Pedagang Miras Kudus Terancam Selama Ramadan

satpol e

Kepala Satuan Polisi Pamong  Praja (Satpol PP) Kudus Abdul Halil. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Satuan Polisi Pamong  Praja (Satpol PP) Kudus Abdul Halil berjanji bakal memaksimalkan razia penyakit masyarakat saat bulan puasa nanti.

“Untuk memaksimalkan razia di bulan Ramadan, memang kita akan menyasar kepada minuman keras atau penyakit masyarakat lainnya yang ada di Kudus,” katanya.

Dia menilai, untukmenggelar kegiatan tesebut membutuhkan kinerja yang baik. Terlebih personel Satpol PP Kudus terbatas. Yakni hanya 73 orang.

Dari jumlah 73 orang tersebut, 18 personel di antaranya merupakan petugas lapangan. Jumlah itulah yang dituntut bekerja maksimal di lapangan. Termasuk menggelar razia.

“Kita akan memaksimalkan 18 personel yang ada di lapangan tersebut. Biar razia lancar. Selain itu, kita juga akan bekerjasama dengan pihak lain. Seperti halnya RT, RW, perangkat desa, kepala desa hingga pihak kecamatan. Supaya jajaran tersebut bisa membina masyarakatnya. semilsal tidak menjual minuman keras atau berbuat negatif selama bulan puasa,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Peredaran Miras di Pedesaan di Kudus Mulai Terancam

Jpeg

Petugas Satpol PP Kudus menunjukkan hasil razianya berupa miras yang dilakukan kemarin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain menggelar razia minuman keras (miras) di pusat kota, nantinya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus juga bakal menyasar ke wilayah pedesaan. Mengingat wilayah itu belum tentu bebas dari peredaran miras.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil melalui Kasi Penegak Perda Purnomo mengatakan, razia miras yang dilakukan tidak melulu menyasar titik-titik di perkotaan. Wilayah desa juga tidak luput dari kegiatan. Hal itulah yang mendasari satpol PP melebarkan areal kegiatannya. “Sebab bukan tidak mungkin, di pelosok desa juga bebas miras. Mungkin pelosok desa malah bisa menjadi tempat disembunyikan miras,” katanya.

Dia melanjutkan, Satpol PP akan berkoordinasi dengan pemangku wilayah yang ada. Seperti halnya kepala desa dan sebagainya. Sementara itu dengan adanya hasil razia yang maksimal maka satpol PP akan terus berupaya memantau peredaran miras di berbagai wilayah.

“Yang penting kita bakal menuntaskan peredaran miras. Sebab miras bisa merusak bangsa. Selain itu juga bisa menyebabkan tindakan yang negatif di kalangan pemuda,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Ratusan Botol Miras Disita dari Warung di Kudus 

Ratusan Botol Miras Disita dari Warung di Kudus

Jpeg

Petugas Satpol PP memegang miras hasil sitaan di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus menggiatkan razianya yang terkait dengan penyakit masyarakat.

Salah satu contoh yang dilakukan Satpol PP tersebut yakni merazia sejumlah warung, Senin (25/4/2016). Hasilnya, ratusan botol miras disita.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil mengatakan, pihaknya mendapatkan sebanyak 520 botol miras dari berbagai merek. Di antara warung yang dirazia di Jalam Niti Semito Sunggingan dan di Desa Tanjungkarang, Jati. “Dari warung di Jalan Niti Semito disita 347 botol. Di toko yang ada di Tanjungkarang disita 173 botol,” kata Halil.

Total yang disita dalam kegiatan saat itu sekitar 520 botol miras. Jumlah itu lebih banyak dari hasil sitaan di kegiatan lalu. Jumlahnya hanya 370 botol miras.

Satpol PP melakukan kegiatan berdasarkan Perda Nomor 12 tahun 2004 tentang Minuman Berakohol di Kudus. Mereka berharap, peredaran miras bisa ditekan.

Editor : Akrom Hazami