Ketua Dewan Kecewa, Bupati Blora Bilang Dewan Sering Kunker

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Blora – Pernyataan Bupati Blora Djoko Nugroho beberapa waktu silam yang meminta agar anggota dewan mengurangi kunjungan kerja (Kunker), mendapat respon dari Ketua DPRD Blora, Bambang Susilo.

Pernyataan Djoko Nugroho saat itu dilontarkan waktu membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) yang digelar di ruang pertemuan Bappeda Blora pada Kamis (10/3/2016). Dalam sambutannya Bupati mencotohkan, misalnya kunker dalam satu tahun ada empat kali bisa dikurangi menjadi dua kali.

Bambang Susilo, Ketua DPRD Blora mengungkapkan, apa yang disampaikan Bupati Djoko Nugroho kurang pas. Harusnya, sebelum mengungkapakan hal seperti itu, dipertimbangkan terlebih dahulu. ”Seharusnya tidak menyampaikan seperti itu, itu kurang pas,” ujar Politisi Partai Demokrat.

Ia menjelaskan, kunker yang dilakukan oleh dewan merupakan mekanisme kerja yang sebelumnya direncanakan. Selain itu, kunker bertujuan sebagai bekal proses mengesahkan 27 rancangan perturan daerah (ranperda). ”Kalau di awal-awal tahun ya wajar,” jelas dia.

Bambang juga menjelaskan, dalam sebulan ada dua kali kunker bagi anggota dewan. Selain itu, lanjut Bambang, adalah bimbingan teknis (bimtek). Ia pun mengakui dalam satu bulan pernah anggota dewan kunker selama empat kali. Namun, itu saat awal tahun lalu.

Ia pun menampik, untuk selanjutnya, anggota dewan dalam sebulan tidak sampai empat kali untuk kunker. ”Untuk hal ini jangan mudah menyimpulkan lah,” terang dia.

Bambang menjelaskan, untuk pertengahan tahun nanti pihaknya fokus dalam mengurusi anggaran. Sehingga, ia berharap agar tidak menganggap negatif kepada anggota dewan saat kunker. Ia juga berharap, agar Bupati tidak mengintervensi DPRD. Pasalnya, DPRD sudah tau porsi kerjanya, termasuk turun ke masyarakat.

Editor : Titis Ayu Winarni

Beberapa Lini yang Jadi Prioritas di Kabupaten Blora

 

Samgautama Karnajaya saat memaparkan isu strategis di hadapan audiens di ruang pertemuan Bappeda Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Samgautama Karnajaya saat memaparkan isu strategis di hadapan audiens di ruang pertemuan Bappeda Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora Samgautama Karnajaya mengatakan, dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Blora tahun 2017. Dirinya mengungkapkan, ada beberapa prioritas yang harus di benahi di Kabupaten Blora, yang termuat di dalam isu strategis pembangunan 2017 nanti.

Sepuluh isu strategis Kabupaten Blora, di antaranya peningkatan mutu pedidikan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas pelayanan kesehatan.

”Selanjutnya peningkatan kualitas dan pemerataan infrastruktur wilayah, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan produktivitas pertanian dan peternakan, penanganan potensi pariwisata, peningkatan peran sektor perdagangan,” ujarnya.

Kemudian peningkatan nilai investasi, peningkatan pelayanan publik dan dan tata kelola pemerintahan serta peningkatan pajak. ”Isu strategis yang ada di Kabupaten Blora diselaraskan dengan isu strategis yang ada di Provinsi Jawa tengah,” katanya.

Musyawarah perencanaan pembangunan RKPD Kabupaten Blora tahun 2016 kali ini, dilaksanakan dalam rangka untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi, dan kesepakatan terhadap rancangan RKPD Kabupaten Blora Tahun 2017.

Editor : Titis Ayu Winarni

Di Depan Ketua DPRD, Bupati Blora Sindir Dewan yang Hobi Kunker

Bupati Djoko Nugroho saat memeberikan sambutan. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Bupati Djoko Nugroho saat memeberikan sambutan. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho, mengatakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di wilayahnya wajib meningkatkan pelayanan. Mengingat saat pelantikannya pada 17 Februari 2016, Gubernur Ganjar Pranowo menyebutkan sejumlah masalah daerah. Ironisnya, hampir sebagian besar masalah kota, terjadi di Blora.

Dewan pun mendapat ritikan dari Kokok, panggilan akrabnya, supaya tidak sering-sering mengadakan kunjungan kerja (kunker). Ia meminta agar kunker diminimalkan. “Misal kunker setahun empat kali, dikurangi enjadi dua kali,” ucap Kokok.

Mendengar hal itu, Ketua DPRD Bambang Susilo yang hadir di ruang Bappeda Blora, hanya diam. Seolah tak merasa anggotanya disindir, dia pilih mendengarkan sambutan bupati lebih lanjut.

Bupati menyebutkan pula, kantong kemiskinan di Blora yang memprihatinkan. Terutama yang berada di kawasan hutan.

Pada kesempatan tersebut, bupati juga menyinggung soal relokasi pasar Induk Blora yang rencana akan dipusatkan di selatan daerah irigasi Gabus, Kelurahan Mlangsen. Rencana itu akan dilaksanakan, tahun ini.

“Kami minta pasar Induk di sekitar Gabus segera dilaksanakan tahun ini. Biar jual beli nanti dipusatkan di sana, termasuk pasar burung,” tambahnya.

Selain itu, beberapa tempat lain, seperti di Cepu yakni Taman Seribu Lampu juga akan dilakukan penertiban. Para pedagang akan ditertibkan dan Taman Seribu Lampu akan dibangun. Termasuk salah satunya akan dilakukan relokasi pedagang.

Di kesempatan itu juga dihadiri Wakil Bupati  Arief Rohman, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Plt Sekda Sutikno Slamet, Asisten Setda Blora, Anggota DPRD Blora, unsur Forkopimda, BUMN/BUMD, Forkopimcam, unsur perguruan tinggi, LSM, ormas dan wartawan. Tema yang diusung, Upaya Peningkatan Pelayanan Publik Melalui Pemerataan Pembangunan dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Yang Bermartabat.

Editor : Akrom Hazami