Demokrat Salurkan Ratusan Bungkus Daging Kurban untuk Fakir Miskin di Pati

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto (kanan) menyerahkan daging kurban kepada penduduk di kawasan Pati Kota. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Partai Demokrat menyalurkan 500 bungkus daging kurban di kawasan Pati Kota, Minggu (3/9/2017). Pembagian daging kurban diprioritaskan kepada fakir miskin, tukang becak, anak yatim piatu, kader dan warga sekitar.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto mengatakan, ratusan daging kurban itu diambil dari satu ekor sapi yang dibeli secara patungan, yakni enam anggota DPRD Pati, satu anggota DPRD Jawa Tengah dan satu anggota DPR RI.

“Iuran untuk membeli hewan kurban sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. Pembagian hewan kurban menjadi upaya Partai Demokrat untuk menaati perintah Tuhan, sekaligus berbagi kepada sesama,” jelas Joni.

Sebelum pembagian daging kurban dilakukan, panitia memberikan kupon kepada warga sekitar. Kupon itu diberikan agar pemberian daging kurban tepat sasaran, terutama untuk masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, pembagian dengan sistem kupon dilakukan agar tidak saling berebut. “Semua masyarakat di sekitar Kantor DPC Partai Demokrat Pati diberi. Namun, kami menetapkan skala prioritas, terutama untuk warga kurang mampu, anak yatim dan tukang becak,” imbuhnya.

Menariknya, pemotongan daging dan penyalurannya dilakukan kader Demokrat sendiri. Mereka diminta untuk berkumpul bersama, gotong-royong menyalurkan daging kurban.

Joni berharap, momen tersebut bisa merekatkan sesama kader Demokrat. Terlebih, aksi yang mereka lakukan memberikan manfaat kepada penduduk setempat.

Editor: Supriyadi

BERITA PILIHAN SEPEKAN : Bus PO Indonesia Guling hingga Muslim Singapura Kurban Seribuan Ekor  

Bangkai kendaraan yang guling dan tertabrak di jalan pantura Proliman Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Jika Anda tak sempat membaca perkembangan berita-berita pekan ini, MuriaNewsCom telah merangkum berita-berita yang perlu Anda ketahui. Berikut ini berita pekan ini yang perlu Anda baca.

  1. Bus PO Indonesia Guling di Jalur Pantura Proliman Kudus

Polisi saat berada di lokasi bus guling di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan 10 kendaraan lainnya.

Akibat kecelakaan, lima penumpang meninggal dunia. Dengan korban luka mencapai sekitar 45 orang.

Simak beritanya di Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus 

Baca juga: DETIK-DETIK Bus Indonesia Terguling di Jalur Pantura Proliman Kudu

Atau telusuri berita-berita seputar kecelakaan maut itu di sini

 

  1. Muslim Singapura Donasikan Seribuan Ekor Hewan Kurban

Puluhan warga mulai antre di halaman Masjid Nurul Huda Desa Bringin, Kecamatan Godong untuk mendapatkan pembagian daging kurban. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Penyembelihan hewan kurban pada hari kedua Idul Adha masih marak dilakukan. Salah satunya dilakukan warga Desa Bringin, Kecamatan Godong, Grobogan, Sabtu (2/9/2017).

Jumlah hewan kurban yang disembelih di Desa Bringin hari ini cukup banyak. Totalnya ada 523 ekor hewan yang disembelih di belakang Masjid Nurul Huda. Terdiri dari 18 ekor sapi dan 505 ekor kambing.

Baca berita selengkapnya di Hewan Kurban Donasi Muslim Singapura Disembelih di Bringin Grobogan

Lalu bagaimana penyembelihan hewan sebanyak itu? Simak jawabannya di sini 

 

Editor : Akrom Hazami

Hewan Kurban Donasi Muslim Singapura Disembelih di Bringin Grobogan

Puluhan warga mulai antre di halaman Masjid Nurul Huda Desa Bringin, Kecamatan Godong untuk mendapatkan pembagian daging kurban. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan hewan kurban yang disembelih di Desa Bringin ternyata bukan milik warga setempat. Dana pembelian hewan kurban ternyata berasal dari donasi umat muslim Singapura.

“Hewan kurban ini milik umat muslim dari Singapura. Kita di sini hanya dipercaya untuk melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian daging pada masyarakat. Kita sudah 19 tahun melaksanakan kegiatan ini ,” terang Ketua Panitia Penyembelihan Ahmadun Alfaputra.

BacaSapi Kurban Tercebur Sumur Sedalam 12 Meter di Semarang

Dijelaskan, penyembelihan hewan kurban warga muslim Singapura itu pertama kali dimulai tahun 1998. Saat itu, hanya sekitar 10 ekor kambing saja yang dipotong. Jumlah hewan kurban yang dititipkan terus bertambah dari tahun ke tahun karena pelaksanaannya dinilai baik dan panitia dinilai amanah.

“Semua proses penyembelihan ini terdokumentasi dengan baik, mulai dari awal hingga selesai. Pelaksanaan kegiatan lalu laporkan pada perkumpulan muslim Singapura,” ungkapnya.

Baca : Hari Kedua Idul Adha, Warga Bringin Grobogan Potong Ratusan Hewan Kurban

Menurutnya, beberapa umat muslim Singapura yang mengirimkan hewan kurban itu adalah teman mengaji Imam Masjid Nurul Huda Desa Bringin Nur Hamid ketika masih merantau di Batam. Pada tahun 1998 muncul gagasan untuk menitipkan hewan kurban agar dipotong di Desa Bringin.

“Niat baik itu disanggupi kakak saya (Nur Hamid). Lantaran dinilai amanah, kepercayaan untuk menyembelih hewan kurban di Desa Bringin terus diberikan hingga saat ini. Kami memang berupaya untuk bisa mengemban amanah ini sebaik mungkin,” imbuh Ahmadun.

