Malam Tahun Baru Alun-alun Kudus Ditutup, Ini Kantong Parkir yang Bisa Kamu Pilih

MuriaNewsCom, Kudus – Perayaan malam pergantian tahun di Kudus akan dipusatkan di Alun-alun Simpang Tujuh. Mulai petang hingga perayaan rampung, arus lalu lintas di kawasan ini akan ditutup.

Polres Kudus akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus yang menuju alun-alun. Kasatlantas Polres Kudus AKP Eko Rubianto mengatakan, selama malam tahun baru, kawasan simpang tujuh akan disterilkan dari semua kendaraan.

“Jadi skemanya mirip seperti Car Free Night (CFN) yang dilakukan pada malam Minggu oleh Pemkab Kudus. Bedanya, ini dilakukan malam Senin saat pergantian tahun,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/12/2017).

Pihaknya telah menyiapkan kantong-kantong parkir yang bisa digunakan masyarakat. Di antaranya di barat Simpang Tujuh Jalan Sunan Kudus, Gang I, II dan III, belakang Ramayana dan Jalan Pemuda.

Sejumlah titik juga akan dibuntu untuk kendaraan sama seperti CFN. Selain di kawasan alun-alun, penutupan jalan juga dilakukan di Perempatan Kojan, Jalan Ramlan, Jalan Ahmah Yani serta Gang I,II dan III.

“Jalur akan kami tutup mulai jam 18.00 WIB hingga jam 00.00 WIB. Jadi bagi yang hendak merayakan tahun baru di Simpang Tujuh Kudus, dapat mematuhinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, aparat akan melakukan pengamanan di sejumlah titik. Ratusan personel disiapkan untuk melakukan pengamanan.

Ia menyebut ada lima titip yang diperkirakan akan terjadi penumpukan. Yakni di kawasan alun-alun, kawasan Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK) Tanggulangin Jati, kawasan Gor Kudus dan Balai Jagong, kawasan Oasis dan Taman Bumi Wangi Jekulo.

Menurutnya, dari lima lokasi yang disebutkan, kawasan alun-alun menjadi hal yang paling diwaspadai. Untuk itu petugas yang disiagakan lebih banyak yaitu mencapai 125 personel.

Ia menyebut, jumlah petugas yang disiagakan sejumlah 820 petugas. Petugas itu merupakan gabungan dari Polres Kudus, Kodim 0722/Kudus, dan Satpol PP.

“Selain petugas yang stand by di lokasi tersebut, kami juga menyiagakan 79 petugas untuk berpatroli dengan lebih intens. Patroli dilakukan tak hanya menggunakan mobil, namun juga dengan kendaraan bermotor,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ratusan Warga Kudus Dorong Pemerintah Merdekakan Palestina

Aliansi Masyarakat Kudus Peduli Palestina menggelar aksi mendukung kemerdekaan Palestina, Jumat (29/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan warga Kudus yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kudus Peduli Palestina menggelar aksi, Jumat (29/12/2017). Aksi yang digelar di Alun-alun Simpang Tujuh itu untuk mendorong pemerintah Indonesia mengupayakan kemerdekaan Palestina.

Shinta Rahma Aji, koordinat aksi mengatakan, akan terus mengawal pemerintah dalam hal kemerdekaan Palestina. Seperti halnya dengan menyuarakan dukungan dalam aksi serta mengirim surat resmi untuk memerdekakan Palestina.

“Kami merencanakan bakal mengirimkan surat remi ke Pak Presiden Jokowi. Mudah-mudahan didengarkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, pernyataan Donald Trump terkait Yerusalem yang diakui sebagai ibukota Israel dianggap tak pas. Yerussalem merupakan kiblat pertama ummat Islam yang di dalamnya terdapat Al Aqsha, sebuah masjid ketiga yang dimuliakan Allah SWT.

“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah Bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel,” ujarnya.

Aksi tersebut diikuti sejumlah organisasi seperti KAMMI Kudus, IMM Kudus, FORMI UMK, HMI Kudus, FKMI Kudus, CAKEP Kudus, MRI Jawa Tengah, ACT Jawa Tengah, ODOJ Kudus , JSIT Kudus, IMDA Kudus, PII Kudus.

Editor : Ali Muntoha

Panwaslu Kudus Buka Lowongan untuk 132 Pengawas Pemilu Lapangan, Ini Syaratnya

Anggota panwascam se-Kabupaten Kudus saat dilantik, belum lama ini. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kudus saat ini tengah membuka lowongan untuk 132 petugas Pengawas Pemilu Lapangan (PPL). Ratusan PPL tersebut akan bertugas mengawasi jalannya pemilu di tingkat desa atau kelurahan di Kudus.

Ketua Panwaslu Kudus Wahibul Minan mengatakan, pembukaan PPL sebenarnya sudah dibuka sejak 23 Desember lalu dan akan ditutup Kamis, 28 Desember besok.

”Sesuai jadwal, besok akan ditutup. Karena di Kudus ada 132 desa/kelurahan maka kebutuhan anggota PPL juga sebanyak 132 orang,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, semua warga Kudus bebas mendaftar sebagai Panwaslu Desa. Formulir pendaftaran dapat diambil di tiap kecamatan, yang mana sebagai tempat pendaftaran pula.

Bagi yang hendak mendaftar, lanjut dia, dari segi umur minimal berusia 25 tahun. Pembatasan usia tersebut, lantaran ingin petugas pengawas lebih dewasa dari petugas yang diawasi nantinya.

Hanya saja, terkait jumlah pelamar hingga kini pihaknya belum mengetahui secara pasti. Karena petugas langsung dari kecamatan dan laporan akan diberikan saat terkahir pendaftaran.

“Jika ada yang belum terpenuhi, maka kami bisa memperpanjang pendaftaran Panwaslu desa,” ujarnya.

Dia menyebutkan, tiap pelamar akan diberikan tes wawancara pada 4-9 Januari 2018. Setelah itu, maksimal 14 Januari akan dilakukan pelantikan secara serentak untuk Panwaslu Desa yang lolos.

Disinggung soal masa kerjanya, dikatakan akan bekerja selama enam bulan terhitung sejak pelantikan. Hanya untuk gajinya dia mengaku kurang tahu lantaran urusan sekretariatan.

“Untuk gaji mungkin kisaran Rp 700-800 ribu per bulan,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Dewan Desak Pemkab Segera Putuskan Rekayasa  Lalu Lintas Jalan Granit Menara Kudus

Warga melintas di jalan granit Menara Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Kudus mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk segera menentukan rekayasa lalu lintas jalan granit di depan Menara Kudus. Hal itu supaya masyarakat di sekitar Menara tak semakin resah dan bisa menggunakan jalan dengan maksimal.

Ketua Komisi C DPRD Kudus M Yusuf Roni, mengatakan sebelumnya sudah ada pembahasan tentang rekayasa lalulintas di jalan Granit Menara Kudus antara Pemkab Kudus dengan Komisi C. Hasilnya, tiga opsi akan jadi bahan pertimbangan untuk rekayasa nanti.

“Ada opsi tentang jalan yang steril dari kendaraan, jalan yang hanya diperbolehkan untuk warga di sana saja dan terakhir adalah dikembalikan seperti semula. Namun hingga kini masih belum ada putusan mana yang diambil dari ketiganya,” katanya kepada MuriaNewsCom

Dia meminta Pemkab Kudus agar segera memutuskan mana yang akan ditetapkan, agar masyarakat juga tidak bingung soal kebijakan disana. Apakah diperbolehkan untuk umum atau tidak.

Apalagi, kata dia, sebagian jalan di kawasan masuk Menara Kudus masih ditutup dan mempersulit akses masuk. Itu dianggap mengganggu karena saat ini kawasan Menara Kudus sangtalah ramai akan adanya peziarah.

“Kami berharap awal tahun depan Pemkab Kudus sudah memutuskannya. Dan kami juga berharap agar dapat mengajak masyarakat disana untuk mempertimbangkan kebijakan yang dipilih,” jelasnya. 

Dia menambahkan, secara pribadi berharap jalan hanya digunakan untuk masyarakat setempat saja. Namun yang jadi persoalan adalah para tukang ojek dan becak disana. “Itu perlu sebuah solusi agar mereka (ojek dan becak) tidak menyebabkan kemacetan,” jelasnya

Editor Supriyadi

LAN Sebut Kudus Layak Jadi Rujukan Kota Inovasi

Bupati Kudus Musthofa dan peneliti senior LIPI Prof Siti Zuhro saat mengunjungi saat pameran inovasi daerah di Kudus, Kamis (21/12/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr Ady Suryanto menyebut, Kabupaten Kudus sangat layak untuk menjadi rujukan inovasi. Hal ini tak lepas dari berbagai macam inovasi yang dilakukan sjeumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk pelayanan masyarakat.

Ini dikatakan Ady saat launching smart village dan command center di Desa Loram Wetan, Jati, Kudus, Kamis (21/12/2017). Menurutnya, lahirnya banyak inovasi ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat.

Tidak hanya aplikasi yang replikatif. Tetapi benar-benar bisa memberikan manfaat secara nyata. Menurutnya, kalau semua daerah seperti Kudus negara ini sangat maju.

“Ini menunjukkan di Kudus ada sebuah kemauan dan komitmen yang didukung kemampuan. Selain itu ada teamwork yang baik di bawah leadership bupati yang mau melakukan perubahan demi masyarakat,” katanya.

Oleh karenanya menurut dia, Kudus sangat layak meraih Inagara Award tahun 2017 ini dan termasuk sangat baik dalam inovasi.

Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Siti Zuhro, MA, yang hadir dalam kesempatan itu juga sangat mengapresiasi adanya desa cerdas/smart village. Launching desa cerdas ini menjadi yang kedua di Indonesia, setelah di Pondok Ranji, Tangerang Selatan.

Bahkan ia memuji jika desa cerdas di Kudus ini lebih komplit dengan empat pilarnya. Yakni adanya smart people, smart economy, smart living/environment, dan akhirnya smart governance.

“Jadilah center of excellent. Dan semoga ini memberikan inspirasi dan menjadi role model. Pak Musthofa ini bupati the best. Selamat saya ucapkan karena baru saja menerima penghargaan leadership dari Mendagri,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Kudus Musthofa menyebut, adanya berbagai inovasi diciptakan demi kemudahan pelayanan publik. Termasuk inovasi pelayanan berbasis aplikasi Android yang sangat mudah digunakan masyarakat.

Editor : Ali Muntoha

Belum Muncul Ancaman Ganggu Natal dan Tahun Baru di Kudus

Kendaraan operasional yang akan digunakan dalam Operasi Lilin Candi 2017 di Kabupaten Kudus disiagakan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sedikitnya 500 lebih petugas disiagakan selama pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2017. Mereka akan melakukan pengamanan selama perayaan Natal dan pergantian tahun.

Ratusan petugas tersebut, meliputi jajaran Polres Kudus, Kodim 0722/Kudus, Satpol PP dan ormas.

Wakapolres Kudus Kompol M Ridwan mengatakan, ratusan petugas tersebut akan dibagi dalam berbagai tugas. Di antaranya siaga di pos penjagaan, serta berpatroli secaray bergantian.

“Dari ratusan petugas untuk pengamanan sebagian besar dari jajaran Polres Kudus, yaitu mencapai 365 petugas,” katanya usai Apel Pasukan Operasi Lilin Candi di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis (21/12/2017).

Menurut dia, kondisi Kudus hingga kini masih aman. Ancaman-ancaman juga belum muncul saat akhir tahun ini. Namun, kewaspadaan tetap dilakukan apalagi saat perayaan hari besar seperi Natal dan Tahun Baru. 

Sementara, Bupati Kudus Musthofa juga menyampaikan hal yang sama. Bahwa Kudus masih dalam suasana aman dan terkendali. Untuk itu, pihaknya juga meminta bersama-sama menciptakan suasana yang aman agar masyarakat Kudus tetap aman. 

“Ini ada dari kepolisian, kodim, Satpol PP dan wakil rakyat yang bersinergi. Sehingga tetap menciptakan Kudus yang aman,” ujarnya.

Dalam kegiatan gelar pasukan tersebut, juga dilakukan pengecekan kendaraan dari Polres Kudus. Kendaraan dicek untuk memastikan kalau kondisinya baik, sehingga saat operasi bisa maksimal digunakan.

