Misinya, Kenalkan Musang Sebagai Hewan Peliharaan yang Baik

Komunitas MMC sering adakan gathering dan memperkenalkan musang kepada masyarakat. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Komunitas MMC sering adakan gathering dan memperkenalkan musang kepada masyarakat. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Dikenal sebagai hewan liar, musang sering dihindari bahkan diburu karena dianggap mengganggu. Padahal musang bisa dijinakkan dan dijadikan binatang peliharaan di rumah.

”Sebenarnya keberadaan musang tidak merugikan. Mereka dianggap sebagai musuh petani karena memakan buah dan sayur yang dikelola, padahal itu memang sifat alami semua binatang liar,” ujar M Fajar Nugroho, ketua Muria Musang Club Kudus.

Untuk itu selain gathering, dirinya bersama rekan komunitasnya sering melakukan sosialisasi santai dibeberapa acara serta di jalan untuk memperkenalkan musang pada masyarakat. Menurut Fajar, saat ini keberadaan musang sudah mulai diterima.

Harapannya musang bisa diperlakukan layaknya binatang jinak lain serta tidak menjadi musuh manusia. ”Syukur-syukur banyak yang juga mau memelihara sebagai hewan peliharaan di rumah,” harapnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Gathering Jadi Cara Muria Musang Club Perluas Wawasan Pelihara Hewan Liar

Komunitas MMC sering adakan gathering dan memperkenalkan musang kepada masyarakat. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Komunitas MMC sering adakan gathering dan memperkenalkan musang kepada masyarakat. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Memelihara musang yang merupakan jenis hewan liar tersebut memang tidak mudah. Meski begitu, masih banyak orang yang tertarik untuk bisa memelihara dan mengembangbiakkan musang.

M Fajar Nugroho, ketua Muria Musang Club (MMC) Kudus mengatakan belum banyak orang yang dapat memelihara musang. ”Karena musang memang baru-baru ini dijadikan peliharaan dan tidak semua orang memilikinya. Sehingga untuk perawatannya agak sulit, karena kurangnya pengalaman,” ujarnya.

Untuk itu, komunitas MMC tersebut mengadakan gathering rutin untuk mempertemukan para pecinta musang agar bisa saling berbagi. Setidaknya setiap Minggu pihaknya menggelar acara gathering antar komunitas pecinta musang di daerah lain.

”Kalau sama MMC Kudus bisa sering ketemu, jadi gathering-nya kita berkumpul dengan MMC luar Kudus,” imbuhnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)