Sst..! Ini Rahasia Buat Kerupuk Limbah Kedelai Uenakk Ala Mintobasuki

Sri Wartini menunjukkan ampas kedelai yang akan dibuat menjadi kerupuk. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sri Wartini menunjukkan ampas kedelai yang akan dibuat menjadi kerupuk. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Sri Wartini, warga Desa Mintobasuki RT 2 RW 4, Kecamatan Gabus, Pati, beberkan rahasia membuat kerupuk dari pemanfaatan limbah kedelai.

“Ampas kedelai dikukus hingga matang. Setelah itu, dicampur dengan tepung tapioka dengan perbandingan satu dibanding tiga. Fungsi tepung tapioka sebagai perekat,” katanya kepada MuriaNewsCom, Selasa (9/10/2015).

Selain ampas dan tepung, ia juga mencampurkan bumbu yang dibuat dari bawang putih, daun jeruk, ketumbar dan garam. “Semua bumbu diulek hingga halus dan dicampur bersama dengan air secukupnya,” imbuhnya.

Setelah itu, adonan dihamparkan hingga tipis lalu dijemur hingga setengah kering. “Saat setengah kering, kita potong-potong sesuai selera. Lalu, jemur lagi sampai benar-benar kering. Selanjutnya, tinggal goreng,” kata Sri sembari menata kerupuk buatannya.

Satu bungkus kerupuk kering buatannya, biasanya dihargai antara Rp 5 ribu hingga Rp 6 ribu. “Saya baru coba jual di tetangga dan sekolah-sekolah. Sambil ngantar anak sekolah, saya tawarkan kerupuk,” tukasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Kreatif! Warga Mintobasuki Pati Sulap Limbah Kedelai Jadi Kerupuk Tinggi Protein

Sri Wartini tengah menjemur kerupuk buatannya dari limbah kedelai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sri Wartini tengah menjemur kerupuk buatannya dari limbah kedelai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Limbah kedelai atau ampas biasanya dijadikan sebagai pakan ternak. Di tangan Sri Wartini, warga Desa Mintobasuki, RT 2 RW 4, Kecamatan Gabus, ampas kedelai disulap menjadi kerupuk yang nikmat dan bergizi.

”Selama ini, limbah kedelai yang digunakan untuk membuat tahu dijadikan pakan ternak. Dari sini, saya berpikir bagaimana caranya memanfaatkan limbah kedelai menjadi barang ekonomis yang layak dikonsumsi,” tutur Sri kepada MuriaNewsCom, Selasa (6/10/2015).

Berawal dari ide kreatif untuk memanfaatkan limbah tersebut, Sri berhasil menyulap ampas kedelai menjadi kerupuk. ”Jangan dikira ampas tahu itu bebas gizi, tetapi masih mengandung protein dan mineral yang cukup tinggi,” imbuhnya.

Karena itu, ia berharap agar kerupuk ampas tahu buatannya bisa menjadi produk yang dikenal di pasaran. ”Saat ini, pemesan kerupuk masih sebatas dari tetangga dan instansi yang memesan saja,” tukasnya. (LISMANTO/TITIS W)