KPU Grobogan ‘Gagal’ Miliki Gedung yang Bagus

Ketua KPU RI Husni Kamil Manik saat mampir di Kantor KPU Grobogan belum lama ini (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua KPU RI Husni Kamil Manik saat mampir di Kantor KPU Grobogan belum lama ini (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 
GROBOGAN – KPU Grobogan ternyata mendapat tamu istimewa pada saat libur Natal kemarin. Yakni, Ketua KPU RI Husni Kamil Manik yang mampir ke Grobogan dalam perjalanan menuju ke KPU Blora.

“Kunjungan Ketua KPU RI ini tidak teragendakan dan tidak berlangsung lama. Kami juga mohon maaf karena tidak sempat mengabari teman-teman media,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Menurut Afrosin, dalam kunjungan singkat itu, tidak ada persoalan serius yang dibahas. Meski demikian, Ketua KPU RI sempat mengucapkan selamat atas kinerja KPU Grobogan dan instansi terkait lainnya yang dinilai sukses dalam menggelar Pilkada 9 Desember lalu.

Ia menambahkan, dalam kesempatan itu, pihaknya sempat menyinggung soal adanya sisa dana pilkada sebesar Rp 5 miliar yang rencananya akan diminta untuk perbaikan gedung KPU Grobogan. Namun, oleh Ketua KPU RI, rencana itu besar kemungkinan tidak bisa terlaksana. Sebab, saat ini ternyata ada moratorium pembangunan gedung KPU yang diatur dalam perpres.

Lebih lanjut Afrosin menyatakan, harapan untuk memperbaiki gedung itu dilakukan karena kondisi bangunan saat ini dinilai sudah cukup memprihatinkan. Beberapa bagian bangunan, antara lain atap dan tembok mengalami kerusakan bahkan nyaris roboh. Sehingga tidak layak huni dan mendesak adanya perbaikan atau pembangunan gedung KPU baru.

”Gedung KPU ini memang usianya sudah tua. Selain itu, saat hujan deras, banyak ruangan di bagian belakang tergenang banjir. Kami khawatir dokumen 11 kali penyelenggaraan pemilu dan dokumen penting lainnya rusak,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Pilkada Usai, KPU Grobogan Dapat PR Terkait Tingginya Angka Golput

Suasana salah satu TPS saat pelaksanaan Pilkada 9 Desember lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suasana salah satu TPS saat pelaksanaan Pilkada 9 Desember lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Perhelatan pilkada yang dilangsungkan 9 Desember lalu memang berjalan lancar dan aman. Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah yang bakal diselesaikan KPU Grobogan. Yakni, terkait masih tingginya angka golput atau orang yang tidak menggunakan hal pilihnya dalam pesta demokrasi tersebut.

“Dari hasil rekapitulasi yang kita lakukan, partisipasi pemilih dalam pilkada kemarin sebesar 66,16 persen. Dengan demikian, masih ada 33,84 persen pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya,” kata Ketua Afrosin Arif.

Menurutnya, dari 1.063.308 pemilih yang terdaftar, ada sebanyak 363.877 orang yang tidak menggunakan hak pilihnya. Terkait alasan ketidakhadiran pemilih ini, pihaknya sudah melakukan pendataan dan pengelompokan.

Penyebab terbanyak pemilih tidak mencoblos adalah boro atau bekerja di luar kota. Jumlahnya ada 199.769 orang atau mencapai 54.90 persen. Urutan berikutnya, adalah alasan sekolah, kuliah dan santri sebanyak 13.360 orang atau 3,67 persen.

Kemudian, ada yang memang masuk daftar tidak memenuhi syarat karena statusnya masih jadi anggota TNI/Polri 164 orang atau 0,04 persen, meninggal dunia 2.231 orang atau 0,61 persen dan pindah domisili 1.852 orang atau 0,50 persen. Ada juga sebanyak 3.321 orang tidak menggunakan hak pilih lantaran sakit.

“Pemilih yang berada di rumah tetapi tidak menggunakan hak pilihnya ada 38.794 orang atau 10,66 persen. Sementara 104.359 orang atau 28,67 persen lainnya belum diketahui alasannya tidak menggunakan hak pilih,” jelas Afrosin.

Ia menyatakan, dengan data-data tersebut nantinya akan bisa digunakan sebagai masukan dalam pelaksanaan pemilu selanjutnya. Misalnya, kemungkinan untuk membuat TPS khusus di rumah sakit atau puskesmas untuk melayani mereka yang tidak bisa datang karena sedang dirawat di tempat tersebut. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Rekapitulasi Penghitungan Suara di KPU Grobogan Dapat Pengamanan Berlapis

Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung yang masuk ke KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung yang masuk ke KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Proses rekapitulasi hasil penghitungan suara hari ini akan mencapai fase terakhir. Hal ini, seiring digelarnya rekapitulasi tingkat kabupaten yang dilakukan di Kantor KPU Grobogan.

“Rapat pleno hasil penghitungan suara dimulai pukul 10.00 WIB. Beberapa hari lalu, proses rekapitulasi dilakukan di PPK,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Pelaksanaan rekapitulasi akhir ini mendapat perhatian dari pihak keamanan. Puluhan petugas disiagakan untuk mengamankan kegiatan ini.

Mulai dari jalan depan KPU sudah disiagakan sejumlah petugas. Satu mobil water canon juga standby di depan pintu gerbang.

Pengamanan ketat juga terlihat di depan pintu aula, tempat dilakukannya proses rekapitulasi. Semua orang yang mau masuk ke aula harus diperiksa tiga petugas dengan metal detector.

“Pengamanan yang kita lakukan ini bertujuan agar kegiatan rekapitulasi berjalan lancar. Untuk itu kita melakukan pengamanan sesuai standar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Irianto. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PILKADA GROBOGAN : Sri Jungkalkan Incumbent, Kuasai Suara di 18 Kecamatan

Paslon Sri-Edy saat menyampaikan visi misi di KPU Grobogan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Paslon Sri-Edy saat menyampaikan visi misi di KPU Grobogan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Perolehan suara paslon nomor urut 2, Sri Sumarni-Edy Maryono nampaknya tidak akan terkejar. Pasalnya, dari 19 kecamatan yang ada, paslon Sri-Edy menang telak di 18 kecamatan.

Dari data sementara yang dihimpun dari berbagai sumber, satu-satunya kecamatan yang dimenangkan paslon nomor urut 1 Icek Baskoro-Sugeng Prasetyo adalah Kecamatan Klambu. Selisih suara Icek-Sugeng dengan Sri-Edy di Klambu sekitar 1.000 suara saja.

Total perolehan suara Sri-Edy di 19 Kecamatan sebanyak 505.709. Sementara pesaingnya Icek-Sugeng mendapat 186.950 suara. Selisih suara yang didapat Icek-Sugeng terpaut 318.759 suara. Jika diprosentase, perolehan suara Sri-Edy berkisar 73 persen dan Icek-Sugeng 27 persen.

Sementara data yang sudah masuk ke KPU RI dengan total data yang masuk 99,49 % dari 2.326 TPS, Sri-Edi meraih suara 499.150 suara atau persentasenya 73,08%. Sedangkan Icek-Sugeng hanya meraih 183.908 suara atau persentasenya 26,92%.

HM Nurwibowo, Ketua Tim Kampanye Sri-Edy meminta kepada semua pendukungnya agar tetap menjaga iklim kondusif yang sudah berhasil tercpita hingga pelaksanaan Pilkada. Menurutnya, dalam pemilihan demokrasi memang harus ada yang menang dan kalah. Namun, dia menilai bahwa yang menang dalam Pilkada ini adalah seluruh masyarakat Grobogan.

Menurutnya, dari hasil rekapitulasi yang dilakukan, pasangan Sri-Edy memang unggul di hampir semua kecamatan. “Sejak awal kita memang menargetkan untuk menang. Jadi, kita berupaya keras untuk mencapai target tersebut,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PILKADA GROBOGAN : PPK Mulai Lakukan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara

Anggota PPK Kecamatan Purwodadi tengah mempersiapkan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota PPK Kecamatan Purwodadi tengah mempersiapkan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sehari pascapelaksanaan pemungutan suara, pihak PPK di kecamatan mulai melakukan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara. Hampir semua PPK secara serentak mulai melakukan proses rekapitulasi penghitungan suara pada hari ini, Kamis (10/12/2015).

”Jadwal rekapitulasi di tingkat PPK selama tiga hari. Mulai hari ini sampai 12 Desember mendatang,” kata Ketua KPU Afrosin Arif.

Menurutnya, proses rekapitulasi di PPK memang sebagian besar dilakukan pada hari ini. Jika hari ini belum selesai maka diteruskan besok dan lusa sesuai jadwal rekapitulasi di PPK.

Beberapa PPK ada yang baru mulai melakukan rekapitulasi Jumat (11/12/2015) besok. Jika dalam satu hari besok tidak selesai maka dilanjutkan pada hari terakhir, Sabtu (12/12/2015).

“Untuk jadwal rekapitulasi di level kabupaten dilakukan 16 -18 Desember. Namun, kami rencananya akan melangsungkan rekapitulasi pada 16 Desember,” jelasnya.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, PPK yang melaksanakan rekapitulasi hasil penghitungan suara pada hari ini salah satunya di Kecamatan Purwodadi. Pelaksanaan rekapitulasinya dilangsungkan di Aula Kantor Kecamatan Purwodadi.

Proses rekapitulasi di level PPK Purwodadi ini mendapat pengamanan cukup ketat dari pihak kepolisian. Sedikitnya ada 10 petugas keamanan yang ikut menjaga proses rekapitulasi disitu.

Bahkan, Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto sempat ikut memonitor rekapitulasi di Kecamatan Purwodadi tersebut bersama beberapa perwira.

“Dari pagi tadi, saya sudah memantau di beberapa PPK. Sejauh ini, kondisi pascapelaksanaan pemungutan suara masih tetap aman dan terkendali,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PILKADA GROBOGAN : Kubu Sri-Edy Klaim Menangi Pilkada Grobogan, Kubu Icek-Sugeng Masih Nunggu Rekapitulasi

Pasangan Sri-Edi dan Icek-Sugeng saat melangsungkan pawai keliling kota (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pasangan Sri-Edi dan Icek-Sugeng saat melangsungkan pawai keliling kota (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski proses penghitungan suara baru saja selesai namun kubu paslon nomor urut 2, Sri Sumarni-Edy Maryono menyatakan kalau dalam pilkada kali ini bakal keluar jadi pemenang.

Pernyatan ini dilontarkan Ketua Tim Kampanyenya HM Nurwibowo saat dihubungi melalui teleponnya sekitar pukul 15.15 WIB.

“Dari laporan di TPS, kita unggul cukup jauh. Informasi sementara, pasangan Sri-Edy unggul di 19 (semua) kecamatan,” cetus Ketua DPC PKB Grobogan itu.

Menurutnya, hasil itu berdasarkan real quick count yang sudah disiapkan sebelumnya. Selain itu, proses rekapitulasi secara manual juga sudah mulai dilakukan.

“Sejak awal kita memang menargetkan untuk menang. Jadi, kita berupaya keras untuk mencapai target tersebut,” katanya.

Sementara itu, kubu paslon nomor 1, Icek Baskoro-Sugeng belum bisa memberikan pernyataan terkait hasil penghitungan suara sementara. Masalahnya, mereka masih menunggu laporan hasil penghitungan suara dari para saksi di TPS.

