Perias Pengantin Hebat Jepara Ingin Ciptakan Kreasi Khas 

rias (e)

Perias pengantin sedang melakukan kegiatannya di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ) 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Para ahli rias pengantin di Kabupaten Jepara ingin menciptakan kreasi rias pengantin khas Jepara. Keinginan tersebut mengemuka ketika mereka berkumpul di kawasan Pendapa Kabupaten Jepara dalam rangka pelantikan pengurus Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Jepara 2016-2020.

“Jika selama ini banyak sekali model dan kreasi pengantin daerah. Mulai dari basahan Yogya, Solo hingga kreasi pengantin modern dan jilbab, namun sampai detik ini belum ada pengantin adat daerah Jepara,” ujar Ketua HARPI Melati Jepara, Munzazanah, melalui rilis yang diterima Murianewscom, Kamis (12/5/2016).

Terkait hal itulah, maka pengurus baru HARPI Melati Jepara berkeinginan menciptakan dan sekaligus mengimplementasikannya. Supaya ke depan ada adat pernikahan gaya khas Jepara Bumi Kartini. Di samping memperbanyak khasanah pilihan gaya pengantin, juga untuk melestarikan adat dan budaya warisan nenek moyang.

Dalam acara pelantikan pengurus yang dihadiri perwakilan dari Pemkab Jepara, kegiatan juga diselingi dengan acara seminar Tata Rias Pengantin. Tidak tanggung-tanggung pengurus menampilkan langsung dua orang pakar, ahli rias pengantin tingkat nasional bahkan internasional. Pertama, Ave Sanjaya dengan materi Kebaya dan Sanggul Tren Modern serta Pengantin Berkerudung. Sementara yang kedua, Tinuk Rizqi dengan materi Tata Rias pengantin Yogyakarta Putri dan Basahan.  Tidak hanya perias, para model yang tampil juga model kelas nasional. Di antaranya adalah Sasa, salah satu finalis Putri Indonesia.

Sekda Jepara,  Sholih berharap semangat perias Jepara ini dapat menjadi peluang usaha baru. Untuk itu harus diikuti dengan peningkatan potensi diri. Yaitu dengan selalu mengikuti perkembangan. Karena tidak dipungkiri tata rias juga mengalami perubahan. Namun demikian dalam perkembangannya jangan sampai merubah pakem tata rias yang ada, apalagi budaya daerah setempat.

“Untuk menjaga hal ini memang tidak mudah dan harapannya lewat visi dan misi DPC HARPI Melati inilah, seni tata rias pengantin daerah yang adiluhung dapat tetap terjaga dan lestari, berkembang dan terpatri di hati masyarakat,” katanya.

Editor : Akrom Hazami