Siapkan Sistem Pertahanan Rakyat, Kodim 0718/Pati Latih Siswa Pramuka dengan Outbond

Anggota Pramuka Saka Wira Kartika dilatih anggota TNI AD bermain outbond, Senin (12/6/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kodim 0718/Pati menggelar kegiatan outbond kepada siswa yang tergabung dalam Pramuka Saka Wira Kartika, Senin (12/6/2017). Kegiatan tersebut untuk menyiapkan sistem pertahanan rakyat yang tangguh.

Pasi Teritorial Kapten Arh Sumaryono mengatakan, sosialiasi outbond dilaksanakan atas perintah dari komando atas. Pengenalan outbond bertujuan untuk menjalin kekompakan antaranggota Saka Wira Kartika.

“Outbond ini dirancang untuk membina sumber daya manusia (SDM), terutama generasi muda agar terbentuk kepribadian yang berkarakter, berdedikasi tinggi, disiplin, dan cinta Tanah Air,” ujar Kapten Arh Sumaryono.

Selain itu, peserta diharapkan bisa memiliki daya juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara melalui pembinaan gerakan pramuka. Terlebih, Pramuka Saka Wirakartika punya wadah penyaluran bakat dan minat yang sesuai dengan tugas TNI dalam menyiapkan sistem pertahanan rakyat.

Sejumlah permainan dalam outbond yang diikuti, di antaranya permadani terbang, buldoser, Hola Hop, water estafet, bola tali dan tongkat estafet. Mereka dipandu Serma Teguh, anggota TNI AD yang sudah mendapatkan pelatihan dari Markas Kodam IV/Diponegoro.

“Outbond ini sengaja didesain supaya peserta punya semangat cinta Tanah Air. Dalam kehidupan sehari-hari dan berorganisasi supaya mereka memiliki tanggung jawab, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Sebab, suatu organisasi tidak akan berjalan baik tanpa ada kerja sama, koordinasi dan komunikasi yang baik,” tuturnya.

Seusai mengikuti outbond, peserta mengikuti kegiatan buka bersama dengan anggota TNI AD. Mereka diajarkan bagaimana bangsa Indonesia harus punya kepribadian Pancasila di tengah arus globalisasi yang terus menggempur ideologi negara.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Kabupaten Pati Penyuplai Beras Terbesar di Jawa Tengah

Tim Pusterad Mabes TNI AD Kolonel Inf Sugiyono (kiri) bersama Bupati Pati Haryanto mengunjungi desa unggulan Kutoharjo, Kamis (4/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati ternyata menjadi salah satu daerah penyuplai beras terbesar di Jawa Tengah, setelah Klaten. Hal itu dikatakan Ketua Tim Penilai Lomba Pembinaan Teritorial (Binter) Nasional Kolonel Inf Sugiyono saat mengunjungi Pati, Kamis (4/5/2017).

“Pati merupakan penyuplai beras terbesar, setelah Kabupaten Klaten dengan asumsi hasil panen 413.000 ton beras. Kabupaten Pati juga memiliki surplus padi sebesar 235.000 ton beras,” ujar Kolonel Inf Sugiyono.

Kunjungan Kolonel Inf Sugiyono yang mewakili Tim Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat (Pusterad) Mabes TNI tersebut dalam rangka menilai lomba binter yang diikuti Kodim 0718/Pati. Dia mengaku terkesan dengan berbagai langkah Kodim 0718/Pati yang sudah melakukan pembinaan teritorial dengan baik.

Karena itu, pihaknya tidak heran bila Kodim 0718/Pati ditetapkan sebagai Kodim terbaik di tingkat Jawa Tengah dan peringkat ke-4 di tingkat nasional. Di bidang pertanian, Kodim 0718/Pati dinilai sangat berhasil mewujudkan program ketahanan pangan.

“Hari ini, kami melakukan panen padi dalam rangka lomba binter. Jenis padi yang dipanen merupakan varietas padi Inpari 32 HD dengan luas lahan satu hektare di Desa Kutoharjo. Ini yang dulu ditanam Gapoktan bersama Koramil 01/Pati,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengatakan, pemerintah daerah memang sejak awal mendukung program ketahanan pangan bersama anggota TNI AD. Hal itu sesuai dengan slogan “Pati Bumi Mina Tani” yang dapat menopang swasembada pangan nasional.

“Penanaman padi di Pati sekarang menggunakan alat modern dan tidak ditanam secara manual. Selain persoalan minimnya tenaga kerja pertanian, penggunaan alat modern diharapkan bisa mempercepat produksi pertanian sehingga ikut menopang program ketahanan pangan nasional,” tandas Haryanto.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Kodim Pati Wakili Jateng Lomba Pembinaan Teritorial

Istri TNI mengajarkan pelatihan menjahit kepada beberapa wanita di Makoramil Margorejo, Rabu (3/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kodim 0718/Pati masuk dalam 13 besar nasional lomba pembinaan teritorial (binter) 2017. Dengan nilai tertinggi membawahi Kodim di wilayah Jateng, Kodim 0718/Pati mewakili Kodam IV/Diponegoro.

Selanjutnya, Tim Penilai Lomba Binter mengunjungi Kabupaten Pati, Rabu (3/5/2017) untuk menentukan yang terbaik di tingkat nasional. Penilai melihat sejumlah lokasi kegiatan kerja Kodim 0718/Pati.

Salah satunya di balai pelatihan kerja untuk pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Lorong Indah, Margorejo. Di Balai pelatihan kerja yang bertempat di Koramil Margorejo tersebut, sejumlah PSK mengikuti pelatihan menjahit dan memasak.

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma mengatakan, program pelatihan untuk PSK tersebut diharapkan bisa menangani masalah sosial dan bisa mengentaskan para PSK dari aktivitas prostitusinya. “Kami sengaja mengajak tim penilai binter di sini supaya bisa melihat secara langsung bagaimana upaya kami mengentaskan masyarakat marjinal,” ungkap Letkol Inf Andri.

Dia berharap, program pelatihan untuk kaum marjinal bisa menambah penilaian lomba binter 2017. Pasalnya, program pelatihan untuk PSK menjadi bagian dari kerja nyata Kodim 0718/Pati dalam kegiatan sosial untuk mengentaskan kaum perempuan dari jurang prostitusi.

Sementara itu, Ketua Tim Penilaian Lomba Binter, Kolonel Inf Sugiono mengaku terkesan dengan program kerja nyata Kodim 0718/Pati. Ada sejumlah hal yang dijadikan parameter untuk memberikan penilaian.

Salah satunya, sejauh mana Kodim 0718/Pati menjalankan programnya yang sudah ditentukan Mabes TNI AD. Kedua, sejauh mana Kodim 0718/Pati bisa menciptakan program inisiatif di luar program yang memberikan manfaat nyata untuk bangsa dan negara.

“Untuk penilaian nonprogram, saya melihat Kodim Pati sangat banyak sekali kegiatan yang dilakukan. Seperti pembinaan para petani, merangkul berbagai komunitas, dan menjalin hubungan baik dengan Pemerintah daerah, pemuka agama dan tokoh masyarakat. Dan yang menjadi program unggulannya adalah pelatihan kerja untuk para kaum marjinal,” ungkap Kolonel Inf Sugiono.

Atas prestasinya tersebut, dia menegaskan bila Kodim 0718/Pati punya kesempatan untuk mengikuti seleksi empat besar lomba Binter. Bila masuk empat besar, nanti akan dipilih Kodim terbaik se-Indonesia. Menurutnya, Kodim 0718/Pati punya peluang besar untuk menyabet juara itu.
Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Prajurit TNI Pati Juarai Lomba Beladiri Tingkat Jateng

Serda Sutikno (dua dari kanan) dalam Kejurda Senior Beladiri Yongmoodo Pemrov Jateng 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Prajurit TNI asal Pati, Serda Sutikno yang bertugas sebagai bintara pembina desa (babinsa) Koramil 02/Juwana menyabet peringkat tiga dalam kompetisi Kejurda Senior Beladiri Yongmoodo Pemrov Jateng 2017.

Prajurit kelahiran Pati, 9 Mei 1983 ini mendapatkan juara tiga kelas 85 kilogram, setelah bersaing dengan ratusan puluhan prajurit se-Jawa Tengah. Prestasinya pun mendapatkan pujian dari Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

“Saya cukup bangga, karena dia bisa meraih peringkat tiga se-Jawa tengah meski minim latihan, lantaran banyaknya tugas sebagai babinsa. Prestasi ini harus dicontoh bagi anggota TNI lainnya supaya bisa berprestasi sesuai kemampuan dan keahlian yang dimiliki, terutama beladiri,” ujar Letkol Inf Andri, Rabu (26/4/2017).

Dia berharap, prestasi yang sudah diraih Serda Sutikno di bidang olahraga beladiri Yongmoodo bisa dipertahankan, kalau perlu ditingkatkan. Dia juga meminta agar ilmu beladirinya itu bisa diajarkan kepada masyarakat, seperti di lingkungan sekolah.

Dengan begitu, ilmu beladiri yang dimiliki bisa memberikan manfaat kepada orang lain untuk pertahanan diri. “Kami ucapkan terima kasih, karena dia sudah membawa nama baik satuan,” tukas Komandan Koramil 02/Juwana Kapten Inf Yahudi.

Sementara itu, Serda Sutikno mengaku suka dengan olahraga beladiri Yongmoodo karena sesuai dengan keterampilan yang harus dimiliki prajurit TNI AD. Yongmoodo memadukan antara beladiri karate, judo taekwondo, dan jujitsu.

Ketiga keterampilan bela diri itu dipadukan dalam Yongmoodo, sehingga cocok menjadi skill yang harus dimiliki prajurit TNI. “Beladiri bukan untuk gaya-gayaan, apalagi melukai orang lain. Beladiri sebagai pertahanan diri dan menyebar perdamaian,” ucap Serda Sutikno.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

3 Pejabat Militer di Pati Dirotasi

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma (kiri) merotasi tiga pejabat militer, Rabu (12/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tiga pejabat militer Kodim 0718/Pati dirotasi, Rabu (12/4/2017). Serah terima jabatan dilakukan di Aula Suluh Bakti Makodim 0718/Pati.

Ketiga pejabat militer yang menduduki jabatan baru, antara lain Kapten Arh Sumariyono sebagai Pasiter menggantikan Kapten Inf Mujima, Lettu Inf Muhlisin sebagai Pasi Intel menggantikan Kapten Inf Yahudi, sedangkan Kapten Inf Yahudi menjabat sebagai Danramil 02/Juwana menggantikan Kapten Arh Sumariyono.

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma mengatakan, rotasi pejabat militer sudah menjadi hal biasa dan pasti dilakukan. Semakin banyak pejabat yang mengikuti rotasi diakui akan meningkatkan kedewasaan dan pengalaman dalam bertugas sebagai pejabat militer.

“Hidup dan mati itu sudah pasti, sama halnya dengan rotasi jabatan. Dirotasi kemanapun, seorang pejabat militer harus tetap loyal pada instansi. Rotasi ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas anggota TNI untuk manunggal dengan rakyat,” ucap Letkol Inf Andri.

Dia juga berpesan kepada ibu-ibu yang tergabung dalam Persatuan Istri TNI (Persit) untuk selalu mendukung dan mendorong suaminya dalam bertugas. “Tugas prajurit TNI semakin berat. Karenanya, butuh dukungan dari istri agar bisa bekerja secara maksimal,” imbuhnya.

Di akhir sambutannya, Letkol Inf Andri mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama yang sudah membantu Kodim 0718/Pati dalam meraih berbagai prestasi. Dalam lomba pembinaan teritorial beberapa waktu lalu, Kodim 0718/Pati berhasil mendapatkan peringkat terbaik.

Sementara itu, Kapten Inf Yahudi mengaku senang bisa dirotasi ke wilayah Juwana. Pasalnya, dia sudah tiga tahun menjabat sebagai Pasi Intel, pimpinan tertinggi untuk satuan intelejen di wilayah Kabupaten Pati. Dia berharap, tugas barunya sebagai Danramil 02/Juwana bisa dijalankan dengan baik.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Istri TNI di Pati Ikuti Sosialisasi Bahaya Kanker Serviks

Sejumlah istri anggota TNI di Pati mendonorkan darahnya, sebelum mengikuti sosialiasi bahaya kanker serviks di Makodim Pati, Jumat (3/3/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya 250 istri anggota TNI di Pati yang tergabung dalam organisasi Persit Kartika Chandra Kirana 39 mengikuti sosialisasi bahaya kanker serviks di Aula Suluh Bakti Makodim 0718/Pati, Jumat (3/3/2017).

Kegiatan tersebut untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persit ke-71, sekaligus memberikan pemahaman kepada istri TNI untuk selalu menjaga kesehatan agar terhindar dari bahaya kanker serviks. “Kanker serviks bisa mengancam setiap wanita, baik muda maupun tua. Karena itu, butuh pengetahuan untuk menghindarinya,” kata Ketua Persit Pati Ny Andri Amijaya Kusuma.

Sosialiasi tersebut menghadirkan dr Arif, seorang pakar kesehatan. Ia menjelaskan, kanker serviks biasanya disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya, gonta-ganti pasangan seksual, melahirkan, minum pil keluarga berencana (KB) selama lebih dari lima tahun, hubungan seksual terlalu dini, dan merokok.

“Salah satu indikasi seorang wanita terkena kanker serviks, terjadi pendarahan pada alat kelamin setelah melakukan hubungan seksual di luar masa menstruasi. Bila seorang wanita terdapat gejala ini, sebaiknya waspada dan memeriksakan kepada dokter spesialis,” kata dr Arif.

Selain mengikuti sosialisasi bahaya kanker serviks, istri anggota TNI juga mendonorkan darahnya untuk aktivitas kemanusiaan. Sedikitnya 62,5 liter darah dari 250 istri TNI didonorkan untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Anggota TNI Bersih-bersih Desa di Sukoharjo Pati

Anggota TNI dari Koramil 07/Wedarijaksa dan masyarakat membersihkan rumput liar di sepanjang jalan poros Desa Sukoharjo hingga Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Senin (27/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Musim hujan tampaknya mulai berakhir. Intensitas hujan mulai menurun, kendati beberapa kali hujan dalam skala ringan masih terjadi. Akibat hujan intensitas tinggi yang terjadi beberapa waktu lalu, sejumlah daerah yang tidak terdampak banjir, banyak ditumbuhi rumput liar yang mengganggu tanaman. Kondisi itu yang mengundang anggota TNI dan masyarakat untuk membersihkan rumput liar di sepanjang jalan poros Desa Sukoharjo hingga Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Senin (27/2/2017).

Komandan Koramil 07/Wedarijaksa Kapten Inf Kambali mengatakan, rumput liar berpotensi mengganggu pohon yang ditanam di pinggiran jalan. Selain itu, keberadaan rumput liar mengganggu keindahan dan kenyamanan tata ruang desa.

“Kegiatan bersih-bersih rumput liar ini menjadi salah satu program kerja karya bakti mandiri TNI dengan rakyat. Anggota TNI saat ini memang tidak hanya bertugas untuk pertahanan dan keamanan saja, tetapi juga menyatu dan guyub rukun dengan masyarakat,” kata Kapten Inf Kambali.

Sedikitnya ada 22 personel yang ikut membersihkan rumput liar, sebelas personel dari Koramil Wedarijaksa, 12 orang dari pemerintah desa, dan sembilan orang dari penduduk setempat. Mereka bergotong-royong membersihkan rumput liar di pinggir jalan desa sepanjang 300 meter.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah ikut bersama-sama melaksanakan program kerja karya bakti mandiri TNI dengan bersih-bersih desa. Desa yang bersih akan membuat masyarakat yang sehat. Karena itu, selain membersihkan rumput liar, kami juga membersihkan sampah di sekitar jalan,” tuturnya.

Ke depan, pihaknya juga akan mengagendakan hal yang sama di sejumlah desa di Kecamatan Wedarijaksa. Dia berharap, kegiatan tersebut bisa menggugah masyarakat untuk peduli pada lingkungan. Sebab, lingkungan yang bersih membuat masyarakat sehat sehingga pembangunan akan berjalan baik.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

TNI Bagikan Ribuan Nasi Bungkus kepada Korban Banjir di Pati

Anggota TNI AD dan relawan mendistribusikan ribuan nasi bungkus kepada korban banjir di tiga kecamatan di Pati, Selasa (14/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota TNI dari Kodim 0718/Pati membagikan 1.600 nasi bungkus kepada korban banjir di Kecamatan Juwana, Gabus, dan Sukolilo, Pati, Selasa (14/2/2017). Pembagian nasi bungkus gelombang kedua tersebut dilakukan lima orang anggota TNI AD, enam orang FKPPI, enam orang BPBD, dan dua orang relawan.

Warga terdampak banjir di Kecamatan Juwana mendapatkan 500 bungkus nasi, Kecamatan Gabus mendapatkan 400 nasi bungkus, dan Kecamatan Sukolilo mendapatkan 700 nasi bungkus. Prosentase pembagian nasi bungkus tersebut disesuaikan dengan jumlah warga yang terkena banjir.

Letda Inf Wanto yang memimpin pembagian nasi bungkus mengatakan, warga terdampak banjir banyak yang tidak masak akibat rumahnya terendam banjir. Terhitung, sudah empat hari beberapa warga tidak masak lantaran genangan air yang masuk ke dalam rumah belum juga surut.

Banjir di Pati Sebabkan Perekonomian Lumpuh Sementara

“Bantuan nasi bungkus ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat terdampak banjir. Meski masih belum bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi pembagian nasi bungkus setidaknya bisa membantu warga yang kesulitan memasak selama banjir,” ucap Letda Inf Wanto.
Distribusi nasi bungkus sendiri menggunakan perahu, lantaran genangan air di kawasan pemukiman warga cukup tinggi. Sasaran utama pembagian nasi bungkus diberikan kepada warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian.

“Kami memanfaatkan perahu kayu milik warga untuk mengantarkan nasi bungkus. Kami juga sudah membawa perahu karet yang juga digunakan untuk membagikan nasi bungkus dan mengakses sejumlah titik yang dibutuhkan warga secara darurat,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

 

Ditulis pada Tak Berkategori

Pangdam Instruksikan Anggota Kodim 0718/Pati untuk Netral dalam Pilkada

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi mengunjungi Makodim 0718/Pati, Rabu (8/2/2017) terkait dengan kesiapan pilkada. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi mengunjungi Makodim 0718/Pati, Rabu (8/2/2017) terkait dengan kesiapan pilkada. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi menginstruksikan kepada anggota Kodim 0718/Pati untuk netral dalam pilkada yang berlangsung pada 15 Februari 2017. Instruksi tersebut disampaikan dalam kunjungannya di Makodim 0718/Pati, Rabu (8/2/2017).

“Di Jawa Tengah, ada tujuh kabupaten yang menggelar pilkada. Kedatangan kami ke Makodim 0718/Pati untuk melihat situasi dan kondisi wilayah Kodim 0718/Pati dalam rangka penyiapan pilkada,” ujar Mayjen TNI Jaswandi.

Dia meminta kepada semua anggota TNI untuk netral dalam pelaksanaan pilkada. Selain itu, dia juga menginstruksikan agar anggota TNI bisa melakukan pengawasan terhadap tempat pemungutan suara (TPS) yang dinilai rawan terjadi gejolak.

Pasalnya, permasalahan pilkada bisa terjadi dari penyelenggaranya, pasangan calon, maupun pendukung partai politik. “Kami tegaskan selama pilkada, anggota TNI harus netral, mengutamakan transparansi anggaran, dan berikan bantuan back-up pengamanan kepada Polri,” pesannya.

Usai memberikan pengarahan kepada anggota Kodim 0178/Pati, Mayjen TNI Jaswandi meninjau pembangunan lokasi detasemen kesehatan wilayah Rumkitban di Dukuh Rendole, Desa Muktiharjo, Kecamatan Pati. Mayjen TNI Jaswandi juga meninjau Posko Komando Kodim 0718/Pati yang di dalamnya terdapat posko karya bhakti, TMMD, bencana alam, pilkada, upsus swasembada pangan, serapan gabah petani (sergap), penyerapan gabah/beras Kodim 0718/Pati, data operasional alsintan Kodim 0718/Pati, serta data posko bencana alam.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Mengenal Jahari, Prajurit TNI AD yang Jadi Mantri di Desa Kembang Pati

Kopka Jahari, anggota TNI yang menjadi mantri tengah menyunat anak di tempat praktiknya, Desa Kembang, Dukuhseti, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kopka Jahari, anggota TNI yang menjadi mantri tengah menyunat anak di tempat praktiknya, Desa Kembang, Dukuhseti, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang prajurit TNI AD tidak selamanya hanya berkecimpung di dunia pertahanan dan keamanan. Saat ini, prajurit TNI juga dituntut untuk memiliki beragam kemampuan yang bermanfaat untuk masyarakat di wilayah teritorialnya.

Kopka Jahari, misalnya. Anggota TNI asal Dukuh Sumurtowo RT 6 RW 4, Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Pati ini menjadi mantri untuk membantu masyarakat yang butuh bantuan medis. Sebab, desa tersebut terbilang cukup jauh dari puskesmas.

“Saya termotivasi dari kondisi kampung saya yang letaknya di pinggir pantai utara dan jauh dari jangkauan medis puskesmas yang jaraknya cukup jauh. Dari kondisi itu, saya termotivasi untuk membantu puskesmas melayani masyarakat dalam hal penanganan di bidang kesehatan,” ujar Kopka Jahari, Kamis (2/2/2017).

Sehari-hari, prajurit berpangkat kopral kepala ini melayani pertolongan pertama kepada masyarakat, mulai dari pemberian pengobatan simtomatis yang sifatnya sementara. Bila pasien tidak kunjung sembuh, ia biasanya menyarankan untuk berobat ke puskesmas atau rumah sakit.

Tak jarang, Kopka Jahari juga melayani khitanan. “Semoga masyarakat bisa terbantu dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Langkah saya menjadi mantri mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Pak Dandim Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Pak Danramil dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati. Saya sudah diberikan izin praktik keperawatan,” tuturnya.

Lulusan Akademi Keperawatan (Akper) STIKES Muhammadiyah Kudus ini merintis profesi sebagai mantri sejak 2006. Dia bangga menjadi seorang anggota militer, sekaligus mantri yang bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. “Selagi dibutuhkan masyarakat, kami akan selalu melayani masyarakat dengan jiwa merah-putih,” pungkas Kopka Jahari.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Kreatif! Babinsa dan Warga Sarirejo Pati Olah Sampah Jadi Pupuk Organik

Serma Mustofa mengumpulkan daun hasil pemangkasan untuk dijadikan pupuk organik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Serma Mustofa mengumpulkan daun hasil pemangkasan untuk dijadikan pupuk organik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sampah rumah tangga yang selama ini dibuang dan dibakar, saat ini sudah dimanfaatkan sebagai pupuk yang baik untuk tanaman. Di Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, bintara pembina desa (babinsa) Koramil 01/Pati bersama masyarakat mengolah sampah menjadi pupuk organik.

“Kami mendapatkan proyek pengelolaan reuse, reduce, dan recycle (3R) dari pemerintah pusat. Sumber dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melalui karya cipta Provinsi Jawa Tengah, ujar Babinsa Koramil 01/Pati, Serma Mustofa, Selasa (31/1/2017).

Bantuan tersebut berupa sarana bangunan dan prasarana berupa mesin cacah, ayak, dan dua unit kendaraan roda tiga. Bantuan diberikan untuk membantu pemerintah daerah (Pemda) dalam mengatasi persoalan sampah, terutama di Desa Sarirejo.

“Kalau proyek sudah selesai, pengelolaan akan diserahkan kepada kelompok swadaya masyarakat (KSM). Program penanganan sampah ini berbasis pada masyarakat, sehingga butuh peran serta dari warga untuk bersama-sama mengelola sampah menjadi barang bernilai ekonomi tinggi,” tuturnya.

Rencananya, KSM akan menyiapkan tempat sampah di masing-masing rumah untuk diambil petugas setiap hari. Masyarakat cukup iuran untuk membantu operasional KSM dan petugas menyediakan dua tempat sampah. Satu tempat untuk sampah organik dan satu tempat untuk sampah anorganik.

Sampah organik akan diolah menjadi pupuk organik, sedangkan sampah anorganik akan dijual sebagai barang rongsokan untuk didaur ulang. Dengan begitu, semua sampah akan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Menanggapi program tersebut, Mardi, warga setempat mengaku senang. Pasalnya, warga selama ini membuang sampah menjadi barang tidak berguna. Warga juga dimudahkan hanya dengan membuang sampah di tempat yang disediakan, lantas diambil petugas.

Dia berharap, program tersebut bisa berjalan baik sesuai dengan rencana. Dengan demikian, persoalan sampah yang selama ini menjadi polemik bisa diatasi. Menurutnya, program itu tidak hanya bisa menjawab problem sampah, tetapi juga berhasil menyulap sampah menjadi barang berdaya guna.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Bantuan untuk Rahmawati, Penyandang Disabilitas Asal Desa Sidomulyo Terus Mengalir

Rahmawati, penyandang disabilitas mendapatkan bantuan dari Kodim 0718/Pati dan relawan Kabupataen Pati, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Rahmawati, penyandang disabilitas mendapatkan bantuan dari Kodim 0718/Pati dan relawan Kabupataen Pati, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rahmawati, penyandang disabilitas asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Jakenan, Pati yang masih berusia enam tahun terus mendapatkan bantuan. Terakhir, Kodim 0718/Pati dan relawan Kabupaten Pati menyerahkan bantuan kepada Rahmawati yang sejak lahir hanya memiliki satu kaki.

Bantuan itu diserahkan kepada Rahma di kediamannya, Senin (30/1/2017). Tak tanggung-tanggung, bantuan yang diterima Rahma kali ini berupa pembangunan dapur masak, kamar mandi dan kloset, penyambungan aliran listrik, serta sepeda roda tiga.

Pasi Ops Kodim 0718/Pati Kapten Inf Suyani mengatakan, sejumlah bantuan itu diberikan agar bisa memberikan manfaat bagi Rahma secara berkelanjutan. “Kami bersama para relawan sudah memikirkan bagaimana supaya bantuan itu punya nilai manfaat yang bersifat tidak sesaat, tapi berkelanjutan,” ucap Kapten Inf Suyani.

Seperti diketahui sebelumnya, Rahma menderita cacat fisik sejak lahir. Kedua orang tuanya bercerai, sehingga Rahma ditinggal begitu saja dan dirawat neneknya. Kendati hanya bekerja sebagai buruh tani, nenek Rahma yang sudah tua ikhlas merawatnya.

Publik yang tahu kondisi Rahma kemudian berbondong-bondong memberikan bantuan dan santunan. Mulai dari tongkat penyangga, kaki palsu, hingga perbaikan infrastruktur dan perbaikan rumah. Bantuan diharapkan bisa membuat Rahma menjadi mandiri, kuat dan bisa mencapai cita-citanya.

Bahkan, Camat Jakenan Aris Soesetyo akan mengirimkan guru ngaji ke rumah Rahma untuk memberikan bekal pendidikan agama. Adapun biaya pendidikan nonformal akan ditanggung Aris. Bekal pendidikan agama dinilai perlu agar sumber daya manusia (SDM) Rahma terus berkembang dan menjadi bekal untuk masa depannya.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Babinsa Trangkil Pimpin Ratusan Warga Bangun Masjid

Babinsa Koramil 21/Trangkil ikut mengaduk pasir bersama masyarakat dalam pembangunan masjid setempat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Babinsa Koramil 21/Trangkil ikut mengaduk pasir bersama masyarakat dalam pembangunan masjid setempat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 21/Trangkil Serda Wartono memimpin 300 warga untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan kerja bakti pengecoran lantai dua Masjid Sirojul Anam di Dukuh Wonokerto, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Pati, Selasa (24/1/2017).

Pengecoran lantai dua masjid tersebut dilaksanakan dengan semangat dan antusias, baik dari warga maupun anggota TNI. Selain ikut melaksanakan pembangunan fasilitas desa, gotong royong antara TNI dan masyarakat diharapkan bisa memperkuat tali silaturahmi.

Kepala Desa Pasucen Ikhwan Rosadi mengatakan, kebersamaan  Koramil 21/Trangkil, terutama Babinsa dengan masyarakat sudah sering dilakukan untuk membantu warga meningkatkan kehidupan beragama yang  rukun, damai, dan harmonis. “Selama ini, gotong royong warga dan anggota TNI sudah terjalin dengan  baik. Pembangunan rumah ibadah menjadi sarana untuk membantu pertumbuhan keimanan dan ketakwaan masyarakat. Saya ucapkan terima kasih kepada Danramil dan Babinsanya yang sudah berkenan membantu,” kata Ikhwan.

Danramil 21/Trangkil Kapten Inf Setyo Utomo menegaskan, kegiatan tersebut sudah menjadi bentuk kepedulian Babinsa Koramil di desa binaannya. Prajurit TNI saat ini memang memiliki tugas untuk manunggal, membaur dan menyatu dengan masyarakat.

