Pemotor Tewas Usai Kepalanya Terbentur Ban Truk saat Menyalip

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Klaten – Seorang pemotor tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Desa Basin, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jumat (24/11/2017) sore. Adalah Iswahyudi, warga desa itu. Ketika itu, korban mengendarai sepeda motor jenis Satria FY AD 5083 MQ.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat itu melintas sebuah truk yang dikendarai Ngatno, (33), warga Desa Lohgede, Kecamatan Karangnongko, Klaten. Truk melintas di lajur sisi kiri dari arah Basin ke Gondang. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor di belakang truk.

Iswahyudi pun berniat mendahului truk di depannya itu. Saat di tengah jalan menyalip truk, tiba-tiba ada sepeda motor Byson AB 2168 BI dikendarai Tukiko (45) warga Randulanang, Jatinom, Klaten.

Kedua kendaraan itu pun bersenggolan. Iswahyudi terjatuh dan masuk ke kolong truk. Kepalanya membentur ban belakang truk. Sedangkan Tukijo jatuh di tepi jalan.

Kanit Laka Satlantas Polres Klaten, Ipda Sumasna mengatakan, warga segera melarikan Iswahyudi ke RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten. “Korban akhirnya tewas dengan luka yang dideritanya itu,” kata Sumasna.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan atas kasus kecelakaan itu.

 

Editor : Akrom Hazami

Bikin Geger Warganet, Sepeda Motor Diparkir Terbalik di Klaten

Foto sepeda motor yang diunggah di Facebook.

MuriaNewsCom, Klaten – Ada-ada saja yang terjadi di Kabupaten Klaten ini. Yaitu, adanya sepeda motor yang ditinggalkan pemiliknya dalam keadaan terbalik. Posisi sepeda motor yang tak semestinya itulah, bikin geger warganet. Terutama masyrakat Klaten.

Mulanya, info ini muncul dan jadi bahan pembicaraan di Info Cegatan Klaten (ICK) Minggu (12/11/2017). Salah satu anggota di grup itu, dengan nama akun Nardji mengunggah foto sepeda motor terbalik itu. Tak lupa, Nardji menuliskan keterangan di foto tersebut.

“Selamat pagi lur, info sepeda motor Supra tadi malam sampai sekarang ditinggal pemilknya, posisi di depan gardu listrik Babadan,” tulis Nardji.

Ada tiga foto yang diunggah saat itu. Terlihat sebuah sepeda motor Supra berpelat nomor AD 6526 EC. Dengan posisi sepeda motor terbalik. Nardji juga menceritakan asal-muasal adanya seorang pria yang meninggalkan sepeda motor itu. Mulanya pria pengguna sepeda motor berhenti di dekat areal gardu listrik Minggu dini hari pukul 00.00 WIB.

Nardji melihat pemilik sepeda motor itu langsung membalikkan sepeda motornya. Pria itu juga sempat tiduran di jalan. Ketika itu, Nardji yang melihat memilih mendiamkan. Nardji mengira jika itu dilakukan pria itu karena pengaruh alkohol. Pria tersebut langsung berjalan meninggalkan sepeda motornya.

Nardji mencari pria itu, tapi tak tahu. “Sempat juga mau dibawa orang lewat, tapi aku tegur dari dalam trus ga jadi. Akhirnya paginya tak bawa ke dalam, takut jadi tontonan,” tulis Nardji. Minggu pagi sepeda motor tersebut diamankan di dalam areal gardu listrik.

Sejumlah warganet bereaksi. Namun baru ada seorang yang mengaku mengetahui pemilik sepeda motor itu. Yaitu pemilik akun Sukarno yang meng-capture unggahan Nardji, pada Selasa (14/11/2017). “Ngapunten seng posting niki posisi ten pundi nggih? Ini sepeda motor teman saya, dicari keluarganya, atas kerjasamanya saya ucap terima kasih sebelumnya,” tulis Sukarno.

Sukarno sempat menjelaskan tentang pria yang memakai sepeda motor itu. Pria itu mengalami gangguan jiwa. Sampai saat ini, keluarga pemilik sepeda motor tidak tahu alasan sepeda motor itu ditinggal. Akhirnya, pria itu ditemukan di daerah Jatinom, Klaten.

Setelah mendapat informasi sepeda motor di Polsek Wonosari, sepeda motor terbalik itu sudah kembali ke pemiliknya Selasa sore sekitar pukul 16.20 WIB. Pemilik mengambil sepeda motor menggunakan mobil pikap.

Editor : Akrom Hazami

Sepeda Motor Berknalpot Blong Bikin Kesal Warga Klaten

Polisi merazia sepeda motor dengan knalpot blong. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Klaten – Sepeda motor dengan knalpot blong ternyata marak di Kabupaten Klaten. Hal itu membuat risih masyarakat. Polres Klaten pun menindaknya.

Terbukti, saat  jajaran Satlantas Polres Klaten melakukan razia. Dalam dua pekan terakhir, ratusan sepeda motor terjaring. Tercatat sebanyak 154 sepeda motor tak layak dikendarai diamankan. Dari jumlah itu, 24 unit sepeda motor di antaranya adalah sepeda motor knalpot blong.

Penuturan Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono, dari kegiatan polisi itu banyak sepeda motor tak layak dikendarai diamankan. Seperti halnya, sepeda motor tanpa TNKB, knalpot tidak standar, hingga tanpa dilengkapi lampu.

“Sasaran kita memang kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi sesuai aturan berkendara,” kata Juli di Klaten, Selasa (31/10/2017).

Kendaraan sepeda motor dengan knalpot blong 11 unit, knalpot racing 13 unit, tidak menggunakan spion sebanyak 32 unit, tidak dilengkapi TNKB sebanyak 32 unit dan beberapa kasus lainnya.

