Banyak Kesalahan Data, Pendistribusian Kartu Indonesia Sehat Dihentikan

 

ilustrasi Kartu Indonesia Sehat

ilustrasi Kartu Indonesia Sehat

 

GROBOGAN – Pendistribusian Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang sempat dilakukan, akhirnya dihentikan sementara waktu. Adapun KIS yang terlanjur dibagikan pada penerima, ditarik lagi oleh tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK). Khususnya, KIS yang data penerimanya banyak kesalahan. Seperti penulisan nama, alamat, dan tanggal lahir.

”Untuk KIS yang datanya sudah benar tetap kita salurkan. Yang kita tarik adalah KIS yang datanya tidak sesuai dengan identitas penerima,” kata Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Sutiyoso melalui Kabid Sosial Kurniawan.

Menurutnya, setelah ditarik dan terkumpul semuanya, kartu yang datanya salah diserahkan pada pihak BPJS agar dibetulkan. Setelah ada perbaikan data, baru KIS itu disalurkan lagi pada penerima. Hal itu dilakukan agar tidak muncul persoalan dikemudian hari terkait adanya kesalahan data dalam KIS tersebut.

Ia menjelaskan, pada tahap awal sudah ada 19.585 KIS yang diterima. Dari jumlah ini, baru sekitar 40 persen yang sudah disalurkan pada penerima. Sementara sisanya belum didistribusikan.

”Baik KIS yang sudah maupun yang belum diserahkan pada penerima, ternyata banyak sekali kesalahan data. Oleh sebab itu, KIS yang datanya salah kita minta tidak disalurkan, biar dibetulkan dulu,” tegasnya.

Dalam acara sosialisasi beberapa hari lalu, Kepala BPJS Kesehatan Grobogan Asri Wulandari menegaskan kalau munculnya kesalahan data dalam KIS itu dinilai tidak masalah. Artinya, kartu itu tetap bisa dibagikan pada penerima. Nantinya, kartu itu bisa langsung digunakan untuk mendapatkan layanan kesehatan meski ada kesalahan data penerima.

”Secara lisan pihak BPJS memang menyampaikan seperti itu. Tetapi, mereka tidak bisa memberikan jaminan tertulis jika KIS yang datanya salah itu tidak akan ditolak ketika digunakan buat berobat di tempat layanan kesehatan, baik rumah sakit atau puskesmas. Karena tidak ada pernyataan tertulis ini, kami meminta agar data yang salah direvisi dulu biar nantinya tidak ada persoalan,” cetus Kurniawan. (DANI AGUS/TITIS W)

Hore, Pati akan Punya Puskesmas Rawat Inap

Salah satu rumah sakit di Pati. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Salah satu rumah sakit di Pati. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Penolakan pihak rumah sakit terhadap pasien, lantaran sudah tidak ada kamar memang menjadi keluhan masyarakat. Kalau pun ada, biasanya ditawari kamar VIP dengan harga yang mahal. Padahal, tidak semua warga mampu membayar kamar VIP.

Sementara itu, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang digadang-gadang sebagai penyelamat kesehatan warga, sebatas berfungsi mengatasi keluhan-keluhan kesehatan ringan. Karena itu, Pemkab Pati rencananya akan segera merealisasikan program Puskesmas rawat inap.

“Pemkab akan segera merealisasikan puskesmas yang bisa memberikan layanan rawat inap. Paling tidak, program itu bisa membantu layanan kesehatan warga pada tahap awal, mengingat selama ini banyak keluhan yang mengadu rumah sakit sering penuh dan tak ada kamar,” ujar Bupati Pati Haryanto kepada MuriaNewsCom, Sabtu (3/10/2015).

Namun, lanjutnya, program tersebut tidak bisa digalakkan secara serentak karena menyangkut soal anggaran. Karenanya, program puskesmas yang bisa melayani pasien rawat inap akan dilakukan secara bertahap.

“Orang sakit memang secepatnya ditangani. Masalahnya, itu menyangkut nyawa seseorang sehingga pelayanan di bidang kesehatan harus benar-benar ditingkatkan, termasuk rencana adanya puskesmas rawat inap,” tandasnya. ( LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Bupati Pati Desak Dokter Tingkatkan Layanan Kesehatan

Bupati Pati Haryanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Bupati Pati Haryanto mendesak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pati untuk meningkatkan layanan kesehatan di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan rumah sakit.

Hal itu diharapkan bisa melayani masyarakat di bidang kesehatan dengan baik. ”Kami minta IDI bisa memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan baik, terutama di Puskesmas dan rumah sakit,” kata Bupati Pati Haryanto saat memberikan sambutan pelantikan pengurus IDI Kabupaten Pati, Sabtu (3/10/2015).

