Tak Ada Pasokan Ikan, Aktivitas di TPI Ujung Batu Jepara Sepi

MuriaNewsCom, Jepara – Akftivtas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu sepi, menyusul sejumlah nelayan yang tak melaut karena cuaca di laut buruk, Rabu (18/1/2018). Hal itu memengaruhi pasokan ikan.‎

Pantauan MuriaNewsCom, bagian depan TPI yang biasanya digunakan pedagang menggelar dagangan nampak lengang. Hanya beberapa pedagang menjajakan ikan, dalam beberapa nampan kecil. Sementara dibagian belakang pedagang nampak memilih ikan-ikan yang baru diturunkan dari kapal.

Seorang penjual ikan di TPI Ujung Batu Sofiatun (55) mengaku tidak membuka lapaknya. Lantaran harga ikan yang melambung karena kurangnya pasokan dari nelayan.

“Gak jualan hari ini, tidak berani kulakan ikan, wong harganya mahal dan kualitasnya jelek-jelek,” ujarnya.

Menurutnya, saat paceklik ikan seperti ini pasokan ikan dari nelayan seret. Alhasil, ikan yang didapat menurun dari segi kuantitas maupun kualitas.

Menurut Sofiatun, pada hari biasa pasokan ikan yang dibeli mencapai puluhan basket (50 kilogram). Namun kini, jika ada pasokan ikan pedagang pun akan menebus seadanya.

“Ya kalau kulakan ya seadanya. Tidak sampai sebasket, mungkin cuma beberapa kilogram saja yang bisa dibeli dari nelayan kemudian dijual. Otomatis harganya ikut naik,” jelasnya.

Pedagang lain, Murodhiyah mengaku masih menjual ikan meskipun harganya naik. Dikatakannya, sudah sekitar empat hari kondisi tersebut ia alami.

“Sudah empat hari pasokan ikannya sepi karena nelayan tidak melaut. Adanya ya ini dijual,” tuturnya.

Ia mengakui, saat ini kegiatan di TPI Ujung Batu memang sepi. Meskipun ada beberapa diantara pedagang ikan yang datang, namun mereka memilih untuk tidak membuka lapak. Mereka memilih untuk menunggu ada atau tidaknya ikan.

Sementara itu, harga jual ikan melonjak dari keadaan normal. Seperti tongkol yang kini harganya Rp 60 ribu perkilogram, dari sebelumnya Rp 35 ribu, ikan bandeng pun naik, dari Rp 16 ribu kini menjadi Rp 23 ribu perkilogram.

“Hari ini mendingan ada nelayan, beberapa hari lalu justru tidak ada. Sebagian ikan pasokannya juga dari daerah timur seperti Pati dan Rembang,” pungkas Rodhiyah.

Editor: Supriyadi

Tangkapan Ikan Turun, Hasil Lelang di TPI Juwana Malah Meningkat

MuriaNewsCom, Pati – Meski hasil tangkapan ikan selama 2017  di TPI Juwana berkurang dibandingkan 2016, namun hasil lelang ikan malah mengalami kenaikan. Bahkan, perbandingan lelang cukup besar.

Kepala TPI Unit II Juwana Riyanto mengatakan,  selama 2017 hasil lelang jumlahnya mencapai Rp 198,17 miliar. Sedang untuk 2016, nilai transaksi untuk ikan hanya diangka Rp 192,89 miliar saja.

“Jumlah ikan yang cenderung berkurang dari tangkapan akan berdampak pada harga yang tinggi pula saat lelang diselenggarakan,” katanya

Hanya, berdasarkan data hasil produksi ikan di TPI Unit II Juwana selama lima tahun terakhir, hasil produksi ikannya memang naik turun. Beberapa faktor sangat berpengaruh khususnya soal cuaca.

Tertulis, selama 2013, total hasil tangkapan nelayan yang dilelang cukup tinggi mencapai 15,15 juta kg. Padahal, saat 2014 turun drastis menjadi 5,54 juta kg saja.

Sementara  2015, hasil tangkapan ikan melonjak tinggi menjadi 17,38 juta kilogram. Dan 2016 kembali naik menjadi 19,33 juta kg.

Editor: Supriyadi

Alamak, Tangkapan Ikan Selama 2017 di Pati Anjlok

MuriaNewsCom, Pati – Selama 2017, jumlah ikan tangkapan para nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Unit II Juwana Pati, mengalami penurunan. Dibandingkan 2016 lalu, tangkapan ikan turun cukup banyak selama 2017.

Kepala TPI Unit II Juwana Riyanto mengatakan,  selama 2017, ikan tangkapan para nelayan di wilayahnya hanya sebanyak 14,77 juta kg saja. Padahal di 2016 tangkapan ikan capai  19,33 juta kg.

“Jumlah kapal yang datang ke TPI guna bongkar ikan selama 2017 memang lebih sedikit dibandingkan 2016. Jadi jumlah ikan yang datang juga lebih sedikit,” katanya kepada MuriaNewsCom

Ia menyebutkan, selama 2017, tangkapan ikan nelayan di TPI Unit II Juwana untuk dilelang sebanyak 1.555 kapal, sedangkan tahun 2016 mencapai 1.693 kapal.

Sementara, berdasarkan catatan selama 2017, jumlah kapal dari luar daerah yang membongkar hasil tangkapannya di TPI Unit II Juwana sejumlah 156 kapal, sedangkan kapal daerah sebanyak 1.537 kapal.

“Sedangkan selama 2016, kapal dari luar daerah yang ke TPI sini tercatat hanya lima kapal, sedangkan kapal daerah mencapai 1.550 kapal,” ungkap dia.

Dia menyebut, faktor lain turunnya hasil tangkapan ikan juga disebabkan larangan kapal Cantrang. Meski jumlahnya tak banyak, namun masih mempengaruhi pemasukan.

Selain itu, selama empat bulan terkahir 2017, September hinga Desember juga mengalami penurunan tangkapan. Angin besar di laut, membuat nelayan berpikir ulang saat hendak berlayar.

Editor: Supriyadi

Gelombang Tinggi, Harga Ikan di Jepara Melejit

Suasana lelang ikan di TPI Ujung Batu, Kecamatan Jepara Kota, Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Gelombang tinggi yang melanda perairan Jepara ikut berpengaruh pada naiknya harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu. Meskipun demikian, kenaikan harga tak berlaku pada semua jenis ikan.

Maslikah (45) mengungkapkan, kenaikan itu lebih didominasi karena faktor alam. Namun ketika cuaca telah landai, harga-harga ikan tersebut kembali normal. 

“Cuaca belakangan ini memang gelombangnya tinggi, sehingga nelayan banyak yang tidak dapat tangkapan atau memilih tidak melaut. Sehingga tangkapannya agak berkurang,” tuturnya, Kamis (30/11/2017). 

Ia mencontohkan untuk ikan kembung yang biasanya didapatkan dengan harga Rp 600 ribu per basket (50kg), kini harganya mencapai Rp 900 ribu.

Hal itu diamini oleh pedagang lain Tunaisah (52). Menurutnya, kenaikan harga ikan di musim seperti ini menjadi hal yang wajar. 

“Kalau per kilogram, naiknya sekitar Rp 2.000-Rp 3.000, contohnya ikan petruk, gerandong, dan banyar, kalau harga awalnya Rp 15 ribu, sekarang naik Rp 17 ribu,” ungkapnya. 

Editor: Supriyadi