Editor : Akrom Hazami

BacaKerbau Kurban Ngamuk di Singocandi Kudus, Seruduk Warga Hingga Dilarikan ke RS dan Rusak Motor

Hari Kedua Idul Adha, Warga Bringin Grobogan Potong Ratusan Hewan Kurban

Panitia penyembelihan hewan kurban di Desa Bringin, Kecamatan Godong, Grobogan, sedang sibuk memilah daging yang akan dibagikan pada masyarakat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Penyembelihan hewan kurban pada hari kedua Idul Adha masih marak dilakukan. Salah satunya dilakukan warga Desa Bringin, Kecamatan Godong, Grobogan, Sabtu (2/9/2017).

Jumlah hewan kurban yang disembelih di Desa Bringin hari ini cukup banyak. Totalnya ada 523 ekor hewan yang disembelih di belakang Masjid Nurul Huda. Terdiri dari 18 ekor sapi dan 505 ekor kambing.

BacaKerbau Kurban Ngamuk di Singocandi Kudus, Seruduk Warga Hingga Dilarikan ke RS dan Rusak Motor

Penyembelihan ratusan hewan kurban ini sudah dimulai sekitar pukul 06.00 WIB. Asisten I Pemkab Grobogan Mokh Nursyahid sempat hadir di lokasi beberapa saat sebelum penyembelihan dimulai.“Semua hewan kurban itu kita potong serentak pada hari ini. Total ada 250 orang yang terlibat jadi panitia,” ungkap Ketua Panitia Ahmadun Alfaputra.

Masing-masing panitia sudah dapat pembagian tugas tersendiri sehingga proses penyembelihan berjalan cepat. Ada orang khusus menjaga dan merawat hewan yang masih hidup.

BacaSapi Kurban Tercebur Sumur Sedalam 12 Meter di Semarang

Kemudian, ada tim penyembelih tersendiri, petugas yang khusus menguliti sapi, memotong daging, mencuci jeroan, menimbang dan mengemas dalam plastik serta pembagi daging kurban pada masyarakat. Untuk berjaga-jaga kalau ada sesuatu insiden, pihak panitia juga menyediakan petugas P3K di lokasi.

Sekitar pukul 09.00 WIB, warga sudah bisa mengambil bagian daging kurban di samping masjid. Di tempat itu memang sudah dibuatkan stan khusus tempat pengambilan daging kurban buat warga setempat maupun dari desa lain. Masing-masing warga yang dapat jatah pengambilan daging sudah diberi kupon oleh panitia.

BacaBus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

“Daging kurban ini kita salurkan buat 4.250 orang. Untuk warga Desa Bringin dapat jatah daging sebanyak 1,5 kg dan warga luar Desa Bringin dapat 1 kg. Karena ada kupon pengambilan maka prosesnya lancar dan kita upayakan tidak ada antrean panjang,” jelasnya. 

Editor : Akrom Hazami

Kerbau Kurban Ngamuk di Singocandi Kudus, Seruduk Warga Hingga Dilarikan ke RS dan Rusak Motor

Kerbau yang ngamuk di halaman masjid Baitul Makmur Desa Singocandi, Kecematan Kota, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Seekor kerbau kurban di Desa Singocandi, Kota, Kudus, mengamuk saat hendak disembelih, Sabtu (2/9/2017). Kerbau menyeruduk warga, dan menyenggol sejumlah kendaraan sepeda motor. Bahkan dikabarkan, warga itu harus dibawa ke rumah sakit karena luka di bagian tubuh.

Abdul Basyir (33), warga Desa Singocandi mengatakan, kerbau mengamuk saat hendak disembelih di Masjid Baitul Makmur, desa setempat. Hal itu terjadi hari ini, sekitar satu jam, yakni sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.

Baca : Sapi Kurban Tercebur Sumur Sedalam 12 Meter di Semarang

“Saat itu giliran kerbau hendak disembelih di Masjid Baitul Makmur. Kerbau dijagal dengan dijatuhkan, tiba-tiba saja talinya terlepas. Kerbau memberontak. Kerbau mengamuk dan lari kesana-kemari,” kata Basyir kepada MuriaNewsCom.

Kerbau langsung lari ke pohon bambu di sekitar lokasi. Begitu kerbau didekati warga, malah kembali mengamuk. Sejumlah sepeda motor diseruduk hingga rusak. Bahkan seorang panitia kurban sampai diseruduk, sampai terpental beberapa meter. Panitia yang kena tandukan kerbau itu mengalami lecet-lecet di bagian tubuhnya. 

BacaBus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

“Kabarnya pak Gampang (warga kena tandukan kerbau) langsung dibawa ke rumah sakit karena terluka,” imbuhnya. 

Setelah itu, lanjut dia, kerbau langsung berlari ke lokasi semula di bawah pohon bambu. Warga pun memanfaatkan situasi dengan mendekatinya dan mengamankan kerbau. Warga menyembelihnya di lokasi itu.

Editor : Akrom Hazami

 

BacaDirlantas Polda Jateng Nyatakan Tak Ada Rem Blong saat Bus Indonesia Terguling di Kudus

Kodim Pati Sembelih Satu Sapi dan 3 Kambing Kurban

Prosesi penyembelihan hewan kurban di rumah dinas Dandim 0718/Pati, Jalan P Sudirman Pati, Jumat (1/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kodim 0718/Pati menyembelih satu ekor sapi dan tiga ekor kambing pada Hari Raya Idul Adha. Penyembelihan hewan kurban dilakukan di kediaman Dandim Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Jalan P Sudirman Pati, Jumat (1/9/2017).

Satu ekor sapi dan dua ekor kambing dikurbankan oleh Letkol Inf Andri, sedangkan satu ekor kambing lainnya dari Komandan Unit Intel. Beberapa perwira Kodim Pati hadir dalam penyembelihan hewan kurban tersebut.

