Hari ke-6, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Hanyut di Sungai Klampis Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pencarian seorang warga Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon yang dilaporkan hanyut di sungai Klampis kembali dilanjutkan, Sabtu (13/1/2017). Sejak pagi, tim SAR gabungan melakukan penyisiran guna mencari keberadaan Khoirul Anwar alias Aan (18), warga setempat yang hanyut sejak lima hari lalu.

”Kita mulai melakukan penyisiran lagi. Dalam pencarian korban, kita juga didukung Tim Basarnas Pos Jepara, Relawan, instansi terkait lainnya serta masyarakat,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Upaya pencarian tidak mengandalkan perahu karet seperti biasanya. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran sungai dengan berjalan kaki karena airnya cukup dangkal. Selama lima hari sebelumnya, penyisiran sudah dilakukan hingga radius 20 km. Namun, hasilnya masih nihil.

”Pencarian hari keenam ini kita perpanjang radiusnya. Semoga bisa kita temukan,” jelasnya.

Kepala Desa Randurejo Daniel Martiknyo menyatakan, Aan diketahui sudah tidak pulang ke rumah sejak enam hari lalu. Terakhir meninggalkan rumah pada Minggu (7/1/2018) sore kemarin.

”Saat pergi ia hanya jalan kaki dan HP nya juga ditinggal di rumah. Pihak keluarga sudah berupaya mencari keberadaan Aan ke rumah teman dan famili tetapi tidak ketemu,” jelasnya.

Menurut Daniel, dari informasi yang didapat, sempat ada warga yang melihat Aan pergi ke arah sungai pada Minggu sore. Diperkirakan, Aan saat itu hendak buang air besar.

”Pada hari Minggu kemarin, kondisi sungai memang penuh air akibat hujan deras. Diperkirakan, Aan terpeleset dan hanyut ke sungai sehingga kami laporkan pada BPBD untuk melakukan upaya pencarian,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Sudah 3 Hari Pentolan Suporter Persipur Terseret Arus Sungai, Begini Perkembangan Pencariannya

Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian korban tenggelam di Sungai Serang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ribut Aula (25), pentolan suporter Persipur Purwodadi yang dikabarkan hilang terseret arus saat balapan renang di Sungai Serang, Desa Sobo, Kecamatan Geyer, Grobogan, hingga kini belum ditemukan.

Sudah tiga hari pemuda yang tingga di Desa Sobo itu hilang terseret arus. Setelah dua hari proses pencarian tak membuahkan hasil, Rabu (15/11/2017), tim SAR kembali melakukan pencarian.

Pada hari ketiga ini, ada tambahan personel yang mendukung pencarian korban tenggelam. Yakni, dari tim SARDA Jateng.

Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan menyatakan, tim SARDA Jateng diterjunkan dengan kekuatan lima personel dan dukungan perahu karet.

Dengan demikian, dalam pencarian hari ketiga ini, ada tiga perahu karet yang diterjunkan. Masing-masing, dari tim BPBD Grobogan, Basarnas Pos Jepara dan SARDA Jateng.

Upaya pencarian akan difokuskan lebih dulu di sekitar titik tenggelamnya pemuda berusia 25 tahun tersebut. Setelah itu, ada tim yang akan menyisir aliran sungai ke arah utara hingga Bendung Sedadi di Kecamatan Penawangan.

“Upaya pencarian juga mendapat dukungan dari kepolisian dan TNI serta relawan. Mudah-mudahan, korban segera kita temukan,” jelasnya.

Baca : Balapan Renang, Seorang Warga Sobo Grobogan Tenggelam di Sungai Serang

Baca : Pemuda Hanyut di Grobogan Saat Balapan Renang Ternyata Pentolan Suporter Persipur

Seperti diberitakan, seorang warga Desa Sobo, Kecamatan Geyer dilaporkan tenggelam di Sungai Serang, Senin (13/11/2017). Korban tenggelam disebutkan adalah seorang pemuda bernama Ribut Aula. Pemuda berusia sekitar 25 tahun itu dilaporkan tenggelam sekitar pukul 13.00 WIB.

Informasi warga setempat menyebutkan, sebelum kejadian, korban diketahui sedang berenang di sungai Serang bersama beberapa teman sebayanya. Saat itu, kondisi sungai cukup dalam.

Tidak lama kemudian, korban dan temannya sempat balapan renang menyeberangi sungai, bolak-balik. Di tengah perjalanan korban akhirnya tenggelam. Diduga saat itu, korban kelelahan.

Melihat kejadian itu, beberapa rekan korban sempat berupaya melakukan pertolongan. Namun, tindakan itu tidak membawa hasil, karena arus sungai mengalir cukup deras.

Akhirnya, teman korban meminta pertolongan pada warga sekitar untuk ikut melakukan pencarian.

Setelah dapat kabar itu, beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Upaya pencarian juga didukung anggota tim SAR gabungan. Namun, hasilnya masih nihil.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Kapal dari Pati yang Tenggelam di Selat Makassar Masuk Kawasan Segitiga Bermuda

Ini Kronologi Hanyutnya Seorang Nenek di Sungai Serang Jepara

Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap nenek yang hanyut di Sungai Serang (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap nenek yang hanyut di Sungai Serang (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Seorang nenek berusia 70 tahun, bernama Umi, warga Desa Karangaji RT 16 RW 5, Kecamatan Kedung, Jepara dilaporkan hanyut di Sungai Serang yang melintasi desa setempat. Korban hanyut pada Selasa (15/3/206) sekitar pukul 22.00 WIB.

Menantu korban, Masrukan (50) menjelaskan kronologi peristiwa nahas tersebut. Menurut dia, ingatan korban memang sudah agak terganggu. Keluarga biasanya melarang korban untuk keluar rumah. Namun, malam tadi korban tiba-tiba keluar rumah.

“Biasanya korban dilarang ke luar rumah. Tetapi, malam tadi saat listrik sedang padam,tiba-tiba korban sudah tidak ada di dalam rumah,” ujar Masrukan, Rabu (16/3/2016).

Menurutnya, korban diketahui menuju Sungai Serang, lantaran saat itu kebetulan ada salah seorang remaja mengikutinya. Korban terus berjalan ke sungai hingga sampai di jembatan yang kondisinya sudah rusak. Seketika itu pula korban tercebur ke dalam aliran sungai yang kondisi debit airnya tengah meninggi. “Setelah mengetahui kejadian itu, remaja tersebut langsung melaporkan ke warga,” ungkapnya.

Sementara itu, relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Dedi menerangkan, pihaknya memperoleh laporan tersebut sekitar pukul 24.00 WIB. BPBD dan gabungan relawan dari Basarnas, Jepara Rescue, SAR Jepara, Ubaloka, Tagana, Senkom, Bagana, LPBI NU, MDM, KSR PMI bersama warga menujul lokasi untuk melakukan pencarian.

Hanya saja, pencarian dinihari dengan menggunakan perlengkapan terbatas tak membuahkan hasil. Pencarian dilanjutkan pada Rabu (16/3/2016) dengan dengan penyelaman, penyisiran dengan perahu karet dan secara manual dengan menyisir pinggiran sungai. Penyisiran dilakukan dimulai dari titik tempat jatuhnya korban hingga aliran muara sungai di Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung. “Sampai dengan pukul 16.11 WIB, pencarian korban masih nihil,” kata Dedi.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Seorang Nenek di Jepara Hanyut di Sungai Serang

Tim Basarnas Ikut Bantu Pencarian Orang Mancing Hilang di Sungai Lusi

Tim Basarnas ikut melakukan pencarian orang hilang di Sungai Lusi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tim Basarnas ikut melakukan pencarian orang hilang di Sungai Lusi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pencarian orang hilang ketika mancing di pinggiran Sungai Lusi, tepatnya dibawah jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Jengglong, Purwodadi dan Desa Menduran, Kecamatan Brati kembali dilanjutkan pagi ini, Rabu (9/3/2016). Pencarian kali ini melibatkan tim Basarnas yang didatangkan dari Jepara.

“Semalam, kita sudah berupaya menyisir pinggiran sungai untuk mencari orang yang dilaporkan hilang. Tetapi, pencarian itu belum membuahkan hasil dan kali ini kita lanjutkan lagi,” kata Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir yang ikut naik perahu karet bersama anggota Basarnas dan BPBD Grobogan.

Pencarian yang dimulai pukul 09.00 WIB ini difokuskan lewat jalur air. Dua perahu karet menyisir sungai, mulai dari bawah jembatan gantung menuju kearah barat megikuti aliran air.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa (8/3/2016) petang, seorang warga Jengglong Timur bernama Kalijo Tulus atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Jo dilaporkan hilang saat mancing tidak jauh dari rumahnya.

Menurut penuturan warga, seharian itu, Mbah Jo dan beberapa orang lainnya terlihat memancing ikan dibawah rerimbunan pohon bambu.

Menjelang magrib, beberapa orang merasa curiga karena sandal dan perlengkapan memancing milik Mbah Jo masih ada disitu. Tetapi pemiliknya tidak ada disitu, termasuk ketika dicari di rumahnya ternyata belum pulang.

Baca juga : Misterius, Mbah Jo Hilang saat Mancing di Bawah Pohon Bambu di Kali Lusi Grobogan

Editor : Kholistiono

Bocah Asal Tambahmulyo Pati Tewas Tenggelam di Bendungan Sungai

Jenazah korban tenggelam di bendungan sungai Tambahmulyo dibawa ke mushola setempat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jenazah korban tenggelam di bendungan sungai Tambahmulyo dibawa ke mushola setempat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang bocah bernama Agus Lauhul Mahfud (12) yang merupakan warga Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan, Pati meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah bendungan sungai setempat, Senin (15/2/2016).
Kejadian bermula, saat siswa kelas 6 SD Tambahmulyo 1 itu pulang mengikuti les karena akan segera menghadapi ujian sekolah. Belum selesai les, Agus berniat mandi di bendungan sungai.

Ia mengajak temannya bernama Farid. Namun, temannya itu menolak. Akhirnya, Agus mandi di bendungan sungai seorang diri.

“Agus benar-benar ingin mandi di sungai. Meski saya tidak mau, dia akhirnya mandi sendirian,” ujar Farid kepada MuriaNewsCom.

Bahkan, Farid sempat menyaksikan bila Agus melakukan atraksi jungkir ke sungai. Namun, tiba-tiba saja tubuh bocah malang itu tenggelam di sungai.

Sontak, tenggelamnya Agus membuat warga berbondong-bondong menolongnya. Namun, nyawa Agus tak lagi bisa diselamatkan karena kehabisan napas.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Siswi yang Tewas Tenggelam di Pantai Bandengan Ternyata Sedang Rayakan Ultah Temannya 

Ini Misteri Gaib 2 Anak Tewas Tenggelam di Kedung Kendil Pati

Siswi yang Tewas Tenggelam di Pantai Bandengan Ternyata Sedang Rayakan Ultah Temannya

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa tragis menimpa salah seorang remaja bernama Rektya Tarita Arini (17) asal Desa Wonorejo, Kecamatan Jepara Kota. Dia meninggal dunia usai tenggelam di Pantai Bandengan Jepara, pada Senin (8/2/2016) siang.

Dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Tarita, yakni korban yang tewas tenggelam di Pantai Bandengan, awalnya datang ke pantai bersama dengan 8 teman lainnya.

Baca juga : Ini Kronologi Tenggelamnya Dua Remaja di Pantai Bandengan, Satu Tewas

Siswi yang sekolah tingkat SMA (sebelumnya diberitakan SMP) itu tengah menikmati hari libur dan merayakan ulang tahun temannya bernama Sri Rejeki Neneng Wijayanti yang ke-17.

Sembilan orang tersebut menuju Gedung Woodball untuk merayakan ulang tahun Neneng. Kemudian,  pukul 11.30 WIB, Neneng membersihkan tangan di pinggir kubangan yang berada di sebelah selatan Gedung Woodball. Tiba-tiba Tarita dan teman satunya bernama Novi Ratnasari mendatangi Neneng dan mendorongnya.

Ketiga perempuan tersebut tercebur kedalam kubangan di pantai tersebut. Kemudian, Neneng yang bisa berenang bisa ke tepi, sedangkan Tarita dan Novi tidak bisa berenang. Selanjutnya, kedua perempuan tersebut ditolong oleh pengunjung lain yang melihat kejadian itu. Saat diselamatkan, kondisi Tarita mulutnya mengeluarkan busa, dan Novi dalam kondisi pingsan.

Kedua korban tenggelam tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Hadirin, kemudian dilakukan pemeriksaan oleh dr.Hadijah Nadiya. Hasilnya, Novi siuman sedangkan Tarita meninggal dunia.

Editor : Kholistiono

Baca juga : 2 Remaja Tenggelam di Pantai Bandengan, 1 Tewas Usai Dilarikan Ke RS

Ini Kronologi Tenggelamnya Dua Remaja di Pantai Bandengan, Satu Tewas

tenggelam

 

MuriaNewsCom, Jepara – Perayaan Imlek di Kabupaten Jepara diwarnai tragedi tewasnya seorang remaja setelah tenggelam di kawasan pantai Bandengan, Senin (8/2/2016). Korban tenggelam bersama satu rekannya yang merayakan ulang tahun, bersama beberapa rekan yang lain.

Peristiwa ini bermula dari rombongan remaja yang masih duduk di bangku SMP berlibur ke pantai Bandengan. Liburan tersebut selain mengisi waktu libur sekolah juga sekaligus merayakan hari ulang tahun salah seorang teman mereka. Perayaan tersebut dilakukan dengan cara bercanda ria di kawasan pantai.

Namun, saat mereka asik bercanda justru terjadi aksi dorong mendorong. Kemudian salah seorang diantara mereka tercebur yakni Novi Ratnasari. Kemudian yang mendorong pun berusaha menolong, tapi karena tak bisa berenang justru yang berusaha menolong tenggelam.

”Satu korban tenggelam dulu saat terdorong, kemudian yang mendorong berusaha menolong tapi malah ikut tenggelam,” kata pengelola pantai Bandengan Mat Khairum kepada MuriaNewsCom, Senin (8/2/2016).

Lokasi yang ditempati untuk merayakannya terletak di area lapangan woodball Bandengan, yang terletak sekitar 200 meter dari pantai utama, tempat mandi wisatawan. Yang kebetulan merupakan kubangan sedalam tiga meter. Kubangan tersebut ada karena tepat berada di aliran sungai kecil. Hujan deras pada Minggu (7/2/2016) malam menyebabkan aliran tersebut tergerus dalam dan menciptakan kubangan.

”Biasanya area tersebut dangkal. Tapi karena tergerus aliran air, maka menjadi dalam. Saat kejadian, kubangan tersebut tidak terlihat karena tertutup air laut,” imbuh Mat Khairum.

Korban tewas bernama Rektya Tarita Arini, remaja asal Desa Wonorejo, Kecamatan Jepara Kota. Sedangkan korban lainnya, diketahui selamat dan mendapatkan perawatan di RSI Sultan Hadirin, bernama Novi Ratnasari, warga Kelurahan Ujungbaru, Kecamatan Kota Jepara.

Editor : Titis Ayu Winarni

Baca juga: 2 Remaja Tenggelam di Pantai Bandengan, 1 Tewas Usai Dilarikan Ke RS

2 Remaja Tenggelam di Pantai Bandengan, 1 Tewas Usai Dilarikan Ke RS

tenggelam

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa nahas terjadi di wilayah pantai wisata Tirta Samudera Desa Bandengan, Jepara di hari Imlek ini. Dua remaja tenggelam di pantai, pada Senin (8/2/2016) sekitar pukul 11.30 WIB. Satu korban tenggelam tersebut tewas usai dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Hadirin.

Korban tewas diketahui bernama Rektya Tarita Arini, remaja asal Desa Wonorejo, Kecamatan Jepara, Kota. Sedangkan korban lainnya, diketahui selamat dan mendapatkan perawatan di RSI Sultan Hadirin, bernama Novi Ratnasari, warga Kelurahan Ujungbaru, Kecamatan Kota, Jepara.

Pengelola Pantai Bandengan, Mat Khairum mengatakan, kedua korban tenggelam kemudian dilarikan ke RSI Sultan Hadirin. Saat dilarikan ke RS, satu korban masih sadarkan diri dan satu korban dalam kondisi tak sadarkan diri.

”Kemudian dibawa ke Instalasi Gawat Darurat RSI Sultan Hadirin. Setelah mendapatkan penanganan, satu korban meninggal dunia. Sedangkan satu korban lain selamat,” ujar Mat Khairum kepada MuriaNewsCom, Senin (8/2/2016).

Menurutnya, kedua korban tenggelam tersebut datang ke pantai Bandengan bersama dengan teman-temannya. Diketahui, mereka tengah merayakan ulang tahun Novi Ratnasari. Namun karena terlalu asik dan bercanda, justru membawa petaka.

”Ada aksi dorong-dorongan saat perayaan ulang tahun itu. Kemudian mereka tercebur kemudian tenggelam,” katanya.

Setelah korban Rektya Tarita Arini dipastikan sudah tak bernyawa, akhirnya dibawa ke rumah duka. Sedangkan Novi Ratnasari sampai saat ini masih dirawat di RSI Sultan Hadirin.

Editor : Titis Ayu Winarni