Tengah Malam Mengendap-endap di Masjid Jambangan Grobogan, Dul Kamit Ternyata Bobol Kotak Amal

MuriaNewsCom, GroboganWarga Desa Jambangan, Kecamatan Geyer dan anggota polsek setempat berhasil mengamankan seorang pria yang diketahui melakukan pembobolan kotak amal masjid. Pria bernama Dul Kamit (49) warga Kecamatan Pulokulon tersebut berhasil diringkus pada dinihari tadi sekitar pukul 02.30 WIB.

Sebelum kejadian, beberapa warga setempat memang sempat curiga ketika melihat ada sebuah sepeda motor Honda Beat warna hitam terparkir di samping Masjid Al Mubarok Dusun Kuncen. Kecurigaan itu muncul lantaran motor itu diketahui bukan milik warga setempat.

Beberapa saat kemudian, terlihat seorang pria yang mengenakan kaos biru dan celana hitam keluar dari masjid dan selanjutnya pergi mengendarai motor tersebut menuju arah Kecamatan Toroh.

Sesaat setelah pria itu pergi naik motornya, warga langsung bergegas menuju ke dalam masjid untuk memeriksa keadaan. Saat itulah, warga menemukan kotak amal sudah dirusak gemboknya dan uang yang ada didalamnya raib.

Begitu tahu ada peristiwa pencurian uang dalam kotak amal, warga langsung melakukan pengejaran. Dalam waktu bersamaan, salah seorang warga sempat membangunkan perangkat desa untuk memberitahukan kejadian itu. Perangkat desa kemudian langsung meneruskan informasi tersebut pada pihak Polsek Geyer.

Meski sudah kabur beberapa menit sebelumnya, namun warga akhirnya berhasil mengejar pria yang diduga pelaku pembobolan kotak amal masjid. Pelaku yang mengetahui dikejar warga, sempat ketakutan dan akhirnya lari dengan meninggalkan sepeda motornya dipinggir jalan. Namun, tidak lama kemudian, pelaku berhasil diamankan.

Kapolsek Geyer AKP Sunaryo menyatakan, selain pelaku, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, sepeda motor dengan nomor polisi K 3987 AFF, gembok yang sudah rusak, kawat besi sepanjang 35 cm, sajadah, kotak amal dan uang sebanyak Rp 205 ribu.

Dijelaskan, sebelum melakukan tindak kejahatan, pelaku sempat mengantar seseorang hingga sampai di daerah Gundih. Setelah itu, pelaku mengambil jalan melewati Dusun Kuncen, Desa Jambangan dan akhirnya sampai di masjid tersebut.

”Kita masih mengembangkan penyelidikan kasus ini. Pelaku akan kita jerat dengan pasal 363 KUH Pidana tentang tindak pencurian dengan pemberatan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Polisi Sita Tongkat dan Palu dari Mobil Pendemo Rohingya di Pati

Polisi mengamankan tongkat dan palu yang disita dari mobil peserta unjuk rasa terkait isu Rohingya di kawasan Alun-alun Pati, Jumat (8/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Aksi unjuk rasa terkait isu kemanusiaan Rohingya yang dilakukan massa dari Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa) di kawasan Alun-alun Pati, Jumat (8/9/2017), berlangsung aman.

Namun, petugas sempat menemukan palu dan tongkat yang ditemukan di dalam mobil salah satu pendemo. Kedua alat itu kemudian disita polisi.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan mengatakan, peserta unjuk rasa sengaja digeledah untuk mengantisipasi bila ada yang membawa senjata tajam. Polisi tidak menemukan senjata tajam dari tubuh peserta unjuk rasa.

Selain memeriksa peserta demo, polisi juga menggeledah masing-masing kendaraan yang digunakan peserta demo. Alhasil, polisi menemukan palu berukuran kecil dan tongkat dari kayu dengan ukuran sekitar 70 cm.

Baca Juga: Demo Rohingya Memanas, Polisi Pati Ini Justru Edarkan Kotak Amal

“Tidak ada indikasi untuk digunakan sebagai alat kekerasan. Mungkin untuk keperluan teknis kendaraan. Tapi tetap kami sita demi keamanan bersama,” ucap AKBP Maulana.

Aksi unjuk rasa yang diikuti puluhan massa Gempa tersebut membubarkan diri sekitar pukul 11.30 WIB, setelah mereka ditemui Ketua Viraha Pati Edi Siswanto. Mereka lega setelah Edi mengungkapkan bahwa umat Buddha di Indonesia tidak terlibat dalam aksi penganiyaan etnis Rohingya di Myanmar.

“Kita meminta kepada aparat dan pemerintah untuk ikut menyelesaikan masalah krisis kemanusiaan yang menimpa umat Muslim di Myanmar. Selain itu, kami ingin memastikan tidak ada umat Buddha di Indonesia yang terlibat dengan krisis Rohingya,” jelas Ketua DPW Gempa Jawa Tengah Mustaqim.

Editor: Supriyadi

Demo Rohingya Memanas, Polisi Pati Ini Justru Edarkan Kotak Amal

Aksi unjuk rasa yang dilakukan Gempa terkait dengan isu Rohingya di kawasan Alun-alun Pati, Sabtu (8/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan massa yang mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Alun-alun Pati, Jumat (8/9/2017).

Aksi mereka dilakukan terkait dengan isu etnis Rohingya di Myanmar. Berbagai spanduk yang berisi kecaman terhadap biksu dan foto-foto korban Rohingya dibentangkan.

Bahkan, massa membakar poster bergambar biksu. Mereka sempat menyerukan pembalasan kepada biksu yang dianggap melakukan pembantaian terhadap etnis Rohingya dengan poster bertuliskan ’Darah dibalas dengan darah’

Di tengah ketegangan aksi demonstrasi yang menggebu-gebu, polisi yang mengamankan massa justru menggelar aksi yang mengagetkan. Polisi mengumpulkan donasi untuk membantu etnis Rohingya.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan mengatakan, aksi donasi yang dilakukan polisi di tengah pengamanan massa tersebut untuk memberikan contoh bahwa aksi keprihatinan terhadap etnis Rohingya harus dilakukan dengan positif.

“Donasi kemanusiaan yang akan dikirim untuk umat Rohingya akan lebih bermanfaat ketimbang menghujat, mengutuk dan menebar kebencian. Itu alasannya polisi ikut berdonasi di tengah tugasnya mengamankan massa,” kata AKBP Maulana.

Sebelum membubarkan diri, massa menuntut polisi untuk mempertemukan dengan biksu. Mereka berteriak tidak akan bubar sebelum dipertemukan dengan biksu.

Massa dan petugas keamanan akhirnya terlibat aksi saling menunggu. Sebab, polisi tidak memenuhi tuntutannya untuk bertemu dengan biksu.

Editor: Supriyadi