Tertarik? Besok, Proyek Dinas Bina Marga Grobogan Senilai Rp 67 Miliar Bakal Dilelangkan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Buat pemilik perusahaan jasa konstruksi bersiaplah jika ingin mendapatkan proyek fisik di Grobogan. Pasalnya, Selasa (23/2/2016) besok, puluhan proyek bakal dilelangkan secara online melalui Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik (LPSE).

”Jumlah proyek yang kita lelang besok ada 36 paket kegiatan. Semuanya merupakan kegiatan yang ada pada Dinas Bina Marga dengan alokasi anggaran sebesar Rp 67,9 miliar lebih,” ungkap Kabag Pengendalian Pembangunan Pemkab Grobogan Siswanto.

Dijelaskan, 36 paket tersebut semuanya berlabel peningkatan jalan yang tersebar di beberapa kecamatan. Adapun besarnya alokasi anggaran 36 paket kegiatan itu bervariasi. Yakni, berkisar Rp 300 juta sampai Rp 2 miliar.

Dari 36 paket itu, sebanyak 33 paket peningkatan jalan dikerjakan dengan konstruksi beton. Sedangkan 3 paket lagi yang ada di kawasan Kota Purwodadi memakai konstruksi ATB atau lapisan aspal.

Pelelangan 36 paket itu merupakan tahapan kedua. Beberapa waktu sebelumnya, sudah ada 71 paket kegiatan Dinas Bina Marga Grobogan yang dilelangkan melalui LPSE. Total anggaran 71 paket yang dilelangkan tahap pertama ini mencapai Rp 44,6 miliar.

Menurut Siswanto, sebelum melakukan lelang, serangkaian persiapan sudah dilakukan sebaik mungkin guna memastikan semua tahapan dilakukan sesuai prosedur yang ditentukan. Seperti membuat rencana umum pengadaan dan standard operating procedur (SOP) yang nantinya merupakan berkas pengajuan pelelangan. Kemudian, dokumen pekerjaan juga sudah dikaji untuk memastikan tidak ada kekurangan.

”Sabtu (20/2/2016) kami menggelar koordinasi dengan kelompok kerja unit layanan pengadaan (Pokda ULP) dan para pejabat pembuat komitmen (PPK) terkait lelang tahap kedua ini,” imbuh mantan Sekretaris Dinas Bina Marga Grobogan itu.

Sementara itu, Bupati Grobogan Bambang Pudjiono dalam kesempatan sebelumnya menyatakan, untuk lelang tahun ini diupayakan untuk bisa dilakukan pada awal tahun anggaran. Menurutnya, jika proses lelang bisa dilakukan lebih awal maka kemungkinan adanya proyek yang tidak selesai tepat waktu akan berkurang. Di sisi lain, lelang lebih awal juga untuk menghindari minimnya penyerapan anggaran dan adanya penumpukan kegiatan di akhir tahun.

”Untuk proyek yang memang sudah siap dokumen administrasi memang saya minta segera dilelangkan. Kalau proyeknya bisa segera diselesaikan, maka masyarakat juga bisa makin cepat menikmati hasilnya,” katanya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Sebelum Lelang Proyek, Organisasi Pengadaan Barang dan Jasa di Grobogan Digembleng Tiga Institusi

Staf Pidsus Kejaksaan Negeri Purwodadi Johar Arifin memberikan pembekalan pada organisasi pengadaan barang dan jasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Staf Pidsus Kejaksaan Negeri Purwodadi Johar Arifin memberikan pembekalan pada organisasi pengadaan barang dan jasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pencegahan terjadinya penyimpangan pelaksanaan proyek pembangunan tahun 2016 dilakukan Pemkab Grobogan. Caranya, dengan memberikan pembekalan pada organisasi pengadaan barang dan jasa. Yakni, kelompok kerja unit layanan pengadaan (Pokda ULP) dan para pejabat pembuat komitmen (PPK).

Pembekalan yang dilangsungkan di Ruang Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (4/2/2016) itu menghadirkan tiga narasumber. Yakni, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Aryanto, Kasubag PAPP Infrastruktur dan Tata Ruang Biro Adm Pembangunan Daerah Setda Provinsi Jateng Agus Munawar Shodiq dan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Purwodadi Bangun Setya Budi dan stafnya Johar Arifin.

”Kami beri pembinaan ini agar kelompok kerja dan PPK tidak ada rasa ketakutan untuk melaksanakan kegiatan. Pembinaan ini, merupakan tindak lanjut dari komitmen dengan TP4D dari aparat penegak hukum dengan harapan agar semua pekerjaan bisa tepat waktu dan cepat terselesaikan. Dengan upaya ini kita berharap pelaksanaan proyek tahun 2016 tidak akan ada penyimpangan,” kata Kabag Pengendalian Pembangunan Pemkab Grobogan Siswanto.

Selain pembekalan, untuk memudahkan SKPD, beberapa waktu lalu pihaknya juga sudah mengirimkan surat pemberitahuan beserta sistem operasi prosedur (SOP) yang nantinya merupakan berkas pengajuan pelelangan. Dengan langkah ini diharapkan proyek pembangunan yang menggunakan anggaran 2016 dapat segera dilaksanakan.

Sebab, jika pelelangan bisa dilakukan lebih cepat maka kemungkinan proyek tidak selesai tepat waktu akan berkurang. Demikian pula, jika lelangnya lebih cepat maka tidak ada proyek yang molor dan akhirnya tidak bisa dilelangkan karena waktunya sudah tidak memungkinkan. Seperti, dalam proyek renovasi alun-alun tahun 2015 yang akhirnya tertunda.

Baca juga :

Jika Renovasi Alun-alun Purwodadi Gagal Lagi, Kinerja Kepala DCTK Grobogan Dipertaruhkan

Bupati Grobogan Minta Proyek Renovasi Alun-Alun Dituntaskan

Proyek Renovasi Alun-alun Grobogan Akhirnya Naik Lelang 

40 Rekanan Berebut Proyek Renovasi Alun-alun Purwodadi 

Pohon Trembesi di Alun-alun Purwodadi Diminta Tak Diganggu Proyek Renovasi 

Petugas Sakit Lelang Proyek Alun-alun Mundur

Editor : Titis Ayu Winarni

SKPD Diminta Kesiapannya untuk Proses Lelang yang Dilakukan Lebih Awal

Pekerja sedang menyelesaikan proyek publik di Alun-alun Kudus.Rencananya, untuk mempercepat pembangunan 2016, lelang akan dipercepat (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pekerja sedang menyelesaikan proyek publik di Alun-alun Kudus.Rencananya, untuk mempercepat pembangunan 2016, lelang akan dipercepat (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Rencana proses lelang yang bakal dilakukan lebih awal, yakni pada pertengahan Desember mendatang, pihak SKPD diminta untuk lebih siap.

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Kabupeten Kudus Catur Sulistyanto mengatakan, kesiapan pihak SKPD dalam lelang yang diajukan juga menjadi hal yang serius. Untuk itu dalam waktu dekat ini, SKPD bakal diedarkan surat terkait rencana lelang yang dilakukan lebih cepat dari tahun tahun sebelumnya.

“Secepatnya bakal kami edarkan suratnya secara resmi. Agar SKPD juga dapat mempersiapkan diri dalam proses lelang nantinya. Namun, secara lisan sebenarnya kami sudah memberitahukan kepada mereka,” ujarnya kepada MuriaNewsCom. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Lelang Proyek 2016 Bakal Dimulai Pertengahan Desember Ini

Pekerja sedang menyelesaikan proyek publik di Alun-alun Kudus.Rencananya, untuk mempercepat pembangunan 2016, lelang akan dipercepat (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pekerja sedang menyelesaikan proyek publik di Alun-alun Kudus.Rencananya, untuk mempercepat pembangunan 2016, lelang akan dipercepat (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Proses lelang untuk proyek 2016, sudah bakal dimulai pada pertengahan Desember 2015. Hal ini, agar pengerjaan proyek dapat dilakukan dengan cepat.
Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Kabupeten Kudus Catur Sulistyanto mengatakan, pembahasan terkait hal ini sudah dilakukan beberapa waktu lalu oleh stake holder.

“Kami upayakan, pada pertengahan Desember nanti lelang proyek sudah bisa dimulai.Hal ini, supaya pembangunan juga cepat dilakukan,” katanya saat ditemui MuriaNewsCom.
Harapannya, dengan adanya lelang yang lebih cepat, maka dalam menyelesaikan proyek juga dapat dilakukan dengan bagus pula. Di samping itu, dalam mengerjakan proyek juga lebih longgar waktunya.

Meski lelang dilakukan lebih cepat, namun katanya, pengerjaan proyek juga masih menunggu APBD 2016. Sebab untuk pekerjaannya juga masih menunggu persetujuan dari pihak legislatif.

“Biasanya, kalau dulu setelah digodok di DPRD baru dilakukan lelang, namun kali ini kami menggagas untuk dilakukan lelang lebih awal. Jadi sebelum digodok, lelang sudah rampung dan soal pengerjaan menunggu hasil dari dewan,” imbuhnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

PJs Bupati Rembang Galau Proyek Pembangunan. Ada Penyelewengankah?

Suko Mardiono, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Suko Mardiono, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Suko Mardiono, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang menginstruksikan kepada segenap jajarannya agar mengkaji ulang pelaksanaan proyek pembangunan di sejumlah satuan perangkat kerja daerah (SKPD).
Ketersediaan waktu yang menyisakan durasi selama lima bulan menjadi salah satu pertimbangan pengkajian tersebut. Khususnya bagi sejumlah proyek dengan nominal besar.

“Kajian ulang terhadap sejumlah proyek diperlukan karena ada proyek yang harus melalui lelang. Jika perencanaan tidak dikaji lagi, kami khawatir ada proyek yang tidak selesai, padahal sudah terlanjur digarap. Apalagi ini sudah Agustus, jalan dan jembatan yang kecil-kecil masih mungkin bisa dikerjakan, tapi kalau yang konstruksinya banyak, ya sulit,” ujar Suko Mardiono, Sabtu (8/8/2015).

Terkait dengan kajian ulang perencanaan pelaksanaan proyek skala besar, Suko mengaku telah melakukan upaya percepatan di setiap SKPD.

Menurutnya ada beberapa dinas atau bagian yang dipanggil ke ruangannya, tetapi ada juga yang didatangi secara langsung, seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat.

“Kami telah meminta kepada DPU agar memilah-milah pekerjaan yang memungkinkan digarap tahun ini. Idealnya seluruh SKPD kami panggil, sementara baru internal Setda. Sudah kami minta agar dipilah, mana yang mungkin diserap cepat dan mana yang akan tidak maksimal jika dikerjakan,” kata Suko. (AHMAD FERI/AKROM HAZAMI)

Proyek Senilai Rp 757 Miliar di Evaluasi

Pelaksanaan rakor untuk mengevaluasi pelaksanaan proyek tahun lalu dan proyek yang akan dikerjakan selama tahun 2015. (MURIANEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Pemkab Grobogan Sabtu (9/5/2015) siang tadi, menggelar rakor pengendalian pelaksanaan kegiatan pembangunan yang dilangsungkan di Ruang Riptaloka. Rakor yang dipimpin Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro itu dihadiri para kepala dinas, kepala bagian dan camat.

Lanjutkan membaca

SKPD Kudus Ditarget Rampung Juli untuk Lelang Proyek

Ilustrasi (MUIRANEWS)

KUDUS – Setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, ditarget untuk bisa merampungkan pengadaan barang dan jasa melalui mekanisme layanan pengadaan secara elektronik (LPSE atau e-proc), pada Juli mendatang. Semakin cepat lelang proyek digelar, maka kian maksimal juga penyerapan anggaran untuk berbagai aspek kehidupan masyarakat Kota Kretek.

Lanjutkan membaca