Laka Maut di Pamotan Rembang, Satu Orang Tewas

MuriaNewsCom, Rembang – Sofwan Haryono (35) warga Desa Ngulahan RT 4/RW 1 Kecamatan Sedan, Rembang harus meregang nyawa dalam kecelakaan maut di Jalan Desa Pamotan, Rembang, Selasa (20/2/2018). Sopir Mitsubishi L300 itu, tewas seketika setelah tergencet kabin mobil usai adu banteng dengan Colt Diesel dari arah berlawanan.

Kasatlantas Polres Rembang, AKP ari Akta Nugraha mengatakan, kejadian bermula ketika mobil L300 bernopol K 1867 WV melaju dari arah utara. Dari arah berlawanan berjalan secara beriringan truk Colt Diesel B 9286 UCP dengan Colt Diesel B 9049 UCO.

”Setibanya di lokasi kejadian, mobil L300 bermaksud menyalip kendaraan di depannya. Namun, diduga karena jarak yang terlalu dekat, akhirnya L300 beradu banteng dengan Colt Diesel B 9286 UCP,” katanya seperti dikutip detik.com.

Nahas, meski kedua KBM yakni L300 dengan Colt Diesel B 9286 UCP sudah tabrakan, Colt Diesel B 9049 UCO yang berjalan di belakang Colt Diesel B 9286 UCP langsung menghantam dari belakang. Akibatnya, dorongan keras dari belakang menambah ringsek kendaraan korban.

Atas insiden tersebut, pengemudi L300 yakni Sofwan Haryono (35) warga Desa Ngulahan RT 4 RW 1 Kecamatan Sedan, Rembang, tewas seketika di lokasi kejadian akibat tergencet body mobil. Sedangkan penumpang L300, Saidan (55), mengalami sejumlah luka-luka.

“Korban luka-luka langsung dilarikan ke RSUD untuk perawatan lebih lanjut. Sedangkan korban tewas mengalami cidera kepala berat,” imbuhnya.

Guna penyidikan, seluruh barang bukti kini diamankan oleh tim Satlantas Polres Rembang. Termasuk sopir dari kedua Colt Diesel dimintai keterangan.

Editor: Supriyadi

Baca: Mengagetkan, Ini Fakta Baru Kasus Pembunuhan Perempuan Cantik di Hutan Blora

Begini Kronologi Kecelakaan Maut Truk Bermuatan Orang di Wolo Grobogan

MuriaNewsCom, GroboganKecelakaan yang terjadi di jalan raya Penawangan-Karangrayung boleh dibilang cukup mengerikan. Tercatat ada 2 korban tewas dan 3 orang kritis serta beberapa lainnya luka-luka.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum kejadian, truk warna kuning dengan nopol K 1472 JP itu melaju dari arah barat dengan kecepatan agak tinggi. Sesampai di lokasi, ban kiri depan truk terperosok turun ke bahu jalan.

Selanjutnya, sopir truk bernama Setiawan, mencoba bantung stir dengan tujuan agar kendaraannya kembali ke jalur semula. Namun, kemungkinan sopir terlalu kencang saat banting stir sehingga mengakibatkan kendaraannya berjalan melewati batas marka tengah jalan.

Baca: Truk Bermuatan Orang Terguling Di Wolo Grobogan, 2 Tewas 3 Kritis

Dalam waktu bersamaan, melaju sebuah kendaraan sepeda motor Mio nopol K 4160 RF yang dikemudian Candra (35), warga Mojoagung, Kecamatan Karangrayung. Mengingat jaraknya sudah dekat, kedua kendaraan akhirnya bertabrakan.

Akibat tabrakan ini, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Akhirnya, truk warna kuning itu terguling dipinggir parit persawahan dan puluhan penumpangnya bergelimpangan. Beberapa diantaranya sempat tertindih bodi truk.

“Truk bermuatan sekitar 25 orang dari arah barat menuju Penawangan. Korban sudah kita bawa ke rumah sakit,” jelas Kanit Laka Polres Grobogan Iptu Candra.

Editor: Supriyadi

Truk Bermuatan Orang  Terguling di Wolo Grobogan, 2 Tewas 3 Kritis

MuriaNewsCom, GroboganPeristiwa kecelakaan yang melibatkan truk dan sepeda motor terjadi di jalan Penawangan-Karangrayung, Senin (8/1/2018). Kecelakaan yang masuk wilayah Desa Wolo, Kecamatan Penawangan itu mengakibatkan dua orang tewas di tempat.

Selain itu, tiga orang lainnya kritis dan belasan penumpang luka-luka. Saat ini mereka masih menjalani perawatan di RS Yakkum Purwodadi.

Semua korban tercatat beralamat di Desa Sambung, Kecamatan Godong. Korban tewas diketahui bernama Suwardi (72), dan Supiah (60). Sementara korban luka parah adalah Suharto (55), Sukresno (35), dan Yarji (60).

Baca: 5 Kendaraan Alami Kecelakaan Karambol Di Jalan Purwodadi-Blora

Semua korban merupakan penumpang truk dengan nopol K 1472 JP. Sopir truk bernama Wawan (37) serta belasan penumpang lainnya dikabarkarkan hanya mengalami luka ringan. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.15 WIB.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum kejadian, truk warna kuning dengan nopol K 1472 JP itu melaju dari arah barat dengan kecepatan agak tinggi. Sesampai di lokasi, ban kiri depan truk terperosok turun ke bahu jalan.

Selanjutnya, sopir truk bernama Setiawan, mencoba banting setir dengan tujuan agar kendaraannya kembali ke jalur semula. Namun, kemungkinan sopir terlalu kencang saat banting stir sehingga mengakibatkan kendaraannya berjalan melewati batas marka tengah jalan.

Baca: Begini Kronologi Kecelakaan Karambol Lima Kendaraan Di Jalan Purwodadi-Blora

Dalam waktu bersamaan, melaju sebuah kendaraan sepeda motor Mio nopol K 4160 RF yang dikemudian Candra (35), warga Mojoagung, Kecamatan Karangrayung. Mengingat jaraknya sudah dekat, kedua kendaraan akhirnya bertabrakan.

Akibat tabrakan ini, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Akhirnya, truk warna kuning itu terguling dipinggir parit persawahan dan puluhan penumpangnya bergelimpangan. Beberapa diantaranya sempat tertindih bodi truk.

”Truk bermuatan sekitar 25 orang dari arah barat menuju Penawangan. Korban sudah kita bawa ke rumah sakit,” jelas Kanit Laka Polres Grobogan Iptu Candra.

Editor: Supriyadi

5 Kendaraan Alami Kecelakaan Karambol di Jalan Purwodadi-Blora

MuriaNewsCom, GroboganPeristiwa kecelakaan cukup mengerikan terjadi di jalan raya Purwodadi-Blora, tepatnya di depan TPK Sambirejo, Kecamatan Wirosari, Senin (8/1/2018). Sebanyak lima kendadaan yang terdiri dari tiga mobil dan dua sepeda motor remuk dalam kecelakan tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian itu bermula dari mobil Isuzu Panther bernopol L 1434 MM melaju dari arah timur dengan kecepatan cukup tinggi.

Sesampai di lokasi, kendaraan sempat turun dari bahu jalan. Selanjutnya, sopir Panther yang diketahui bernama Ardiansyah Emanuel, warga Surabaya berupaya menaikkan lagi kendaraannya ke keluar dari bahu jalan.

Hal ini menyebabkan kendaraanya terlalu kekanan dan menabrak sepeda motor vixion yang dikendarai Adi Wicahyo, warga Ngaliyan, Semarang yang melaju dari arah berlawanan.

Salah satu mobil yang terlibat kecelakaan karambol di Jalan Raya Purwodadi-Blora ringsek setelah menabrak mobil di depannya, Senin (8/1/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Setelah itu, kendaraan berturut-turut menabrak Daihatsu Grand Max berplat merah dengan nopol H 9573 WG, dan Suzuki Ertiga B 2668 SFT yang berjalan beriringan di belakang sepeda motor.

Akibat kejadian ini, kendaraan Grand Max sempat terguling dan menimpa sepeda motor Mio yang diparkir di depan sebuah warung diutara jalan raya.

Meski sudah menabrak tiga kendaraan, mobil panther masih tetap melaju dan akhirnya berhenti setelah menabrak pagar TPK Sambirejo.

Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Candra menyatakan, dalam kecelakaan tersebut hanya mengakibatkan dua orang luka. Yakni, pengendara motor Vixion Adi Wicahyanto dan istrinya Umi Narsih.

“Korban kita antarkan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Untuk pengemudi adan penumpang mobil tidak ada yang terluka,” katanya

Editor: Supriyadi

Kecelakaan Karambol di Jalan Juwana-Rembang, Begini Kondisi Korban

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan karambol terjadi di kawasan jalan pantura Juwana-Rembang, Mangunlegi, Batangan, Sabtu (30/12/2017). Kecelakaan tersebut melibatkan colt diesel K 71615 JK, truk Hino H 71664 FH, Xenia K 9422 YA, dan Honda Jazz K 8514 GH.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan kendaraan mengalami ringsek yang cukup parah. Beruntung, tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Arfa (6), seorang pelajar asal Sambiroto, Tayu, Pati yang menjadi penumpang Honda Jazz mengalami luka lecet pada bagian kepala.

Sementara pengemudinya, Muh Khoirul Umam dalam kondisi sehat. Adapun tiga pengemudi lainnya tidak mengalami luka-luka.

Mereka adalah Ahmad Zamaludin (20), pengemudi colt asal Puyuh, Dawe, Kudus, Heri Listyanto (38) pengemudi truk Hino asal Jati Wetan, Jati, Kudus, serta Ajit (49) pengemudi Xenia asal Perum Griya Permata Blok B, Winong, Pati.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengatakan, kecelakaan beruntun terjadi saat pengemudi colt hendak menyalip Honda Jazz dari sisi kanan.

“Colt mau menyalip Jazz, tapi tidak sampai sehingga menyenggol Xenia. Selanjutnya, colt tertabrak truk Hino dari arah berlawanan. Colt lantas tertabrak Jazz dari belakang,” ungkap AKP Ikrar.

Petugas yang menangani kecelakaan tersebut langsung melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti dan merekayasa lalu lintas agar arus tetap lancar.

Editor: Supriyadi

Ngebut Hindari Hujan Deras, 2 Siswa SMKN 1 Kalinyamatan Jepara Tewas Tabrak Pembatas Jalan

Suasana di lokasi kejadian yang ada di Jl Batukali, Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan, Kamis (30/11/2017). (Tagana Jepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah kecelakaan tunggal di Jl. Batukali, Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan merenggut dua nyawa dan satu orang luka,  Kamis (30/11/2017) siang. Ketiganya merupakan pelajar SMKN I Kalinyamatan. 

Subhan anggota Tagana Jepara mengatakan, kejadian berlangsung sekitar pukul 11.45 WIB, tepat jam pulang sekolah. Saat itu hujan lebat sedang mengguyur lokasi tersebut. 

Saat itu tiga orang anak menaiki satu motor Honda Supra X 125 bernopol K 2978 FQ. Mereka adalah M. Khoirudin Kelas X Elektronik 3, M. Afifudin Khelmi dan Ismail yang bersekolah ditempat yang sama.

Berniat menghindari hujan deras, motor yang ditumpangi tiga orang itu dipacu dalam kecepatan tinggi. Namun nahas, kondisi angin dan jalanan yang licin terkena air hujan, menyebabkan motor yang mereka tumpangi tak terkendali. 

“Motor tersebut kemudian menabrak sebuah pembatas jembatan dan terlempar ke sungai yang berada di sisi jalan tersebut. Dua orang atas nama M. Khoirudin dan M Afifudin meninggal dunia ditempat kejadian. Sementara Ismail, yang berada di boncengan paling belakang hanya mengalami luka ringan,” tutur Subhan. 

Diketahui, kedua orang siswa yang meninggal beralamatkan di Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan. Sementara seorang yang mengalami luka ringan yakni Ismail, diketahui beralamat di  Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan.

Subhan mengatakan, peristiwa tersebut kemudian ditangani oleh anggota Satpol PP, TNI dan Tagana yang sedang melakukan assesment kebencanaan, di Desa Gerdu, yang berada dekat dengan lokasi kejadian. 

“Saat kejadian, kami tengah melakukan assesment  kejadian bencana di Desa Gerdu. Kami saat itu bersama anggota Satpol PP dan TNI. Namun ditengah perjalanan ada kejadian kecelakaan tersebut,” urai Subhan. 

Editor: Supriyadi

Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Rengging Jepara

ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Kecelakaan maut di Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan yang melibatkan tiga buah kendaraan roda dua dan sebuah truk menewaskan satu orang meninggal dunia. 

Diketahui korban meninggal bernama Nur Khamid, warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung-Jepara. Ia mengalami luka berat di bagian pangkal paha. Jenazahnya kini dalam pemulasaraan petugas kamar jenazah RSUD Kartini Jepara. 

Rozi seorang warga mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, Sabtu (4/11/2017). Saat itu korban mengendarai motor (Mio) hendak keluar dari gang (selatan Basarnas Jepara) menuju arah Jepara.

Baca: Warga Kerso Tewas Mengenaskan Setelah Terlindas Truk di Rengging Jepara

Hanya, kondisi arus lalu lintas saat itu boleh dibilang ramai. Saat menyeberang dari arah Kudus-Jepara (Selatan-Utara) ada sebuah motor CBR yang melaju ke arah Jepara, kemudian bersenggolan dengan motor yang dikendarai korban.

Akibatnya yang bersangkutan (korban meninggal) jatuh. Nahas dari arah yang sama ada sebuah truk yang melaju. ”Tubuh korban terkena truk tersebut,” ujarnya. 

Selain korban meninggal dunia, Rozi mengatakan ada seorang lagi yang mengalami luka. Ia ikut tersenggol CBR yang melaju. Namun yang bersangkutan sudah dibawa ke rumah sakit.

“Sementara pengendara motor yang satu lagi, yang juga bersenggolan terlihat sehat,” tambahnya. 

Ia menambahkan, berdasarkan kabar yang ada korban hendak pulang dari rumah mertuanya yang berada di Desa Rengging menuju rumahnya Desa Kerso. Adapun kasus ini sedang ditangani oleh Unit Lakalantas Polres Jepara. 

Editor: Supriyadi

Baca: Ambulans Pengangkut Bayi Ditabrak di Semarang, Begini Reaksi RSUD Kartini Jepara

Kecelakaan Mio vs Supra di Jalan Winong-Gabus, Satu Orang Tewas di Lokasi

Korban kecelakaan meninggal dunia tergeletak di Jalan Winong-Gabus, Desa Kebowan, Winong, Senin (4/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara sepeda motor Mio GT bernopol K 6178 PR dan Supra X 150 bernopol K 2399 WH terjadi di Jalan Winong-Gabus, Desa Kebowan, Winong, Senin (4/9/2017) sekitar pukul 17.30 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara Supra bernama Rukiman (47), warga Kebowan RT 3 RW 1, Winong meninggal dunia di lokasi kejadian. Dia menghembuskan napas terakhir setelah mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala.

Sementara pengendara Mio, Yusuf Kurniawan (18), warga Tanjungsekar RT 2 RW 4, Pucakwangi mengalami luka-luka dan dilarikan ke puskesmas setempat. Ia mengalami lecet kaki kanan dan kiri, serta lecet tangan kanan.

Baca Juga: Ngebut Pake CBR, Pelajar Asal Trangkil Pati Tewas Tabrak Truk

Sarisih, saksi setempat mengatakan, kecelakaan bermula saat Supra berjalan dari barat ke timur. Dari belakang, Mio melaju dengan kecepatan tinggi.

“Saat itu, kedua motor berjalan beriringan depan dan belakang, Supra belok ke kanan. Tapi jaraknya sudah dekat dengan Mio yang melaju dari belakang, sehingga terjadi kecelakaan,” kata dia.

Petugas kepolisian yang mendapatkan informasi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Sejumlah barang bukti diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Editor: Supriyadi

Jadi Tersangka, Sopir Bus Indonesia yang Guling di Kudus Diancam 5 Tahun Penjara

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning memberikan santunan kepada ahli waris korban lakalantas, Sabtu. (2/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus akhirnya menetapkan sopir Bus Po Indonesia Ikhwan Mukminin (46) asal Rembang sebagai tersangka kecelakaan maut di Jalur Lingkar Selatan Kudus, turut Desa Tanjung Karang, Jati, beberapa waktu lalu. Atas kejadian itu, sopir diancam kurungan penjara hingga lima tahun.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, sopir bus sudah melanggar UU LAJ tahun 2009 pasal 310. Atas dasar itu, hukuman yang diancamkan kepada Sopir bus bisa sampai lima tahun kurungan.

“Hukuman bisa juga bertambah tergantung hasil penyidikan. Jika dalam sidik yang berlangsung menemukan bukti baru, maka bisa ditambah dengan pasal lainya juga,” katanya, Senin (4/9/2017).

Baca Juga : Dirlantas Polda Jateng Nyatakan Tak Ada Rem Blong saat Bus Indonesia Terguling di Kudus

Kapolres juga memastikan akan melakukan penyidikan secara tuntas terkait kasus kecelakaan maut hingga tuntas. Bahkan ia pun akan mendalami perkara yang menewaskan lima warga Kudus itu.

”Saat ini yang jadi tersangka baru sopir saja. Untuk kernet dan juga kondektur hanya sebatas dimintai keterangan. Namun tak menutup kemungkinan pelaku bertambah dengan proses yang berjalan,” tegasnya.

Dari hasil kesimpulan sementara, tambah Kapolres, penyebab kecelakaan lantaran sopir ngebut dan tak bisa mengendalikan bus. Ditambah lagi, dari hasil tes juga tak ditemukan adanya narkotik atupun miras, sang sopir bahkan dinyatakan sehat dan tidak dalam keadaan ngantuk.

Editor: Supriyadi

Selain Over Kapasitas, Sopir Bus Indonesia yang Terguling di Kudus Juga Ugal-ugalan

Sejumlah petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan Bus Indonesia di Proliman, Tanjung, Kudus, Jumat (1/9/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Fakta baru terkait kecelakaan lalu lintas antara Bus Indonesia Nopol L 7519 UV dengan 7 sepeda motor dan 3 mobil yang terjadi di Jalur Pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam, kembali mencuat.

Di luar dugaan, selain penumpang yang over kapasitas, sopir Bus Indonesia juga ugal-ugalan saat melaju di tempat kejadian perkara.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto menjelaskan, jika kejadian laka lantas yang terjadi di Simpang Tanjung karena sopir yang ugal-ugalan dengan memacu kendaraan cukup tinggi.

Akibatnya ketika berada di traffic light, bus tidak terkendali yang kemudian oleng dan menabrak 10 kendaraan lain yang berada di trafic light dari arah selatan atau dari jalur Kudus- Purwodadi yang sedang berhenti menunggu lampu menyala hijau.

”Kondisi bus juga over kapasitas penumpang karena mengangkut 90 orang namun sudah turun di simpang Ngembal Kudus sebanyak 20 orang. Pada saat kejadian masih mengangkut 70 penumpang,” ujarnya.

Akibatnya, lima orang harus kehilangan nyawa dan puluhan lainnya harus menjalani perawatan karena luka yang diderita. Atas kejadian itu, sang sopir langsung dites urin guna mengetahui kondisi sang sopir dalam pengaruh alkohol atau tidak.

”Hasilnya masih belum keluar. Saat ini kami juga masih menunggu olah TKP. Begitu ada informasi, sesegera mungkin akan kami beritahu,” tegasnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini korban yang meninggal hanya lima orang, sedangkan yang luka-luka dan dirawat di RS Mardi Rahayu dan RS dr. Loekmono Hadi Kudus masih 15 orang.

Editor: Supriyadi

Ini Daftar Sementara Korban Kecelakaan Bus Indonesia di Kudus

Korban masih dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Korban kecelakaan Bus Indonesia yang terguling dan menabrak belasan kendaraan di di Jalan Lingkar selatan, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kudus, Kamis (31/8/8/2017) malam memang memilukan.

Selain lima orang tewas, korban luka-luka jumlahnya mencapai puluhan. MuriaNewsCom yang berada di lokasi kejadian mencoba memperinci siapa saja korban yang ada. Berikut daftarnya:

Baca Juga : Korban Tewas Laka Maut Bus Indonesia di Kudus Bertambah 1 Orang

Korban meninggal dunia

  1. Kartini (60) warga Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.
  2. Sri Mulyaningsih (36) warga Wates RT 2 RW 1, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus
  3. Edi Handoko (40), warga Wates RT 2 RW 1, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus
  4. Joko Purnomo (37) warga Jetis RT 3 RW 4 Kudus
  5. Falik (30) warga Besito Kudus.

Baca Juga: Ini Kronologi Bus PO Indonesia Guling di Kudus

Korban Luka-luka

  1. Elmira (1) warga Jetuskapuan RT 1/RW 4 Kudus
  2. Bahrul Mus’ab (12), warga Damarjatu, Kalinyamatan, Kabupaten Jepara
  3. Steven Humam (16), warga Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus
  4. Nova Aprilianda (28), warga Jetiskapuan RT 1/RW 4 Kudus
  5. Wawan Hermanto (34), Warga Desa Bayeman RT 3/RW 7, Bojonegoro
  6. Faisol Hamzah (30), warga Desa Mojokrapyak, Jombang
  7. Yabila (4), Warga Sunggingan Kudus
  8. Alfan Haidar Ahmad (17), warga Kecapi RT 2/RW 4, Tahunan, Jepara
  9. Ade Widi Atmoko (26), Temulus RT 3/RW 4 Mejobo, Kudus
  10. Titin Wahyu Handayani (26), warga Sukodono RT2/RW4, Tahunan, Jepara
  11. Zasi Agustyaningsih (22), warga Desa Ngarus RT 7/RW 1, Pati
  12. Ni’matul Fadilah (29), warga Sumbergirang Lasem RT 2/RW 5 Rembang
  13. Sumiati (63), Warga Jukung RT 2/RW 4 Bulu, Rembang
  14. Darki (63), warga Kumbo RT 9/RW 5, Sedan, Rembang
  15. Suwarti (55), warga Kancilan RT 3/RW 5 Kembang, Jepara
  16. Kasni (53), Warga Undaan Lor RT 5/RW 1 Kudus
  17. Muhammad Kuncoro (19), warga Undaan Tengah, Kudus
  18. Lutfi Damayanti (15), warga Jerukwangi RT 1/RW 6, Bansri, Jepara
  19. Muhammad Tasrib (42), warga Undaan Lor RT 7/RW 5, Kudus
  20. Naura Febriyan (5), warga Sekarsari RT 2/RW 3, Kecamatan Sumber, Rembang
  21. Kusnanto (48), warga Krapyak RT3/RW 8, Tahunan, Jepara
  22. Nina Fitriyani (23) warga Sekarsari RT 2/RW 3, Sumber, Rembang
  23. Muhammad Ma’ruf (18) warga Karangsekar, Kaliori Rembang

Editor: Supriyadi

Korban Tewas Laka Maut Bus Indonesia di Kudus Bertambah 1 Orang

Polisi saat berada di lokasi bus guling di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Korban kecelakaan maut Bus Indonesia yang terguling dan menabrak belasan kendaraan di Jalan Lingkar selatan, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kudus, Kamis (31/8/8/2017) malam terus bertambah.

Dari info yang dihimpun MuriaNewsCom di lapangan, jumlah korban tewas yang semula hanya empat orang bertambah satu menjadi lima orang. Satu orang tewas tersebut adalah Ibu Kartini (60) warga Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan Kudus.

Sedangkan empat orang korban tewas sebelumnya adalah Sri Mulyaningsih (36) warga Wates RT 2 RW 1, Kecamatan Undaan, Edi Handoko (40), warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Joko Purnomo (37) warga Jetis RT 3 RW 4 Kudus, Falik (30) warga Besito Kudus.

Baca Juga : 4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus Indonesia Guling di Kudus

Kerabat korban meninggal dari Sri Mulyaningsih, Zainal Arifin (62) di RS Mardi Rahayu Kudus mengatakan, ada dua saudaranya yang meninggal dalam kecelakaan nahas tersebut. Mereka adalah Sri Mulyaningsih dan Edi Handoko.

”Saya tahu dari buka FB (Facebook) kalau ada kecelakaan. Saya curiga, dan mendatangi lokasi dan langsung ke rumah sakit,” kata Zainal.

Karena penasaran, Zainal pun tanya kepada petugas rumah sakit untuk melihat korban luka dan yang meninggal dunia. Ternyata, Zainal mengenal wajah dua korban yang meninggal dunia. Korban Sri Mulyaningsih merupakan keponakannya. Sedangkan Edi Handoko adalah suami Sri.

Baca Juga : Korban Bus Indonesia Guling di Kudus, 4 Tewas, dan 45 Luka Akan Disantuni Jasa Raharja

Sementara dua anak Sri, Feri Setiawan (7) dan Ahmad Algaruk Haidar (7) mengalami luka-luka. Infonya, kata Zainal, keluarga keponakannya pergi naik sepeda motor. Saat di lokasi kejadian, sepeda motornya ikut terkena badan bus yang terseret.

”Sepeda motor (milik korban) ketindihan mobil. Luka pada korban Edi memar di sejumlah bagian tubuh. Tapi wajah masih bisa dikenali. Sedangkan luka Sri di paha tapi wajah masih bisa dikenali,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi