Hasil Lab Forensik Keluar, Ternyata Ini Penyebab Kebakaran Matahari Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Korsleting listrik, itulah penyebab kebakaran yang melumat bangunan Kudus Plaza, pada Kamis (22/2/2018). Hal itu sesuai dengan hasil uji laboratorium forensik, yang dilakukan Tim Labfor Polri Cabang Semarang, yang turun ke lokasi Jumat (23/2/2018).

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengungkapkan, hasil uji laboratorium telah keluar pada akhir pekan lalu. Dirinya memaparkan secara singkat bahwa kebakaran tersebut diakibatkan oleh arus pendek listrik.

Hal itu dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Kudus AKP Onkoseno G. Sukahar. Menurutnya, pemicu kebakaran tersebut dipastikan adalah arus pendek listrik.

Baca Juga:

Disamping itu, pada hasil uji memaparkan bahwa api berasal dari lantai dua Kudus Plaza. Namun demikian, tidak dapat dipastikan alat listrik milik siapa yang kemudian dinyatakan sebagai penyebab kebakaran.

“Namun titiknya di sebelah mana dan kabel yang tersebut milik siapa, hal itu belum bisa teridentifikasi mengingat semua sudah terbakar. Namun secara teknis, hasilnya sudah keluar, penyebabnya adalah arus pendek,” ujarnya, Selasa (20/3/2018).

Proses penyelidikan kebakaran itu sendiri, dibantu oleh Tim Labfor Polri Cabang Semarang. Penyelidikan saat itu dipimpin langsung oleh AKBP Teguh Prihmono Kasubid Fisika Komputer Fisika.

Adapun, kebakaran itu menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp 22,6 miliar. Selain itu, ratusan pedagang yang ada di lantai dasar terpaksa tak menggunakan tempatnya untuk berjualan.

Editor: Supriyadi

Ternyata Ini Alasan Pemilik Kios di Lantai Dasar Matahari Kudus Nekat Buka

MuriaNewsCom, Kudus – Kenekatan pemilik kios di lantai dasar Kudus Plaza (Matahari Kudus) ternyata dilator belakangi berbagai alasan. Salah satunya adalah kerugian yang dialami setiap hari pasca kebakaran hebat yang melanda salah satu pusat perbelanjaan di Kudus itu.

Manager Optik Internasional Ahmad Syahroni mengaku merugi hingga Rp 5 juta per hari sejak kebakaran terjadi. Karena itu, ia menandatangani pernyataan tentang operasional kios dari Pemkab terkait risiko jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Hanya, hal itu sudah dikonsultasikan dengan manajemen grup optik tersebut.

“Pertimbangan utama kami adalah kebutuhan pokok. Karena semenjak 11 hari pasca kebakaran tak buka, kami menderita kerugian rerata Rp 5 juta per hari. Kalau kami sendiri sudah sekitar 9 hari buka,” tuturnya.

Baca Juga:

Meskipun kemudian membuka operasionalnya kembali, namun Syahroni mengaku hal itu tak lantas mengatrol pengunjung. Menurutnya, ada penurunan kunjungan hingga 25 persen dari sebelum terbakarnya pusat perbelanjaan berumur puluhan tahun itu.

Dijelaskannya, pada hari normal kunjungan ke optiknya itu mencapai 20 orang. Namun kini jumlahnya merosot drastis.

“Karena kebakaran ini, satu pegawai kami juga harus dipindahkan ke cabang kami yang ada di Tanjung Pinang. Praktis, sekarang hanya ada empat orang yang bekerja. Sebelumnya lima orang,” tambahnya.

Selain pengurangan karyawan dan merosotnya omzet, pihaknya juga mengaku mengurangi durasi operasional. Dari sebelumnya buka hingga pukul 21.00 WIB, kini optik tersebut hanya buka hingga pukul 17.00 WIB.

“Bukan masalah listriknya, tapi tidak ada temannya (kios disekitar) yang buka. Hal itu untuk mencegah tindak kriminal yang mungkin terjadi. Kalau di kios kami, kerusakannya hanya dibagian plafon, yang terdapat rembesan air dari atas. Selebihnya tidak ada,”tutup Syahroni.

Editor: Supriyadi

Kadin PUPR Nyatakan Konstruksi Beton Matahari Kudus ‎Masih Aman Digunakan

MuriaNewsCom, Kudus – Konstruksi beton Plasa Kudus khusunya Matahari Kudus dinilai masih aman digunakan, setelah dilanda kebakaran Kamis (22/2/2018). Hal itu diketahui setelah dilakukan uji beton (hammer test). Namun, banyak hal yang harus diperbaiki untuk dapat menggunakan kembali gedung berlantai tiga itu.‎

Kepala Dinas (Kadin) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, dari uji beton yang dilakukan 60 persen dari konstruksi gedung masih aman bila digunakan. Akan tetapi, ia menyebut beberapa bagian gedung memang harus mengalami perkuatan ataupun penggantian.

“Masih ada catatan-catatan tertentu semisal di bagian tangga, kemudian kolom yang melengkung,” tuturnya, Senin (19/3/2018).

Baca Juga:

Dirinya menyebut ada dua rekomendasi yang akan diberikan untuk pembenahan gedung. Yakni rekonstruksi atau rehabilitasi. Rekonstruksi berarti merubuhkan seluruh bangunan dan dibangun kembali. Sedangkan rehabilitasi adalah upaya untuk memperkuat atau memperbaiki bagian-bagian tertentu.

Rekomendasi itu, menurutnya akan diserahkan pada pemkab (Sekda) untuk ditindaklanjuti. “Pengujian dilakukan oleh tim teknis dari PU PR, BPPKAD, kepolisian dan pemilik Matahari,”tambah Sam’ani.

Terpisah, Kepala Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono mengatakan, masih ada tahapan lain yang akan dilewati konstruksi tersebut.

“Nanti masih akan ada uji besi, nah nanti itu kita akan melibatkan pihak ketiga karena harus diuji laboratorium,” ungkap dia.

Meskipun demikian, ia berharap agar gedung tersebut bisa difungsikan sebagaimana mulanya. Jika harus diperbaiki, ia berharap tidak kemudian membutuhkan biaya yang terlalu besar.

“Kan itu (biayanya) besar mending buat pembangunan fasilitas masyarakat yang lain seperti jalan dan sebagainya,” tuturnya.

Adapun, kerugian yang disebabkan atas kebakaran tersebut mencapai Rp 22,6 miliar. Meski begitu, bangunan tersebut telah diasuransikan dengan nilai Klaim asuransi sebesar Rp 9 miliar.

Editor: Supriyadi

Kerugian Terbakarnya Kudus Plaza Ditaksir Mencapai Puluhan Miliar

MuriaNewsCom, Kudus – Kerugian akibat terbakarnya Kudus Plaza, Kamis (22/2/2018) lalu,diperkirakan mencapai Rp 22,6 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono mengatakan hal itu, saat mengunjungi Kudus Plaza, Senin (26/2/2018). Saat itu ia mendampingi Bupati Kudus Musthofa.

Dirinya mengatakan, perkiraan kerugian tersebut hanya pada bangunan aset daerah saja. Sementara untuk total kerusakan dan bencana belum bisa dirinci.

“Kami masih menunggu loss adjuster dari asuransi serta penelitian tim Laboratorium Forensik, Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang,” tuturnya.

Dirinya mengatakan, bangunan dari Kudus Plaza sudah diasuransikan. ‎Eko menyebut, bangunan tersebut sudah ada sejak akhir tahun 80an. Setelahnya pada tahun 90an, dikelola oleh pihak ketiga dan disewakan kepada Matahari Department Store, selama 20 tahun.

Selama kurun waktu 20 tahun, bangunan Kudus Plaza kemudian diserahkan kembali lagi ke Pemkab Kudus. Matahari Department Store pun kembali memperbaharui kontrak, hingga tahun 2019.

Corporate PR Manager Lippo Malls Indonesia Nidia Icsan mengatakan, seluruh aset yang ada di MDS Kudus telah dilindungi oleh lembaga keuangan non finansial. Menurutnya, hingga saat ini manajemen Kudus Plaza terus berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran dan kepolisian untuk menyelidiki terjadinya insiden kebakaran tersebut.

Sementara itu Bupati Kudus Musthofa menyebut, akan memperbaiki pusat perbelanjaan tersebut dan digunakan seperti sebelumnya. Namun hal itu akan menunggu kajian teknis.

“Kami akan segera memanggil pihak manajemen,” ucapnya.

Editor: Supriyadi

Polres Kudus Gandeng Labfor Polda Jateng Selidiki Penyebab Kebakaran Matahari Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus masih menunggu proses investigasi untuk menentukan penyebab terbakarnya Matahari Kudus, Kamis (22/2/2018). Dalam upaya penyelidikan akan menggandeng tim Laboratorium Forensik Polda Jateng.

“Olah TKP dilakukan setelah kebakaran sudah benar-benar dapat dipadamkan. Baru nanti kita bisa mengetahui penyebabnya,” ujar Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning.

Menurutnya, proses olah TKP akan dibantu dari Tim Labfor Polda Jateng. “Ini mereka (Labfor) sedang dalam perjalanan menuju ke sini. Untuk proses penyelidikan tepatnya dilakukan kapan, nanti menunggu api benar-benar padam,” jelasnya.

Didik Hartoko, Kabid Pemadam Kebakaran pada Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kudus mengatakan, proses pemadaman dilakukan belasan unit damkar. Selain dari Pemkab Kudus, adapula bantuan dari perusahaan swasta yang ada di Kota Kretek dan bantuan dari Kabupaten Demak.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran yang melanda diketahui sekitar pukul 05.00 WIB. Pedagang yang ada di lantai pertama lantas pontang-panting menyelamatkan dagangan mereka. Api kemudian membesar sekitar pukul 10.30 WIB dan dapat dijinakan pada pukul 12.00 WIB.

Editor: Supriyadi

Baca Juga:

Matahari Kudus Terbakar, Ini Kata Manajemen

MuriaNewsCom, Kudus – Manajemen Matahari Kudus masih menunggu investigasi terkait penyebab kebakaran yang melanda Kudus Plaza. Hal itu untuk memastikan jumlah kerugian yang diderita.

“Kita masih menunggu investigasi dari kepolisian, kemudian baru menentukan (jumlah kerugian). Tadi dari keterangan kebakaran terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Namun baru diketahui oleh petugas piket kepada saya sekitar pukul 07.00 WIB,” ujar Djarot Trinobo, Store Manager Matahari Mall Kudus, Kamis (22/2/2018).

Ia mengungkapkan, di lantai dua Kudus Plaza yang ditempati oleh Matahari, digunakan untuk menjual fashion. Sementara di lantai tiga, digunakan sebagai bioskop dan food court.

“Kalau kami menggunakan lantai dua untuk produk fashion. Sementara lantai tiga untuk bioskop dan food court, namun manajemennya (lantai tiga) tidak kami,” imbuhnya.

Menurut Djarot, di Matahari Kudus terdapat sekitar 300 pekerja. Saat kejadian, seluruh pekerja belum masuk, sehingga tak ada korban jiwa.

Disinggung mengenai, langkah kedepan terhadap pekerja, Djarot mengaku akan melihat kondisi. Menurutnya, berbagai skenario dapat dilakukan, termasuk memindahkan sementara para pekerja ke unit usaha Matahari.

Dirinya juga mengatakan, menyewa bangunan Kudus Plaza selama 20 tahun dari Pemkab Kudus. Adapun, Matahari mulai beroperasi sejak tahun 1990.

“Kalau dari informasi tadi, api berasal dari bagian utara lantai dua gedung ini. Untuk kerugian, kita nanti hitung dulu setelah ada investigasi,” paparnya.

Editor: Supriyadi

Baca Juga: