustus ya September mendatang. Kita akan periksa semua pasar di Kudus mengenai instalasinya,”katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia mencontohkan, di Pasar Kliwon kini sudah terdapat sampai 200 Apar. Hal itu ditaruh di setiap lorong dan sekitar kios maupun los di Pasar Kliwon. Sebelumnya, Apar di sana, jumlahnya hanya 72 buah saja.

”Kebutuhan Apar sangat penting, khususnya untuk mencegah kebakaran di Pasar Kliwon. Jadi kami tambah jumlahnya untuk mengantisipasi adanya kebakaran di pasar tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, dengan jumlah Apar tersebut, dinilai mampu untuk mencegah kebakaran. Hal itu setelah pihaknya melakukan konsultasi dengan pihak pemadam kebakaran, mengenai penempatan Apar, memilih Apar dan penggunaannya.

Penempatan Apar di Pasar Kliwon juga dinilai strategis. Sehingga, petugas pasar dapat dengan mudah menggunakannya. Bukan hanya banyaknya Apar yang disediakan, namun juga lokasi yang mudah dijangkau. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Sembarangan Pasang Instalasi Listrik? Risiko Kebakaran Mengancam

Instalasi listrik yang terdapat di salah satu pasar di Kudus (MuriaNewsCom/FAISOL HADI)

Instalasi listrik yang terdapat di salah satu pasar di Kudus (MuriaNewsCom/FAISOL HADI)

 

KUDUS – Banyaknya kasus kebakaran di beberapa lokasi fasilitas umum yang disebabkan dari jaringan listrik atau instalasi, perlu disikapi dengan serius. Sebab, jika tidak ditata dengan serius, dapat menyebabkan kebakaran yang merugikan banyak hal.

Hal itu dikatakan ketua KMKB Kudus Sururi Mujib. Menurutnya, Pemkab Kudus harus menata instalasi listrik agar tidak terjadi hal yang merugikan masyarakat. Hal itu juga untuk melindungi aset.

”Seperti halnya di pasar, instalasinya harus benar-benar dicek. Agar nantinya tidak ada yang dirugikan, apalagi sampai terjadi kebakaran,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, selain menata ulang jaringan yang berantakan, Pemkab juga harus menata dan mengecek secara berkala mengenai jaringan instalasi listrik. Hal itu, dapat mengurangi risiko adanya gangguan.

Katanya, penambahan alat pemadam juga harusnya disediakan di setiap pasar dan diletakkan di lokasi strategis. Hal itu dapat membantu jika nantinya terjadi hal yang tidak diinginkan. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)