Siswa yang Konvoi Mengaku Tak Tahu Isi Tasnya Ada K0nd0m

Siswa yang melakukan konvoi di jalanan, ditangkap jajaran Polres Kudus. Ada belasan siswa yang kemudian ditertibkan kemudian didata di Mapolres, sebelum dijemput orang tuanya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Siswa yang melakukan konvoi di jalanan, ditangkap jajaran Polres Kudus. Ada belasan siswa yang kemudian ditertibkan kemudian didata di Mapolres, sebelum dijemput orang tuanya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Dari sekian banyak siswa yang tertangkap saat konvoi di beberapa lokasi di Kabupaten Kudus, ada yang rupanya membawa kondom dan minuman keras (miras).

Salah satu siswa yang berinisial DBTS, yang terkena razia dan terbukti
membawa kondom saat menggelar konvoi kelulusan pada Sabtu (7/5/2016), mengatakan bahwa dirinya tidak tahu bila isi tasnya ada dua buah kondom.

”Saya tidak tahu bila di tas ini ada kondomnya. Sebab tas ini milik kakak saya yang bekerja di sebuah perusahaan transportasi bus di Kudus,” paparnya kepada petugas.

Dirinya juga menolak jika dikatakan akan berpesta usai pengumuman kelulusan tersebut. ”Benar, pak. Saya tidak berniat mau pesta atau bagaimana. Saya juga tidak tahu isi tas saya kondom. Tidak ada niat buat begituan,” jelasnya.

Sedangkan siswa lainnya berinisial RFI yang kedapatan membawa miras, mengaku jika dirinya hanya dititipi saja. ”Saya hanya dititipi saja oleh siswa dari sekolah lain yang baru saya kenal. Dan saya tidak berniat minum,” tegasnya.

Sementara itu, aparat Polres Kudus terus melakukan pemantauan terhadap siswa yang melakukan konvoi, usai pengumuman kelulusan, Sabtu (7/5/2016). Di beberapa lokasi, aparat sudah menertibkan belasan siswa, yang menggelar aksi konvoi tersebut. Mereka dianggap melanggar aturan lalu lintas, dan dinilai mengganggu pengguna jalan lainnya.

Bintara tipiring Brigadir Prima mengutarakan, untuk saat ini pihaknya memang sudah menertibkan sejumlah siswa lagi. ”Sejak sore ini, kita ketambahan lagi sejumlah siswa yang menggelar konvoi di jalan. Setelah sebelumnya di Loram Kulon, kali ini di wilayah Tumpangkrasak, Kecamatan Jati,” paparnya.

Menurut Prima, dari beberapa siswa yang tertangkap, beberapa di antaranya sudah dibawa pulang orang tuanya atau walinya. Sedangkan yang lain, masih menunggu kedatangan orang tua.

”Akan tetapi kita terus memantau di setiap wilayah, bagaimana kondisi seusai lulusan ini. Apakah ada yang masih menggellar konvoi atau tidak,” katanya.

Editor: Merie

Tetap Berupaya Agar Tak Terjadi Konvoi Pelajar SMP Saat Pengumuman Ujian

Kepala Disdikpora, Joko Susilo berkordinasi dengan seluruh sekolah setingkat SMP se-Kabupaten Kudus dan akan mengirimkan surat himbauan untuk tidak melakukan aksi konvoi dan coret-coret setelah pengumuman kelulusan SMP seperti yang dilakukan sekelompok siswa SMA sederajat beberapa waktu lalu. (MURIANEWS)

KUDUS – Konvoi dan aksi coret-coret yang sempat dilakukan pelajar tingkat SMA usai pengumuman kelulusan beberapa waktu, diharapkan tidak terulang pada pelajar SMP.

Lanjutkan membaca