Perayaan Kelulusan di Pati Makan Korban, 2 Siswa Dihajar Tanpa Ampun

Oka tengah terbaring di rumah kakeknya di Desa Puri RT 2 Rw 2 dengan ditunggui ibunya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Oka tengah terbaring di rumah kakeknya di Desa Puri RT 2 Rw 2 dengan ditunggui ibunya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Perayaan kelulusan untuk pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Pati mendapatkan rapor merah. Dua siswa kelas 11 SMAN 2 Pati yang sekadar lewat menjadi amukan pelajar SMK Tunas Harapan, Sabtu (7/5/2016).

Padahal, keduanya merupakan kelas 11 yang tidak merayakan kelulusan. Namun, keduanya tiba-tiba dipukuli tanpa ampun oleh segerombolan pelajar SMK Tunas Harapan saat lewat di jalan raya depan sekolah.

“Waktu itu, saya ambil baterai HP di rumah teman di Trangkil. Waktu pulang, jalan di depan SMK Tunas Harapan macet karena ada perayaan kelulusan. Saat mau jalan, tiba-tiba saya dan teman saya dipukuli tiga pelajar SMK Tunas Harapan dari belakang tanpa alasan. Mereka sempat mengumpat, sebelum memukuli kami,” ujar Oka Putra Kadhiva (17), siswa SMAN 2 Pati kepada MuriaNewsCom, Senin (9/5/2016).

Kedua siswa tak berdosa itu akhirnya turun dari sepeda motor dan melarikan diri, karena dihajar tanpa ampun. “Saya lari ke arah kebun tebu, tapi dikejar gerombolan sekitar 20 pelajar. Helm saya dicopot paksa dan saya diinjak-injak secara bergantian. Saya sudah bilang, saya siswa SMAN 2 Pati yang tidak punya musuh. Mereka tetap tidak peduli,” ucapnya.

Tak berhenti di situ, tiga pelajar lainnya tampak menyusul membawa batu bata dan dua botol minuman keras. Beruntung, seorang warga berteriak dan memberhentikan aksi brutal dari pelajar SMK Tunas Harapan.

Akibat dihajar secara membabi buta, Oka mengalami luka lecet pada pelipis kiri dan luka dalam pada sekujur tubuh. Hari ini, Oka tidak masuk sekolah dan mendapatkan perawatan di rumah kakeknya.

Editor : Akrom Hazami

Disdik Jateng Minta Polisi Tangkap Pelajar yang Melanggar Aturan saat Konvoi

Petugas melakukan razia saat konvoi kelulusan tahun lalu. (MuriaNewsCom)

Petugas melakukan razia saat konvoi kelulusan tahun lalu. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain corat-coret seragam, hal yang biasa dilakukan para siswa adalah dengan melakukan konvoi. Hal itu juga dianggap Kepala Dinas Pendidikan Jateng Nurhadi Amiyanto sebagai tindakan yang negatif dan perlu dihindari.

Dia mengatakan, kepada siswa kelas XII yang merayakan kelulusan tidak usah melakukan konvoi. Hal itu hanya akan mengganggu ketertiban lalu lintas dan pengguna jalan yang lain.

”Bahkan jika sampai melanggar aturan, petugas kepolisian tidak akan segan untuk menangkapnya. Sebab sudah mengganggu ketertiban umum dan melanggar aturan karena tidak punya SIM,” katanya.

Parahnya lagi, biasanya mereka yang konvoi berboncang tiga. Hal itu sangat membahayakan bukan hanya bagi pengguna jalan lain namun juga bagi mereka sendiri.

Pihak nya yakin kalau petugas kkepilisia sudah disiagakan untuk itu. Sehingga jika ada yang melanggar aturan pasti akan langsung ditangkap dan diperoses secara hukum dan aturan yang berlaku.

”Untuk itulah pengumuman dilakukan pada sore hari. Kalau bisa semakin sore maka semakin bagus. Hal itu untuk menghindari adanya konvoi,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi