Pura-pura Salat, Curi Kotak Amal Masjid

Foto Ilustrasi

MuriaNewsCom, Brebes – Ada-ada saja yang dilakukan pencuri kotak amal masjid ini. Yakni pura-pura melakukan salat di masjid. Saat masjid sudah sepi, pelaku mencuri kotak amal.

Adalah Chandra (21), warga asal Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pelaku diringkus Polres Brebes di Desa Luwungbata, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti kotak amal masjid tersebut. Dengan jumlah uang diamankan sekitar Rp1 juta dari dalam saku celananya.

Kepada polisi, pelaku mengatakan, dirinya tertangkap basah saat beraksi membobol kotak amal Masjid Baiturrohman di Desa Luwungbata Tanjung. Pelaku ketika itu masuk masjid dengan mengendap-endap saat sepi.

Usai berhasil masuk masjid, pelaku mencari kotak amal. Ternyata dia menemukannya di almari masjid. Pelaku membuka kotak amal satu per satu. Setelah berhasil, pelaku mencari benda berharga lain di masjid itu.

“Saat saya hendak meninggalkan masjid, ada seorang pekerja bangunan yang sedang istirahat di masjid memergoki saya. Pekerja bangunan itu melaporkan ke massa setempat,” kata Chandra.

Warga marah dan mengaraknya ke balai desa setempat. Polisi dari Polsek Tanjung tiba di lokasi beberapa saat kemudian. Petugas membawanya ke mapolsek setempat. “Iya saya yang ambil uang itu,” kata pelaku saat di Mapolres Brebes.

Dari keterangannya juga terungkap jika selama ini, pelaku memang mengincar kotak amal masjid. Biasanya, dia melakukan pengamatan lebih dulu satu hari sebelumnya. “Kadang saya ikut salat untuk mengamati situasi dan kondisi yang ada di sekitar masjid,” ungkapnya.

Dari catatan polisi juga, ternyata pelaku merupakan residivis spesialis pencurian uang di dalam kotak amal di sembilan masjid. Dengan lokasi provinsi berbeda.

Selain di Brebes, pelaku juga pernah mencuri di dua masjid di wilayah Cirebon, Jawa Barat, satu masjid di wilayah Cikampek, Jawa Barat dan satu masjid di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta.

Editor : Akrom Hazami

 

Usai Salat, Colong Kotak Amal Masjid di Bukateja Purbalingga

Polisi mengamankan aksi pencurian kotak amal di salah satu masjid di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. ( Humas Polres Pubalingga Polda Jateng )

MuriaNewsCom, Purbalingga – Pemuda atas nama IDY (20) warga Desa Babakan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, benar-benar nekat. Usai salat, IDY malah mencuri kotak amal di salah satu masjid di Desa Kembangan, kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Minggu (10/9/2017).

Kapolsek Bukateja AKP Agus Triyono mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan pelaku kejadian bermula saat ia melaksanakan salat zuhur di masjid tersebut. Selanjutnya, IDY memasukkan infak Rp 1000 ke kotak amal masjid.

Baca : Omzet Santri Ganteng Asal Pati ‘Musuh’ Jonru Ini Capai Ratusan Juta per Bulan

Saat itu, niat jahatnya muncul untuk mengambil isi kotak amal tersebut. Karena digembok, kemudian pelaku mengambil kunci pas di bagasi sepeda motornya. Kunci pas digunakan untuk membongkar gembok kotak amal.

“Saat sedang berusaha membongkar gembok kotak amal, aksinya dipergoki warga yang kemudian berhasil mengamankan pelaku dan kemudian menghubungi Polsek Bukateja,” kata Agus.

Kapolsek menambahkan, anggotanya yang mendapatkan laporan kejadian kemudian mendatangi TKP. Selanjutnya mengamankan tersangka dan barang buktinya ke mapolsek. Selain itu, meminta keterangan sejumlah saksi.

“Pelaku kita amankan ke polsek untuk menghindari aksi massa. Sementara ini, pelaku masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengembangkan kasusnya,” ujarnya.

Polisi mengamankan aksi pencurian kotak amal di salah satu masjid di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga.

Editor : Akrom Hazami

 

Beruntung Tak Dibakar Massa, Pencuri Kotak Amal Musala di Kaliwungu Kendal Ini Babak Belur

Pencuri kotak amal musala, Yudi, mengalami babak belur, di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. (metrojateng)

MuriaNewsCom, Kendal – Yudi Prasetya (24), warga Kelurahan Blumbungan, Kecamatan Jagalan Selatan, Kota Semarang, benar-benar nekat. Yudi mencuri kotak amal di Musala Al Asyari Kampung Pesantren, Desa Krajan Kulon, Kaliwungu, Kendal, Jumat (18/7/2017) siang.

Aksinya terpergok warga. Tentu saja, warga tak tinggal diam. Warga yang diliputi rasa amarah langsung mengejar Yudi. Warga berhasil mengejar Yudi. Pukulan demi pukulan dilayangkan ke wajah pemuda itu. Beruntung, warga tidak sampai melakukan pembakaran seperti yang terjadi di Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Polisi yang tiba di lokasi, segera mengamankan Yudi.

Polisi kemudian melarikan Yudi ke Rumah Sakit Darul Istiqomah, Kaliwungu, Kendal. Yudi dalam kondisi tangan terborgol, harus menjalani belasan jahitan akibat luka wajah.  Usai mendapat perawatan, Yudi dibawa ke sel tahanan Mapolsek Kaliwungu.

Sedangkan barang bukti kotak amal yang dicongkel gemboknya diamankan sebagai barang bukti. Polisi mengamankan pula uang dari tangan Yudi sebesar Rp 740 ribu. Polisi masih melakukan penyelidikan kasus pencurian kotak amal ini.

Kepada polisi, Yudi menceritakan, dirinya melakukan pencurian karena butuh uang. Yudi pun mencuri kotak amal. Sebelum mencuri, Yudi pura-pura tidur di Musala Al Asyari. Saat suasana sepi, Yudi segera melakukan aksinya. Yaitu dengan mencongkel gembok yang ada di bagian bawah kotak amal.

Warga memergoki aksinya itu dan menangkapnya. Yudi beralasan tidak memiliki pekerjaan dan uang untuk kebutuhan sehari-hari. “Saya tidak punya uang. Sebelumnya saya memang tidur di musala,” kata Yudi dikutip dari metrojateng.com.

Sementara itu, menurut Kapolsek Kaliwungu AKP Nanung Nugraha, Yudi sudah dua kali tercatat kasus serupa di kepolisian. “Pelaku diamankan warga yang sudah menghakimi lebih dulu, lalu diserahkan ke polisi,” ujar Nanung.

Editor : Akrom Hazami