“Saya belum berani menyatakan hasilnya saat ini. Nanti, sebentar lagi datanya akan masuk,” kata Budi Susilo, Ketua Tim Kampanye Icek-Sugeng. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Ini Foto-Foto Masalah Pilkada di Grobogan yang Bikin Marah

Aktivitas di TPS 10 Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh, Grobogan yang terjadi masalah karena penandaan nomor urut pada surat suara, Rabu (9/12/2015). Penandaan berupa nomor urut pada surat suara dilakukan Ketua KPPS Edi Yulianto.  Jumlah surat suara yang ditandai ada 107 lembar. Sementara dari 313 pemilih yang terdaftar ada 218 yang menggunakan hak pilihnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

foto-foto masalah pilkada 1 (e)

 

foto-foto masalah pilkada 2 (e)

 

foto-foto masalah pilkada 3 (e)

 

foto-foto masalah pilkada 4 (e)

PILKADA GROBOGAN : Parah! Surat Suara Dinomori, Coblosan Pemilih Jadi Ketahuan Deh…

Surat suara yang ditandai nomor urutan (Dok Pengawas TPS 10 Desa Sindurejo)

Surat suara yang ditandai nomor urutan (Dok Pengawas TPS 10 Desa Sindurejo)

 

GROBOGAN – Masalah terjadi di TPS 10 Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh. Hal ini menyusul adanya penandaan berupa nomor urut pada surat suara yang dilakukan Ketua KPPS Edi Yulianto.

Jumlah surat suara yang ditandai ada 107 lembar. Sementara dari 313 pemilih yang terdaftar ada 218 yang menggunakan hak pilihnya.

Adanya tanda nomor itu sempat menimbulkan kekhawatiran dari beberapa pihak. Yakni, ada kemungkinan surat suara itu akan dinyatakan tidak sah lantaran ada tanda nomor tersebut.

“Terus terang saya tidak punya maksud apapun dengan mengasih nomor pada surat suara tersebut. Tujuannya supaya membantu mempercepat penghitungan surat suara terpakai saja. Saya baru sekali ini jadi KPPS,” kata Ketua KPPS 10 Edi Yulianto saat diminta keterangannya oleh Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif yang meluncur di lokasi bersama Komisioner Sakta Abaway Sakan.

Afrosin selanjutnya meminta agar surat suara yang ada nomornya itu tetap dihitung. Hal itu dilakukan setelah dari saksi dan pengawas tidak keberatan jika 107 surat suara itu ikut dihitung.

“Jadi 107 surat suara yang sempat ditandai dengan nomor tetap ikut dihitung. Untuk penentuan sah dan tidaknya disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Dan, untuk menghindari kecurigaan maka Ketua KPPS nya tidak boleh membantu proses penghitungan suara,”tegasnya.

Selain dari KPU dan Panwaslu, persoalan yang muncul di Sindurejo ini juga mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian. Hal ini terlihat dengan datangnya belasan petugas keamanan ke lokasi dipimpin langsung Wakapolres Grobogan Kompol Didik Priyo Sambodo.

Sementara itu, anggota Panwaslu Grobogan Hartono ketika dimintai komentarnya menyatakan, pihaknya akan mengkaji dulu persoalan yang ada di TPS 10 Desa Sindurejo tersebut.

“Kita masih punya waktu dua hari untuk memperlajari persoalan ini. Nanti hasilnya akan kita sampaikan,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PILKADA GROBOGAN : Begini Suasana Pilkada Grobogan Sekarang

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pelaksanaan Pilkada hari ini, Rabu (9/12/2015) tampaknya bakal berjalan aman dan lancar sesuai harapan banyak pihak. Indikasinya, hingga pukul 11.30 WIB suasana masih sangat kondusif.

Dari pantauan di berbagai lokasi, pelaksanaan pemungutan suara di TPS juga berlangsung aman. Dari pihak panitia juga belum mengalami hambatan. Misalnya, soal adanya kekurangan logistik.

“Situasi di lapangan masih aman dan terkendali. Sampai siang ini belum ada kendala serius yang dilaporkan ke sini,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Menurut Afrosin, pada hari ini, pihaknya melakukan pantauan ke semua kecamatan. Selain itu, ada pula pemantauan dari pihak lain. Seperti panwaslu, dan tim FKPD.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama ketika dimintai konfirmasinya juga menyatakan pendapat serupa. Dari tim pengawas lapangan juga belum ada laporan adanya kendala maupun pelanggaran.

“Kita harapkan situasi kondusif tetap terjaga hingga proses Pilkada ini selesai. Saat ini, saya masih monitoring di wilayah Kecamatan Wirosari,” katanya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Kawasan Pertokoan Purwodadi Tak Biasanya Mendadak Tutup

Aktivitas pertokoan di Purwodadi, Grobogan, berhenti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Aktivitas pertokoan di Purwodadi, Grobogan, berhenti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Suasana Kota Purwodadi, Grobogan, sedikit berbeda berkaitan dengan adanya pelaksanaan pilkada, Rabu (9/12/2015). Yakni banyak pertokoan di kawasan kota, termasuk di Pasar Purwodadi yang tutup.

Dari informasi yang didapat, tutupnya pertokoan ini disebabkan para pemiliknya ikut berpartisipasi menyukseskan pilkada. Oleh sebab itu, mereka sengaja meliburkan tempat usahanya selama sehari untuk memberi kesempatan pekerjanya menggunakan hak pilih.

“Hari ini saya sengaja libur. Soalnya, saya, istri dan anak buah dapat hak pilih dalam Pilkada nanti. Sebagai warga negara yang baik saya ingin berpartisipasi menyukseskan Pilkada,” kata Rusgiat, salah satu pemilik toko di Jalan A Yani Purwodadi.

Meski demikian, masih banyak pula pedagang yang tetap beraktivitas seperti biasanya. Hanya, sebagian besar mereka ini membuka tempat usahanya agak siang dibandingkan biasanya. Soalnya, mereka memilih mencoblos dulu di TPS dan setelah itu baru melakukan rutinitas seperti biasa.

“Meski buka, tetapi saya tadi sudah nyoblos. Hari ini, saya buka tokonya baru jam 10.00 WIB,” cetus Ria, salah seorang pedagang di pasar induk. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

PILKADA GROBOGAN : Bupati Grobogan Tiba-tiba Deg-degan saat Nyoblos, Ada Apa?

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono saat menggunakan hak pilihnya di TPS 15 Kelurahan Purwodadi yang bertempat di Aula KPH Perhutani Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono saat menggunakan hak pilihnya di TPS 15 Kelurahan Purwodadi yang bertempat di Aula KPH Perhutani Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski sudah sering kali menggunakan hak pilihnya, namun pelaksanaan Pilkada hari ini, Rabu (9/12/2015) dirasa istimewa oleh Bupati Grobogan Bambang Pudjiono. Karena, pada Pilkada kali ini, untuk pertama kalinya Bambang harus mencoblos orang lain.

Hal itu disampaikan Bambang usai menggunakan hak pilihnya di TPS 15 Kelurahan Purwodadi yang bertempat di Aula KPH Perhutani Purwodadi.

“Dua pilkada sebelumnya, tahun 2011 dan 2006, nyoblosnya gambar saya sendiri. Soalnya, dalam dua pilkada itu saya jadi calon. Kalau sekarang saya tidak jadi peserta, sehingga harus nyoblos orang lain. Makanya, saya sempat sedikit deg-degan saat membuka surat suara sebelum melakukan coblosan,” kata Bambang.

Bambang datang ke TPS sekitar pukul 09.15 WIB bersama istri, dua anak lelakinya dan menantu. Saat sampai di TPS Bambang dan keluarga mendapat perlakuan seperti warga lainnya. Bambang harus antre sejenak menunggu giliran untuk menggunakan hak pilihnya.

Usai menggunakan hak pilih, Bambang selanjutnya akan melakukan pemantauan Pilkada ke sejumlah TPS bersama pimpinan FKPD setempat. Rencananya, pemantauan bersama FKPD akan difokuskan pada TPS yang ada di dalam kota. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Biar Pilkada Grobogan Tak Curang, Panwaslu Kerahkan Ribuan Pengawas

Warga melakukan pemilihan di salah satu TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga melakukan pemilihan di salah satu TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pelaksanaan Pilkada hari ini, Rabu (9/12/2015) mendapat perhatian serius dari Panwaslu setempat. Ini terkait dengan diterjunkannya 2.338 petugas untuk mengawasi gawe besar untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Grobogan periode 2016-2021 tersebut.

“Jumlah petugas pengawas lapangan (PPL) yang kita siapkan sesuai banyaknya TPS. Jadi tiap satu TPS nanti ada satu orang pengawas,” kata Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama.
Dijelaskan, PPL tersebut diambil dari warga yang dekat dengan lokasi pengawasan. Meski demikian, ada salah satu syarat utama untuk jadi PPL tersebut.

Yakni, tidak punya hubungan suami/istri dengan penyelenggara pemilu yang lainnnya. Seperti, PPK, PPS atau KPPS.

Agus menambahkan, selain melakukan tugas pengawasan, PPL juga akan mencatat hasil penghitungan suara. Diharapkan, dengan adanya bantuan petugas tersebut bisa meminimalisasi pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Warga Grobogan Berduyun-duyun dan Antre di TPS Jam Ini

Warga mengantre di TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga mengantre di TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Hari ini, Rabu (9/12/2015), sebanyak 1.062.868 orang warga Grobogan memilih bupati dan wakilnya. Jumlah itu sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Grobogan yang ditetapkan KPU setempat.

Rinciannya, jumlah tersebut terdiri dari, 527.885 laki-laki dan 534.983 perempuan. Pantauan hari ini misalnya di kampung Jengglong Barat, Purwodadi, sudah ramai sejak pagi.

Antusiasme warga untuk menggunakan hak pilihnya dalam pilkada terlihat cukup menggembirakan. Indikasinya, sejak pagi hari mereka sudah datang menuju TPS untuk mencoblos. Bahkan, sebagian ada yang datang sebelum TPS dibuka, mulai pukul 07.00 WIB.

“Saya sengaja datang gasik buat nyoblos. Soalnya, siang nanti saya harus pergi ke luar kota,” kata Riswati, warga Jengglong Barat, Purwodadi.

Dari informasi yang dihimpun dari berbagai pihak, waktu pagi hari hingga menjelang pukul 09.00 WIB tampaknya jadi pilihan warga untuk menggunakan hak pilihnya. Di mana, angka partisipasi pemilih yang datang ke TPS sudah mencapai 20 persen. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

KPU Grobogan Gelar Doa Bersama untuk Pilkada Damai

doa-bersama

Doa bersama yang digelar KPU Grobogan untuk pilkada damai (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Kegiatan doa bersama dilakukan KPU Grobogan, Senin (7/12/2015) malam. Acara doa bersama di Aula Kantor KPU itu dipimpin Ketua MUI Grobogan KH Hamzah Matni.

Selain anggota KPU dan pegawai sekretariat, doa bersama juga diikuti pihak keamanan, pengurus parpol dan warga sekitar kantor penyelenggara pemilu tersebut.Hadir pula dalam acara tersebut, Komisioner KPU Provinsi Jateng Ikhwannudin beserta rombongan.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif mengatakan, selain melakukan persiapan dengan baik, acara memohon keselamatan dengan menggelar doa bersama perlu dilakukan. Diharapkan, dengan doa bersama yang dilakukan, pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang berjalan lancar dan aman.

“Persiapan menggelar pilkada pada 9 Desember sudah tidak ada masalah. Mari kita sama-sama berdoa supaya pilkada nanti berlangsung aman,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

TPS Pilkada Grobogan Jika Nanti Diguyur Hujan, KPU Akan Siapkan Trik Ampuh

TPS jika Dihujani FOTO (e)

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyampaikan paparan kesiapan pelaksanaan Pilkada dalam Rakor Terpadu Bidang Politik dan Keamanan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Seruan Bupati Grobogan Bambang Pudjiono agar KPU mengantisipasi cuaca tampaknya cukup beralasan. Karena dalam penyelenggaraan Pilkada, Rabu 9 Desember mendatang ada banyak TPS yang ditempatkan di ruangan terbuka.

“Jumlah TPS keseluruhan ada 2.338 titik. Dari jumlah ini, ada 35 TPS yang ada di area terbuka. Yakni, di halaman rumah, kantor, balai desa dan halaman sekolah,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif dalam Rakor Terpadu Bidang Politik dan Keamanan jelang pelaksanaan Pilkada yang dilangsungkan di Pendopo Kabupaten, Senin (7/12/2015).

Afrosin menjelaskan, sebagian besar TPS untuk pilkada nanti ditempatkan di rumah penduduk atau lahan milik pribadi. Totalnya mencapai 1.181 TPS atau 50,5 %. Kemudian, 1.122 TPS atau 48 %, berada di gedung pemerintah. Seperti rumah dinas, kantor, balai desa, aula kantor, dan GOR. Sedangkan sisanya sebanyak 35 TPS atau 1,5 % ada di area terbuka.

Menurutnya, sebagian panitia ada yang sudah mulai mempersiapkan TPS. Namun, sebagian lainnya akan mendirikan TPS Selasa siang (8/12/2015) khususnya yang ditempatkan di sekolah. Sebab, pagi harinya sekolah tersebut masih dipakai untuk ujian siswa.

”Besok sore, masalah TPS kemungkinan sudah clear semua. Untuk TPS di area terbuka, jika ada kendala cuaca akan kita geser ke lokasi aman terdekat,” jelasnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Bupati Grobogan Minta KPU Waspadai Cuaca

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono menyampaikan beberapa catatan saat memimpin Rakor Terpadu Bidang Politik dan Keamanan jelang pelaksanaan Pilkada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono menyampaikan beberapa catatan saat memimpin Rakor Terpadu Bidang Politik dan Keamanan jelang pelaksanaan Pilkada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pihak KPU Grobogan diminta untuk mengantisipasi kondisi cuaca menjelang pelaksanaan Pilkada 9 Desember nanti. Hal itu secara khusus disampaikan Bupati Grobogan Bambang Pudjiono saat memimpin Rakor Terpadu Bidang Politik dan Keamanan jelang pelaksanaan Pilkada yang dilangsungkan di Pendapa Kabupaten, Senin (7/12/2015).

”Saat ini sudah masuk musim hujan dan curah hujan hampir turun tiap hari yang sebagian disertai hembusan angin kencang. Kondisi ini hendaknya perlu diwaspadai oleh KPU,” tegas Bambang.

Selain bupati, rakor tersebut juga dihadiri Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto, Kasdim 0717 Mayor Arif Isnawan, dan perwakilan FKPD lainnya. Hadir pula para danramil dan camat se-Kabupaten Grobogan. Hadir pula Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif dan pihak anggota Panwaslu Hartono.

Menurut Bambang, dengan sudah tingginya curah hujan maka ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian. Antara lain, pengiriman logistik khususnya surat suara. Selain itu, lokasi TPS hendaknya juga perlu diperhatikan. Dimana, pendirian TPS jangan sampai ditempatkan di lokasi yang rentan dengan bencana.

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada yang waktunya tinggal dua hari itu, Bambang meminta semua camat agar selalu berkoordinasi dengan kapolsek dan danramil secara intensif. Jika terjadi permasalahan dilapangan segera dibahas bersama dan diselesaikan secepatnya. Apabila tidak memungkinkan maka secepatnya dilaporkan pada pihak diatasnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Antisipasi Hujan, Sampul Surat Suara Dibungkus Plastik

Sejumlah petugas di Kantor KPU Grobogan tengah sibuk mengemas surat suara yang akan segera dikirim ke PPK (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah petugas di Kantor KPU Grobogan tengah sibuk mengemas surat suara yang akan segera dikirim ke PPK (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN –Hujan yang turun hampir setiap hari, disikapi dengan serius oleh KPU Grobogan terkait dengan rencana pengiriman logistik surat suara. Untuk menghindari kerusakan, surat suara yang dimasukkan dalam sampul besar, masih dibungkus lagi dengan plastik.

“Untuk proses pengiriman ke tingkat kecamatan atau PPK, surat suara yang sudah dilipat kita masukkan dalam sampul. Namun, untuk berjaga-jaga agar tidak rusak, sampulnya kita packing lagi dengan plastik supaya lebih aman jika terkena air,” jelas Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif didampingi Sekretaris KPU Amin Nur Hatta.

Dijelaskan, pengemasan surat suara ke dalam sampul mulai dilakukan hari ini. Jumlah surat suara yang dimasukkan sampul disesuaikan dengan kebutuhan tiap TPS. Hal itu dilakukan agar memudahkan pihak PPK dalam mendistribusikan ke tingkat desa.

Setelah pengepakan surat suara selesai dan dikelompokkan tiap kecamatan, maka akan segera dilakukan pengiriman ke PPK. Rencananya, distribusi surat suara ke kecamatan dilakukan 1 – 4 Desember nanti.

“Untuk distribusi, maksimal tanggal 5 Desember atau H-4, semua surat suara sudah sampai di PPK. Dalam pengiriman logistik kita sudah bekerjasama dengan PT POS,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

KPU Grobogan Siap Gelar Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati

Rakor kesiapan debat publik yang digelar KPU Grobogan belum lama ini dengan pihak-pihak terkait. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rakor kesiapan debat publik yang digelar KPU Grobogan belum lama ini dengan pihak-pihak terkait. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menegaskan kesiapannya untuk menggelar acara debat calon bupati dan wakil bupati yang dilaksanakan di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi, Rabu (25/11/2015) besok. Penegasan itu dilontarkan pada wartawan di kantornya siang tadi.

”Agenda debat publik ini sudah kita persiapkan cukup lama dengan sejumlah pihak terkait. Untuk acara besok sudah persiapkan semuanya. Mulai dari segi acara, aturan, pengamanan dan lainnya,” kata Afrosin.

Dalam debat berdurasi 60 menit  yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta mulai pukul 11.00 WIB itu, terbagi menjadi lima segmen. Setelah segmen pembuka, dilanjutkan dengan segmen pertama berupa yel-yel dari masing-masing pendukung pasangan calon. Yel-yel tiap pendukung durasi maksimalnya dua menit.

Usai yel-yel, dilanjutkan pemaparan visi-misi dengan batasan waktu 5 menit per paslon. Segmen selanjutnya adalah pelaksanaan debat. Dimana, masing-masing paslon menerima empat pertanyaan dari moderator.

Pertanyaan ini disusun oleh enam anggota tim panelis. Yakni Pengamat Politik dan Dosen Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Dr Teguh Yuwono, yang sekaligus menjadi moderator. Panelis lainnya, Ketua FKUB Grobogan Toha Karim Amrullah, Tokoh Muhammadiyah Bambang Sa’bani, Ketua FLP Grobogan Rahmatullah dan wartawan Suara Merdeka Hanung Soekendro.

Afrosin menjelaskan, tanya jawab antar paslon terjadi di segmen berikutnya. Masing-masing paslon memberikan dua pertanyaan buat paslon lainnya. Untuk segmen terakhir, berisi kampanye persuasif dari masing-masing paslon.

”Saat pelaksanaan debat, semua menjadi kewenangan moderator untuk mengendalikan suasana. Moderator juga punya kewenangan mengendalikan penonton, jika ada yang membuat onar,” tambahnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Sejuta Surat Suara Mulai Disortir dan Dilipat di KPU Grobogan

 

150 orang tengah sibuk lakukan penyortiran dan pelipatan surat suara di halaman samping kantor KPU Grobogan, Jumat (20/11/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

150 orang tengah sibuk lakukan penyortiran dan pelipatan surat suara di halaman samping kantor KPU Grobogan, Jumat (20/11/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sesuai jadwal yang sudah ditentukan, KPU Grobogan hari ini mulai melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara. Sekitar 150 orang dilibatkan dalam proses sortir dan lipat salah satu logistik paling vital dalam Pilkada tersebut. Selain di aula, penyortiran dan pelipatan surat suara juga dilakukan di halaman samping Kantor KPU Grobogan.

”Proses sortir kita mulai tadi pukul 08.00 WIB. Sekitar 150 yang kita libatkan untuk menyortir dan melipat surat suara. Rencanana, kegiatan ini kita targetkan sudah rampung dalam tiga hari,” kata Sekretaris KPU Grobogan Amin Nur Hatta.

Ia menjelaskan, dalam penyortiran dan pelipatan ada pula anggota relawan demokrasi (Relasi) KPU Grobogan yang ikut mengawasi. Disamping itu, kegiatan ini juga mendapat pengamanan dari pihak kepolisian.

Amin menambahkan, jumlah surat suara yang dikirim dari PT Pura Kudus beberapa hari sebelumnya, totalnya sebanyak 1.092.551 lembar yang dikemas dalam 275 boks. Rinciannya, sebanyak 1.090.551 lembar untuk kebutuhan Pilkada nanti. Sedangkan 2.000 lembar lagi disiapkan khusus jika ada pemungutan suara ulang yang harus dilakukan.

Sementara itu, dalam proses penyortiran tersebut sudah ditemukan beberapa surat suara yang dikategorikan rusak. Antara lain, ada sobekan, kertasnya berkerut, dan tinta luntur. Hingga pukul 11.00 WIB, surat suara yang rusak ini baru ada sekitar 7 lembar saja. (DANI AGUS/TITIS W)

KPU Grobogan Gandeng PT Pos untuk Pengiriman Logistik Pilkada

Pengiriman logistik mulai dilakukan oleh KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pengiriman logistik mulai dilakukan oleh KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Penyaluran logistik yang akan dipakai dalam perhelatan Pilkada 9 Desember mendatang terus dilakukan dalam sepekan terakhir. Setelah bilik dan kotak suara, hari ini berbagai jenis logistik dikirimkan ke tingkat PPK atau kecamatan.

Dalam pendistribusian logistik ini, pihak KPU Grobogan menggandeng kerjasama dengan PT POS setempat. Hal itu dilakukan karena BUMN ini sudah sangat berpengalaman dalam bidang ekspedisi. Untuk pengiriman logistik ini juga mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.

“Selain sudah jadi bidang tugasnya, PT POS juga memiliki armada yang memadai untuk mengangkut logistik ke tiap kecamatan. Dalam beberapa penyelenggaraan pemilu sebelumnya, kita juga menggandeng PT POS dalam penyaluran logistik ke kecamatan. Setelah selesai Pilkada, PT POS nanti akan mengangkut lagi logistik ke KPU,” jelas Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Untuk pengiriman logistik ke tingkat PPS atau desa, teknisnya diserahkan pada masing-masing PPK. Pihak KPU menekankan pada PPK agar pengiriman logistik bisa terjamin keamanannya.

Menurut Afrosin, dari informasi terbaru yang diterima, pada hari ini semua logistik sudah disalurkan semua ke PPK, kecuali surat suara. Untuk surat suara, Jumat (20/11/2015) besok baru mulai dilakukan penyortiran dan pelipatan.

