Helmi Salsa Anggara, Bocah 10 Tahun Asal Kudus yang Jago Main Gendang Sejak TK

Helmi Salsa Anggara saat manggung di acara sosialisasi Pilkada KPU Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Helmi Salsa Anggara, warga Desa Besito Gang VI, Kecamatan Gebog, Kudus ini bisa dibilang bukan anak biasa. Di usianya yang baru 10 tahun, ia sudah sangat dikenal di kalangan pencinta musik dangdut sebagai penabuh gendang profesional.

Angga, begitu ia biasa dipanggil mengaku, sudah mengenal gendang sejak kecil. Bahkan sebelum masuk dunia sekolah ia sudah biasa bermain alat musik yang berbahan baku kulit lembu tersebut.

Hal itu tak lepas dari darah seniman yang diturunkan sang ayah. Maklum saja, ayahnya merupakan penabuh gendang salah satu orkestra terkemuka di Kudus. Setiap hari ia melihat sang ayah bermain gendang dan mulai kepincut sejak usia kurang dari tiga tahun.

“Sàya belajar dari ayah. Rasanya senang saat bermain gendang, ada kepuasan tersendiri. Makanya sampai kini masih memainkan” katanya kepada MuriaNewsCom usai manggung di acara jalan sehat KPU Kudus.

Siswa SD 2 Besito itu mengatakan, bermain kendang merupakan hal yang gampang. Tak jarang, karena kepiawaiannya itu dia beberapa kali manggung dalam pentas orkes memegang musik kendang.

Supriyadi, ayah Angga mengatakan kalau anaknya itu merupakan anak ketiga dari tiga bersuara. Semuanya suka bermain musik, termasuk juga dengan dua kakaknya. 

“Kalau kakaknya bermain orgen, hanya dia (Angga) saja yang suka bermain gendang,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut dia, Angga memang berbakat bermain musik gendang. Bakat itu sudah muncul sejak berusia tiga tahun yang suka nonton ketoprak. Terlebih saat memainkan kendang, anaknya sangat suka memperhatikannya.

Dari sanalah anaknya mulai berlatih kendang kepadanya. Setelah itu, saat berada di bangku taman kanak-kanak ia sudah berani manggung. Dari situlah banyak yang kagum melihat anak kecil sudah pandai bermain kendang.

Editor: Supriyadi

Pengedar Koplo Konangan saat Beraksi di Warungasem Batang

Pelaku pengedar pil koplo dimintai pertanggungjawabannya di Mapolres Batang. (Tribratanewspolres Batang)

MuriaNewsCom, Batang – Satres Narkoba Polres Batang menangkap pengedar pil koplo, MR (32), warga Kelurahan Bandengan , Kota Pekalongan. MR berhasil ditangkap di Jalan Raya Warungasem, Wonotunggal masuk Desa Gapuro, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang.

Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono melalui Kasatres Narkoba AKP Hartono,mengatakan pelaku ditangkap pada pertengahan bulan agustus ini. “Sekarang sudah kami amankan dan periksa,” kata Hartono, dikutip situs resmi Polda Jateng, Rabu (23/8/2017).

Sebelumnya petugas mendapat informasi dari masyarakar bahwa di Jalan Raya Warungasem Wonotunggal sering dilakukan aksi trasaksi jual beli pil yang tidak memiliki izin edar.

“Kemudian kita tindak lanjuti dengan cara melakukan penyelidikan di tempat tersebut. Kemudian pada hari Minggu (13/8/2017) sekitar  pukul 13.00 WIB melihat empat orang yang sedang bertransaksi  pil di pinggir jalan, lalu oleh Tim Satres Narkoba Polres Batang dilakukan penangkapan,” beber Hartono.

Selain menangkap pelaku juga mengamankan barang bukti berupa satu paket besar pil warna kuning dalam plastik klip transparan yang didalam plastik hitam berjumlah 744 butir, satu unit sepeda motor Yamaha Mio  dan ponsel.

“Akibat perbuatan itu, pelaku bisa dijerat dengan pasal 197 subsider pasal 196 UU RI Nomor 36, tahun 2009 tentang  Kesehatan.

Editor : Akrom Hazami