Editor : Ali Muntoha

Tahun Depan, Gebyar PKL Kudus Bakal Dipindah ke GOR Bung Karno

Bupati Kudus Musthofa mengunjungi stan PKL dalam kegiatan Gebyar PKL 2017 lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus rencananya akan kembali menggelar Gebyar PKL di tahun 2018 mendatang. Hanya saja, konsepnya akan sedikit berbeda. Ini lantaran Gebyar PKL tak lagi di gelar di Alun-alun, melainkan di GOR Bung Karno.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus didampingi Kabid PKL Sofyan Dhuhri mengatakan, pada tahun depan kegiatan akan dipindah ke GOR lantaran mempertimbangkan cuaca. Kondisi yang sering hujan, membuat OPD mengalihkan lokasi.

“Kami khawatir, jika lokasinya sama akan terganggu cuaca. Jika hujan angin, maka pedagang yang akan dirugikan nanti,” katanya kepada awak media usai pembahasan Gebyar PKL, Rabu (20/12/2017).

Dialihkannya ke GOR, kata dia, juga melihat dari akses keramaian. Diyakini saat lokasinya di GOR, maka akan lebih ramai dan meriah. Apalagi, lokasi di GOR yang cukup luas juga mampu menampung lebih banyak pedagang.

“Kami juga akan menggelar pengajian umum saat Gebyar PKL nanti. GOR akan cukup untuk menampungnya karena sudah luas dan aman,” ujarnya

Dia mengatakan, Perayaan Gebyar PKL tahun mendatang belum ditentukan jadwalnya. Hanya, dia berharap bisa berlangsung sesuai hari PKL yang jatuh pada 5 Januari. Namun semuanya dikembalikan pada persiapaanya.

Disinggung soal jumlah PKL yang bakal dilibatkan mencapai tiga ribuan PKL se Kudus. Nantinya para PKL akan ditata dikawasan GOR hingga kawasan balai jagong di belakang Gor.

Soal biaya penyelenggaraan, dia menyebutkan menganggarkan sekitar Rp 40 jutaan. Jumlah tersebut akan digunakan dalam pelaksanaa Gebyar PKL mendatang selama sehari penuh.

Editor: Supriyadi

18 Ton Rokok Ilegal Senilai Rp 6,19 Miliar di Kudus Dimusnahkan

Pemusnahan rokok ilegal dengan cara dibakar di halaman KPPBC Kudus, Selasa (19/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kudus,  memusnahkan  rokok ilegal atau tanpa pita cukai Selasa (19/12/2017). Jumlah rokok ilegal yang dimusnahkan mencapai 18 ton, yang merupakan hasil razia dari sejumlah daerah di eks-Karesidenan Pati.

Pemusnahan dilaksanakan di halaman Kantor KPPBC Kudus. Pemusnahan dihadiri sejumlah undangan, mulai Polres Kudus, KPP Kudus beserta sejumlah instansi lainya dari wilayah eks-Karesidenan Pati.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Parjiya mengatakan, rokok yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan mulai Februari hingga Juli 2017. Dalam kurun waktu itu, KPPBC Kudus juga mengamankan 32 alat pemanas tembakau.

Selain memusnahkan belasan ton rokok, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya. Di antaranya, 166 rol kertas Cigarette Typping Paper (CTP), 376 kilogram kertas etiket (bungkus rokok), 144 kilogram filter rokok, 46 kilogram plastik pembungkus etiket rokok, 140.455 keping pita cukai palsu, 9,2 juta batang sigater kretek mesin, dan 3,3 ribu kilogram tembakau iris.

“Pemusnahan dilakukan dengan cara simbolis dibakar di halaman kantor. Pembakaran dilakukan secara serempak oleh petugas KPPBC beserta undangan,” katanya.

Setelah itu, lanjut dia, sisa barang ilegal dibawa ke TPA Tanjungrejo Jekulo, guna dimusnahkan dengan cara ditimbun di tumpukan sampah. Jumlah kendaraan yang digunakan untuk mengangkut rokok ilegal mencapai tujuh truk, dengan dua kali angkut.

“Total keseluruhan nilai barang yang dimusnahkan mencapai Rp 6,19 miliar. Dan dampak peredaran rokok dipasaran dengan penerimaan negara sebesar Rp 3,98 miliar,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Pemkab Kudus Anggap Kenaikan Harga Jelang Akhir Tahun Wajar

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti beserta Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Kurniawan Daili bertanya kepada pedagang Pasar Bitingan, Jumat (15/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti menilai, kenaikan harga sejumlah komoditas dan bahan pokok dianggap hal yang wajar. Apalagi, saat ini mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Setiap akhir tahun memang demikian, selalu mengalami kenaikan. Begitu pula dengan tahun ini. Namun kami memastikan kalau stoknya masih ada,” katanya Jumat (15/12/2017).

Menurut dia, kenaikan bahan pokok bukan karena stok yang menipis. Melainkan pada permintaan masyarakat yang meningkat, sehingga dari tengkulak menaikkan harga.

Disebutkan, selain harga beras yang tembus Rp 11.500 per kilogramnya, harga telur juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Untuk satu kilogram telur, dijual seharga Rp 24 ribu. Padahal sebelumnya kisaran Rp 19 ribu.

“Harga ini lebih tinggi ketimbang saat Idul Fitri yang hanya Rp 22 ribu per kilogram. Selain itu, harga bawang merah juga naik dari Rp 17 ribu ke Rp 18 ribu perkilo, dan bawang putih dari Rp 20 ribu jadi Rp 22 ribu perkilogram. Meski naik, namun pasokan masih ada, sehingga masyarakat tak usah resah,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Kurniawan Daeli, mengungkapkan pihaknya juga ikut mengawasi kenaikan harga di pasaran. Jangan sampai harga dipermainkan, sehingga masyarakat yang dirugikan.

“Ada tim yang menangani setiap harinya. Jadi kami pastikan memantau terus perkembangannya,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Samsat Kudus Yakin Pajak Kendaraan Rp 208 Miliar Terlampaui

Warga mekakukan perpanjangan STNK di Samsat Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Samsat Kudus ditarget pendapatan mencapai Rp 208,06 miliar untuk tahun 2017 ini. Meski jumlahnya cukup besar, Samsat yakin target itu bisa terpenuhi, bahkan realisasinya diperkirakan lebih besar dari target.

Kepala Samsat/UP3AD Kudus Wibowo, mengatakan hingga awal Desember 2017, pendapatan dari pajak kendaraan bermotor sudah mencapai Rp 197,81 miliar. Realisasi ini setara 95,1 persen. Dengan waktu yang tersisa, target tersebut akan bisa tercapai.

“Pada bulan-bulan akhir tahun, pendapatannya selalu lebih banyak ketimbang bulan biasanya. Karena pembeli kendaraan lebih banyak di akhir tahun, begitu juga yang memperpanjang kendaraan. Jadi bakal tercapai,” katanya, Jumat (8/12/2017).

Menurut dia, setiap tahun target pendapatan selalu meningkat, dan tiap tahun pula selalu tercapai. Meningkatnya target dikarenakan meningkatnya pula jumlah kendaraan di Kudus, yang rata-rata tiap bulan bertambah 250-an unit.

“Biasanya meningkat kisaran 10 persen. Namun untuk tahun ini masih menunggu dari provinsi, yang biasanya akan diberikan targetnya pada akhir tahun nanti,” ujarnya.

Disebutkan, target tahun ini pendapatan dari Samsat ditetapkan sebesar Rp  208,06 miliar. Yang meliputi pajak kendaraan bermotor Rp 118, 16 miliar, terealisisasi Rp 110 miliar, bea balik nama kendaraan bermotor senilai Rp 89,79 miliar sudah terealisasi Rp 85,76 miliar, serta sejumlah target lainya.

“Target pasti tercapai. Apalagi ada progam balik nama, yang masih berlaku hingga akhir tahun nanti. Itu sangat membantu mendapatkan target,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ilwani : Anggota Dewan Harus Terus Belajar Tingkatkan Kualitas

Anggota DPRD Kudus berfoto bersama di sela-sela megikuti workshop Optimalisasi Peran DPRD dalam Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah. (Humas DPRD Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Wakil Ketua DPRD Kudus, Ilwani menyebut, setiap anggota dewan harus terus belajar untuk meningkatkan kualitas. Pasalnya, masyarakat menaruh banyak harapan terhadap wakil-wakilnya yang duduk sebagai legislator.

Ia menyebut, kualitas anggota dewan bisa diukur dari produk hukum maupun penganggaran yang dikeluarkan. Kualitas dewan akan terlihat jika produk-produk tersebut mampu berdampak luas pada masyarakat.

Oleh karenanya menurut dia, anggota dewan harus terus belajar untuk meningkatkan kompetensi. Salah satunya dengan mengikuti workshop Optimalisasi Peran DPRD dalam Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah.

Kegiatan ini digelar selama tiga hari Jumat-Minggu (1-3/12/2017) di Yogyakarta dengan menggandeng perguruan tinggi dan pakar. ”Kita butuh terus belajar agar menghasilkan kebijakan yang berdampak luas bagi masyarakat,” katanya.

Tiga pakar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan akademisi pun dihadirkan sebagai narasumber. Sehingga para anggota dewan bisa meningkatkan kualitas dalam menyusun produk-produk hukum.

Menurut dia, tingginya harapan masyarakat tentunya harus diimbangi dengan kualitas dan kompetensi wakil rakyat dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. ”Baik dalam penganggaran, pembentukan regulasi dan pengawasan,” ujarnya.

Apalagi pada 2018 mendatang, ada 33 rancangan peraturan derah (raperda) yang sudah masuk dalam program legislasi daerah (prolegda) siap untuk dibahas.Workshop ini menjadi bekal penting bagi para wakil rakyat, agar perda yang dihasilkan nantinya mampu menjawab kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

Editor : Ali Muntoha

Info Pesta Durian di Kudus Menyesatkan

Kabar pesta durian yang tersebar di sejumlah media sosial. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Belakangan tersebar kabar adanya pesta durian di Kudus. Bahkan, kabar tersebut juga dilengkapi dengan poster Pesta Durian yang terdapat logo Pemkab Kudus di dalamnya.

Kabar ini beredar luas di media sosial dan aplikasi perpesanan seperti WA dan BBM. Dalam foto poster yang beredar dituliskan jika pesta durian itu akan digelar di Bumi Perkemahan Kajar, Dawe pada 9 Desember 2017.

Di selebaran itu juga disebutkan hanya dengan membayar Rp 50 ribu saja, pengunjung bisa memakan dan membeli durian sepuasnya. Namun Pemkab Kudus memastikan jika kabar tersebut adalah bohong.

Kadinas Komunikasi dan Informatika Kudus, Kholid Seif menyatakan, Pemkab Kudus tak menyelenggarakan pesta durian.

“Kabar tersebut tidak benar. Kami juga sudah melakukan kordinasi dangan instansi terkait seperti Dinas Pertanian. Dan dinyatakan kalau kabar itu hoax,” katanya kepada MuriaNewsCom, Selasa (5/12/2017).

Hal senada juga diungkapkan Kepala Disbudpar Kudus, Yuli Kasianto. Menurut Yuli, Pemkab Kudus tak ada acara semacam itu. Meskipun dalam gambar dituliskan dari pemkab dan visit Indonesia. “Itu hoax, tak ada agenda tersebut,” jawabnya singkat.

Sebelumnya kabar seperti ini juga beredar di sejumlah derah. Kabar adanya pesta durian menyesatkan juga tersebar di Pati, Temanggung, Jepara, dan lainnya.

Editor : Ali Muntoha

2 Pengendara Beat Terkapar Setelah Dihajar Bus di Jalan Kudus-Pati

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Dua pengendara motor Honda Beat bernomor polisi K 5896- OR, terkapar di Jalan raya Kudus-Pati, Desa Pladen, Jekulo, Kudus, setelah tertabrak bus PO Gunung Harta yang tengah ngebut.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (4/12/2017) dini hari itu membuat dua pengendara Beat mengalami luka serius dan harus dilarikan ke RS Mardirahayu, Kudus. Kedua korban yakni Arif Mahmudi (21) dan Riska Dwi Julianti (22), keduanya warga Desa Karang Bener, Kecamatan Bae, Kudus.

Kanit Laka Satlantas Polres Kudus, Iptu Ngatmin, mengatakan kecelakaan tersebut terjadi sekitar jam 01.00 WIB. Saat itu, kondisi jalanan yang sepi membuat sopir bus ngebut dan menabrak kendaraan yang dari lawan arah.

“Bus itu adalah Bus PO Gunung Harta  No Pol N-7177-UA. Sedang yang ditabrak, adalah sepeda motor Beat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, dari keterangan sejumlah saksi, bus yang dikemudikan Edy Hartono (42), warga Desa Tegal Besar RT 01/ RW 25 Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember itu, melaju dari arah barat dan mencoba menyalip kendaraan yang ada di depannya.

Sementara dari arah berlawanan, melaju sepeda motor Beat yang dikendarai korban. Posisi bus yang terlalu ambil kanan, membuat sopir kaget saat ada sepeda motor dari arah berlawanan. “Sehingga tabrakan tak bisa dihindari,” ujarnya.

Kedua pengendara sepeda motor terpental dan terkapar di jalan setelah tertabrak bus. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit, dan hingga berita ini diturunkan korban masih menjalani perawatan intensif.

Editor : Ali Muntoha

Meriah, Kirab Ampyang Maulid Diikuti Ratusan Peserta

Kirab Ampyang Maulid yang digelar Desa Loram Wetan dan Loran Kulon untuk memeringati kelahiran Nabi Muhammad SAW. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kirab Ampyang Maulid Nabi, yang diselenggarakan Pemerintah Desa Loram Wetan dan Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, sabtu (2/12/2017) berlangsung meriah. Ratusan peserta memamerkan keunggulan wilayahnya masing-masing di dua desa rintisan desa wisata itu.

Muhammad Syafii, Kades Loram Kulon, mengatakan jumlah peserta yang ikut kirab sejumlah 40 kelompok. Tiap kelompok, memiliki anggota 20 an orang.  Semuanya merupakan pilihan masyarakat setempat, yang mampu menyuguhkan penampilan yang baik.

“Acaranya sudah berlangsung setiap tahun, dan setiap tahunnya selalu meriah,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (2/11/2017).

Menurut dia, peserta berasal 25 kelompok dari musala di dua desa. Kemudian sisanya dari lembaga pendidikan. Para peserta mengikuti kirab sejauh 1,5 kilometer dari Lapangan Loram Wetan menuju masjid di Loram Kulon. “Ampyang Maulid selalu digelar untuk memeriahkan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Kemeriahan Ampyang Maulid, kata dia, tak hanya dengan kirab saja. Namun sebelumnya juga dilakukan serangkaian acara termasuk dengan expo, yang menampilkan potensi dari dua desa.

Editor : Ali Muntoha

Angin Kencang Bercampur Hujan Tumbangkan Sejumlah Pohon Tua di Kudus

Pengendara melintas di kawasan Wergu, Kudus, yang terjebak pohon tumbang, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Hujan bercampur angin kencang melanda Kudus, Kamis (30/11/2017) siang. Hal itu berakibat sejumlah pohon tua tumbang dan merusak fasilitas umum seperti tempat sampah. 

Seperti yang terjadi di kawasan Wergu Kulon, Kecamatan Kota. Pohon tumbang melintang di tengah jalan.

Arifin, salah seorang pengendara di lokasi, mengatakan pohon tumbang terjadi sekitar  pukul 11.30 WIB. Saat angin kencang terjadi.  Mulanya, dahan dan ranting berjatuhan. Menyusul kemudian, pohon pun tumbang.

“Saat kejadian tak ada warga yang di bawahnya. Saat itu kondisi jalan sedang sepi,” katanya.

Berdasarkan pantauan, pohon tumbang juga terjadi di wilayah jalan lingkar selatan dan jalan kawasan UMK. “Pohon tumbang sebelah kampus UMK, melintang di jalan sehingga antre saat lewat,” tulis salah seorang warga, Mukhkis.

Editor : Akrom Hazami

Kepincut Kenalan di FB, Wanita di Kudus Ini Ketipu Ratusan Juta

Caption : Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Apa yang menimpa perempuan dari Kabupaten Kudus ini bisa menjadi pelajaran bagi yang lain, agar tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal. Apalagi jika orang tersebut dikenal dari media sosial.

Perempuan bernama Siti Rohmah (33), warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, ini harus kehilangan uang ratusan juta rupiah, karena kepincut dengan seseorang yang baru dikenalnya melalui Facebook.

Seperti tersihir, perempuan ini dengan mudah beberapa kali mengirimkan uang kepada pelaku. Selama dua pekan berkenalan, korban telah menyetorkan uang sebesar Rp 145.700.000, ke rekening pelaku.

Modus pelaku adalah pura-pura pinjam uang untuk transportasi pulang kampung. Namun saat ditagih, pelaku selalu berkelit. Korban yang merasa telah tertipu pun langsung melaporkan hal ini ke Polres Kudus pada Senin (27/11/2017) kemarin.

“Yang bersangkutan dalam hal ini korban, sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Kudus. Dan tengah ditindaklanjuti tim Reskrim,” kata Wakapolres Kudus, Kompol M Ridwan, Selasa (28/11/2017).

Ridwan menceritakan kronologi penipuan yang menimpa perempuan itu. Korban mulai berkenalan dengan pelaku via Facebook pada Selasa (7/11/2017) sekitar pukul 12.00 WIB dengan seseorang yang menggunakan akun Facebook Satria Utama.

Dalam perkenalan melalui chat di Facebook itu korban merasa semakin akrab, hingga keduanya saling bertukar PIN BBM. Korban dan pelaku pun terus berkomunikasi melalui BBM.

Hingga akhirnya, pada Senin (20/11/2017) pelaku meminjam uang kepada korban sebesar Rp 9 juta, untuk biaya pulang kampung dari Batam ke Bandung. Tak pikir panjang, korban pun langsung mentransfer uang itu ke rekening pelaku.

Tak berhenti sampai di sini, pelaku terus membujuk agar korban mengirimkan uangnya. Bahkan selama tiga hari berturut turut, korban sudah meminjamkan uang kepada pelaku totàl mencapai Rp 145.700.000.

“Setelah itu, sehari kemudian pelaku menghubungi korban menjanjikan akan ke Kudus untuk membayar utang. Namun pelaku hanya beralasan,” ujarnya.

Tak berhenti hingga di situ, pelaku bahkan membujuk korban untuk meminjamkan uang lagi. Karena merasa tertipu itulah, akhirnya korban melaporkan ke kantor polisi.

Editor : Ali Muntoha

Pengusaha Tahu Asal Karangbener Kudus Ini Manfaatkan Limbahnya jadi Biogas

Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Kudus Abdul Halil mengecek api biogas dari limbah tahu di Karangbener, Bae. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Hebat, sebuah rumah industri pembuat tahu di Desa Karangbener, Bae, mampu menyulap limbahnya menjadi bermanfaat. Limbah tersebut, diubah menjadi biogas yang dipakai untuk memasak, dan dijadikannnya sebagai pengganti gas elpiji.

Pemiliknya adalah Khanafi (64) warga Desa Karangbener RT 2 RW 6, Bae. Menurut Kanafi, dia telah mengubah limbah tahu jadi biogas sejak tiga tahun lalu. Ketika itu, beberapa rumah tangga telah  memanfaatkan biogas untuk menggantikan gas elpiji.

“Tapi saat ini jumlah rumah tangga yang memanfaatkan biogas berkurang. Hanya ada dua rumah tangga. Jaringannya rusak. Warga enggan memperbaiki,” kata Khanafi ditemui di rumahnya di Kudus, Sabtu (25/11/2017).

Dia menceritakan mulanya mengubah limbah tahu jadi biogas. Saat itu, dia baru saja mengikuti pelatihan pembuatan gas metan pada 2014. Usai pelatihan, dia segera membuat Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang sampai sekarang masih berfungsi.

Setelah adanya IPAL, dia mengelola limbahnya menjadi gas. Sebelum adanya IPAL, dia membuang limbah tahu ke sungai di samping rumah tanpa diolahnya lebih dulu. Sekarang, limbah yang dibuang ke sungai telah diolah lebih dulu. Jadi tidak berbahaya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Kudus Abdul Halil berharap masyarakat sekitar dapat kembali memanfaatkan biogas tersebut. “Karena, mampu menghemat biaya penggunaan gas elpij,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Calo Ijazah Paket B dan C di Kudus Hebohkan Netizen

Tangkapan layar dari postingan tentang jasa pembuatan ijazah kejar paket B dan C. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah akun Facebook bernama Fero Yusuf SulaiMan baru-baru ini membuat heboh netizen, khususnya di Kudus. Karena, postingan dari akun tersebut menyatakan bisa membuatkan ijazah paket B dan C tanpa harus mengikuti pendidikan atau ujian.

Tak hanya itu yang membuatnya heboh. Namun juga tentang keaslian dari ijazah yang diberikan. Akun tersebut menjamin ijazah asli.

“Yang butuh ijazah paket B dan paket C bisa hubungi saya* tanpa sekolah lama2 * langsung dibuatin asli,” tulisnya seperti dalam unggahan ke grup BAKULAN KUDUS.

Tangkapan layar dari postingan tentang jasa pembuatan ijazah kejar paket B dan C. (MuriaNewsCom)

Dalam postingan tersebut, juga dituliskan untuk sementara wilayah yang dilayani adalah Kudus saja. Namun untuk wilayah lain juga dijanjikan bakal dilayani nantinya.

“Dibantu pengerjaannya sampai jadi* minat inbox Fbku* khusus wilayah Kudus* wilayah lain menyusul*,” imbuh dia dalam postingan.

Dia juga mencantumkan biaya pembuatannya hanya Rp 7 ribu saja. Selain itu, postingan juga dilengkapi dengan foto hasil ujian kejar paket. Hal itu sangat menarik perhatian netizen, sehingga banyak yang memberikan komentar.

Seperti akun Putra Adam, Anacx Sholeh, Coiss Bebas Merdeka, yang berkomentar untuk meminta nomor yang bisa dihubungi. Selain itu, banyak pula komentar yang penasaran dan minat dengan adanya jasa tersebut.

Beberapa komentar juga meragukan postingan tersebut. Seperti ditulis akun Syaiful Umam yang mempertanyakan kebenaran hal tersebut dan biayanya. Begitu pula dengan akun Kaka Oxsa yang bertanya pemilik akun yang tak kunjung muncul.

“Tekan Piro.. wonge rindi. (Sampai berapa.  Ke mana orangnya)” tulisnya.

Editor : Ali Muntoha

Kandang Ayam di Kudus Terbakar, Kerugiannya Wow…Capai Rp 3,5 Miliar

Petugas pemadam kebakaran dari BPBD Kudus menyemprotkan air dalam kandang ayam yang terbakar, Selasa (21/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah kandang ayam di Desa Pasuruan Kidul Rt 3, RW 4, Kecamatan Jati, Kudus, Selasa (21/11/2017) subuh tadi terbakar. Meskipun yang terbakar hanya kandang ayam, namun kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 3,5 miliar.

Jumlah kerugian yang sebesar itu muncul lantaran kandang ayam yang terbakar sangat besar. Selain itu seluruh isi kandang termasuk barang-barang di dalamnya juga ludes. Kandang milik H Arifin, warga setempat itu disebut berkapasitas sekitar 80 ribu ekor ayam.

Beruntung saat kejadian, kandang dalam kondisi kosong, karena ayam habis dipanen. Kalau kandang yang terbakar masih ada anyamnya, kerugian yang muncul jauh lebih besar.

Kanit Reskrim Polsek Jati, Ipda Harno mengatakan, kebakaran diketahui sekitar jam 04.45 WIB. Saat itu, api sudah cukup besar dan melahap kandang.

“Saat saksi melihat kandang yang terbakar, api berasal dari ujung timur kandang. Di sana, terdapat blower yang diduga korsleting dan menjadi penyebab kebakaran,” katanya saat meninjau lokasi kebakaran.

Proses pemadaman juga berlangsung cukup lama, yakni hingga pukul 06.30 WIB baru kandang yang terbakar benar-benar padam.

Menurut dia, kandang ayam yang berlokasi areal persawahan Blok Gedangan itu saat kejadian hanya ditunggui para pekerja. Pemilik tak ada di lokasi kebakaran karena beberapa hari yang lalu sudah panen.

“Sekitar 10 hari lalu sudah dipanen ayamnya. Jadi ini kondisinya kandang sudah kosong. Meski demikian, kandang ludes terbakar karena api yang begitu besar,” ujarnya.

Dikatakan dia, beruntung kejadian kebakaran tidak membawa korban jiwa. Kendati demikian, kerugian kandang ayam mencapai Rp 3,5 miliar lantaran luasnya kandang ayam dan fasilitas yang di dalamnya semuanya ludes terbakar.

Editor : Ali Muntoha

Polisi Duga Gerombolan Rampok di Bae Kudus Gunakan Senjata Api

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning saat memberikan keterangan kepada media. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Gerombolan rampok di Dukuh Jatisati RT 3 RW 2, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae diduga rempok dengan persenjataan lengkap. Pasalnya, selain menggunakan senjata tajam, kawanan perampok di rumah Afrodhi (51) juga membawa senjata api. 

Kapolrese Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima oleh pihak kepolisian, ada perampok yang membawa senjata api saat beraksi. Hanya, untuk kebenaran masih menunggu proses berikutnya.

”Saat ini kami masih menunggu kesaksian dari korban yang dibawa ke rumah sakit (Masroh). Sayangnya saat ini masih trauma, sehingga belum bisa memberikan keterangan,” katanya Senin (20/11/2017).

Baca: Disabet Senjata Tajam, Istri Korban Perampokan di Bae Kudus Terima 20 Jahitan di Kepala

Menurut dia, pihak kepolisian akan memburu pelaku perampokan untuk segera diadili. Penelusuran dilakukan mulai dari olah TKP, yang sudah dilakukan oleh petugas reserce Polres Kudus maupun Polsek Bae.

Dia berpesan, agar keamanan masyarakat akan lebih ditingkatkan. Mulai dari memasang kunci ganda pada rumah agar tak mudah dibuka. Selain itu, dia juga berharap adanya siskamling yang kembali digalakkan.

“Ini juga menjadi catatan bagi kami untuk lebih meningkatkan patroli. Khususnya pada wilayah yang jauh dari keramaian,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Baca: Rampok di Bae Kudus Sikat Habis Perhiasan dan Surat Berharga Senilai Rp 100 Juta

Warga Bae Kudus Ini Coba Lawan Gerombolan Rampok, Namun Begini Akhirnya

Korban perampokan masih syok setelah gerombolan perampok membobol rumahnya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Aksi perampokan kembali terjadi di Kabupaten Kudus. Senin (20/11/2017) dini hari, segerombolan perampok membobol rumah milik warga di Dukuh Jatisari RT 3 RW 2, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus.

Tak hanya membawa kabur perhiasan emas, uang tunai dan sejumlah barang berharga, perampok juga menganiaya pemilik rumah.

Rumah itu dihuni pasangan suami istri Afrodhi (51) dan Masroh (47). Perampokan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, saat pasangan ini tengah terlelap tidur.

Baca: Disabet Senjata Tajam, Istri Korban Perampokan di Bae Kudus Terima 20 Jahitan di Kepala

Afrodhi menceritakan, perampok yang masuk ke rumahnya sebanyak empat orang. Ia mengaku sempat memberi perlawanan, namun akhirnya tak bisa berbuat banyak karena kalah jumlah.

Ia menceritakan, saat perampok masuk, dia dan istrinya sedang tidur terlelap. Ia baru sadar rumahnya dimasuki rampok saat terbangun melihat mengetahui lampu rumahnya menyala. Padahal sebelum tidur lampu itu sudah dimatikan.

“Saya kaget melihat rumah sudah terang. Kemudian saya ke luar melihat keadaan, ternyata sudah ada segerombolan orang yang masuk ke dalam kamar saya,” katanya.

Baca: Astaga, Gerombolan Rampok di Bae Kudus Juga Gasak Uang Musala

Mengetahui ada orang tak dikenal masuk rumah, ia mencoba memberikan perlawanan. Namun dengan jumlah perampok yang lebih banyak, dia tak kuasa melawannya sendiri meskipun berada dalam rumahnya.

“Perampok berjumlah empat orang, jadi saya tak bisa melawannya sendirian. Keempatnya menggunakan penutup kepala,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kawanan perampok tersebut beraksi cukup lama di rumahnya. Perampokan tersebut menggasak sejumlah perhiasan milik pasangan suami istri dan uang senilai jutaan rupiah.

“Pelaku masuk lewat pintu jendela depan rumah dengan cara mencongkelnya. Karena saat saya cek sudah rusak,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Salah satu adegan di pementasan Teater Keset di Kudus, Sabtu malam. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – Mempermasalahkan perbedaan kasta di Bali, kadang bisa membutakan akal sehat. Sampai semua itu harus mengorbankan diri, mengorbankan cinta, hingga mengorbankan segalanya.

Itu tampak dalam pementasan teater Kelompok Segitiga Teater (Keset) Kudus, dengan naskah Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya, di Universitas Muria Kudus, Sabtu (18/11/2017) malam.

 

Salah satu adegan di pementasan Teater Keset di Kudus, Sabtu malam. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

 

“Dia pura-pura saja tidak tahu siapa laki-laki yang selalu tidur dengan dia. Sebab sesungguhnya kami saling mencintai sejak kecil, sampai tua bangka ini. Hanya kesombongannya terhadap martabat kebangsawanannya menyebabkan dia menolakku, lalu dia kawin dengan bangsawan, penghianat itu, semata-mata hanya soal kasta. Meninggalkan tiyang yang tetap mengharapkannya. Tiyang bisa ditinggalkannya, sedangkan cinta itu semakin mendalam.”

Cuplikan dialog salah satu tokoh Wayan, menjadi salah satu bukti, mempersoalkan perbedaan kasta menjadi penghalang perjalanan cinta. Tingginya kasta, lantas menyombongkan diri, menjadi hal yang dipegang erat janda tua Gusti Biang, di pementasan itu.

 

Salah satu adegan di pementasan Teater Keset di Kudus, Sabtu malam. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

 

Kultur sosial di Bali tentang membeda-bedakan kasta, agaknya menjadi kegelisahan Putu Wijaya. Maka dengan lantang, penulis menentang melalui naskah karya sastranya. Karena, cinta yang berujung pada pernikahan suci akan lebih baik, ketimbang terjebak pada kasta yang berujung pada kesombongan.

 “Saya pernah bertemu dengan Putu Wijaya. Dia mengatakan jika naskah ini dilatarbelakangi oleh adanya pertentangan perkawinan, hanya gara-gara beda kasta,” kata sutradara Jessy dalam diskusi usai pementasan.

Kisah lakon ini diceritakan terjadi di Tabanan Bali. Adalah, Gusti Biang, janda almarhum I Gusti Rai, seorang bangsawan yang dulu sangat dihormati karena dianggap pahlawan kemerdekaan. Gusti Biang tinggal bersama dengan Wayan, seorang lelaki tua yang merupakan kawan seperjuangan I Gusti Ngurah Rai, dan Nyoman Niti, seorang gadis desa yang selama kurang lebih 18 tahun tinggal di puri itu.

Sementara putra semata wayangnya, Ratu Ngurah, telah bertahun meninggalkannya karena sedang belajar. Sikap Gusti Biang yang masih ingin mempertahankan tatanan lama yang menjerat manusia berdasarkan kasta, membuatnya sombong dan memandang rendah orang lain.

Gusti Biang ingin anaknya, Ngurah, menikah dengan wanita yang satu kasta. Bukan dengan Nyoman yang berasal dari kasta Sudra. Sikap itulah yang dipegangnya. Meski harus diakui, dulu Gusti Biang rela mengorbankan cintanya dengan Wayan, hanya karena menikah dengan I Gusti Rai. 

Pementasan sendiri berjalan apik. Sutradara berhasil menyuguhkan budaya Bali di atas panggung. Seperti tata panggung bangunan yang memperlihatkan bangunan pada umumnya Pulau Dewata. 

Editor : Akrom Hazami

Biar Pemilu Sukses, KPU Kudus Gelar FGD

KPU Kudus saat menggelar FGD di salah satu rumah makan di kota setempat, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus  menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) bersama insan media dan pers di salah satu rumah makan di Kudus, Sabtu (18/11/2017).

Selain dihadiri KPU, dan sejumlah awak media baik cetak, radio serta daring (online). Dalam kegiatan tersebut, juga dihadirkan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng.

Ketua KPU Kabupaten Kudus, Moh Khanafi menyampaikan, FGD diselenggarakan untuk mengoptimalkan peran media massa sebagai alat komunikasi efektif dalam penyampaian informasi Pilgub Jateng dab Pilbup Kudus 2018. Supaya pilkada bisa lebih berkualitas dan berintegritas.

“Peran media sangatlah penting untuk mensukseskan pemilu. Untuk itu, dipaparkan materi tentang Pilbup Kudus ini, “ katanya

Dengan adanya forum seperti ini, dia berharap agar  antara KPU dengan pers dapat terjalin kerjasama agar informasi dapat disampaikan secara luas kepada masyarakat.

Editor : Akrm Hazami

 

Kondisi RPH Kudus Memprihatinkan

Anggota Komisi B DPRD Kudus Mawahib menunjukkan lokasi RPH yang tak terawat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kondisi Rumah Potong Hewan (RPH) di Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, memprihatinkan. Bahkan, bangunan tersebut terkesan mangkrak, dengan sejumlah bagian bangunan rusak

Mawahib, anggota Komisi B DPRD Kudus mengatakan, pihaknya merasa prihatin kondisi RPH sekarang. Karena, bangunannya tak terawat dan sangat kotor. “Kalau kondisinya semacam ini, sama saja dengan mangkrak. Karena tak ada perawatan,” katanya saat mengunjungi lokasi, Kamis (16/11/2017).

Pantauan di lokasi, banyak sekali rumput liar yang sudah meninggi. Selain itu, lanjut dia, pintu gerbang juga tak dikunci oleh petugas. Padahal, pintu tersebut langsung mengarah ke kandang, dan menuju lokasi penyembelihan. Jika ada orang lain yang masuk, maka dikawatirkan ada barang-barang yang hilang.

“Selain itu minimnya yang menyembelih juga membuat prihatin. Karena dengan pembuatan biaya mahal namun masih minim peminat,” ungkapnya.

Melihat hal itu, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan dinas terkait. Dia berharap bangunan bisa dihidupkan kembali.

Editor : Akrom Hazami

Dikabarkan 3 Tewas, Tukang Las Dikerahkan untuk Evakuasi Korban Truk Adu Banteng di Kudus

Alat las digunakan untuk membongkar kabin truk yang ringsek dan mengevakuasi korban yang terjepit. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut yang terjadi di jalan Kudus-Pati, di Jekulo, Kudus, Kamis (9/11/2017) dikabarkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Tiga korban terjepit di kabin dua truk yang saling ’adu banteng’.

Truk yang saling bertabrakan yakni truk broks warna merah nopol D 8321 FY dengan truk boks warna hijau dengan nopol B 9933 JO. Selain tiga orang yang dikabarkan meninggal, satu korban juga mengalami luka cukup serius.

Empat korban merupakan sopir dan kernet dua truk. Informasi yang dihimpun MuriaNewsCom tiga orang yang meninggal yakni Saroni dan Satukan asal Pasuruhan. Kedunya merupakan sopir dan kernet truk merah. Satu korban lagi yakni Jajan NS asal Kota Cimahi  sopir truk merah.

Sementara satu korban selamat yakni Dhani Ramdani (26) warga Yogyakarta, kernet mobil truk warna merah.

Para korban terjepit di dalam kabin truk yang ringsek setelah saling bertabrakan. Petugas bahkan harus mengerahkan tukang las untuk membongkar kabin truk dan mengevakuasi korban. Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

Dhani Ramdani (26) warga Jogyakarta, kernet mobil truk warna merah  nopol D 8321 FY  mengatakan, Jajan NS sopir truk yang diawakinya mengalami liuka yang sangat parah dengan darah berlumuran pada tubuhnya.

Bahkan rekannya tersebut tak sadarkan diri dan terjebak dalam badan truk.

“Saya tidak tahu keadaanya seperti apa. Apakah sudah meninggal atau belum. Namun yang pasti, rekan saya sudah tak sadarkan diri saat kecelakaan berlangsung,” katanya kepada wartawan di lokasi.

Menurut dia, sesaat setelah kejadian, petugas kepolisian baru mengevakuasi rekannya pagi tadi, sekitar jam 08.30 WIB. Lamanya evakuasi disebabkan sopir terjepit pada badan truk sehingga membutuhkan waktu agak lama. Sopir kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan.

Baca : Dua Truk Boks ‘Adu Banteng’ di Jekulo Kudus, Sopir Terjebak di Kabin

Kondisi terjepitnya sopir, tak hanya pada truk warna merah saja, namun juga untuk warna hijau. Sama halnya dengan sopir truk merah, sopir truk hijau juga berlumuran darah pada tubuhnya.

Berdasarkan pantauan, saat dievakuasi, kondisi sopir truk hijau juga tak sadarkan diri. Hingga kini petugas masih mencari identitas sopir truk hijau, yang juga dilarikan  ke rumah sakit. 

KBO Satlantas Polres Kudus Iptu Sucipto mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kondisi korban seperti apa. Karena saat ini sudah dibawa ke RSUD untuk ditangani.

Editor : Ali Muntoha