“Babinsa saat ini punya tugas yang besar, mulai dari bidang pertanian, pemberdayaan, termasuk ikut mendorong pembangunan infrastruktur. Melalui kegiatan ini, hubungan baik antara Koramil 21/Trangkil dan masyarakat diharapkan bisa terjalin dengan baik,” ucap Kapten Inf Setyo.

Sementara itu, Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma memberikan apresiasi kepada setiap Babinsa yang sudah melaksanakan tugasnya di desa-desa. Sebab, Babinsa saat ini memiliki peran strategis yang menjembatani TNI menuju kemanunggalan dengan rakyat.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Anggota Veteran Pati Siap Kawal NKRI di Era Globalisasi

Anggota TNI AD, polisi dan LVRI mengikuti agenda peringatan LVRI ke-60 di Gedung Juang 1945, Pati, Rabu (19/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Anggota TNI AD, polisi dan LVRI mengikuti agenda peringatan LVRI ke-60 di Gedung Juang 1945, Pati, Rabu (19/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Legiun veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Pati menyatakan siap mengawal persatuan dan kesatuan NKRI di era globalisasi. Hal itu dinyatakan dalam agenda HUT LVRI ke-60 di Aula Gedung Juang 1945, Jalan P Sudirman Nomor 61, Pati, Kamis (19/1/2017).

Dengan mengambil tema “LVRI Senantiasa Mengawal Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Koridor Bhinneka Tunggal Ika”, sebanyak 80 veteran menyatakan kesiapannya mengawal NKRI di era globalisasi. “Anggota Veteran terbukti mampu mengusir penjajah dari Tanah Air pada zaman kolonialisme. Namun, kami sadari, NKRI masih banyak rongrongan di era globalisasi saat ini,” ujar Ketua LVRI Pati, Let Kol (Purn) Ruskandar.

Veteran, kata dia, sudah banyak memberikan jasa kepada Indonesia yang telah ikut berjuang, membela, dan mempertahankan kedaulatan NKRI. Mereka sudah terbukti mengalahkan penjajah dan bisa merebut kemerdekaan. Kendati perjuangan untuk mempertahankan NKRI di era globalisasi menjadi tugas setiap warga, tetapi Veteran juga diharapkan bisa ikut mengawal NKRI dengan baik.

Senada dengan itu, Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma mengatakan, masyarakat saat ini tahunya hidup layak dan enak tanpa mengetahui perjuangan para Veteran dalam melawan penjajah. Karenanya, semangat juang Veteran mesti ditularkan kepada generasi penerus bangsa yang saat ini menghadapi perang proxy, sebuah perang tidak tampak yang mencoba merongrong keberadaan NKRI.

“Sekian lama, LVRI sudah mengawal republik ini dengan segenap perjuangan dan tumpah darah. Tapi, masih banyak orang yang kurang paham kenapa kita tiba-tiba bisa menikmati hidup yang layak. Semuanya berkat para pejuang bangsa yang harus kita lanjutkan perjuangannya di tengah peradaban globalisasi,” tutur Letkol Inf Andri.

Setiap organisasi, lanjutnya, mesti tidak dibuat untuk kepentingan pribadi. Namun, organisasi harus berdiri di atas kepentingan bersama, termasuk kepentingan bangsa dan negara. Hal itu untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan yang berhasil menyatukan NKRI.

“Gedung Juang yang kita gunakan ini sudah kita bantu, baik dalam perawatan maupun perbaikan. Selama ini, Gedung Juang 1945 sudah dimanfaatkan untuk Veteran, kegiatan Pramuka, dan tempat untuk berbagi pengalaman tentang perjuangan mengawal NKRI,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Puluhan Polisi dan TNI Kerja Bakti Benahi Rumah Rusak Akibat Puting Beliung di Pati

Petugas sedang memperbaiki rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Bringinwareng, Winong, Pati, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas sedang memperbaiki rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Bringinwareng, Winong, Pati, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan polisi dan TNI menggelar kerja bakti untuk membenahi rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Bringinwareng, Kecamatan Winong, Pati, Selasa (10/1/2017).

Sebanyak 55 personel gabungan yang ikut kerja bakti, terdiri dari 20 personel Polsek Winong, 20 personel Koramil Winong, lima orang dari pemerintah kecamatan dan 10 orang dari Pemerintah Desa Bringinwareng. Kegiatan gotong royong diprioritaskan kepada korban puting beliung yang tidak mampu.

“Bencana angin puting beliung yang terjadi kemarin sore merupakan musibah yang tidak bisa dihindari lagi. Banyak rumah yang atapnya rusak dan genteng berjatuhan, satu di antaranya roboh. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dengan bergotong royong,” kata kepala desa setempat, Mashudi.

Dalam kegiatan gotong royong tersebut, dia memprioritaskan kepada warga yang tidak mampu. Setelah itu, semua rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung dibenahi. Sebelumnya, petugas gabungan dari polisi, TNI, relawan dan warga sudah melakukan evakuasi terhadap rumah yang darurat dan pohon yang bertumbangan.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Kodim 0718/Pati dan Satuan Sabhara Polres Pati juga terjun di lapangan untuk ikut kerja bakti. Mereka yang dipimpin Kasat Sabhara Polres Pati AKP Amlis Chaniago tampak bersemangat membantu rumah warga yang rusak.

Belum diketahui secara pasti kerugian material akibat puluhan rumah yang rusak diterjang angin puting beliung. Namun, sejumlah pihak memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Beruntung, angin yang mengamuk Senin sore tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

8 Perwira Pertama TNI AD Pati Dirotasi

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma saat memimpin serah terima jabatan Danramil di Aula Suluh Bhakti Makodim 0718/Pati, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma saat memimpin serah terima jabatan Danramil di Aula Suluh Bhakti Makodim 0718/Pati, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak delapan perwira pertama TNI AD Pati dari yang berpangkat lettu hingga kapten dirotasi jabatan. Upacara serah terima jabatan pergeseran Komandan Koramil (Danramil) Kabupaten Pati tersebut dilakukan di Aula Suluh Bhakti Makodim 0718/Pati, Selasa (10/1/2017).

Kedelapan perwira pertama yang dirotasi jabatan, antara lain Kapten Kav Suyatno dari Danramil Dukuhseti ke Pati Kota, Kapten Kav Bambang dari Pati Kota ke Margoyoso, Kapten Inf Karnawi dari Margoyoso ke Pucakwangi, Kapten Inf Kambali dari Jakenan ke Wedarijaksa, Kapten Inf Sriyanto dari Pucakwangi ke Margorejo, Kapten Inf Hadi Saputro dari Wedarijaksa ke Dukuhseti, Kapten Inf Sukandar dari Kodim Purwodadi ke Jakenan, dan Lettu Inf Kusmiyanto dari Satuan Yonif 410 Alugoro menjadi Danramil Sukolilo.

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma mengatakan, rotasi jabatan di lingkungan TNI AD merupakan hal biasa. Rotasi jabatan yang dilakukan tidak ditentukan pangkat atau waktu. Buktinya, Lettu Kusmiyanto yang pindah satuan dan jabatan karena prestasi atau reward yang diberikan.

“Dengan melihat prestasi, tidak menutup kemungkinan junior bisa mendahului seniornya. Ini merupakan kompetisi yang baik dan sudah semestinya menjadi teladan bersama,” ucap Letkol Inf Andri.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Danramil yang sudah melaksanakan tugas dengan maksimal. Kendati sudah di komando teritorial dan mendekati purna tugas, dia berharap agar semangat untuk mengabdi dan manunggal dengan rakyat tidak menurun.

Sebaliknya, Danramil yang mendekati purna tugas mesti punya semangat dan dedikasi yang tinggi sehingga memiliki kebanggaan tersendiri ketika sudah purna. “Selamat bertugas di tempat yang baru. Terus tingkatkan kinerja dan tambah kawan baru. Dengan banyak kawan, tugas menjadi lebih ringan karena bisa mendukung keberhasilan kita bersama,” tuturnya.

Orang nomor satu di lingkungan Kodim 0718/Pati ini juga berharap kepada Persit untuk selalu mendukung suami yang tengah bertugas untuk bangsa dan negara. Dukungan dari istri diakui akan memberikan semangat lebih untuk anggota TNI AD dalam mengabdi kepada masyarakat.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Ratusan Hektare Tanaman Padi Siap Panen di Jakenan Pati Terendam Banjir

Sejumlah anggota TNI AD ikut mengangkut hasil panen padi yang terrendam banjir di Desa Tondomulyo, Jakenan, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah anggota TNI AD ikut mengangkut hasil panen padi yang terrendam banjir di Desa Tondomulyo, Jakenan, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah sungai meluap. Akibatnya, areal persawahan di sepanjang bantaran Sungai Silugangga terendam banjir.

Padahal, ratusan hektare sawah yang berada di sepanjang bantaran sungai tersebut terdapat tanaman padi yang siap panen. Akibatnya, para petani terpaksa memanen padi lebih awal dari waktu yang mestinya kurang beberapa hari lagi.

Mereka khawatir, tanaman padi cepat membusuk dan biji padi yang terendam keluar akar dan tunas bila tidak segera dipanen. “Kalau dibiarkan terendam banjir, biasanya biji padi akan keluar akar dan tunas karena tanamannya membusuk. Jadi, saat tahu sawah kami terendam banjir, kami langsung memanennya,” kata Sutarmin, petani asal Desa Tondomulyo yang memiliki lahan sawah seluas lima hektare.

Selain di Desa Tondomulyo, banjir juga merendam di kawasan persawahan Desa Ngastorejo seluas seratus hektare. Para petani pun berbondong-bondong segera memanen padi agar kerugian tidak terlalu banyak. Jika tidak demikian, mereka terancam tidak bisa memanen padi sama sekali.

Menanggapi hal tersebut, Danramil 05/Jakenan mengatakan, banjir yang merendam ratusan hektare sawah di Kecamatan Jakenan memang tidak bisa dihindari. Selain faktor alam, banjir disebabkan lokasi geografis persawahan yang berada di bantaran Sungai Silugangga.

Pihaknya berharap, petani bisa segera mengolah sawah untuk masa tanam berikutnya. Dengan demikian, sawah bisa segera ditanam kembali di tengah musim penghujan dengan ketersediaan air yang cukup. Namun, petani mesti jeli agar benih yang ditebar bisa aman dari banjir.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Dandim 0718/Pati Sebut “Kemampuan” Babinsa Melebihi Kopassus

Ratusan anggota TNI AD ikuti apel Danramil dan Babinsa Tersebar di Kantor Bakorwil Pati, Selasa (20/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan anggota TNI AD ikuti apel Danramil dan Babinsa Tersebar di Kantor Bakorwil Pati, Selasa (20/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma menyebut “kemampuan” bintara pembina desa (babinsa) melebihi pasukan baret merah, Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Hal itu disampaikan Letkol Inf Andri pada pembukaan apel Danramil dan Babinsa Tersebar di Kantor Bakorwil Pati, Selasa (20/12/2016).

Ada sejumlah alasan, kenapa Dandim mengatakan demikian. Salah satunya, babinsa punya tanggung jawab yang besar untuk manunggal dengan rakyat. Mereka memanfaatkan waktu seoptimal mungkin untuk sesuatu yang positif di tengah-tengah masyarakat.

Babinsa juga memiliki tugas di satuan komando wilayah (satkowil) yang sangat kompleks dan harus melaksanakan tugas dengan ikhlas. “Tugas kita melebihi apapun. Kita lebih mengutamakan tugas pokok ketimbang kepentingan keluarga. Karena itu, saya berharap kepada seluruh anggota untuk selalu memperhatikan keluarga juga, sehingga bisa bertugas dengan baik,” pesan Dandim.

Seperti diketahui, babinsa merupakan satuan teritorial TNI AD paling bawah, berhadapan langsung dengan masyarakat. Posisinya berada di bawah Koramil, bagian dari Kodim dan Korem, menginduk pada Kodam.

Babinsa memiliki tugas mengumpulkan data pada hampir semua aspek, mulai dari demografi, geografi, sosial, hingga potensi-potensi yang ada di wilayahnya. Misalnya, aspek sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), sarana-prasarana, serta infrastruktur di wilayah binaannya.

Sementara itu, Kopassus merupakan bagian dari komando utama tempur TNI AD yang memiliki kemampuan khusus, seperti menembak dengan cepat, pengintaian, antiteror, dan bergerak cepat di segala medan. Tugas Kopassus, antara lain serangan langsung pada titik yang bisa menghancurkan logistik musuh, hingga operasi intelijen khusus.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Kemampuan Danramil dan Babinsa di Pati Ditingkatkan

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Ammijaya Kusuma menyematkan pita kepada peserta apel Danramil dan Babinsa Tersebar di Kantor Bakorwil Pati, Selasa (20/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Ammijaya Kusuma menyematkan pita kepada peserta apel Danramil dan Babinsa Tersebar di Kantor Bakorwil Pati, Selasa (20/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kemampuan Komandan Koramil (Danramil) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah teritorial Kabupaten Pati ditingkatkan dalam agenda apel “Danramil dan Babinsa Tersebar” yang digelar di Aula Bakorwil Pati, Selasa (20/12/2016).

Sedikitnya 263 peserta hadir dalam kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan teritorial sebagai fungsi utama TNI AD. Mereka diharapkan menjadi anggota TNI AD dengan daya juang yang tangguh, serta bisa memantapkan kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Apel Danramil dan Babinsa Tersebar 2016 ini diharapkan bisa memberikan bekal untuk mendukung tugas pokok TNI AD di wilayah Kodam IV/Diponegoro. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak sekadar mengejar kuantitas, tetapi kualitas yang baik dalam menyamakan visi, persepsi, dan interpretasi dalam menyikapi persoalan aktual yang terjadi di Pati,” ujar Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Dia menjelaskan, seorang prajurit TNI AD mesti punya kualitas di bidang lima kemampuan teritorial dan bisa menjalankan tugas sapta marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI. Keempat prinsip tersebut harus dipegang seorang prajurit TNI untuk menjalankan tugas di lapangan.

Hari ini, mereka mendapatkan materi sinkronisasi TNI-Polri dalam membantu pemerintah daerah yang diisi Kasat Binmas Polres Pati AKP Supriyadi, upaya mengatasi terorisme dengan pemateri Kasat Intelkam Polres Pati AKP Sugeng Dwi Haryanto, upaya khusus swasembada pangan oleh Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan Pati Mochtar Effendi, penanggulangan kebakaran dan bencana daerah oleh Kepala BPBD Pati Sanusi Siswoyo, serta sikap teritorial dengan pemateri Kapten Cba Zuhri Antoro.

Dandim memberikan pesan kepada anggotanya untuk selalu bisa membantu tugas pemerintah daerah. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan. Anggota TNI AD juga diharapkan bisa mengatasi beragam persoalan yang timbul, sehingga stabilitas keamanan di wilayah bisa terjaga dengan baik.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Hari Infanteri, Kodim 0718/Pati Sabet Tiga Piala Lomba Peleton Beranting

Sejumlah anggota Kodim 0718/Pati menunjukkan piala juara pertama lomba peleton beranting yang diserahkan pada Hari Infanteri, Senin (19/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah anggota Kodim 0718/Pati menunjukkan piala juara pertama lomba peleton beranting yang diserahkan pada Hari Infanteri, Senin (19/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kodim 0718/Pati menyabet tiga piala sekaligus dalam lomba Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya. Tiga piala juara pertama itu diserahkan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Jony Supriyanto kepada Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma di Depo Pendidikan Latihan Tempur, Klaten, Senin (19/12/2016).

Piala diserahkan di sela-sela upacara Hari Infanteri, setelah sebelumnya dilaksanakan jalan kaki seluruh korp infanteri dari jajaran Kodam IV/Diponegoro berjumlah seribu pasukan. Pada saat lomba, start dimulai dari Jepara dan berakhir di Klaten.

“Lomba Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya sudah menjadi tradisi di setiap peringatan Hari Infanteri. Kodim yang dilalui lomba peleton beranting, antara lain Jepara, Pati, Purwodadi, Sragen, Boyolali, Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten. Kami ucapkan apresiasi kepada satuan kewilayahan yang sudah menggelar peleton beranting, terutama dalam penyambutan dan pengerahan masyarakat,” ujar Brigjen TNI Jony Supriyanto.

Sementara itu, Letkol Inf Andri mengaku bangga kepada masyarakat Pati yang sudah mendukung kegiatan peleton beranting hingga Kodim 0718/Pati menyabet semua tiga penilaian sekaligus. Tiga piala juara pertama yang diraih, yakni lomba peleton beranting, lomba penilaian pasukan linmas pengiring peleton beranting, dan lomba penilaian pasukan Satpol PP sebagai pengiring peleton beranting.

“Kegiatan peleton beranting yang dimulai dari Cluwak hingga Sukolilo tidak akan sukses tanpa dukungan masyarakat Satpol PP dan linmas. Mereka menyempatkan waktu untuk mengiringi pasukan inti dengan ikut berjalan kaki kurang lebih enam kilometer,” tuturnya.

Selain partisipasi Satpol PP dan Linmas, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) juga ikut terlibat. Di antaranya, Pemuda Pancasila, FKKPI, Banser, Senkom, PSHT, PPM, anak-anak sekolah drum band dan pramuka, serta komunitas Jeep yang menyambut peleton beranting dengan meriah.

Penghargaan berupa piala yang diterima Kodim 0718/Pati diakui sebagai wujud kebersamaan masyarakat Pati dalam menjaga ketentraman dan keutuhan wilayah Pati. Dia berharap, kebersamaan tersebut bisa terbangun di berbagai bidang. Integritas dan kebersamaan dinilai menjadi upaya untuk membangun Pati menuju kesejahteraan.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

50 Anggota TNI AD di Pati Dites Urine, Ini Hasilnya

 Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma mengikuti tes urine di Makodim Pati, Senin (5/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma mengikuti tes urine di Makodim Pati, Senin (5/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 50 anggota TNI AD di Pati dites urine untuk melaksanakan uji petik pemeriksaan narkoba. Tes dilaksanakan di Aula Suluh Bhakti Markas Komando Distrik Militer 0718/Pati, Senin (5/12/2016).

Mereka yang dites merupakan tiga anggota perwira, satu anggota intelijen Kodim, dua pegawai negeri sipil (PNS) Kodim, dan dua anggota TNI AD perwakilan dari 21 koramil di Kabupaten Pati. Dalam uji petik pemeriksaan narkoba, Kodim menggandeng tim medis dari DKT Pati.

Dari hasil pemeriksaan, mereka dinyatakan negatif dan bebas narkoba. Anggota TNI AD yang memiliki tugas pembinaan satuan teritorial diharapkan menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat. Hal itu yang membuat anggota TNI AD diwajibkan tes urine dan harus bebas dari narkoba.

“Untuk bisa berbuat keluar dalam pencegahan narkoba sebagai satuan teritorial, kita harus menguasai wilayah kita sendiri untuk bisa mendeteksi dan mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini. Tugas anggota TNI AD kini semakin kompleks yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Karena itu, anggota TNI harus bebas dari narkoba,” ujar Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Menurutnya, narkoba merusak segala sendi kehidupan manusia, mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga merusak peradaban bangsa dalam konteks yang lebih luas. Itu sebabnya, pemuda sebagai generasi emas bangsa diimbau untuk berhati-hati dalam memilih pergaulan.

“Saat ini, Indonesia masuk negara darurat narkoba. Komando atas sudah memerintahkan seluruh anggota TNI untuk memerangi penyalahgunaan narkoba. Kami akan bersinergi dengan instansi terkait untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba, terutama di wilayah teritorial Kabupaten Pati,” tegas Letkol Inf Andri.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Warga Pati Diminta Tak Terprovokasi Aksi 212

Polisi, Satpol PP, TNI dan warga lintas kalangan mengenakan pita merah putih dalam apel Kebhinnekaan di Alun-alun Pati, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Polisi, Satpol PP, TNI dan warga lintas kalangan mengenakan pita merah putih dalam apel Kebhinnekaan di Alun-alun Pati, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Masyarakat Pati diminta untuk mengedepankan guyub rukun, bersatu dalam kebersamaan, dan tidak terprovokasi aksi 212 atau 2 Desember 2016 di Jakarta. Imbauan itu disampaikan Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Rabu (30/11/2016).

Menurutnya, toleransi antaragama di Pati sudah sejak lama berlangsung harmonis. Toleransi dalam bingkai NKRI itulah yang diharapkan dipupuk dan dilestarikan agar tidak terpecah belah hanya dengan isu-isu yang berada di luar wilayah Pati.

“Umat Muslim memang mayoritas di Pati, juga di Indonesia. Tapi, kita hidup di negara Pancasila yang harus mempertahankan NKRI. Sebab, Indonesia memang bangsa yang majemuk, terdiri dari beragam suku, bangsa, dan agama. Jangan sampai kondisi kemajemukan yang sudah terawat baik itu terganggu dengan isu 212,” kata Letkol Inf Andri.

Karena itu, pihaknya menyarankan warga Pati untuk tidak turun ke jalan. Aksi doa bersama di rumah ibadah atau rumah masing-masing diakui akan membuat daerah menjadi lebih kondusif. Dia berharap, kehidupan toleransi antarumat beragama di Pati yang berlangsung harmonis bisa menjadi teladan bersama.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo menambahkan, Indonesia merupakan milik bangsa bersama, bukan milik individu atau kelompok tertentu. “Mari kita samakan satu persepsi, kita sama-sama menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” ujar AKBP Wibowo.

Kondisi tersebut yang membuat warga Pati disatukan dalam apel bersama Pengamanan Kegiatan Masyarakat Nusantara Bersatu di Alun-alun Pati. Apel bertajuk “Indonesiaku,Indonesiamu, Indonesia Kita, Bersatu Bhinneka Tunggal Ika” tersebut dihadiri sekitar 2.000 warga lintas kalangan.

Salah satu yang hadir, antara lain Jajaran Sub Denpom Pati, Kodim 0718/Pati, Lanal TNI AL dan anggota Yonif 410/Alugoro, Brimob, Polres Pati, Satpol PP, Perhutani, FKPPI, PPM, pencak silat, Pagar Nusa, pondok pesantren dan Fathayat, mahasiswa, pelajar, hingga lembaga swayada masyarakat (LSM) di Kabupaten Pati.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Salut! Prajurit TNI AD di Pati Bikin Perpustakaan Keliling

Sejumlah murid TK Kusuma Pucakwangi antusias dengan perpustakaan keliling dari Koramil Pucakwangi, Pati, Senin (28/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah murid TK Kusuma Pucakwangi antusias dengan perpustakaan keliling dari Koramil Pucakwangi, Pati, Senin (28/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Prajurit TNI Angkatan Darat (AD) selama ini memiliki tugas pokok untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari berbagai ancaman.

Namun, prajurit TNI saat ini juga bertugas untuk menyatu, menunggal dengan rakyat. Di Koramil Pucakwangi, upaya manunggal dengan masyarakat dilakukan dengan membuat perpustakaan keliling. Bintara pembina desa (Babinsa) keliling ke sekolah dasar (SD) atau taman kanak-kanak (TK), membawa sejumlah buku untuk dibaca para siswa.

“Perpustakaan keliling ini menjadi upaya kami untuk mencerdaskan dan membangun kemajuan bangsa melalui agenda gemar membaca, terutama anak-anak di tingkat TK dan SD. Sasaran perpustakaan keliling diprioritaskan di wilayah yang jauh dari perkotaan,” ujar Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Senin (28/11/2016).

Babinsa Desa Triguno, Serda Sukiswanto saat keliling membawa buku di TK Kusuma Pucakwangi senang bisa ikut membantu mencerdaskan generasi emas bangsa melalui agenda perpustakaan keliling. “Hari ini, kami mendatangi TK Kusuma. Ada sekitar 40 siswa dengan dua kelas di sana. Responsnya luar biasa. Minat baca anak-anak cukup tinggi,” kata Serda Sukiswanto.

Kendaraan yang dipakai keliling menggunakan sepeda motor dinas. Kendati sederhana, perpustakaan keliling diharapkan bisa membantu minat baca anak-anak. “Ini juga bisa menjadi stimulus supaya anak-anak semakin giat membaca. Sebab, buku adalah jendela dunia sehingga anak-anak mesti dipacu sejak dini untuk suka baca,” imbuhnya.

Kepala TK Kusuma, Sunarti mengaku terkejut dengan aksi yang dilakukan prajurit TNI dengan membawa sejumlah buku untuk dibaca anak-anak. Kendati buku yang disodorkan masih terbatas, tetapi ternyata memicu semangat anak-anak untuk gemar membaca. Terlebih, buku-buku yang dibawa ternyata disukai anak-anak.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Inspiratif! Kodim 0718/Pati Kembangkan Unit Pengolahan Pupuk Organik

Seorang anggota Kodim 0718/Pati tengah mengumpulkan rumput sisa pakan ternak untuk diolah menjadi pupuk organik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang anggota Kodim 0718/Pati tengah mengumpulkan rumput sisa pakan ternak untuk diolah menjadi pupuk organik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kodim 0718/Pati saat ini mengembangkan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) sebagai tindak lanjut dari pengembangkan ternak sapi. Sapi yang dikembangkan sebagai upaya untuk menopang ketahanan pangan negeri, sedangkan pupuk organik dari hasil kotoran sapi diharapkan bisa mengurangi degradasi mutu lahan pertanian akibat penggunaan pupuk anorganik.

“Dari pemerintah pusat dan Mabes TNI AD, ada program untuk mengembangkan sistem UPPO. Sesuai dengan perintah komando atas, kami akan mengembangkan sistem UPPO ini dengan baik. Meski hasilnya masih belum maksimal, tetapi kami tetap terus mengembangkan supaya lebih baik,” kata Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Program tersebut meliputi satu kesatuan konsep pemanfaatan sapi lokal yang optimal. Di satu sisi, sapi lokal terus dikembangbiakkan untuk mendongkrak ekonomi, termasuk upaya ketahanan pangan. Di sisi lain, kotoran sapi yang dulu dibuang begitu saja, sekarang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan pertanian yang ramah lingkungan.

Andri menyebut, UPPO memiliki konsep mutakhir dalam pemanfaatan kotoran sapi. Konsep UPPO menyediakan fasilitas terpadu pengolahan bahan organik, mulai dari jerami, sisa tanaman, limbah ternak, dan sampah organi menjadi kompos atau pupuk organik.

Dari sistem UPPO, peternak sapi bisa mengoptimalkan pemanfaatan limbah kotoran hewan sebagai bahan baku pupuk organik. Tujuan akhir dari sistem UPPO, kata Andri, bisa membantu petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.

Melalui program UPPO, anggota TNI diharapkan punya peran untuk memperbaiki kesuburan lahan yang pada akhirnya bisa meningkatkan produktivitas pertanian. Dalam konsep UPPO sendiri, biasanya terdiri dari bangunan rumah kompos, bangunan bak fermentasi, kendaraan roda tiga, sapi dan bangunan kandangnya, pakan ternak, serta alat pengolah pupuk organik (APPO).

Baca juga : Anggota TNI di Pati Juga Bisa Kembangkan Ternak Sapi Lho

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori

Anggota TNI di Pati Juga Bisa Kembangkan Ternak Sapi Lho

Seorang anggota TNI memberikan makan sapi yang dikembangkan Kodim 0718/Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang anggota TNI memberikan makan sapi yang dikembangkan Kodim 0718/Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota TNI, selama ini identik dengan perang, pertahanan wilayah NKRI, keamanan dan tugas-tugas keprajuritan lainnya. Namun, anggota TNI saat ini memiliki tugas untuk manunggal dengan rakyat.

Karenanya, tidak jarang anggota TNI yang terlibat dalam mewujudkan swasembada pangan, ketahanan pangan nasional, dan sebagainya. Di Kodim 0718/Pati, misalnya.

Komando Distrik Militer yang menaungi wilayah teritorial Kabupaten Pati ini juga ikut berternak sapi. Upaya ternak sapi tersebut diharapkan bisa mengenalkan kepada masyarakat bahwa anggota TNI AD juga bisa beternak sapi yang menjadi salah satu cara untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Penanggung jawab peternakan sapi lokal Kodim 0718/Pati, Kapten Kav Suyatno menuturkan, program tersebut sebetulnya sudah lama dicanangkan. Namun, keberhasilan dari kegiatan beternak sapi mulai terlihat sekarang.

“Saat ini, sudah ada sekitar sepuluh ekor sapi, tiga di antaranya sudah hamil secara bersamaan. Ini sudah tiga bulan hamil. Anaknya nanti akan terus dikembangkan menjadi anakan yang berkualitas,” kata Kapten Kav Suyatno.

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma mengatakan, peternakan sapi lokal yang dilakukan Kodim 0718/Pati akan terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada warga Pati supaya bisa menjadi inspirasi bersama.

“Sapi-sapi yang diternakkan Kodim 0718/Pati ini merupakan bantuan dari pemerintah daerah yang bekerja sama, baik mitra kerja, jajaran Forkopimda Kabupaten Pati, serta hasil komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya anggota TNI AD untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional,” pungkas Andri.

Editor : Kholistiono

 

Ditulis pada Tak Berkategori