Keberadaan Parkir Belum Maksimal

parkir 2

Petugas parkir menata kendaraan di salah satu sudut di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan lahan parkir di Jalan A Yani dan Jalan R Agil K di Kudus ternyata mendapatkan reaksi negatif dari pengguna jalan.

Agus Santoso, seorang pengguna jalan di Kudus, mengatakan, lahan parkir baru di dua ruas tersebut membuat permukaan jalan jadi lebar.

Tapi, pengguna jalan memanfaatkannya dengan bergerak seenaknya. Serta, mereka melintasi lokasi parkir. “Mungkin karena sekarang pembatas hanya marka, sehingga pengguna jalan bebas masuk kawasan parkir,” kata Agus kepada MuriaNewsCom, Selasa (9/8/2016).

Tidak sedikit kendaraan roda dua memarkir kendaraannya di titik yang seharusnya untuk parkir roda empat. Sementara, kepala UPT Parkir pada Dishubkominfo Kudus, Istiyanto mengatakan jalur parkir itu tidak menganggu kendaraan lain. Justru,  dengan adanya tempat parkir baru membuat pengendara lebih nyaman.

“Di sana sudah dibagi, yakni jalur cepat, jalur lambat untuk sepeda motor serta tempat parkir, jadi tidak masalah,” imbuhnya.

Istiyanto mengatakan, penambahan lokasi belum diimbangi dengan banyaknya kendaraan yang parkir di dua titik itu.

“Kebanyakan rumah yang ada di depan parkiran baru, jadi tidak bisa ditarik dulu. Nantinya kalau memang sudah ramai, baru kami masih petugas,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Parkir Umum Bikin Jalanan Sumpek

 

Mau Merayakan Malam Tahun Baru di Simpang 7 Kudus? Ini Lokasi Parkir yang Disediakan

Ilustrasi Tempat Parkir

Ilustrasi Tempat Parkir

 

KUDUS – Meski pada malam tahun baru akses masuk Alun-alun Simpang Tujuh Kudus ditutup, Namun pemkab telah menyediakan lokasi parkir. Hal itu untuk menampung semua kendaraan warga yang ingin merayakan malam tahun baru di alun-alun.

Didik Sugiharto, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kudus menyampaikan,beberapa lokasi parkir sudah disiapkan selama semalam suntuk. Lokasi itu di tempat yang melingkari Simpang Tujuh

“Ada 37 petugas juru parkir yang kami siapkan. Jadi, meski kendaraan tidak dapat masuk, namun masyarakat masih dapat menitipkan kendaraan,” katanya kepada MuriaNewsCom
Lokasi parkir yang disediakan yakni di Jalan Sunan Kudus, Jalan Ramelan, Jalan Pemuda, Jalan Gatot Subroto, Taman Bojana, Gang I, II, III dan Ruko Ahmad Yani.

Berhubung beberapa lokasi sangat dekat dengan Simpang Tujuh, maka, petugas akan ada petugas yang stand by dan mempertanyakan tujuan pengendara. Jika memang ingin parkir, maka dipersilakan, namun jika tidak maka pengendara diminta putar balik.

Mengenai tarif parkir, kali ini lebih mahal dari hari biasanya. Selain bukan dikelola Dishub langusng, momen tersebut juga setahun sekali. Sehingga, kenaikan tarif dinilai wajar, asalkan jukir tanggung jawab.

“Parkir harganya antara Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu. Selebihnya kami tidak memperbolehkan. Dan jukir juga harus tanggung jawab dengan kendaraan,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Ternyata Pemkab Belum Siapkan Solusi untuk PKL Pasar Kliwon

Sejumlah PKL yang berjualan di Pasar Kliwon Kudus. Mereka khawatir tergusur dan kehilangan pelanggan karena pembangunan parkir mewah di pasar tersebut. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sejumlah PKL yang berjualan di Pasar Kliwon Kudus. Mereka khawatir tergusur dan kehilangan pelanggan karena pembangunan parkir mewah di pasar tersebut. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Ketakutan para PKL di Pasar Kliwon akan tergusur, nampaknya bakal terjadi. Sebab pihak pemkab juga belum menyiapkan rencana tempat, untuk menampung keberadaan PKL itu.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Dagsar Sudiharti. Menurutnya, tentang para PKL masih dalam proses pembahasan, apakah masih tetap berjualan atau bagaimana.

”Iya nanti dijalani lagi bagaimana kedepannya. Apakah para PKL masih tetap bertahan disana atau bagaimana, yang pasti harus ada solusinya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia memiliki gambaran untuk menempatkan para PKL ke lantai 2. Hanya itu juga baru sebatas wacana saja, tentunya dengan mempertimbangkan lokasi dibagian lantai 2 Pasar Kliwon. Alternatif lain adalah dengan cara memindahkan pedagang. Cara tersebut merupakan hal terakhir yang dapat dilakukan agar semuanya tetap berjalan.

”Parkir nanti juga sampai pada jalan barat pasar. Jadi kalau parkir sudah jadi jalannya akan menjadi terowongan,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Siap-siap, Jumlah Petugas Parkir di Lokasi Matahari Kudus Terancam Kena Pangkas

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Petugas parkir di lokasi Matahari Kudus terancam terpangkas jumlahnya. Hal itu terjadi, karena lokasi parkir di tempat tersebut dinilai tidak terlalu luas, namun, jumlah petugas parkir terlalu banyak dari semestinya.

Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiharto mengatakan, para Jukir akan dipanggil dan ditata kembali mengenai jumlahnya. Melihat lokasi yang tersedia, para jukir nantinya bakal terpangkas hingga sebagian.

“Di lokasi Matahari Kudus itutidak membutuhkan jukir yang terlalu banyak, mungkin sekitar lima jukir sudah cukup. Jadi kalau melihat jumlah juru parkir yang ada sekarang ini, tentunya akan kita tata kembali,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, para jukir nantinya juga bakal diseragamkan. Hal itu untuk mengatasi tindakan curang terhadap pelanggan parkir. Sebab jika mengenakan seragam, maka petugas yang nakal dapat langsung ditegur oleh para pelanggan parkir
Dia berharap, petugas parkir dapat memberikan kenyamanan kepada masyarakat, sehingga ketika memberikan uang retribusi, masyarakat juga tidak kecewa. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Kelakuan Juru Parkir di Kudus Masih Jadi Keluhan Terbanyak

Untitled-1KUDUS – Kepala UPT Parkir pada Dinas Perhubungan Informasi dan Informatika (Dishubkominfo) Istiyanto menyatakan, selama ini yang banyak menjadi keluhan masyarakat yakni juru parkir yang memberlakukan tarif tak sesuai. Banyak dari mereka yang tak memberikan kembalian parkir, sesuai tarif parkir umum sepeda motor Rp 500 dan parkir khusus Rp 1.000.

”Yang paling banyak keluhan yakni juru parkir yang memberlakukan tarif tak sesuai. Masyarakat tahu, berapa tarifnya dengan 20 papan tarif yang akan kami paang. Dan mereka juga dapat memberikan keberatan jika melebihi ketentuan tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya papan tarif dapat memberikan transparansi. Sebab para juru parkir juga dapat dengan leluasa menarik tarif retribusi kepada masyarakat yang memarkirkan kendaraan mereka.

Terebih, lanjutnya, para juru parkir juga sudah dilengkapi dengan seragam parkir. Sehingga mengharuskan mereka meningkatkan pelayanan dalam menata kendaraan. Karena di nomor punggungnya terdapat nomor telepon yang dapat dihubungi masyarakat. (FAISOL HADI/SUWOKO)

Kudus Akan Punya 20 Papan Tarif Parkir Baru

Untitled-1KUDUS – Kepala UPT Parkir pada Dinas Perhubungan Informasi dan Informatika (Dishubkominfo) Istiyanto mengatakan, pihaknya bakal memberikan papan tarif parkir di beberapa lokasi parkir. Hal itu dimaksudkan supaya masyarakat tahu retribusi parkir yang digunakan di Kudus.

”Nanti kami akan buatkan ya, papan perda tentang parkir. Jadi di sana akan tertulis berapa tarif parkir yang berlaku di Kudus,” katanya, kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, hingga kini 20 papan sudah dalam proses pembuatan. Dan lokasi perkotaan dan tempat parkir yang strategis sudah dikantongi untuk menaruh papan tarif tersebut.

“Seperti halnya di Simpang Tujuh, dan jalan dekat pasar. Lokasi tersebut dipastikan tertera retribusi parkir. Selain itu, dengan adanya papan tarif parkir, masyarakat tidak akan segan jika memberikan retribusi parkir,” tuturnya. (FAISOL HADI/SUWOKO)