Rp 150 Juta Digelontorkan untuk Pengadaan LPJU di Jalan Mayong-Nalumsari

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Jepara – Dinas Perhubungan Jepara bakal menggelontorkan dana Rp 150 juta untuk pengadaan lampu penerangan jalan umum (LPJU). Nantinya pengadaan lampu tersebut dititikberatkan pada wilayah Kecamtan Mayong dan Nalumsari, atau lebih tepatnya jalan menuju Pondok Pesantren Balai Kambang.

Wilayah tersebut, pada bulan Agustus mendatang akan ada acara nasional yakni Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional. Selain itu, kondisi jalan Mayong-Nalumsari saat malam hari juga sangat gelap dan amat sepi.

Kabid Lalu lintas Jalan pada Dishub Jepara Soleh Sudarsono mengatakan, daerah itu memang jarang LPJU. Sehingga nantinya akan bisa dipasang lampu,yang dimulai sekitar bulan Maret mendatang. “Nantinya akan dipasangi lampu jenis LED sekitar 63 unit pada Jalan Mayong-Nalumsari,” katanya.

Sementara itu, ia juga menjelaskan, bahwa sebenarnya jalan Mayong-Nalumsari bisa dipasangi sejumlah lampu sebanyak 93 unit. Karena keterbatasan anggaran, maka anggaran yang ada harus bisa dimaksimalkan terlebih dahulu.

“Idealnya lampu yang harus dipasang di jalan Mayong-Nalumsari memang sekitaran 93 unit. Berhubung hanya anggaran Rp 150 juta, maka kita maksimalkan terlebih dahulu. Sedangkan untuk kekurangannya akan dilanjutkan pada tahun depan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Hati-hati Jika Malam Hari Melintas di Jalur Kembang-Kelet

f-lampu jalan

MuriaNewsCom, Jepara – Pengendara yang akan melintas di jalur utara Jepara, tepatnya di wilayah Kecamatan Kembang hingga Kelet harus lebih berhati-hati, terutama pada malam hari. Sebab, di sana kondisinya minim penerangan dan hingga lebaran nanti, dipastikan belum ada penambahan lampu jalan oleh pemerintah.

Hal itu diakui Kabid Kabid ESDM pada Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM Kabupaten Jepara Ngadimin. Menurutnya, khusus jalur Kembang-Kelet memang cukup rawan dan sebenarnya membutuhkan tambahan penerangan karena didominasi kawasan hutan jati dan karet.

“Jarak antara satu lampu penerangan jalan umum (LPJU)  dengan LPJU lain cukup jauh. Pemerintah sudah berusaha memberikan penerangan dengan LPJU bertenaga surya. Tapi banyak yang sengaja dirusak,” ujar Ngadimin kepada MuriaNewsCom, Jumat (1/6/2016).

Lebih lanjut ia mengemukakan, komponen banyak yang dicuri, sehingga sampai saat ini memang jarang ada yang menyala. Jika nanti dipasang LPJU, pihaknya akan mengusulkan LPJU biasa saja. Sehingga yang bertenaga surya dipasang di kawasan yang padat penduduk agar ada yang turut menjaga.“LPJU di daerah selatan banyak yang masih baik. Sebab ada di area padat penduduk,” ungkapnya.

Di jalur tersebut, pihaknya mengaku baru melakukan perencanaan dan pengajuan anggaran. Baik di APBD Perubahan, ke provinsi, pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan ke Kementerian ESDM. “Kami mengajukan maksimal atau sebanyak mungkin. Tapi belum tahu berapa yang akan disetujui,” katanya.

Ia menambahkan, sebenarnya, pihaknya sudah melakukan pemasangan lampu di titik baru. Mulai dari Sambung Oyot ke arah Donorojo (sampai SMA Donorojo), maupun Sambung Oyot ke arah Kelet. Puluhan lampu dipasang di 42 titik. “Pemasangan sudah selesai 100 persen dan sudah menyala,” kata Ngadimin.

Selain di jalur utama penghubung Jepara dan Kabupaten Pati, pemasang LPJU di wilayah utara juga mencakup titik masuk menuju desa tertentu. Seperti di jalur utama menuju Desa Cepogo, Kecamatan Kembang yang sudah dipasangi lima lampu.

Editor : Kholistiono