Kue Dumbek Ternyata Merupakan Simbol Kesuburan

Kue Dumbek. Kue ini disebut merupakan simbol dari kesuburan wilayah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kue Dumbek. Kue ini disebut merupakan simbol dari kesuburan wilayah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bagi masyarakat Rembang, kue Dumbek sudah tak asing lagi, karena kue ini merupakan khas Rembang. Makanan yang berbentuk lonjong tebuat dari tepung, gula aren dan dibungkus dengan daun lontar ini ternyata merupakan simbol kesuburan.

Edi Winarno, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Rembang mengatakan, Dumbek sudah ada sejak nenek moyang dulu yang bentuknya seperti lingga atau alat kelamin pria. “Selain Dumbek sebenarnya ada satu lagi pasangannya yakni jadah genduk, yang bentuknya seperti yoni atau alat vital perempuan. Keduanya ini merupakan simbol dari kesuburan sebuah wilayah,” ujarnya.

Dirinya juga menyatakan, jika makanan tersebut konon cerita banyak filosofinya. Mulai lontar sebagai pembungkusnya, menandakan adanya sifat tawadhuk dengan sang kholik.Ibarat daun lontar selalu menunduk tumbuhnya. Bentuknya juga unik, seperti tangga dari putaran kecil sampai besar. Ini ibarat, hidup harus berusaha dari hal kecil sampai besar.

Lebih lanjut Edi berharap, makanan khas Rembang ini dapat dilestarikan dan tetap ada. Sehingga, makanan ini bisa dikenal luas oleh masyarakat luas, dan bisa menjadi oleh-oleh khas Rembang. Wisatawan yang berkunjung ke Rembang pun diharapkan bisa mencicipi makanan khas ini.

“Generasi muda diharapkan juga peduli dengan hal seperti ini, karena ini merupakan salah satu kekayaan makanan khas Rembang. Di samping itu, juga filosofi yang dapat dipelajari dari keberadaan makanan tersebut,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Menikmati Enaknya Dumbek, Jajanan Khas Rembang

 Dumbek, kue tradisional khas Rembang yang rasanya legit (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Dumbek, kue tradisional khas Rembang yang rasanya legit (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pernahkah Anda mendengar nama Dumbek? Tentu di antara Anda, mungkin masih banyak yang belum tahu dan mendengar tentang nama itu. Karena Dumbek memang jarang ada di daerah lainnya, selain di Jawa, khususnya Pantura Timur, salah satunya di Rembang.

Dumbek adalah nama kue tradisional yang nikmat dan khas di Rembang. Kue ini terbuat dari bahan-bahan yang sederhana berupa tepung beras, santan kelapa dan gula jawa yang direbus. Kue ini berwarna cokelat yang berasa manis dengan tekstur kenyal.

Salah satu hal yang juga sangat menarik perhatian dari kue ini selain rasanya adalah, kemasan yang sangat unik sekali karena dibungkus oleh daun kelapa yang masih muda atau orang Jawa sering menyebutnya sebagai janur kuning, yang dibentuk seperti terompet atau kerucut.

 Dumbek, kue tradisional khas Rembang yang rasanya legit (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Dumbek, kue tradisional khas Rembang yang rasanya legit (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Maka tidak heran pada masa kejayaannya, kue ini juga sangat disukai oleh anak-anak kecil karena kemasan yang agak mirip seperti mainan tradisional, namun banyak juga orang dewasa yang suka jajanan tersebut.

Salah seorang pembuat jajanan Dumbek dari Lasem Rumiah (55) mengatakan, makanan ini memang terbilang kuno. Namun demikian, jajanan ini tak jarang selalu ada ketika ada acara penting.”Seperti halnya mantu, hajatan, bahkan acara resmi penyambutan bupati atau pejabat,” katanya.

“Rasanya kenyal, legit. Sebab dalam pembuatannya menggunakan bahan alami. Yakni tepung kanji yang dicampur dengan gula aren. Sementara, campuran itu dimasukan ke dalam janur atau daun lontar yang sudah dibentuk menyerupai terompet atau kerucut,” paparnya.

Editor : Kholistiono