“Untuk surat suara semuanya sudah dikirim ke KPU dari percetakan tetapi baru besok kita sortir dan dilipat. Setelah selesai, secepatnya akan kita distribusikan ke PPK. Logistik yang sudah sampai di PPK antara lain, kotak dan bilik suara, ATK, tinta, alat dan alas pencoblosan, serta formulir-formulir,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

KPU Grobogan Mulai Siapkan Debat Pasangan Calon Pilkada

 

KPU Grobogan tengah rapat persiapan debat Pilkada yang diagendakan pada 25 November mendatang di Gedung Wisuda Budaya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

KPU Grobogan tengah rapat persiapan debat Pilkada yang diagendakan pada 25 November mendatang di Gedung Wisuda Budaya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski pelaksanaannya masih cukup lama, namun KPU Grobogan ternyata sudah mulai mempersiapkan pelaksanaan debat yang dilakukan pada pasangan calon peserta Pilkada 9 Desember mendatang. Pembahasan awal acara debat yang dilangsungkan di Rumah Makan Sukarasa Purwodadi tadi, dipimpin langsung Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

”Rencananya, debat pasangan calon ini kita gelar Rabu, 25 November di Gedung Wisuda Budaya. Untuk waktunya kita jadwalkan pagi hingga siang hari,” katanya.

Menurutnya, meski waktu debat masih cukup lama namun persiapan jauh hari sudah mulai dilakukan. Harapannya, pelaksanaan debat nanti bisa berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun.

Dalam pembahasan awal yang melibatkan beberapa pihak itu membahas beberapa hal. Antara lain, kepastian waktu dan tempat penyelenggaraan. Kemudian, kapasitas tempat, desain lokasi, jumlah undangan, pihak yang akan diundang, dan keamanan.

”Pembahasan kali ini masih secara umum. Nanti akan ada pembahasan lebih lanjut soal teknis dan beberapa hal lainnya yang berkaitan dengan debat,” ujarnya.

Ditambahkan, kedua pasangan calon yang akan maju dalam Pilkada Grobogan sudah mendapat pemberitahuan soal kegiatan debat tersebut. Masing-masing tim kampanye pasangan calon nantinya juga akan diundang untuk menyaksikan debat. (DANI AGUS/TITIS W)

Personil PPS Grobogan Dilatih Tata Cara Pemungutan dan Penghitungan Suara

Bimbingan teknis untuk PPS diselenggarakan mulai hari ini Kamis (5/11/2015) hingga Sabtu mendatang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bimbingan teknis untuk PPS diselenggarakan mulai hari ini Kamis (5/11/2015) hingga Sabtu mendatang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Para petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-kabupaten mendapat bimbingan teknis mengenai tata cara pemungutan dan penghitungan suara dalam Pilkada mendatang. Pembekalan buat PPS yang dilakukan di tiap-tiap kecamatan itu dipandu anggota KPU Grobogan dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat.

”Bintek buat PPS ini digelar selama sepekan hingga Sabtu (7/11/2015) mendatang. Setelah ini, para PPS nantinya akan memberi pembekalan serupa bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS),” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Afrosin menyatakan, proses pemungutan dan penghitungan relatif sama dengan pelaksanaan pemilu sebelumnya. Meski begitu, ia meminta agar anggota PPS benar-benar teliti dan hati-hati saat melakukan proses rekapitulasi penghitungan suara. Hal itu perlu dilakukan, guna menghindari kesalahan dalam rekapitulasi.

Terkait dengan kondisi itu, Afrosin meminta agar anggota PPK memperhatikan beberapa poin utama dalam proses penghitungan dan rekapitulasi itu. Antara lain, memperhatikan dengan baik jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih harus sama, dengan jumlah surat suara yang digunakan. Baik suara yang sah maupun tidak.

Kemudian, apabila ada kesalahan penulisan data dalam formulir C1, maka pembetulannya dilakukan dengan cara dicoret dan diparaf oleh petugas KPPS dan saksi pasangan calon. ”Kami juga meminta agar kolom-kolom kosong yang tidak terisi data angka, agar diisi dengan tanda silang (x). Kemudian, penulisan jumlah surat suara harus dilakukan sesuai fakta yang ada, jangan disamakan dengan jumlah DPT,” tegas Afrosin. (DANI AGUS/TITIS W)

Anggota PPK Diminta Tak Teledor Lakukan Rekapitulasi Penghitungan Suara

Bintek pemungutan dan penghitungan serta rekapitulasi penghitungan suara bersama PPK di Aula KPU Grobogan siang tadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bintek pemungutan dan penghitungan serta rekapitulasi penghitungan suara bersama PPK di Aula KPU Grobogan siang tadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif meminta agar anggota PPK di tingkat kecamatan benar-benar teliti dan hati-hati saat melakukan proses rekapitulasi penghitungan suara. Sebab, dalam pelaksanaan Pilkada nanti ada perbedaan dibandingkan penyelenggaraan pemilu sebelumnya. Dimana, seusai penghitungan suara di TPS, kotak suara yang didalamnya berisi surat suara dan formulir langsung dikirimkan ke kecamatan.

”Sebelumnya, dari TPS ada proses rekapitulasi ditingkat desa. Sekarang, dari TPS langsung bergeser ke kecamatan. Nanti rekapitulasi penghitungan suara dilakukan di kecamatan dengan dikoordinir oleh PPK,” kata Afrosin, usai menggelar bintek pemungutan dan penghitungan serta rekapitulasi penghitungan suara bersama PPK di Aula KPU Grobogan siang tadi.

Terkait dengan kondisi itu, Afrosin meminta agar anggota PPK memperhatikan beberapa poin utama dalam proses penghitungan dan rekapitulasi itu. Antara lain, memperhatikan dengan baik jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih, yakni harus sama dengan jumlah surat suara yang digunakan. Baik suara yang sah maupun tidak.

Kemudian, apabila ada kesalahan penulisan data dalam formulir C1, maka pembetulannya dilakukan dengan cara dicoret dan diparaf oleh petugas KPPS dan saksi pasangan calon. Untuk penggunaan DPTb-2 atau pemilih tambahan yang belum terakumulasi dalam DPTb-1, jumlahnya tidak boleh melebihi daftar yang tertera dalam DBTb-2.

“Kami juga meminta agar kolom-kolom kosong yang tidak terisi data angka agar diisi dengan tanda silang (x). Kemudian, penulisan jumlah surat suara harus dilakukan sesuai fakta yang ada, jangan disamakan dengan jumlah DPT,” tegas Afrosin.

Ia menambahkan, proses rekapitulasi penghitungan suara di kecamatan akan dimulai sehari setelah pelaksanaan Pilkada. Yakni, dari tanggal 10-16 Desember.
Mengingat sehari sebelumnya, tenaga PPK dan PPS sudah terkuras dalam penyelenggaraan Pilkada ,maka mereka diminta untuk bisa menjaga kondisi dengan baik. Sebab, dalam rekapitulasi nanti butuh ketelitian dan konsentrasi tinggi untuk menginput data. Jika kondisi tidak fit, terkadang sering ada kesalahan yang tidak disengaja dalam memasukkan data.

”Faktor kelelahan petugas ini memang jadi perhatian kami. Sebab, jika kondisi lelang bisa jadi salah dalam memasukkan angka. Misalnya, angka 600 bisa tertulis 60 atau bahkan 6.000,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Kejaksaan Bakal Dampingi KPU Pada Pilkada Grobogan

Kajari Purwodadi Abdullah menandatangani kesepakatan bersama dengan ketua dan komisioner KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kajari Purwodadi Abdullah menandatangani kesepakatan bersama dengan ketua dan komisioner KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Kejaksaan Negeri Purwodadi bakal mendampingi KPU Grobogan dalam penyelenggaraan Pilkada yang dihelat 9 Desember mendatang. Pendampingan itu khusus untuk hal yang terkait dengan bidang hukum dan tata usaha negara.

Pendampingan terhadap penyelenggaraan Pilkada itu dituangkan dalam penandatanganan kesepakatan bersama antara Kajari Purwodadi Abdullah dan Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif beserta empat komisoner lainnya.

Acara penandatanganan itu dilangsungkan setelah rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih tetap tambahan satu (DPTb-1) yang digelar KPU Grobogan, siang tadi.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas jalinan kerjasama yang dilakukan dengan pihak kejaksaan. Kerjasama itu dilakukan sebagai langkah antisipasi jika dalam penyelenggaraan Pilkada nanti, ketika ada gugatan perselisihan hasil pemilihan (PHP) yang dilayangkan ke PTUN.

”Jika ada gugatan PHP, maka kejaksaan akan berperan sebagai jaksa pengacara Negara. Kami berterima kasih atas jalinan kerjasama dengan pihak Kejaksaan Negeri Purwodadi ini,” terangnya.

Sementara itu, Kajari Purwodadi Abdullah menyatakan, untuk mendampingi KPU pihaknya sudah menyiapkanTim Pengawal, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Tim yang baru dibentuk beberapa hari lalu itu nantinya akan intensif menjalin koordinasi dan komunikasi dengan KPU.

”Pada prinsipnya kami siap melakukan pendampingan dan pengawalan kinerja KPU dalam penyelenggaraan Pilkada. Kami harapkan, pihak KPU juga aktif menjalin koordinasi dengan tim dari kejaksaan,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Pascapenetapan DPT, Ada Penambahan 440 Pemilih di Pilkada Grobogan

Rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih tetap tambahan satu (DPTb-1) yang digelar KPU Grobogan, siang tadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih tetap tambahan satu (DPTb-1) yang digelar KPU Grobogan, siang tadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Jumlah pemilih dalam Pilkada Grobogan pada 9 Desember mendatang dipastikan bertambah 440 orang lagi. Adanya pemilih tambahan ini terungkap dalam rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih tetap tambahan satu (DPTb-1) yang digelar KPU Grobogan, siang tadi.

Dengan adanya tambahan ini, jumlah pemilih keseluruhan berubah jadi 1.063.308 orang. Sebab, dalam penetapan daftar pemilih tetap (DPT) awal Oktober lalu, jumlah pemilih ada 1.062.868 orang.

Acara rapat pleno yang juga diikuti ketua PPK dan tim kampanye pasangan calon itu dipimpin langsung Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif. Hadir dalam rapat pleno tersebut, Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto, Kajari Purwodadi Abdullah, Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama, Kasdim 0717/Purwodadi Mayor Arif Ismawan, dan M Fahmi dari Pengadilan Negeri Purwodadi.

Menurut Afrosin, tambahan 440 pemilih itu terdiri dari 229 laki-laki dan 211 perempuan. Tambahan pemilih itu berada di 58 desa/151 TPS yang tersebar di 11 kecamatan.

Masing-masing, Kecamatan Gabus 49 orang, Godong (13), Grobogan (14), Karangrayung (3), Kedungjati (17), Kradenan (68), Penawangan (52), Purwodadi (79), Tawangharjo (90), Toroh (23), dan Wirosari (32). Sedangkan delapan kecamatan lainnya, yakni Brati, Geyer, Gubug, Klambu, Ngaringan, Pulokulon, Tanggungharjo, dan Tegowanu tidak ada tambahan pemilih.

Afrosin menambahkan,sesuai aturan bagi pemilih yang belum terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang sudah ditetapkan (2/10/2015) lalu, memang masih bisa terakomodir pada daftar pemilih tambahan satu (DPTb-1). Adapun tahapan DPTb-1 dimulai tanggal 13-20 Oktober lalu.

”Untuk mendaftar dalam DPTb-1 prosesnya tidak sulit. Karena hanya dengan membawa kartu identitas diri atau bukti identitas lainnya seperti kartu keluarga dan selanjutnya menghubungi PPS setempat untuk diverifikasi dan didata,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)