Polisi Tetapkan 7 Tersangka Kerusuhan Antarnapi Nusakambangan

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto (tengah) didampingi Kalapas Permisan Yan Rusmanto (kiri) dan Kasatreskrim Polres Cilacap AKP Agus Supriadi (kanan) menunjukkan barang bukti yang disita pascakerusuhan antarnapi Lapas Permisan, Pulau Nusakambangan. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Sumarwoto)

MuriaNewsCom, Cilacap – Kepolisian Resor Cilacap menetapkan tujuh tersangka dalam kasus kerusuhan antarnapi di Lembaga Pemasyarakatan Permisan, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang luka-luka.

“Hari ini ditetapkan lima tersangka dari laporan awal dengan pelapor saudara Sutrisno, kemudian dua tersangka lagi untuk pelapor saudara David. Jadi untuk korban meninggal, pelakunya adalah saudara Sutrisno,” kata Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto didampingi Kepala Lapas Permisan Yan Rusmanto, di Markas Polres Cilacap, Rabu (8/11/2017) dilansir dari Antarajateng.com.

Ia mengatakan motif terjadinya kerusuhan, yakni antara David dan Sutrisno saling menjaga gengsi untuk mencari pengaruh sehingga terjadi aksi pengeroyokan. Pengeroyokan tersebut dilakukan oleh David dan kawan-kawan terhadap Sutrisno di Blok C Nomor 20.

Baca : Napi Lapas Nusakambangan Tewas Ditusuk, Begini Suasananya Sekarang

Selanjutnya, Sutrisno dan kawan-kawan melakukan pembalasan hingga akhirnya korban atas nama Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian alias Bony terjatuh sehingga dianiaya oleh tersangka Sutrisno. Bony meninggal dunia saat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap.

“Saat ini jenazah korban sedang diotopsi atas permintaan keluarga. Tadi sudah kami dampingi untuk dilakukan otopsi di Purwokerto,” kata Kapolres.

Ia mengatakan korban meninggal juga merupakan salah seorang tersangka dari lima tersangka yang dilaporkan oleh Sutrisno. Menurut dia, empat tersangka lainnya yang dilaporkan Sutrisno berinisial D, DD, MR, dan S, sedangkan dua tersangka yang dilaporkan David berinisial S dan HB.

Selain mengakibatkan satu orang meninggal, kata dia, insiden tersebut juga menyebabkan tiga napi terluka, salah seorang di antaranya Jhon Kei yang mengalami luka di pelipis dan tangan.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan pascakerusuhan yang terjadi pada hari Selasa (7/11) itu, pihaknya bersama dengan pihak Lapas Permisan segera melakukan penggeledahan untuk mencari barang bukti.

Dari hasil penggeledahan tersebut, lanjut dia, pihaknya menemukan sejumlah pisau, besi, batu, kayu dan beberapa benda lain yang digunakan para pelaku. Kayu dan besi yang digunakan saat kerusuhan itu diperoleh dengan mudah pelaku karena di Lapas Permisan sedang ada proyek pembangunan. “Saat ini situasi telah kondusif. Napi-napi yang terlibat telah dipindahkan ke lapas lain,” katanya.

Kapolres memastikan kerusuhan tersebut bukan bentrokan antarkelompok napi kasus terorisme dan kelompok simpatisan Jhon Kei karena napi-napi yang terlibat dalam insiden merupakan napi pidana umum dan narkoba.

Sementara itu, Kalapas Permisan Yan Rusmanto menyampaikan terima kasih kepada Polres Cilacap atas respons yang diberikan sehingga kejadian tersebut dapat ditangani dengan cepat dan situasi kembali kondusif.

Ia mengakui jika sebelum terjadi kerusuhan, jumlah napi di Lapas Permisan melebihi kapasitas yang sebesar 224 orang namun diisi 352 orang, sedangkan jumlah petugas jaga hanya sembilan orang dan petugas administrasi sebanyak 39 orang.

“Saat kami berusaha melerai, tim dari Polres Cilacap datang sehingga dapat segera ditangani,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Napi Lapas Nusakambangan Tewas Ditusuk, Begini Suasananya Sekarang

Suasana di depan Lapas Nusakambangan, Cilacap. (adelaidenow)

MuriaNewsCom, Cilacap – Seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan Permisan, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, dilaporkan meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian perut saat terjadi kerusuhan antarnapi.

Dilansir dari Antarajateng.com, informasi yang dihimpun, kerusuhan tersebut terjadi pada Selasa sekitar pukul 12.30 WIB di Blok C Nomor 20 yang merupakan kamar napi tamping atau tahanan pendamping.

Kerusuhan bermula dari perbincangan salah seorang napi bernama Ridwan alias Vampir dengan salah seorang petugas lapas.

Dari perbincangan tersebut Ridwan mengetahui jika pada Selasa (7/11) pagi terjadi keributan antara kelompok napi kasus terorisme dan napi anak buah Jhon Key.

Informasi tersebut menyulut kemarahan kelompok napi anak buah Jhon Key sehingga mereka menyerang Blok C Nomor 20.

Kelompok napi yang ikut menyerang terdiri atas Semi Ambon, Bangao, Heri alias Sibuta, Andi, Slamet, Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian alias Bony, David dan Ridwan alias Vampir.

Akibat penyerangan tersebut, tiga napi yang menghuni Blok C Nomor 20, yakni Sutrisno (25) mengalami luka tusuk pada paha belakang serta memar pada muka dan tangan, Hasan Bisri (36) mengalami luka memar dan luka tusuk di kepala, serta Dadang Arif (30) mengalami luka memar di wajah.

Bahkan, salah seorang napi kelompok anak buah Jhon Key, yakni Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian perut.

Saat dikonfirmasi Antara, Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto mengatakan telah terjadi kerusuhan di Lapas Permisan, Pulau Nusakambangan, yang menyebabkan seorang napi meninggal dunia.

“Saat ini situasi telah kondusif. Kami sudah memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan tersebut,” katanya.

Menurut dia, pemeriksaan tersebut dilakukan oleh petugas di Lapas Permisan.

Kendati situasi telah kondusif, dia mengatakan anggota Dalmas Polres Cilacap dan Brimob Polda Jawa Tengah masih berjaga di Lapas Permisan.

Aktivitas di Dermaga Wijayapura yang merupakan tempat penyeberangan menuju lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Cilacap tampak berjalan normal pascakerusuhan antarnapi di Lapas Permisan.

Dari pantauan di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Rabu (8/11/2017) pagi, puluhan pembesuk yang akan mengunjungi napi di sejumlah lapas Pulau Nusakambangan tampak mendatangi tempat penyeberangan itu.

Kendati demikian, menurut sejumlah petugas di Dermaga Wijayapura, kunjungan ke Lapas Permisan untuk sementara ditutup.

Sementara pada pukul 10.00 WIB, belasan personel Brimob Polda Jawa Tengah tampak turun dari Kapal Pengayoman IV yang menyeberangkan mereka dari Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan menuju Dermaga Wijayapura.

Belasan personel Brimob tersebut segera naik bus yang telah menunggu di pelataran parkir Dermaga Wijayapura.

Menurut salah seorang anggota Polres Cilacap yang baru bertugas di Nusakambangan, belasan personel Brimob itu meninggalkan Lapas Permisan karena situasi telah kondusif.

“Semula ada satu peleton yang jaga di sana, sekarang tinggal satu regu,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto mengatakan situasi Lapas Permisan sudah aman dan kondusif.

Menurut dia, sejumlah napi telah dipindahkan dari Lapas Permisan ke Lapas Pasir Putih dan Lapas Batu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami telah memeriksa 25 saksi yang melihat kejadian itu, baik dari napi maupun pihak lapas,” katanya.

Editor : Akrom Hazami