Tak sendirian, istri Dandim ikut mengikuti prosesi penyembelihan hewan kurban. Setelah dibungkus, daging-daging itu didistribusikan kepada angggota Kodim, masyarakat, tukang becak, pengemis, dan warga kurang mampu lainnya.

“Saya jadi teringat waktu bertugas di Aceh sebagai komandan kompi. Saat itu, daging kurban sangat berarti bagi anggota. Mereka sangat gembira menerima daging kurban,” jelas Dandim.

Ia mengenang, peristiwa itu cukup mengharukan di tengah keterbatasannya di Aceh. Dalam hati, ia sempat bernazar akan menyembelih hewan kurban untuk anggotanya bila menjadi Dandim.

Impian Letkol Inf Andri akhirnya tercapai. Dia menjadi Dandim di Pati dan mewujudkan nazarnya dengan menyembelih hewan kurban. Dia berharap, daging itu memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakatnya.

Editor: Supriyadi

Melihat Ramainya SMKN 1 Purwodadi Saat Idul Adha. Begini Suasananya

Guru dan murid SMKN 1 Purwodadi menata daging kurban yang akan dibagi ke masyarakat, Jumat (1/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana SMKN 1 Purwodadi terlihat ramai seperti hari biasanya pada Hari Raya Idul Adha, Jumat (1/9/2017). Jika di sekolah lain banyak yang libur, di sekolah ini justru semua siswa dan guru masuk seperti biasa.

Masuknya guru dan siswa itu bukan untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar. Mereka berada di sekolah karena ada dua agenda yang dilangsungkan hari itu.

Yakni, melaksanakan salat Idul Adha di halaman sekolah. Setelah itu, dilanjutkan dengan membantu menangani pembagian hewan kurban.

Pada Idul Adha kali ini, pihak sekolah memotong dua ekor sapi. Satu ekor dari pihak sekolah dan satu lagi hewan kurban dari patungan tujuh orang guru.

“Untuk pengadaan hewan kurban, kita tidak memungut iuran dari siswa,” ungkap Kepala Sekolah SMKN 1 Purwodadi Sukamto.

Para siswa SMKN 1 Purwodadi saling bekerjasama memotong daging kurban yang akan dibagi ke masyarakat, Jumat (1/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dalam pembangian hewan kurban, ratusan siswa dilibatkan. Yakni, untuk mengiris daging dan kulit serta membungkusnya dalam plastik. Untuk penyembelihan sapi dan proses pengulitan diserahkan pada ahlinya.

“Ratusan siswa memang sengaja kita libatkan. Tujuannya supaya mereka mengerti bagaimana caranya menangani pembagian hewan kurban,” jelasnya.

Dari pantauan di lapangan, suasana penanganan daging kurban terlihat ramai. Puluhan siwa tampak sibuk mengiris daging dan kulit sapi dalam potongan kecil menggunakan pisau tajam.

Setelah itu ada petugas yang mengambil daging dan kulit itu menuju ke lokasi pembungkusan. Beberapa guru yang bertugas jadi panitia tampak memberikan instruksi pada anak didiknya. Pada proses pembungkusan dalam plastik ini ada puluhan siswa yang terlibat.

Sebelum dibagikan, daging yang sudah dibungkus plastik kemudian dibawa dalam ruangan kelas yang sudah disiapkan untuk tempat transit. Siswa yang terlibat dalam kepanitiaan terlihat sangat bersemangat melakukan tugasnya masing-masing.

Para siswa khusyuk mengikuti khotbah salat idhul adha di jhalaman sekolah, Jumat (1/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

“Daging kurban kita bagi pada semua siswa, guru dan karyawan. Selain itu, tetangga di sekitar sekolahan juga kita beri dagingnya,” imbuhnya.

Sejumlah siswa yang dimintai komentarnya mengaku senang bisa dilibatkan dalam panitia kurban. Dengan jadi panitia, mereka merasa mengerti tentang rumitnya menangani hewan kurban pasca disembelih.

“Tenyata cukup susah juga motong daging jadi ukuran kecil. Selain itu, butuh kehati-hatian supaya pisaunya tidak kena tangan. Saya senang bisa terlibat jadi panitia karena ini merupakan pengalaman baru dan sangat bermanfaat,” kata Siti, salah seorang siswa. (NAO)

 

Bupati Ajak Warga Pati Kurbankan sikap Egosentrisme

Bupati Pati Haryanto menyerahkan satu ekor sapi untuk kurban di Masjid Agung Baitunnur Pati, Jumat (1/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto mengajak warga Pati untuk mengorbankan sikap egosentrisme demi membangun solidaritas dengan sesama. Hal itu disampaikan Haryanto dalam momentum Hari Raya Idul Adha di Masjid Agung Baitunnur Pati, Jumat (1/9/2017).

Ia juga mengajak warga untuk bisa meneladani semangat berkurban yang dicontohkan Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Keduanya mengajarkan kepada umat manusia untuk ikhlas dalam berkurban, sehingga Allah akan memberikan yang terbaik bagi mereka yang ikhlas melaksanakan perintah-Nya.

“Kita harus kurbankan sikap egosentrisme kita demi membangun solidaritas dengan sesama. Dengan demikian, persatuan dan kesatuan bangsa akan terwujud dengan baik,” pesan Haryanto.

Pagi sebelum menyerahkan satu ekor sapi untuk disembelih, Haryanto bersama keluarga dan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin terlihat melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Baitunnur Pati. Keduanya berangkat bersama-sama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berangkat dari pendapa menuju masjid.

Dengan pakaian serba putih, Haryanto dan Arifin nampak berjalan kompak. Tak sendirian, Haryanto ditemani istrinya, Musus Indarnani dan kedua putrinya, Vera dan Disa.

Saiful Arifin sendiri memaknai kurban sebagai sebuah cinta kepada Tuhan dan sesama. Hubungan manusia dengan Tuhan harus dijaga dengan baik. Begitu juga hubungan manusia dengan manusia lainnya.

“Ibadah vertikal dan horizontal harus berjalan secara beriringan. Kurban mengajarkan kita untuk taat pada perintah Allah, sekaligus menjadi momentum untuk berbagi kepada sesama,” pungkas Arifin.

Editor: Supriyadi

Berbobot 980 Kg, Sapi Milik Warga Kudus Laku Rp 51 Juta

Sidi Pramono, Kasi Produksi dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus memeriksa sapi di pasar hewan, Jati, Rabu (23/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Idhul Adha tahun ini membawa berkah tersendiri bagi peternak sapi asal Desa Bacin RT 6/RW 1, Kecamatan Kota Kudus, Husain. Pasalnya, sapi jenis metal berbobot 980 kilogram miliknya laku hingga Rp 51 juta.

”Alhamdulillah laku lumayan. Kalau tidak untuk kurban mungkin lakunya kurang dari harga itu,” katanya saat menjual sapi miliknya di Pasar Hewan, Jati, Rabu (23/8/2017).

Husain mengatakan, harga Rp 51 juta memang terbilang wajar. Apalagi sapi miliknya bobotnya berada di atas rata-rata. Hanya saja, karena pembeli digunakan untuk kebutuhan kurban, ia pun melepas dengan harga kesepakatan tersebut.

”Saya memiliki beberapa sapi di rumah. Beratnya juga bervariasi. Mulai dari 300 kilogram hingga yang paling besar 980 kilogram. Menjelang Idul Adha seperti sekarang ini, banyak masyarakat yang membutuhkan sapi untuk hewan kurban,” ungkapnya

Ia menjelaskan, pihaknya memang satu dari sekian pedagang sapi yang memasok ke sejumlah wilayah. Sapi-sapi tersebut, rata-rata dijual ke luar Kudus, seperti Semarang, Kendal, hingga Jakarta.

Hanya saja, untuk sapi-sapi miliknya, didatangkan dari Jawa Timur. Selain kualitasnya bagus, benih sapi dari jawa timur merupakan peranakan sapi unggulan.

“Tahun kemarin saya malah memiliki sapi berbobot satu ton lebih. Sapi tersebut laku dengan harga Rp 60 jutaan lebih,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Panitia Kurban di Grobogan Dibekali Cara Penyembelihan Hewan Kurban 

Puluhan panitia kurban di 19 kecamatan mengikuti sosialisasi dan pelatihan khusus terhadap masalah penyembelihan kurban yang digelar Disnakkan Grobogan, Rabu (23/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, perhatian Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan tidak sekedar difokuskan pada kesehatan hewan kurban saja.

Namun, perhatian juga ditujukan pada masalah teknik penyembelihan dan perlakuan hewan sebelum disembelih.

Hal ini bisa dilihat dengan digelarnya sosialisasi dan pelatihan khusus terhadap masalah penyembelihan kurban. Adapun pesertanya sebanyak 50 orang yang merupakan panitia kurban di 19 kecamatan.

“Melalui kegiatan ini kita harapkan penyembelihan hewan kurban nanti bisa sempurna dari awal hingga selesai. Di sisi lain, adanya kegiatan ini akan menjadikan hewan 

kurban tidak mengalami penderitaan terlalu lama alias kesejahteraannya juga terjaga,” jelas Kepala Disnakkan Grobogan Riyanto, usai membuka pelatihan yang dilangsungkan di Rumah Kedelai Grobogan, Rabu (23/8/2017).

Dijelaskan, dalam sosialisasi itu akan diberikan materi mengenai beberapa hal. Yakni, cara perobohan hewan sebelum disembelih, tehnik penyembelihan yang benar, pemotongan daging serta penanganan limbah hewan kurban.

Selain petugas dari Disnakkan yang sudah ahli dibidangnya, kegiatan itu juga melibatkan Kementerian Agama (Kemenag) Grobogan. Dari kemenag akan mengupas dari sisi agama mengenai ibadah kurban serta tata cara penyembelihan yang benar sesuai tuntunan.

“Setiap tahun ada sekitar 10 ribu ekor hewan yang disembelih untuk kurban. Oleh sebab itu, para petugas perlu kita bekali kemampuan dalam masalah penyembelihan yang benar,” imbuhnya.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Grobogan drh  Nur Ahmad menambahkan, diakhir acara, peserta dibekali pelatihan tata cara merobohkan sapi. Dengan pelatihan model burley itu mereka bisa tahu teknik yang mudah saat merobohkan sapi sebelum dipotong.

Melalui metode ini, untuk merobohkan sapi cukup pakai tambang dan butuh dua sampai tiga orang saja. Selama ini, untuk merobohkan sapi dengan metode tradisional butuh 10-15 orang yang terlibat.

“Dengan model seperti ini, prosesnya jadi lebih cepat dan hewan yang akan dipotong tidak mengalami kesakitan terlalu lama,” katanya.

Editor: Supriyadi

Boyolali Antisipasi Antraks pada Hewan Kurban 

Hewan ternak disiapkan untuk kurban di Hari Raya Idul Adha yang tiba beberapa hari lagi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Boyolali – Mengantisipasi antraks, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali memantau hewan ternak warga di daerah endemis antraks di Desa Karangmojo, Kecamatan Klego dan Kecamatan Ampel.

Kabid Usaha Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Uspet Kesmavet), Disnakan Boyolali, Widodo mengatakan, pihaknya terus memantau daerah endemis antraks. Setidaknya, pihak dinas melakukannya tiga bulan sekali. 

“Daerah endemis antraks dipantau terus. Setiap tiga bulan sekali petugas selalu datang ke sana dan melakukan vaksin ke hewan ternak milik warga,”ungkapnya dikutip dari detik.com

Pihaknya juga menyiapkan hewan kurban sehat dengan intensif memantau dengan membentuk tim, untuk mengawasi penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Pihaknya membentuk tiga tim untuk memantau di 21 lokasi penyembelihan di wilayah Boyolali Kota. Sedangkan untuk wilayah kecamatan lainnya diserahkan ke masing-masing Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Selain itu, juga akan melangsungkan patroli ke masjid yang jadi lokasi penyembelihan hewan kurban. Tim tersebut juga memeriksa daging usai disembelih. Gunanya memantau kondisi daging, apakah sehat atau sebaliknya. 

Seperti cacing hati, yang biasa ditemukan pada hewan yang sekilas tampak sehat. Hati yang mengandung cacing itu menurut dia, masih bisa dikonsumsi. Asalkan cacingnya sedikit. Namun cacing-cacing itu harus dihilangkan terlebih dulu. Selain itu juga harus dimasak benar-benar matang. 

Sebelum Idul Adha, dinas juga akan melakukan sosialisasi kepada para takmir masjid. Sosialisasi meliputi tanda-tanda hewan sehat, teknik penyembelihan yang benar, teknik merebahkan hewan dan cara penanganan daging.

Editor : Akrom Hazami 

Pemotongan Hewan Kurban di Jepara Diprediksi Meningkat

hewan]

Petugas mengecek tempat pemotongan hewan di Jepara, Jumat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Jumlah tempat pemotongan hewan di Kabupaten Jepara pada Idul Adha tahun ini diprediksi meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Alasannya, pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat yang dinilai terus mengalami peningkatan.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Dinas Petanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Jepara, Wasiyanto. Menurutnya, selain alasan pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat yang meningkat, kesadaran untuk berkurban juga semakin lama semakin meningkat.

“Ya, berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat di Jepara yang juga terus meningkat. Prediksi peningkatan juga di dasarkan pengalaman dari tahun ke tahun,” ujar Wasiyanto kepada MuriaNewsCom, Jumat (19/8/2016).

Menurut dia, hampir setiap tahun terus menerus mengalami peningkatan meski jumlahnya tidak signifikan. Sehingga tahun ini juga diperkirakan mengalami peningkatan.

“Meski terus mengalami peningkatan, stok atau ketersediaan hewan kurban tidak ada kendala. Ketersediaan juga terus meningkat karena para penjual hewan kurban juga telah mempersiapkan ketersediaan untuk Idul Adha,” terangnya.

Ia juga mengatakan, populasi hewan kurban di Jepara lebih banyak dibandingkan angka yang disembelih. Ia mencontohkan, tahun lalu pemotongam hewan kurban kisaran di bawah 30 ribu hewan. Sementara populasinya lebih dari 40 ribu. Bahkan, tahun lalu Jepara juga ikut memasok hewan kurban ke luar daerah.

Editor : Akrom Hazami

 

Tukang Becak dan Kaum Dhuafa Tertawa Dapat Jatah Daging Kurban

Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto membagikan daging kurban kepada warga sekitar. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto membagikan daging kurban kepada warga sekitar. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Pati membagikan daging hewan kurban untuk kaum dhuafa, anak yatim dan tukang becak yang beroperasi di sepanjang Jalan Dr wahidin Pati, Sabtu (26/9/2015).

Selain itu, daging kurban juga dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar kantor. Ketua DPC Partai Demokrat Joni Kurnianto mengatakan, hal itu dilakukan untuk merayakan Idul Adha sekaligus memberikan kesempatan kepada anak yatim dan kaum dhuafa untuk menikmati daging yang belakangan harganya melambung tinggi.

“Ternyata kenaikan dolar terhadap rupiah juga mempengaruhi harga daging sapi. Masyarakat semakin sulit mengonsumsi daging karena harganya yang kian sulit dijangkau. Dengan adanya kurban, ini menjadi kesempatan untuk menikmati daging,” ujar Joni saat dimintai keterangan MuriaNewsCom.

Ia menambahkan, daging kurban yang dibagikan tersebut hasil iuran dari enam anggota fraksi Kabupaten ditambah anggota DPRD Provinsi Jateng Kartina Sukawati dan Djoko Udjianto dari DPR RI. “Ini sebagai bentuk rasa kebersamaan dengan semangat berkurban di Idul Adha,” imbuhnya.

Saat ini, lanjutnya, hewan kurban yang dibagikan baru satu ekor sapi. Ke depan, pihaknya akan menambah hewan kurban berbarengan dengan peningkatan partisipasi dari kalangan anak yatim dan kaum dhuafa. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Asik, Harga Kambing di Jepara Turun

 

Alikan, penjual kambing kurban sedang memberi makan kambingnya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Alikan, penjual kambing kurban sedang memberi makan kambingnya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang Idul Adha tahun ini, harga hewan kurban jenis kambing cenderung menurun jika dibanding tahun lalu. Hal itu terjadi dituding lantaran banyaknya stok kambing yang ada, sehingga harga cenderung menurun.

Hal itu dikemukakan Alikan, salah satu penjual kambing kurban di Jalan HOS Cokroaminoto Jepara. Menurutnya, penurunan harga kambing berkisar antaran Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu tiap ekornya.

”Misalnya, untuk kambing jenis etawa ukuran besar, pada momen kurban tahun lalu, harganya mencapai Rp 4 juta. Tapi saat ini turun menjadi Rp 3,7 juta,” ujar Alikan kepada MuriaNewsCom, Senin (21/9/2015).

Menurutnya, rata-rata harga kambing yang dijual pedagang memang mengalami penurunan, dan relatif sama antar pedagang. Khususnya pedagang yang mengambil langsung dari peternak.

”Kalau pedagangnya mengambil dari pedagang lainnya, atau hanya merupakan pedagang musiman, tentu lebih mahal. Dengan adanya penurunan harga ini diharapkan pembeli bisa lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” papar dia.

Untuk konsumen, mayoritas yang membeli justru merupakan keluarga yang salah satu anggotanya tengah menunaikan ibadah haji. Mereka membelinya untuk disumbangkan di masjid atau di musala.

”Saya mengambil kambing dari desa-desa yang ada di Kecamatan Welahan. Kambing yang dibesarkan oleh warga sendiri itu saat ini memang sudah banyak yang berumur satu tahun lebih, atau siap potong,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Wuih, Istimewanya Beli Kurban di Jepara

Kundir menunjukkan beberapa hewan kurban yang sudah terbeli namun masih dititipkan di lapaknya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kundir menunjukkan beberapa hewan kurban yang sudah terbeli namun masih dititipkan di lapaknya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang peringatan Hari Raya Idul Adha tahun ini, rupanya membawa berkah bagi para penjual hewan kurban. Sebab, dagangan mereka banyak yang laku.

Kendati begitu, mayoritas pembeli hewan kurban enggan direpotkan dengan memelihara hewan kurban jelang disembelih.

Mereka lebih memilih membeli hewan kurban namun tak langsung dibawa pulang. Mereka milih tetap menitipkan hewan tersebut pada penjualnya. Hal ini seperti yang dialami salah seorang penjual hewan kurban kambing di kawasan Stadion Kamal Junaidi, Kundir.

Dia mengatakan, umumnya pembeli yang membeli kambingnya tak langsung membawa pulang. Sebab terkendala tempat dan cara perawatan. Kondir mengaku memang banyak pembeli yang menitipkan dahulu kambing ditempatnya. Pada malam hari raya, kambing baru diantarkan.

“Untuk harga relatif sama dengan kurban tahun lalu. Sebab saya mengambilnya bukan langsung dari peternak. Tapi dari pengepul kambing kurban. Puncak ramainya dagangan biasanya sehari sebelum hari raya. Untuk saat ini masih cukup sepi,” kata dia. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Penjual Kambing Dadakan di Jepara Makin Marak

Penjual kambing dadakan di kawasan Stadion Kamal Junaidi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Penjual kambing dadakan di kawasan Stadion Kamal Junaidi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang hari raya Idul Adha ini, penjual kambing dadakan semakin banyak. Tak hanya di beberapa tempat pasar hewan saja, namun juga di sejumlah lahan kosong yang dimanfaatkan para penjual untuk membuka lapak mereka.

Dari pantauan MuriaNewsCom, penjual kambing dadakan di wilayah kota ada di beberapa tempat. Salah satunya ada di kawasan Stadion Kamal Junaidi dan di dekat gedung wanita Jepara. Khusus di kawasan stadion, sedikitnya ada empat lapak penjual kambing yang berdiri di lahan kosong.

Salah satu penjual kambing dadakan adalah Kondir. Dia sudah mulai membuka lapaknya sejak beberapa hari yang lalu. Pria asal Desa Bulu, Kecamatan Kota ini mengaku sengaja menjual kambing secara dadakan karena merasa ada peluang usaha yang cukup menjanjikan jelang Idul Adha ini.

”Keseharian saya jualan es, tapi kalau menjelang Idul Adha ini menyempatkan diri untuk jualan kambing,” kata Kondir kepada MuriaNewsCom, Senin (21/9/2015).

Menurutnya, sejak dirinya membuka lapak, mayoritas pembeli selama tiga hari ia membuka dagangan didominasi oleh pengusaha mebel, atau pemiliki gudang mebel. Mereka membeli untuk disembelih di masjid atau musala di desa masing-masing, maupun di gudang masing-masing.

”Jika yang membeli pengusaha mebel, biasanya membeli dalam jumlah banyak. Sedangkan warga biasa, hanya satu hingga dua ekor. Kecuali mereka bertindak sebagai panitia kurban, tentu membelinya banyak,” katanya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Menariknya Harga Hewan Kurban di Kudus

Warga tampak melihat kerbau jelang Idul Adha di Kudus.(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga tampak melihat kerbau jelang Idul Adha di Kudus.(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pasokan hewan kurban di Kudus jelang Idul Adha stabil. Dengan harganya yang menarik.

Suaib, pedagang sapi mengatakan harga sapi masih sama seperti sebelumnya. Yakni sekitar Rp 20 juta dengan bobot sekitar 5 kuintal.

“Harga sama saja meski mendekati hari raya, tidak ada kenaikan sama sekali meski stok juga lama,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sementara, Fakih, penjual kambing asal Kudus mengatakan harga kambing malah mengalami kenaikan. Terlebih permintaan yang banyak karena harga yang lebih terjangkau.

“Kalau Kambing Gibas, harganya Tp 2,3 juta dari sebelumnya Rp 2 juta. Sedangkan kalau Kambing Jowo, harganya Rp 2,8 juta dari harga awal Rp 2,4 juta,” jelasnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Harga Kerbau Turun, Cocok untukmu yang Mau Berkurban

Warga tampak melihat kerbau jelang Idul Adha di Kudus.(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga tampak melihat kerbau jelang Idul Adha di Kudus.(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, harga hewan kurban kerbau malah mengalami penurunan. Meski biasanya selalu mengalami kenaikan, namum pada tahun ini malah mengalami penurunan.

Seperti halnya yang disampaikan pedagang Kerbau di pasar Hewan Kudus. Ngatomo, warga Dawe. Menurutnya harga kerbau malah mengalami penurunan mendekati Idul Adha.

“Kalau hari-hari biasanya harganya untuk kerbau sekitar 5 kuintal harganya senilai Rp 26 juta, namun sekarang harganya hanya sekitar Rp 25 juta,” katanya saat ditemui MuriaNewsCom Jumat (18/9/2015).

Menurutnya, harga yang menurun juga  disebabkan banyaknya stok pedagang di pasar hewan. Sehingga harganya menjadi menurun seperti sekarang.

Dia mengatakan, mengenai pedagang yang memadati pasar hewan Kudus, berasal dari Kudus dan sekitarnya. Hewan yang dijual juga dari berbagai ukuran. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Awas, Hewan Kurban Berpenyakit

Pedagang sapi saat membawa hewan kurbannya di pasar hewan Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

Pedagang sapi saat membawa hewan kurbannya di pasar hewan Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Mendekati Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian,Perkebunan,Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) Kabupaten Blora melakukan beberapa langkah agar hewan kurban terhindar dari penyakit.

“Dari pemeriksaan pada hewan kurban ini meliputi pemeriksaan secara fisik. Mendekati Hari H nantinya kami juga melakukan pemeriksaan hewan kurban pada masjid-masijid dengan bantuan tim pemeriksa yang berada di masing-masing kecamatan,” kata Kepala Bidang Pertenakan Dintanbunakikan Kabupaten Blora Kenang, Jumat (18/9/2015).

Menurutnya dalam pemeriksaan fisik pada hewan kurban sapi, kambing maupun domba, itu sebatas hewan kurban yang disembelih di provinsi Jawa. Sedangkan hewan kurban yang dikirim ke luar Jawa tidak diperiksa.

“Kalau untuk di wilayah Jawa hanya dilakukan pemeriksaan secara fisik saja. Namun jika untuk hewan kurban yang dikirim keluar Jawa, hewan kurban itu nantinya akan diperiksa di laboraturium,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku belum menemukan adanya penyakit pada hewan kurban. Semuanya masih aman dan tanda-tanda hewan yang bisa menularkan penyakit juga belum ditemukan.

Dia meminta pedagang hewan kurban untuk merawat hewannya. Dengan mengedepankan perlindungan agar tidak terkena serangan penyakit. (Priyo/Akrom Hazami)

Antisipasi Hewan Kurban Penyakitan, Dintanbunakikan Blora Terjunkan Petugas

hewan-kurban

Beberapa pedagang sapi yang berada di pasar hewan Blora (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian,Perkebunan,Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) Kabupaten Blora melakukan beberapa langkah, untuk mengantisipasi adanya hewan kurban yang penyakitan.

”Menjelang Hari Raya Kurban seperti ini, kami dari dinas terus melakukan pemeriksaan pada hewan-hewan kurban, baik yang ada di pasar hewan maupun hewan yang ada di pool milik pedagang,” ujar  Kepala Dintanbunakikan Reni Miharti melalui Kepala Bidang Pertenakan Kabupaten Blora Kenang,Jumat (18/9/2015).

Menurutnya, selain memeriksa pihaknya juga memberikan pada vitamin pada hewan kurban agar nantinya hewan kurban tetap sehat, dan tidak terserang penyakit.Sebab, menjelang Hari Raya Kurban seperti ini, biasanya sering banyak penyakit menghinggapi hewan.

”Untuk mencegah penyakit yang ada pada sapi ataupun kerbau kami rutin melakukan pemeriksaan,dan setelah diperiksa nantinya hewan tersebut akan di tandai dan didata jika hewan itu layak untuk kurban,” ungkapnya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Sa’diyah : Kesejahteraan  Hewan Harus Diperhatikan

Sa’diyah, Kabid Peternakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Selain menggelar kegiatan pengecekan hewan kurban, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus juga sering mengirimkan kegiatan pendidikan bagi seseorang penyembelih hewan. Hal itu dilakukan lantaran ingin mengupayakan agar petugas atau penyembelih hewan kurban bisa mengetahui aturan serta kondisi hewan tersebut.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus Sa’diyah mengatakan, dalam pengiriman pendidikan untuk penyembelih hewan, biasanya pihak dinas mengirimkan satu orang setiap tahunnya ke dinas peternakan dan kesehatan hewan Jawa tengah. Yaitu Modin yang ada di desa setempat, untuk diberikan pelatihan.

”Untuk pelatihannya biasanya di gelar di Dinas Peternakan dan Kesehatan Jawa Tengah. Sedangkan untuk pelatihannya diberi pengetahuan tata cara penyembelihan yang baik. Yakni mengenai rukun dan aturan untuk menyembelih hewan, serta mampu mengetahui kesejahteraan hewan,” papar Sa’diyah.

Dia menilai, seorang Modin pastinya mengetahui rukun dan kewajiban menyembelih, mereka pasti sudah tahu. Akan tetapi yang mereka pahami ialah bagaimana bisa mensejahterakan hewan tersebut. Kesejahteraan hewan yang dimaksud ialah terkait dengan perlakuan hewan kurban yang disembelih. Seperti halnya memenggal kepala hewan serta memotongnya.

”Untuk kesejahteraan hewan kurban yang sudah disembelih, pastikan hewan tersebut sudah mati (darah mengalir dari leher) dengan tuntas. Setelah itu mereka bisa memenggal kepalanya. Namun selama ini, yang kita sering lihat hewan belum mati (sekarat) setelah di sembelih, akan tetapi para penjagal sudah memenggal kepalanya, memotong kakinya bahkan menyiram dengan air panas untuk mencabuti bulunya (kambing),” ujarnya.

Nah disitulah, para Modin diberi pendidikan. Sehingga ilmu yang didapatkan Modin tersebut bisa diinformasikan kepada masyarakat luas. Sehingga disaat penyembelihan hewan para penjagalnya dapat memperhatikan kesejahteraan hewan tersebut. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus Siap Ikut Kurban di Beberapa Sekolah

Sa’diyah, Kabid Peternakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Selain menggelar pengecekan kesehatan hewan di pasar ternak dan pasar hewan menjelang Idul Adha, Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus juga akan mengecek hewan kurban di sekolah. Hal tersebut dilakukan lantaran pihak sekolah melakukan kerja sama dengan dinas tersebut untuk bisa memastikan hewan kurban layak untuk disembelih.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus Busi Santoso yang diwakili oleh Kabid Peternakan Sa’diyah mengatakan, memang saat ini ada beberapa sekolah yang sudah mengirimkan surat ke dinas untuk melakukan kerja sama. Dalam kerja sama tersebut, pihak dinas mengecek kesehatan hewan kurban sebelum disembelih.

”Kami apresiasi sekali dengan sekolah yang menggelar kerja sama tersebut. Sebab secara otomatis pihak sekolah mempunyai tanggung jawab tinggi terhadap kondisi hewan kurbannya,” paparnya.

Pihaknya menambahkan, karena dinas juga tidak bisa melakukan pengecekan satu persatu terhadap instansi atau masyarakat yang mengadakan penyembelihan kurban. Sehingga sangat diperlukan perhatian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk membantu pengecekan kondisi hewan kurban sebelum dilakukan penyembelihan. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

 

Beli Hewan Kurban, Waspadai Penyakit-penyakit Ini

Kepala Distanak Jepara Wasiyanto (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Distanak Jepara Wasiyanto (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, jumlah hewan kurban seperti kambing, kerbau, dan sapi semakin banyak. Sehingga, potensi adanya hewan yang berpenyakit juga lebih banyak. Untuk itu, tim pemantau dan pengawas yang dibentuk Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jepara mewaspadai sejumlah penyakit yang ada pada hewan.

“Misalnya cacing hati yang memang masih menjadi ancaman. Tahun lalu, memang ada beberapa kasus cacing hati dalam hewan kurban,” ujar Kepala Distanak Jepara Wasiyanto kepada MuriaNewsCom, Jumat (11/9/2015).

Menurutnya, selain itu yang cukup diwaspadai adalah jenis penyakit sonosis, yakni penyakit hewan yang bisa menular ke manusia. Sedangkan saat hari raya, pantauan akan dilakukan pada malam sebelum hari raya (H-1), serta usai penyembelihan.

Untuk pantauan ke tempat penampungan hewan sementara, atau tempat berjualan hewan ternak, sementara ini masih belum intensif di lakukan. Sebab hingga saat ini, belum banyak pedagang yang menggelar dagangan mereka. Umumnya, sepekan sebelum hari raya pedagang baru mulai bermunculan.

“Pada umumnya, penyakit pada hewan memang mudah dikenali. Sebab dari ciri fisiknya sudah bisa dilihat. Untuk cacing hati, memang tidak terlalu ganas sebab hanya menyerang organ dalam. Meski demikian, bagian yang terkena cacing hati memang tidak boleh dikonsumsi. Bagian lainnya masih diperbolehkan,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Sstt…Betina-betina Ini Dipacu Cepat Birahi Lho….

Petugas sedang melakukan penyuntikan terhadap sapi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas sedang melakukan penyuntikan terhadap sapi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Ribuan ekor sapi betina yang ada di Grobogan dipacu birahinya dan selanjutnya diinseminasi buatan atau kawin suntik. Selain itu, ribuan ekor sapi betina lainnya dicek kesehatan reproduksinya. Sekitar 25 petugas diterjunkan untuk melaksanakan dua kegiatan tersebut.

”Hal itu dilakukan dalam rangka melaksanakan program penanggulangan gangguan reproduksi. Kegiatan ini dibiayai dari dana ABPN perubahan tahun 2015,” ungkap

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Grobogan Nur Ahmad Wardiyanto.

Menurutnya, program tersebut jadi skala nasional dalam rangka meningkatkan populasi sapi dan kerbau di Indonesia. Selain itu, program tersebut juga bertujuan untuk mensukseskan kebijakan swasembada daging nasional.

Dalam progam tersebut, ada dua kegiatan yang dilakukan.Yakni, gertak birahi dan inseminasi buatan (GBIB) serta penanganan gangguan reproduksi (PGR). Program tersebut mulai dilaksanakan sejak akhir Juli hingga November mendatang.

”Untuk program GGIB targetnya sekitar 1.700 ekor sapi. Kemudian untuk gangguan reproduksi ditargetkan ada 5.280 ekor sapi yang ditangani,” katanya.

Nur Ahmad menambahkan, sasaran program tersebut menyebar di seluruh wilayah Grobogan. Dimana, sapi yang diperiksa untuk program tersebut ada yang diambilkan dari kelompok ternak dan perorangan.

Ditambahkan, petugas lapangan dalam tahap awal melakukan pemeriksaan pada sapi betina yang dinilai sudah cukup umur menjadi indukan. Jika kesehatan reproduksinya bagus maka langsung masuk dalam GGIB. Jika ada gangguan maka akan ditangani lebih lanjut melalui program penanganan gangguan reproduksi.Diharapkan, setelah ditangani, sapi betina ini bisa cepat sehat dan siap produksi. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Jelang Idul Adha, Pemkab Jepara Bentuk Tim Pemantau Hewan Kurban

 

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Jepara Wasiyanto (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Jepara Wasiyanto (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini, Pemkab Jepara membentuk tim khusus untuk melakukan pemantauan dan pengawasan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Jepara Wasiyanto mengatakan, tim khusus tersebut telah dibentuk beberapa waktu yang lalu.

”Kerjanya melakukan pemantauan dan pengawasan, khususnya terhadap hewan ternak yang digunakan untuk kurban,” ujar Wasiyanto kepada MuriaNewsCom, Jumat (11/9/2015).

Menurutnya, tim pemantauan yang dibentuk telah mulai melakukan pantauan intensif. Selain memantau secara umum kondisi hewan ternak yang diperjualbelikan, juga khusus untuk persiapan jelang Hari Raya Kurban.

“Jelang hari raya ini, pemantauan dilakukan di sejumlah pasar hewan yang ada di Jepara, dan sejumlah tempat penampungan sementara,” katanya.

Lebih lanjut dia membeberkan, di Jepara ada beberapa pasar hewan seperti di Pelemkerep, Kecamatan Mayong, Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, Bangsri, dan Keling. Pasar-pasar tersebut buka pada hari-hari tertentu sesuai pasaran Jawa.

“Di pasar hewan pantauan selalu dilakukan tiap kali pasaran. Tapi menjelang Hari Raya Kurban, memang kami melakukan pantauan lebih intensif,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)