Nilep Kayu Hasil Tebangan Hutan, Mandor Perhutani KPH Gundih Ditangkap Polisi

MuriaNewsCom, GroboganJajaran Polres Grobogan bekerjasama dengan Perum Perhutani KPH Gundih berhasil mengungkap kasus illegal logging. Dalam pengungkapan kasus ini, petugas berhasil mengamankan satu orang yang diduga menjadi pelaku.

Pelaku yang diamankan diketahui bernama Agus Purnomo (37), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Geyer. Pelaku ini tercatat merupakan karyawan dari Perhutani KPH Gundih yang bertugas menjadi Mandor Polter.

Selain pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti kayu mahoni. Jumlah kayu sebanyak 347 batang yang sudah dipotong dalam berbagai ukuran. Yakni, mulai panjang 190-720 cm dengan ketebalan bervariasi.

”Pelaku dan barang bukti sudah kita amankan. Pelaku akan kita jerat dengan Pasal 83 Ayat (1)  huruf (a) Subs Pasal 87 Ayat (1) huruf (c) Undang Undang Republik Indonesia No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan hutan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto, Rabu (7/2/2018).

Pengungkapan kasus itu berawal dari informasi warga yang mengabarkan ada banyak potongan kayu mahoni di rumah Ladi (48), warga Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer. Dari informasi warga, potongan kayu yang jumlahnya ratusan itu dirasa mencurigakan dan diduga berasal dari hasil penebangan pohon dikawasan hutan.

Setelah menerima informasi tersebut, petugas gabungan dari Perhutani Gundih dan Polsek Geyer mendatangi lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah dicek, didalam rumah itu memang terdapat ratusan kayu mahoni berbagai ukuran.

”Dari keterangan pemilik rumah, kayu itu merupakan titipan saudaranya yang bernama Agus Purnomo. Jadi, saat pelaksanaan penebangan di hutan, pelaku yang merupakan karyawan Perhutani itu menyisihkan kayu hasil tebangan. Kemudian, kayu yang disisihkan itu digergaji dalam berbagai ukuran dan selajutnya dititipkan dirumah kerabatnya,” jelasnya.

Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, ratusan kayu mahoni itu berasal dari kawasan hutan negara yang diperoleh pelaku secara tidak sah. Selanjutnya kayu tersebut langsung diamankan petugas.

Editor: Supriyadi

Antisipasi Kebakaran, Perhutani Gundih Grobogan Tempatkan Petugas di Titik Rawan

Kobaran api membakar areal hutan jati di RPH Kedungtawing, BKPH Juworo, KPH Gundih Minggu (3/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Munculnya kebakaran di sejumlah titik areal hutan mulai disikapi pihak Perhutani KPH Gundih, Grobogan. Untuk mencegah terulangnya kebakaran, pihak Perhutani Gundih akan menempatkan sejumlah petugas di titik rawan.

“Upaya pencegahan kita kedepankan. Salah satunya dengan meningkatkan pengawasan. Pada titik rawan kebakaran akan kita tempatkan petugas pengawas,” ungkap Wakil Administratur KPH Gundih Kuspriyadi, Rabu (6/9/2017).

Beberapa hari sebelumnya, sempat terjadi kebakaran kawasan hutan jati di KPH Gundih. Yakni, di areal hutan seluas empat hektare yang berlokasi di RPH Gaji, BKPH Monggot. Kemudian, kebakaran juga melanda kawasan hutan di wilayah RPH Kedungtawing, BKPH Juworo, Minggu (3/9/2017) lalu.

“Luas areal hutan pada kebakaran terakhir sekitar dua hektar. Dampak kebakaran hanya pada tanaman. Untuk pohon jati masih tetap hidup meski sempat terkena api,” jelasnya.

Kuspriyadi menjelaskan, pelaksanaan pemantauan akan dilaksanakan oleh petugas yang berada di wilayah hutan masing-masing. Mekanismenya, petugas akan segera melaporkan kepada atasannya jika terjadi kebakaran di tempat tugasnya. Dengan cepatnya laporan maka upaya pemadaman akan bisa segera dilakukan.

“Musim kemarau memang rawan kebakaran di areal hutan. Kami sebetulnya tidak menghendaki adanya kebakaran. Dugaan kami, kebakaran dipicu  human error. Salah satunya ada pengendara yang membuang puntung rokok yang mengenai daun-daun kering sehingga memicu kebakaran,” imbuhnya. 

Editor: Supriyadi

Hutan Jati Gundih di Pinggir Kampung Terbakar, Warga jadi Tak Berani Salat di Masjid

Kobaran api membakar areal hutan jati di RPH Kedungtawing, BKPH Juworo, KPH Gundih Minggu (3/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di kawasan hutan jati Perhutani KPH Gundih, Grobogan, Minggu (2/9/2017) dari siang hingga malam hari. Beberapa hari sebelumnya, sempat terjadi kebakaran kawasan hutan jati seluas empat hektare di RPH Gaji, BKPH Monggot.

Dari pantauan di lapangan, lokasi kebakaran ada di beberapa titik. Pada siang hari, areal hutan yang terbakar terlihat di pinggir jalan raya menuju waduk Kedungombo.

Kebakaran ini sempat mengganggu pengendara yang melintas dari kedua arah, karena munculnya asap di jalan raya. Pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, kebakaran di lokasi ini sudah padam dengan sendirinya.

Menjelang Magrib, kebakaran di wilayah hutan kembali muncul di lokasi lainnya. Yakni, di kawasan hutan jati di belakang Dusun Kedungtawing, Desa Juworo, Kecamatan Geyer, Grobogan.

Kebakaran di areal ini lebih besar dan arealnya lebih luas dari peristiwa yang terjadi sebelumnya. Dari jalan raya, kobaran api yang membakar dedaunan dan ranting di bawah pohon jati terlihat jelas. Padahal, jarak lokasi kebakaran dengan jalan raya itu cukup jauh, sekitar 700 meter.

Warga melintas di pinggir areal hutan jati yang terbakar, Minggu (3/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Munculnya kebakaran di belakang perkampungan sempat membuat warga di Dusun Kedungtawing cemas. Bahkan, beberapa warga terpaksa tidak berani ke masjid untuk salat Magrib berjamaah, karena khawatir kebakaran di areal hutan merembet ke perkampungan.

“Saya tadi tidak berangkat ke masjid setelah melihat hutan di belakang sana terbakar. Rumah saya paling dekat dengan lokasi kebakaran sehingga agak khawatir,” kata Albani (45), warga setempat.

Baca juga : Putung Rokok Diduga Sebagai Biang Kebakaran Hutan Gundih Grobogan

Lokasi kebakaran hutan hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumah penduduk paling pinggir. Areal hutan yang terbakar dengan perkampungan dipisahkan sungai kecil yang kondisinya kering tidak berair. Sepanjang sungai kering banyak rumpunan bambu.

Kekhawatiran warga akhirnya mereda. Warga merasa tenang setelah beberapa mobil damkar disiagakan di dusun tersebut.

“Begitu dapat laporan, kita minta bantuan damkar untuk standby. Lokasi kebakaran memang tidak begitu jauh dari perkampungan sehingga sebagian warga merasa khawatir,” kata Camat Geyer Aries Ponco.

Sementara itu, Wakil Administratur KPH Gundih Kuspriyadi mengatakan, lokasi kebakaran areal hutan itu berada di RPH Kedungtawing, BKPH Juworo. Menurutnya, kebakaran di lokasi itu sudah bisa ditangani petugas.

“Belum diketahui luas area hutan yang terbakar. Musim kemarau memang rawan kebakaran di areal hutan. Dampak kebakaran hanya pada tanaman. Untuk pohon jati masih tetap hidup meski sempat terkena api,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

4 Hektare Hutan Perhutani Gundih Grobogan Terbakar

Beginilah penampakan kobaran api yang membakar kawasan hutan milik Perhutani KPH Gundih, Minggu (27/8/2017) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran menimpa kawasan hutan milik Perhutani KPH Gundih, Minggu (27/8/2017) malam. Meski tidak ada korban jiwa. namun kebakaran ini sempat membuat panik warga dan pengendara yang melintas di jalur Purwodadi-Solo.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa kebakaran diketahui selepas Magrib, sekitar pukul 18.15 WIB. Banyaknya dedaunan dan ranting kering menyebabkan kobaran api cepat membesar.

Beberapa warga yang melihat ada kebakaran di wilayah hutan langsung menghubungi kantor pemadam. Sekitar 30 menit kemudian, tiga mobil damkar sudah tiba di lokasi kejadian.

Aksi pemadaman berlangsung hampir dua jam lamanya. Dalam pemadaman ini, petugas damkar juga mendapat dukungan dari anggota Koramil dan Polsek Geyer serta puluhan warga sekitar kawasan hutan.

“Ada puluhan warga yang ikut membantu memadamkan api. Upaya pemadaman juga didukung dari TNI dan Polisi,” kata Ketua Pramuka Peduli Kwarcab Grobogan Lulun Surono yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari lokasi kebakaran tersebut.

Petugas pemadam kebakaran dibantu warga mencoba menjinakkan api yang membakar hutan Perhutani di Gundih, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saat pemadaman dilakukan, arus lalu lintas dari kedua arah sempat tersendat karena kendaraan harus berjalan pelan dan bergantian.

Sebelum kebakaran dipadamkan, para pengendara sempat terganggu kepulan asap. Hal ini terjadi karena lokasi kebakaran hanya berjarak beberapa meter di sebelah timur jalan Purwodadi-Solo km 16.

Camat Geyer Aries Ponco ketika dimintai komentarnya menyatakan, kebakaran terjadi di petak 103 B yang masuk wilayah Desa/Kecamatan Geyer. Berdasarkan perkiraan sementara, luas areal hutan yang terbakar sekitar 4 hektare.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa itu. Untuk penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Kalau ingin dapat informasi lebih lanjut bisa dikoordinasikan dengan pihak KPH Gundih,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha