Pegawai BRI Tewas dengan Kondisi Pakai Helm dan Jaket, Ditemukan di Bangunan Bekas RM di Kendal

Korban ditemukan tewas di bekas bangunan rumah makan Sumber Rasa, Rowosari, Kabupaten Kendal, Selasa. (Facebook)

MuriaNewsCom, Kendal – Warga Wonotenggang, Rowosari, Kabupaten Kendal, geger, Selasa (21/11/2017). Karena di wilayah mereka, tepatnya di bangunan bekas rumah makan Sumber Rasa, Jalan Pantura Wonotenggang, ditemukan mayat yang masih mengenakan helm, lengkap dengan jaket di badan korban.

Di luar bangunan tampak sebuah sepeda motor yang diduga milik korban masih terparkir. Tidak hannya itu, barang milik korban juga masih utuh. Diduga korban tewas karena dibunuh akibat kekerasan yang dilakukan pelaku.

Hasil dari pemeriksaan polisi, korban bernama Yoga Gatot Pramana (26), warga Ngareanak, Singorojo, Kendal. Korban juga menantu dari Kepala Satpol PP Kabupaten Kendal, Subarso.

Warga setempat mulanya curiga dengan adanya sepeda motor terparkir di depan bangunan bekas rumah makan, Senin (20/11/2017) malam. Kakak dan mertuanya melapor ke polisi karena Yoga tidak pulang kerja seperti biasanya.

Info dihimpun, korban keluar rumah pada Senin sekitar pukul 05.45 WIB. Pada pukul 11.00 WIB, istri korban menghubungi korbanb tapi tak ada jawaban. Pada pukul 11.26 WIB, keluarga melacak nomor HP korban dan diketahui berada di bangunan bekas rumah makan itu.

Pada pukul 03.00 WIB, keluarga meminta bantuan Polsek Weleri untuk membantu melakukan pencarian anaknya. Baru pukul 03.30 WIB, keluarga dan polisi menemukan korban di bekas bangunan rumah makan.

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar mengatakan, polisi menerima laporan adanya korban hilang. “Senin malam, polisi mengamankan sepeda motor ke Polsek Weleri. Keesokan harinya, anggota Polsek Rowosari dan keluarga korban mencari. Mereka menemukan korban di bangunan itu (bangunan bekas rumah makan),” kata Aris kepada wartawan.

Saat ditemukan itu, kondisi korban tergeletak di dapur bangunan. Polisi segera membawa korban ke RSUD Soewondo Kendal. Kemudian, polisi dilarikan ke RS Bhayangkara Semarang untuk proses autopsi. Dari informasi dihimpun, tidak ditemukan luka tusukan di tubuh korban, namun terdapat luka akibat benda tumpul di kepala korban.

Korban diketahui merupakan pegawai BRI Cabang Weleri bagian penagihan dan peminjaman kepada nasabah. Korban juga baru menikah pada Juli 2017 lalu.

Keterangan perwakilan keluarga, Heri Warsito, korban sempat berkomunikasi dengan keluarga Senin siang. Termasuk istrinya juga berkomunikasi dengan korban pada hari itu. “Keluarga khawatir akan keberadaannya. Kemudian mencari korban dengan melacak sinyal ponsel korban,” kata Heri yang juga Sekretaris Satpol PP Kendal.

Editor : Akrom Hazami

 

2 Orang Tewas saat Kecelakaan Karambol di Jalan Sultan Agung Semarang

Bangkai kendaraan bus pariwisata yang mengalami kecelakaan di Jalan Sultan Agung Semarang. (Facebook)

MuriaNewsCom, Semarang – Dua orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan karambol yang melibatkan sebuah bus pariwisata dengan sebuah mobil dan beberapa sepeda motor di Jalan Sultan Agung, Kota Semarang, Rabu (13/9/2017).

Kapolsek Gajah Mungkur Kompol Ari Sigit membenarkan kejadian nahas di sekitar persimpangan Jalan Semeru dan Jalan Sultan Agung itu. Sebuah bus pariwisata bernomor polisi M 7735 UT melaju di jalan yang berkontur menurun itu. Bus yang hilang kendali itu menabrak sebuah mobil serta bebarapa sepeda motor.

Polisi sendiri masih melakukan olah tempat kejadian serta mendata identitas para korban.”Dugaan sementara rem bus pariwisata bermasalah,” kata Ari dikutip Antarajateng.com.

Kedua korban tewas diketahui sebagai pengendara sepeda motor. Kedua korban tewas tersebut masing-masing pengendara Honda Beat atas nama David Widi (33) warga kompleks Akpol Semarang dan pengendara Yamaha Vixion atas nama Eko Susilo (34) warga Lempongsari, Semarang.

Mereka tertabrak bus pariwisata Prima Sentosa, yang dikemudikan Moch Sufar (45), warga Jalan Anggur, Kidul Dalem, Bangli, Pasuruan, Jatim.

