Alamak, Komplotan Bocah Pembobol SD Margorejo Ternyata Sudah Bobol 8 Sekolah di Kudus

Tiga remaja masih usia belasan tahun tepergok warga Dawe Kabupaten Kudus saat melakukan pembobolan SDN 1 Margorejo, Dawe Kudus Jawa Tengah, Senin (20/11/2017) malam. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus pembobolan SD 1 Margorejo, Dawe  yang dilakukan tiga anak di bawah umur terus didalami Polres Kudus. Setelah memastikan adanya tersangka baru, polisi juga menyatakan ketujuh bocah berusia dibawah 16 tahun itu sudah membobol delapan sekolah.

Selama aksinya, pelaku selalu bergerombol dan berjumlah tujuh orang. Tiga di antaranya tertangkap saat membobol SD Margorejo, sedangkan empat lainya masih buron.

Baca: Kepergok Warga, Aksi Tiga Bocah Bobol SD di Dawe Berakhir di Kantor Polisi

Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning mengatakan, pasca tertangkapnya tiga bocah tersebut, Senin (20/11/2017) malam lalu, polres langsung melakukan penindakan. Hasilnya, para pelaku yang sebagian masih sekolah sudah melakukan aksi delapan kali.

”Delapan sekolah yang dibobol terdapat di beberapa kecamatan di Kabupaten Kudus,” katanya Rabu (22/11/2017)

Disebutkan, kedelapan tempat itu, meliputi empat sekolah di Kecamatan Gebog, dua di Kecamatan Bae, dan dua lagi di Kecamatan Dawe. Sama seperti yang terakhir dilakukan, semua yang disasar adalah sekolah yang sepi dan minim pengawasan.

Baca: Pelaku Pembobol SD 1 Margorejo Bertambah 4 Orang

Selain itu, para pelaku yang masih anak tersebut, tak hanya mengincar barang mewah seperti laptop saja. Mereka juga membawa barang yang ada seperti jam dinding yang terpasang di kelas.

”Barang hasil curian dijual para pelaku. Uang hasil penjualan itu digunakan untuk berfoya-foya,” imbuhnya.

Saat ini, proses masih terus berlangsung. Pihak kepolisian akan terus mendalami dan meminta keterangan dari keempat pelaku yang masih dicari.

Editor: Supriyadi

Nembang di Pesta Rakyat Jateng, Siswi SMK NU Banat Kudus dapat Laptop dari Gubernur

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) saat mendengarkan tembang dari salah satu peserta Pesta Rakyat Jateng 2017 di Alun-alun Jepara, Jumat (25/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bagi-bagi hadiah berupa sepeda dan laptop, disela pembukaan Pesta Rakyat Jateng 2017 di Alun-alun Jepara, Jumat (25/8/2017). 

“Ayo siapa siswa atau siswi di sini yang bisa nembang  macapat maju saya kasih hadiah, ayo cepat. Hadiahnya sepeda dan laptop. Satu orang saja, ayo cepat naik panggung,” kata Ganjar melalui pelantang suara.

Tawaran itu mulanya disambut dingin, namun setelah mendengar hadiah disebutkan setidaknya ada tiga orang yang merangsek menuju panggung utama. Peserta pertama kuis tersebut adalah Iko Abdullah, siswa dari SMK Islam Jepara. Namun sayang, rupanya ia tak mendengar tantangan Ganjar secara utuh. 

“Enggak saya gak bisa nyanyi macapat pak,” jawabnya menjawab pertanyaan Ganjar. 

Peserta kedua adalah siswi SMK NU Bannat Kudus Annisa Intan Barokah. Disaksikan Ganjar dan ratusan pengunjung Pesta Jateng 2017 ia menyanyikan sebuah tembang pocung. Namun hal itu tak membuat Gubernur puas. 

“Saya kok belum pernah mendengar pocung yang seperti itu ya, coba nyanyi yang lain,” ujar Ganjar. 

Annisa pun diminta untuk menyanyikan lagu lain. Kemudian siswi kelas XII jurusan fashion itu menyanyikan lagu khas Kudus yang menceritakan tentang perjuangan Sunan Muria dan lagu mars sekolahnya. Setelahnya ia pun disuruh memilih hadiah. 

“Saya mau laptop pak,” kata dia sambil tersenyum. 

Ganjar kemudian meloloskan permintaan siswi berumur 17 tahun itu.  

Editor: Supriyadi