Satlantas Polres Kudus Masih Selidiki Peristiwa Tabrakan di Ngembal Rejo

MuriaNewsCom, Kudus – Satuan Lalu Lintas Polres Kudus masih menyelidiki kasus tabrakan Mobil versus motor, yang mengakibatkan dua remaja tewas, Minggu (11/2/2018) malam. Saat ini petugas sedang mendalami keterangan dari saksi-saksi.

Hal itu dikatakan Kanit Lakalantas Polres Kudus Iptu Ngatmin, Senin (12/2/2018). Menurutnya, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan keterangan saksi-saksi terkait kejadian tersebut.

Adapun, kronologi kejadian terjadi saat mobil Honda Jazz bernomor K 7539 XA, yang dikendarai AA melaju dari arah timur ke Barat. Sampai di tempat kejadian yakni Jl Jendral Sudirman, Turut Desa Ngembal Rejo, Kecamatan Bae, pengemudi menabrak motor yang dikendarai oleh Melly dan memboncengkan Siti.

Diduga, pengendara mobil saat itu tak memperhatikan arus lalu lintas, saat melintas di tempat kejadian peristiwa. Akibatnya, dua remaja yang ditabrak mengalami luka parah dan akhirnya meninggal dunia.

“Pengendara mobil dan kendaraan sudah kami amankan di Mapolres Kudus,” ujar Kanit lakalantas Polres Kudus Ngatmin.

Menurutnya, hingga saat ini prosesnya masih lidik. “Kita masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, karena hingga dengan sekarang keterangan dari saksi dan pengemudi belum sinkron. Nanti putusannya dari pemeriksaan (apakah lanjut ke proses penyidikan),” tuturnya.

Sementara itu, di dunia maya video terkait lakalantas tersebut tersebar luas. Seperti yang dibagikan oleh akun facebook Kudus Viral, yang memperlihatkan warga geram dengan pengemudi Honda Jazz yang dianggap kabur setelah menabrak. Mereka lantas mengejar kendaraan tersebut dan sempat menghentikannya.

Editor : Supriyadi

Pulang Sekolah, Siswa SMPN 3 Jekulo Kudus Tewas Terlindas Trailer

MuriaNewsCom, Kudus – Dimas Anang Prasetyo (14) warga Desa Terban RT 2 RW 3, Kecamatan Jekulo dijemput ajal saat pulang sekolah, Senin (8/1/2018). Pelajar SMP N 3 Jekulo itu tewas setelah tubuhnya masuk ke kolong trailer dan terlindas, di sekitar Jembatan Blimbing Kembar, Gondoharum, Jekulo, pukul 14.30 WIB.

Kapolsek Jekulo AKP Subakri menuturkan, kejadian bermula saat Dimas pulang sekolah. Ketika itu ia menunggang motor bernopol K 6726 FR, dengan tidak menggunakan helm.

“Saat itu ia mau pulang menuju arah barat (dari timur). Kondisi saat itu hujan, lalu ia (Anang) dengan motornya hendak menaiki aspal. Diduga licin dan tak menguasai keadaan, ia terpeleset dan masuk ke kolong trailer yang juga berjalan dari timur,” tuturnya, dihubungi MuriaNewsCom melalui telepon.

Sementara itu, supir trailer Edy Suroyo (44) awalnya tidak mengetahui adanya kendaraan yang masuk ke dalam kolong kendaraan yang ia kemudian. Namun kemudian, ia lantas memberhentikan trailernya dan menepi.

Adapun, Trailer bernopol H 1450 BG, sedianya hendak menuju ke Semarang setelah menurunkan muatan semen. Saat ini warga Kendal itu, diamankan di Mapolres Kudus untuk dimintai keterangan.

“Untuk korban, sudah dilakukan visum di rumah sakit, untuk kemudian diserahkan kepada keluarga. Adapun luka yang dialami ada di bagian kepala dan cukup parah,” tuturnya.

Editor: Supriyadi

Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Kecelakaan Karambol di Jalan Purwodadi Blora

MuriaNewsCom, Grobogan – Polres Grobogan memastikan taka da korban jiwa dalam kecelakaan karambol yang melibatkan lima kendaraan di jalan raya Purwodadi-Blora, tepatnya di depan TPK Sambirejo, Kecamatan Wirosari, Senin (8/1/2018).

Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Candra menyatakan, dalam kecelakaan tersebut tak ada korban jiwa. Hanya ada dua orang luka, yakni, pengendara motor Vixion Adi Wicahyanto dan istrinya Umi Narsih.

”Korban kita antarkan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Untuk pengemudi dan penumpang mobil tidak ada yang terluka,” katanya.

Baca: 5 Kendaraan Alami Kecelakaan Karambol Di Jalan Purwodadi-Blora

Sebelumnya, kecelakaan karambol tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian bermula saat mobil Isuzu Panther bernopol L 1434 MM yang dikemudikan Ardiansyah Emanuel, warga Surabaya melaju dari arah timur dengan kecepatan cukup tinggi.

Sesampai di lokasi, kendaraan sempat turun dari bahu jalan. Selanjutnya, sang sopir berupaya menaikkan lagi kendaraannya ke keluar dari bahu jalan.

Baca: Begini Kronologi Kecelakaan Karambol Lima Kendaraan Di Jalan Purwodadi-Blora

Hal ini menyebabkan kendaraanya oleh terlalu kekanan dan menabrak sepeda motor vixion yang dikendarai Adi Wicahyo, warga Ngaliyan, Semarang yang melaju dari arah berlawanan.

Setelah itu, kendaraan berturut-turut menabrak Daihatsu Grand Max nopol H 9573 WG, dan Suzuki Ertiga B 2668 SFT yang berjalan beriringan dibelakang sepeda motor.

Akibat kejadian ini, kendaraan Grand Max sempat terguling dan menimpa sepeda motor Mio yang diparkir di depan sebuah warung diutara jalan raya.

Meski sudah menabrak tiga kendaraan, mobil panther masih tetap melaju dan akhirnya berhenti setelah menabrak pagar TPK Sambirejo.

Editor: Supriyadi

Begini Kronologi Kecelakaan Karambol Lima Kendaraan di Jalan Purwodadi-Blora

MuriaNewsCom, Grobogan – Kecelakaan karambol yang melibatkan lima kendaraan di di jalan raya Purwodadi-Blora, tepatnya di depan TPK Sambirejo, Kecamatan Wirosari, Senin (8/1/2018) membuat geger pengguna jalan.

Ini lantaran, lima kendaraan yang terdiri dari tiga mobil dan dua sepeda motor kondisinya sangat mengenaskan. Lantas bagaimana kronologinya?

Dari informasi, kecelakaan mengerikan tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian itu bermula dari mobil Isuzu Panther L 1434 MM yang dikemudikan Ardiansyah Emanuel, warga Surabaya melaju dari arah timur dengan kecepatan cukup tinggi.

Sesampai di lokasi, kendaraan sempat turun dari bahu jalan. Selanjutnya, sopir panther berupaya menaikkan lagi kendaraannya ke keluar dari bahu jalan.

Baca: 5 Kendaraan Alami Kecelakaan Karambol Di Jalan Purwodadi-Blora

Hal ini menyebabkan kendaraanya oleh terlalu kekanan dan menabrak sepeda motor vixion yang dikendarai Adi Wicahyo, warga Ngaliyan, Semarang yang melaju dari arah berlawanan.

Setelah itu, kendaraan berturut-turut menabrak Daihatsu Grand Max nopol H 9573 WG, dan Suzuki Ertiga B 2668 SFT yang berjalan beriringan dibelakang sepeda motor.

Akibat kejadian ini, kendaraan Grand Max sempat terguling dan menimpa sepeda motor Mio yang diparkir di depan sebuah warung diutara jalan raya.

Meski sudah menabrak tiga kendaraan, mobil panther masih tetap melaju dan akhirnya berhenti setelah menabrak pagar TPK Sambirejo.

Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Candra menyatakan, dalam kecelakaan tersebut hanya mengakibatkan dua orang luka. Yakni, pengendara motor Vixion Adi Wicahyanto dan istrinya Umi Narsih.

“Korban kita antarkan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Untuk pengemudi adan penumpang mobil tidak ada yang terluka,” katanya.

Editor: Supriyadi

APV Tabrak Sepeda Motor di Gembong Pati, 2 Tewas

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Raya Gembong – Pati KM 2 tepatnya di sebelah Timur SMP N Gembong, turut Dukuh Ngembes Desa Gembong Kecamatan Gembong, Pati, Kamis (04/12/2018).

Kapolres Pati, AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Gembong, AKP Giyanto mengatakan, kecelakaan melibatkan sepeda motor Yamaha 75 bernopol K 3406 CB dengan APV Pick Up dengan nopol H 1932 PL.

Saat kejadian, Suzuki APV Pick Up yang bermuatan dekorasi pengantin, berjalan dari arah Barat menuju ke Timur atau dari arah Gembong menuju Pati. Sepeda motor Yamaha 75 yang saat itu tidak dilengkapi lampu penerangan, berjalan dari arah sebaliknya yakni Timur ke Barat atau dari arah Pati menuju ke Gembong.

Baca: Rayakan Tahun Baru, Pemuda 24 Tahun Tewas Masuk Jurang Di Jepara

Setiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Suzuki APV Pick Up berjalan terlalu ke Kanan, sehingga menabrak sepeda motor Yamaha 75.

Selanjutnya Suzuki APV Pick Up yang dikendarai korban menabrak tiang telepon dan masuk ke kebun tebu warga, dengan posisi kendaraan berbalik arah.

Akibatnya, dua orang tidak tertolong jiwanya saat ditangani tim medis, dalam kecelakaan lalu lintas tersebut.

Baca: Tanam Padi, Lima Warga Cepogo Jepara Tersambar Petir, Satu Tewas

”Korban adalah pengemudi Suzuki APV Pick Up, Hadi Supriyanto (21) warga Desa Bermi RT 04/RW 03, Kecamatan Gembong, Pati. Korban mengalami hematum kepala dan meninggal dunia di Puskesmas Gembong,” katanya seperti dikutip dari laman Tribratanews Polda Jateng.

Sedangkan korban kedua adalah Mulyono (65) pengendara motor Yamaha 75 warga Dukuh Muktisari RT 05/RW 02, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Pati. Korban mengalami luka robek di dagu, mulut dan hidung keluar darah, jari tengah kanan robek dan patah, bahu kanan patah.

”Korban sempat dibawa ke RS Mitra Bangsa Pati. Namun nyawanya juga tak tertolong”, imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Hindari Kubangan Air, Warga Senenan Jepara Tewas Terlindas Truk Dam

Evakuasi korban meninggal dunia yang terjadi di ruas Jl Jepara Kudus KM 10, Senin (4/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Berniat mengantarkan istrinya bekerja, Agus Kristanto (35) warga Dukuh Krajan, Desa Senenan, RT 01 RW 01, Kecamatan Tahunan harus kehilangan belahan jiwanya Prapti Handayani.

Perempuan 35 tahun itu tewas setelah terlindas truk di Jl Jepara-Kudus KM 10, Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan, Senin (4/12/2017). Sementara Agus, kini dalam perawatan di RSUD Kartini karena menderita luka-luka. 

Harsono (45) yang saat itu berada ditempat kejadian mengatakan, saat itu suami istri tersebut menaiki motor Vario K 6546 AEC. Mereka berangkat dari Jepara hendak menuju Kudus ke tempat kerja Prapti yang bekerja di RS Mardi Rahayu, sekitar pukul 06.00 WIB. 

Setelah melewati jembatan yang ada di depan Jepara Trade Center,  Agus menghindari genangan akibat air hujan, yang berada di sisi kiri. Namun dari arah yang sama, ada sebuah mobil yang juga menghindari genangan dan mencoba menyalip motor yang dikendarai keduanya. 

Namun, mobil yang belum diketahui identitasnya ini, kurang sigap saat menyalip pasangan suami istri tersebut. Hingga akhirnya menyenggol kemudi Vario. 

“Setelah jatuh ada truk dam yang menabrak korban (Prapti). Truknya langsung lari, sementara yang bersangkutan meninggal ditempat kejadian. Korban dan suaminya dibawa ke RSUD Kartini,” ucap dia. 

Sementara itu, Kasatlantas Polres Jepara AKP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Hal itu untuk memastikan kronologi kejadian. 

Namun berdasarkan keterangan sementara, memang benar yang bersangkutan menghindari kubangan air lalu bersenggolan dengan mobil. Setelah jatuh ada pengendara kendaraan lain yang menabrak warga Dukuh Krajan, Desa Senenan, RT 01 RW 01, Kecamatan Tahunan itu.

Oleh karenanya, pihaknya akan melakukan pendalaman terhadap keterangan Agus, begitu ia bisa dimintai konfirmasi.

Editor: Supriyadi

Begini Kronologi Kecelakaan Maut Sepeda Listrik VS Truk Dam di Pati

Polisi melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan yang menewaskan pengendara sepeda listrik, Senin (2/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan maut yang melibatkan sepeda listrik dan truk dam bernopol K 1619 LP terjadi di pertigaan tugu tani Jalan P Sudirman Pati, Desa Puri, Pati, Senin (2/10/2017) sore.

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda listrik yang diketahui bernama Rita Prihadi (50), warga Bendan, Kelurahan Pati Kidul, meningggal di lokasi kejadian.

Sementara pengemudi truk dam, Muhammad Rosidi (34), warga Boloagung RT 17 RW 3, Kecamatan Kayen diamankan petugas kepolisian untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Emak-emak Pengedara Sepeda Listrik di Pati Tewas Dihantam Truk

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengatakan, kecelakaan terjadi saat pengendara sepeda listrik berjalan searah di bagian depan truk dam. Sesampainya di barat pertigaan tugu tani, pengendara sepeda listrik tersenggol badan truk dan terjatuh.

Nahas, pengendara sepeda listrik terjatuh dan terlindas ban truk bagian belakang. Kepala korban mengalami cedera yang sangat parah dan mengenaskan, sehingga meninggal di lokasi.

Dia mengimbau kepada pengendara untuk berhati-hati dalam berkendara di jalan raya. Terlebih, sepeda listrik cenderung senyap dan tidak bersuara sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Editor: Supriyadi

Detik-Detik Ibu Pemotor Celaka hingga Kakinya Terlindas Truk di Kudus

Aiptu Prihato, petugas laka Polres Kudus, meminta keterangan saudara korban kecelakaan lalu lintas di jalur lingkar, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebelum mengalami kecelakaan, korban Siti Koryah (40) warga Desa Tumpang Krasak RT 3 RW 6 Kecamatan Jati, sempat diperingatkan sopir truk gandeng. Namun ibu yang berboncengan dengan anaknya tak mendengarnya.

Akibatnya, truk G 1816 AF yang dikemudikan Badrussholeh (29) warga Brebes menyeret sepeda motor tersebut. Kecelakaan menyebabkan kaki Siti terlindas truk, dan anaknya berusia sekitar lima tahun luka-luka. Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Mardi Rahayu.

Keterangan sopir truk Badrussholeh,dirinya sudah membunyikan klakson dan memperingatkan langsung kepada ibu tersebut. Tapi tak digubris, sehingga motornya tersenggol truk.

“Awalnya sama-sama dari arah selatan ke utara, ibu menggunakan jalur lambat dan truk jalur cepat. Tiba-tiba malah ibu tersebut naik ke jalur cepat, padahal truk saya sudah di sampingnya. Saya dan kernet peringatkan dia tapi tak didengarkan,” katanya di lokasi, Selasa (11/4/2017).

Setang motor bagian kanan pun tersenggol truk, dan berakibat oleng. Bodi motor juga tak luput dari sambaran truk yang saat itu melintas dengan kecepatan sedang.

Aiptu Prihato, petugas laka Polres Kudus, menyebutkan kalau ibu mengalami luka serius pada kaki kanan. Polisi masih melakukan pemeriksaan kepada pengemudi truk.

Sedangkan, Nur Rokhmat, saudara korban tampak dimintai keterangan polisi di lokasi kejadian. Bangkai sepeda motor dan kendaraan truk telah dievakuasi. Arus lalu lintas sempat terhambat. Tapi kini arus telah kembali normal. Polisi mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati.

 

Editor : Akrom Hazami

Baca jugaKaki Ibu Terlindas Truk di Jalur Lingkar Kudus 

Kaki Ibu Terlindas Truk di Jalur Lingkar Kudus

Sepeda motor milik korban tampak diangkut usai alami kecelakaan di jalur lingkar Kudus. (MuriaNewsCom/Aditya CS)

MuriaNewsCom, Kudus – Siti Koryah (40) warga Desa Tumpang Krasak, RT 3 RW 6, Kecamatan Jati, Kudus, dan anaknya, mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motornya di jalur lingkar kota setempat, Selasa (11/4/2017) pagi. Keduanya mengalami luka sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Mardi Rahayu.

Informasi yang dihimpun, Siti dan anaknya berboncengan sepeda motor. Ketika itu, sepeda motor melaju di jalur lambat dari arah selatan ke utara. Sepeda motor hendak masuk jalur cepat. Dari arah belakang, melintas truk gandeng yang melaju dari arah selatan ke utara.

Korban diketahui masuk di sela-sela gandengan truk. Sepeda motor pun terseret. Kaki ibu bagian kanan terlindas truk tersebut. Sedangkan sang anak hanya luka biasa.

Truk yang terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di jalaur lingkar Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

“Korban tidak sadar bahwa truk yang masuk dari belakang adalah truk gandeng. Korban masuk di sela-sela bagian depan dan belakang bak,” kata salah seorang petugas Laka Lantas Polres Kudus Aiptu Prihato.

Saat ini, polisi masih memeriksa kasus kecelakaan ini. Akibat kecelakaan, arus lalu lintas tidak begitu terhambat. Sepeda motor milik korban mengalami kerusakan parah di beberapa bagiannya. Sementara truk masih diamankan tak jauh dari lokasi kecelakaan. (Magang/Faisol Hadi)

Editor : Akrom Hazami

Hindari Tabrak Bus, Truk Guling di Jalan Kudus-Jepara

Warga berada di lokasi kejadian truk guling di Jalan Kudus-Jepara, Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Truk bernopol K 1881 DR, guling di jalan Kudus-Jepara, Senin (13/2/2017) sekitar pukul 04.00 WIBi dini hari. Truk alami insiden diduga akibat menghindari  tabrakan dengan bus yang menyalip dari lawan arah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah. Hanya, kerugian material mencapai sekitar jutaan rupiah.

Wawan sopir truk mengatakan, kejadian bermula saat truknya melaju dari arah Jepara. Sesampainya di ruas jalan Kudus-Jepara, Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu insiden pun terjadi. Yaitu dia mencoba menghindari bus malam dari lawan arah. Saat itu bus menyalip kendaraan lain dengan kecepatan tinggi. “Daripada terjadi tabrakan, saya pilih membanting kemudi ke kiri. Tapi malah terlalu ke kiri sehingga truk guling,” kata Wawan di lokasi.

Bus pun tetap tancap gas. Sedangkan truk guling dengan muatan gypsum tumpah. Truk warna merah itu membawa muatan bahan gypsum dari PLTU  Jepara menuju Jakarta. Barang muatan sebagian besar tumpah ke area sawah pinggir jalan raya. Kejadian menjadi tontonan pengguna kendaraan yang melintas di lokasi kecelakaan.

Hingga siang, truk tampak belum dievakuasi. Truk masih guling.

Editor : Akrom Hazami

 

3 Orang Tewas saat Kecelakaan Lalu Lintas di Grobogan

laka-sabtu

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Sabtu (17/12/2016) peristiwa kecelakaan  terjadi di jalur Purwodadi-Blora, masuk Desa Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan.  Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, mengakibatkan tiga nyawa melayang.

Informasi yang didapat menyebutkan, kecelakaan ini melibatkan tiga kendaraan. Yakni, mobil Toyota Rush bernopol H 9093 JR, sepeda motor Honda Supra X bernopol K 2643 RP dan Yamaha Jupiter MX Nopol K 2756 LF.

Kecelakaan bermula, saat mobil yang dikendarai Sudarsono, warga Tembalang, Semarang melaju dari arah timur dengan kecepatan sedang. Sesampai di lokasi kejadian, ban mobil tersebut pecah. Kondisi ini, menyebabkan pengemudi tidak bisa mengendalikan laju kendaraan.

Pada saat bersamaan, di depan mobil itu ada dua sepeda motor yang hendak menyeberang. Lantaran jaraknya sangat dekat, tabrakan tak bisa dihindari dan dua sepeda motor itu sempat terseret beberapa meter. Akibat peristiwa ini , dua orang yang naik motor Jupiter MX meninggal di tempat. Yakni,  Abu Umar (57), warga Desa Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan dan cucunya Sita (3). Sedangkan, pengendara Supra X Zulaekah (41) juga warga setempat meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Panji Gede Prabawa mengatakan, hasil penyidikan sementara kecelakaan itu disebabkan pecahnya ban kanan depan mobil Rush. Kondisi itulah yang menyebabkan kendaraan hilang kendali sehingga oleng ke kanan menabrak dua kendaraan di depan sebuah toko kelontong.

“Saat itu, ketiga korban baru selesai belanja dan sedang menata barang belanjaan di depan toko kelontong. Jadi, belum menyeberang jalan. Untuk sopirnya hanya mengalami luka ringan dan sudah kami amankan. Kasus ini masih kita selidiki lebih lanjut,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Ban Pecah, Truk Guling di Jalan Lingkar Ngembal Kulon Kudus

 

lakaMuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan tunggal terjadi di Kudus, Senin (12/12/2016) pagi. Tepatnya di jalan lingkar Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati. Kecelakaan melibatkan truk K 1500 Q bermuatan pasir. Truk mengalami pecah ban hingga akhirnya guling

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Sampai saat ini, bangkai truk telah dievakusi.

Sopir truk Teguh Santoso (26) warga Kampung Bendan RT.09- RW.04 Pati Kidul, Kabupaten Pati, mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Kecelakaan bermula saat ban belakang kiri pecah. Imbasnya, sopir tak mampu mengendalikan mobil dan akhirnya menabrak median jalan.

“Tiba-tiba ban pecah, sehingga menabrak sebuah median jalan. Nah saat menabrak itu ban depan bagian depan kiri juga pecah karena kerasnya benturan,” katanya di lokasi kecelakaan kepada MuriaNewsCom.

Truk bermuatan pasir dari Muntilan tujuan ke Jekulo Kudus. Rencananya setelah mengantarkan pasir, sopir beserta sopir cadangan, Riyanta bakal pulang ke Pati.

Muatan pasir dengan bobot sekitar 20 ton dipindahkan ke truk lain. Truk nahas selanjutnya diderek ke tempat aman. Sedangkan median jalan berbahan beton yang jebol langsung diperbaiki.

Dia menuturkan jika truk tersebut bukanlah miliknya. Meiainkan truk dari pinjaman atau dari sewa. Karena status pinjaman itulah, yang mengakibatkannya bingung menutup kerugian.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto melalui Kanit Laka Ipda Tri Cipto, menjelaskan, kecelakaan tidak berakibat pada macetnya arus lalu lintas di jalur lingkar. Hanya arus lalu lintas lajur sepeda motor atau jalur lambat sedikit terhalang. Sementara arus lalu lintas tetap normal.

 “Meski tidak menganggu lalu lintas, namun kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatan dan lebih hati-hati,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Ngantuk, Truk Gandeng Nyemplung Sungai di Kudus

Bangkai truk yang nyemplung ke sungai di jalur pantura Ngembalrejo, Bae, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bangkai truk yang nyemplung ke sungai di jalur pantura Ngembalrejo, Bae, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan tunggal terjadi di jalur pantura Kudus, Rabu (23/11/2016). Kali ini kecelakaan tunggal melibatkan truk gandeng warna merah B-9168-UYY yang nyemplung ke sungai di Desa Ngembalrejo KM 5, Bae Kudus. Kecelakaan terjadi karena sopir mengantuk saat melintasi kawasan tersebut.

Sopir truk, Sikin (64) warga Pasuruan Jatim, mengatakan kalau kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Dia berada di truk bersama kernetnya, Nanang (40). “Saya mengantuk, jadi terjadi kecelakaan ini. Truk juga sampai terjun ke sungai seperti ini,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi.

Dia mengemudikan truk dari Surabaya Jatim ke Cirebon Jabar. Tapi sesampainya di Kudus, truk malah mengalami laka lantas. Ketika itu jalur pantura masih sepi. Namun rupanya, dia terserang kantuk. Maka saat truk oleng ke sisi kanan lajur, dia masih belum sadar. Tiba-tiba truk menabrak teras sebuah warung, tiang listrik dan bagian dinding jembatan. Hingga truk akhirnya tercebur ke sungai.

Kanit Laka Pada Polres Kudus Ipda Tricipto mengatakan, truk gandeng berjalan dari timur ke barat dengan kecepatan sedang. Sampai lokasi, truk oleng ke kanan dan  menabrak tiang lampu penerangan dan warung tidak terpakai. “Beruntung tidak ada korban jiwa. Bahkan untuk luka ringan juga tidak ada. Hanya kerugian sekitar Rp 2 juta untuk rugi material,” ujarnya.

Dia menambahkan, daerah tersebut memang beberapa kali terjadi kecelakaan. Yang dominan kecelakaan karena pengemudi memaksakan diri berjalan padahal seharusnya maksimal tiap empat jam perjalanan wajib istrahat. “Harus lebih hati-hati lagi, jika memang ngantuk seharusnya dapat istirahat supaya tidak terjadi hal merugikan,” ungkapan.

Kecelakaan tersebut membuat perhatian bagi pengguna jalan. Termasuk juga bagi Huda, warga Jekulo yang melewati kawasan tersebut. Dia bahkan berhenti hanya untuk memotret. Bahkan sampai pukul 10.00 WIB, bangkai truk belum juga dievakuasi dari lokasi kecelakaan lalu lintas itu.

Editor : Akrom Hazami

 

Jumlah Pasien Lakalantas Menurun Dibanding Lebaran Tahun Lalu

RSUD Kartini (e)

RSUD Kartini, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Meski saat ini korban kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) mendominasi jumlah pasien di RSUD Kartini Jepara. Namun, jumlah kesemuanya terbilang menurun jika dibanding Lebaran atau Idul Fitri tahun lalu. Hal itu dikatakan Duty Manager RSUD Kartini, Agus Supratiknyo. Lanjutkan membaca

Rem Blong, Muji Jaya Hantam Pos Ojek di Jepara

laka lantas jepara (e)

Warga Purwogondo melihat lokasi kejadian kecelakaan lalulintas Muji Jaya yang menabrak pos ojek. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Peristiwa kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi di jalur Utama Jepara – Kudus km.18 tepatnya di depan masjid Purwogondo Kecamatan Kalinyamatan, Jepara. Sebuah bus Muji Jaya menghantam pos ojek yang berada tepat di depan masjid tersebut. Akibatnya, satu orang tewas. Lanjutkan membaca

Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas di Pati Menurun

Kasatlantas Pati AKP Eko Wahyono memeriksa surat-surat dari pengendara yang terjaring dalam operasi patuh. Dalam operasi patuh yang digelar selama tiga hari, tingkat kecelakaan lalu lintas di Pati mengalami penurunan. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Kasatlantas AKP Eko Wahyono mengatakan, angka tingkat kecelakaan lalu lintas di Pati menurun dibandingkan tahun 2013. Data tersebut diambil pada rentang waktu operasi patuh yang digelar selama tiga hari.

Lanjutkan membaca