Keterangan Kanitlaka Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Sugito menjelaskan kronologi yakni bus melaju dari arah selatan (Kaliwiru) ke utara (Tonghin). Bus melaju tak terkendali. “Sempat menerabas marka jalan di pertigaan Don Bosko,” terangnya.

Saat bersamaan, sejumlah kendaraan melaju dari arah berlawanan. Bus itu menabrak dua pengendara sepeda motor dan satu mobil. Mobil yang ditabrak adalah Kijang Innova H 8543 MY. Empat kendaraan yang terlibat kecelakaan itu rusak parah. Dua jenazah pemotor dibawa polisi ke kamar jenazah RSUP Dr Kariadi. Polisi juga masih memeriksa pengemudi truk.

Editor : Akrom Hazami

 

2 Balita Tewas Tersambar Kereta, Ini Imbauan Kapolres Grobogan kepada Warga

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano saat menyampaikan imbauannya kepada warga yang tinggal di pinggiran rel kereta api. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan yang menyebabkan dua orang tewas tersambar kereta api di di Kampung Gubug Timur, Desa Gubug, Kecamatan Gubug, mendapat perhatian dari Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano, Selasa (4/4/2017). Sebab, dua bersaudara yang jadi korban kecelakaan diketahui masih balita. Yakni, Apitara Asriyana (4), dan Shaherra Seikha Asriyana (2) yang tinggal di wilayah RT 05, RW 12.

“Peristiwa ini hendaknya jadi perhatian kita bersama. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” kata Satria didampingi Kapolsek Gubug AKP Dedy Setya.

Terkait dengan peristiwa itu, Satria mengimbau pada warga yang tinggal di sekitar jalur kereta api lebih bersikap waspada dan berhati-hati. Sebab, setelah dibangun jadi double track atau dua jalur, arus kereta yang melintas dari kedua arah bertambah padat.

Selain itu, warga juga diminta memberikan pengertian dan meningkatkan kewaspadaan pada anak-anak ketika beraktivitas di dekat jalur kereta. Sebab, melakukan aktivitas berdekatan dengan jalur kereta bisa membahayakan keselamatan diri.

“Saya minta agar pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di dekat jalur kereta agar ditingkatkan. Jangan biarkan anak-anak berakivitas tanpa pengawasan orang tua,” pesannya.

Seperti diberitakan, kedua balita perempuan tersebut tewas akibat tersambar kereta barang, Selasa sekitar pukul 08.00 WIB sekitar pukul 08.00 WIB. Peristiwa kecelakaan maut terjadi sekitar 700 meter di sebelah timur Stasiun Gubug.

Sebelum kejadian, kakak beradik itu dikabarkan hendak menyusul bapaknya Daryanto (40), yang sedang berada di warung tetangganya. Warung tersebut berjarak sekitar 250 meter dari rumah korban dan dipisahkan tenggangan sawah. Kedua balita tersebut berjalan menyusuri bantaran pinggir rel untuk menyusul bapaknya. Bagi warga setempat, memang sudah biasa berjalan menyusuri pinggiran rel, termasuk anak-anak.

Saat separuh perjalanan menuju warung, dari arah barat (Semarang) sudah terlihat akan ada kereta yang melintas. Beberapa petani yang saat itu ada di sawah sempat mengingatkan kedua balita tersebut supaya menjauh karena ada kereta mau lewat.

Namun, peringatan itu kemungkinan tidak terdengar oleh kedua bocah tersebut. Hingga akhirnya, kedua bersaudara itu terserempet bodi rangkaian kereta barang sampai terpental di areal bebatuan di pinggir lintasan. Akibat terserempet bodi kereta, kedua korban mengalami luka parah dan meninggal dunia.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : NGERI, 2 Balita Tewas Tersambar Kereta Api di Gubug Groboga

4 Korban Tewas Kecelakaan Gunungkidul Akan Didoakan di Masjid Desa Kaliwungu Kudus

Warga dan korban berada di salah satu rumah korban tewas di Desa/Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Desa/Kecamatan Kaliwungu, Kudus berencana melakukan doa bersama untuk keempat korban kecelakaan Gunungkidul, DIY. Guna memudahkan doa, keluarga korban sepakat mengadakan doa di masjid setempat.

Saidah, warga setempat mengatakan, sesuai rencana warga dan keluarga akan mendoakan korban yang meninggal di masjid.

 “Kalau masih dua bisa diatur, tapi dengan jumlah empat jenazah akan susah mengaturnya. Jadi dilakukan bersamaan di masjid,” kata Saidah di Kudus, Senin (3/4/2017).

Cara tersebut dianggap pas dilakukan. Hal itu juga tak masalah, karena keempat korban masih bersaudara.

Sarbini (55) warga mengatakan, kalau kematian kerabatnya Chairul Amar (29) juga membuat keluarga sedih. Istri korban, Endang, juga pingsan.

Endang dan anaknya diketahui ikut ke Gunungkidul. Keduanya selamat. Berdasarkan informasi, masih ada delapan orang yang masih menjalani perawatan di rumah sakit di Gunungkidul.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : 4 Warga Kudus Tewas di Gunungkidul Akibat Kecelakaan