Selama ini, kata dia, banyak masyarakat yang mengeluhkan layanan kesehatan, terutama rumah sakit yang sering menolak pasien karena tempatnya sudah penuh. Padahal, orang sakit memang harus segera mendapatkan pertolongan.

”Rencananya, Pemkab tahun ini akan buka kelas III untuk mengakomodasi keluhan masyarakat terkait dengan layanan kesehatan. Kami minta dokter bisa bekerja sama untuk memberikan layanan terbaik untuk warga,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Petugas RS Fastabiq Sehat Berdalih Layanan Kesehatan Gratis Hanya untuk Cek Tekanan Darah

Suasana posko mudik di kawasan Jalan Pati-Kudus Km 6, Selasa (14/7/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Suasana posko mudik di kawasan Jalan Pati-Kudus Km 6, Selasa (14/7/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Beberapa pemudik yang sempat mampir di pos kesehatan milik RS Fastabiq Sehat merasa terkelabuhi dengan adanya layanan kesehatan. Hal ini, karena setelah melakukan pengecekan kesehatan ternyata dimintai biaya.

Terkait hal ini, petugas lapangan RS Fastabiq Sehat berdalih, memberikan layanan gratis hanya untuk cek berat badan, cek tekanan darah, dan konsultasi kesehatan dengan dokter umum. Sementara itu, untuk layanan kesehatan lainnya seperti cek asam urat, gula darah, dan kolesterol mengharuskan pemudik yang mampir untuk bayar.

Saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, pihak manajemen RS Fastabiq Sehat akhirnya mau membuat layanan kesehatan gratis dengan indikasi medis. “Siang ini kami akan segera menggratiskan layanan sesuai indikasi medis,” kata Humas RS Fastabiq Sehat Arofa.

Padahal, sehari sebelumnya RS Fastabiq Sehat sudah berhasil melakukan komersialiasi layanan kesehatan dengan memanfaatkan momen posko mudik. Jargon Islam yang mestinya untuk kemanusiaan dan kebaikan, akhirnya hanya digunakan sebagai kedok bisnis yang menggiurkan. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Buka Pos Pelayanan Kesehatan, RS Fastabiq Sehat Malah Minta Bayaran Pemudik

Suasana posko mudik di kawasan Jalan Pati-Kudus Km 6, Selasa (14/7/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Suasana posko mudik di kawasan Jalan Pati-Kudus Km 6, Selasa (14/7/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Rumah Sakit Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati membuka pos layanan kesehatan, tepat di sebelah Pos Pelayanan Lebaran Polres Pati 2015 di Jalan Pati-Kudus Km 6. Bukannya memberikan layanan gratis untuk pemudik, RS Fastabiq Sehat justru jualan jasa kesehatan, seperti cek gula darah, asam urat, dan cek kolesterol.

Sontak, kegiatan tersebut mencederai rasa kemanusiaan pemudik yang melewati jalan tersebut. Rumah sakit yang mendeklarasikan diri dengan jargon Islam ini, justru melakukan komersialisasi terhadap momen posko mudik yang dibuka berbagai institusi pemerintah daerah.

Bahkan, Sugiarto, salah satu anggota Koramil Margorejo sempat terkelabuhi dengan posko RS Fastabiq Sehat. Ia mengira, layanan kesehatan yang dilakukan gratis, ternyata berbayar.

“Biasanya posko untuk mudik itu gratis. Posko RS Fastabiq dekat dengan posko pelayanan Polres Pati, sehingga saya kira gratis. Saat cek darah, ternyata diminta bayar Rp 6 ribu,” ujar Sugiarto kepada MuriaNewsCom, Selasa (14/7/2015). (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Pemkab Jepara Bujuk Masyarakat ke FKTP

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi ketika mengunjungi pasien di RSUD Kartini beberapa waktu lalu. Kali ini Bupati berharap agar pelayanan kesehatan ditingkatkan untuk sukseskan program JKN. (MURIA NEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Saat ini pemerintah tengah menyosialisasikan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pada era JKN ini, pelayanan kesehatan dilakukan secara berjenjang.

Lanjutkan membaca

70 Anak Yatim Ikuti Layanan Kesehatan Gratis dan Celoteh Inspiratif

Anak-anak yatim tengah mendengarkan kata sambutan dari Kepala Bagian Yatim Mandiri Kudus. (MURIANEWS/HANA RATRI)

KUDUS – Sebanyak 70 anak yatim ikuti layanan kesehatan gratis dan celoteh inspiratif. Ke 70 anak ini yang tergabung dalam sanggar belajar Genius Kudus, terlihat antusias mengikuti kegiatan.

Lanjutkan membaca