Menurutnya, knalpot blong sangat menganggu masyarakat. Karenanya, polisi berharap agar pengguna kendaraan menaati aturan berlalu lintas.

Editor : Akrom Hazami

Petani Tua Pamit Cari Rumput, Malah Ini yang Terjadi

Polisi mengevakuasi mayat petani di Klaten. (Humas Polres Klaten)

MuriaNewsCom, Klaten – Warga Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten digegerkan adanya penemuan mayat laki-laki di areal sawah setempat, Senin (23/10/2017) petang. Korban meninggal dunia diketahui bernama Siswanto (60), warga  Jungkare RT 04 RW 02, Karanganom, Klaten.

Mayat kakek itu pertama kali diketahui kerabatnya sendiri yaitu Teguh dan Eko yang sengaja mencarinya, dengan alasan tidak pulang-pulang hingga waktu petang. Saat ditemukan, korban sudah terbaring membujur dengan kepala berada di sebelah utara di pematang sawah

“Korban keluar rumah sejak sore dengan alasan mencari rumput, namun hingga petang tak kunjung pulang dan dicari oleh kerabatnya,” kata Kapolsek Karanganom, AKP Sugeng Handoko di Mapolsek Karanganom, Selasa (24/10/2017).

 Menurut Kapolsek, korban pergi ke sawah untuk mencari rumput sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah pukul 18.00 WB dicari oleh keluarganya, Siswanto baru ditemukan pukul 18.30 WIB dalam kondisi tak bernyawa. “Pamitnya mencari rumput di sawah, namun ketika ditemukan sudah meninggal dunia,” terangnya panjang lebar.

Kepolisian sendiri telah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban bersama tim medis kecamatan dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. “Pihak keluarga menerima bahwa kejadian ini murni musibah, jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan,” pungkas Sugeng.

 Editor : Akrom Hazami

Gadis 14 Tahun Tak Berdaya saat Dipaksa ‘Begituan’ Dua Kali di Klaten

Foto Ilustrasi MuriaNewsCom

MuriaNewsCom, Klaten – Gadis di bawah umur menjadi korban pencabulan di  wilayah Kraguman, Jogonalan , Klaten pada tanggal 19 dan 20 Oktober 2017 lalu. Pelaku adalah GE (27) buruh harian dengan korbannya berusia 14 tahun. Keluarga yang mendapati laporan anak gadisnya, segera melaporkan GE ke polsek setempat.

Info dihimpun, sebelumnya korban memang menginap di rumah pelaku. Saat dijemput oleh keluarga, korban menolak karena ketakutan. Kemudian pelaku ini berinisiatif mengantarkan korban pulang ke rumahnya.

Baca : Pasangan Sejoli di Jepara Ini Nekat Mesum di Masjid, Diguyur Air Langsung Diarak ke Balai Desa

Teryata korban melaporkan apa yang dilakukan pelaku kepada dirinya. Pada saat itu pihak keluarga melaporkan pelaku ke Polsek dan kami lakukan tindak lanjut. Dari keterangan yang diperoleh, pelaku menyetubuhi korban sebanyak dua kali di rumah pelaku.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Suardi Jumaing, mengatakan tempat kejadian perkara (TKP) di rumah pelaku.

BacaPasangan yang Digerebek Ternyata Sudah 5 Kali Mesum di Masjid

“Pelaku dikenai hukuman melanggar Pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo 287 ayat (1) KUHP,” katanya.

Kini GE harus mendekam di hotel prodeo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Editor : Akrom Hazami

Bawa Samurai, Pedang, hingga Bom Molotov,  Geng Motor di Klaten Beraksi

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Klaten – Aksi geng motor di Kabupaten Klaten kian meresahkan masyarakat. Beberapa waktu lalu, mereka kedapatan melakukan perusakan, hingga aksi ugal-ugalan dengan melempar bom molotov di tengah jalan di sepanjang jalan Stasiun Srowot, Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten.

Pada Minggu (15/10/2017) misalnya. Mobil milik Arifin, warga Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan, juga dibuat rusak oleh geng motor. Ketika itu, Arifin hendak ke Solo. Arifin mengendarai mobil Toyota Soluna ke arah timur di Jalan Jogja-Solo, Kecamatan Klaten Selatan.

Sesampainya di depan Terminal Bus Bandogantungan, mendadak ada sekitar delapan sepeda motor ditumpangi belasan anak muda. Arifin melihat mereka membawa senjata tajam jenis pedang dan samurai. Senjata tersebut disembunyikan di balik baju dan jaket.

Tiba-tiba salah seorang pelaku mengayunkan senjata tajam ke mobilnya, dan mengenai bodi bagian belakang. Dia sempat mengejar ke arah timur sampai di Jalan Jogja-Solo depan masjid agung. Saat dirinya turun dari mobil, para pelaku kabur dengan sepeda motor jenis KLX dan matik. Dengan kejadian itu dia meminta warga lebih waspada saat berkendara dini hari.

Kapolsekta Klaten, AKP Suyadi, mengatakan, pihaknya mulai melakukan gerakan antisipasi terjadinya aksi brutal geng motor di wilayahnya. Di antaranya, polisi melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah klub sepeda motor.

“Anak muda yang ikut komunitas maupun klub motor dirangkul. Kami ajak mereka berdiskusi dan memberikan pembinaan terhadap mereka semua,” kata Suyadi, Senin (23/10/2017).

Sejumlah kerawanan yang kerap dilakukan mereka adalah balap liar, serta perkelahian. Karenanya, polisi terus mengantisipasi aksi para geng motor tersebut. Polisi juga meminta agar orang tua intensif memantau anak-anaknya. Termasuk dalam hal ini, orang tua hendaknya memerhatikan pergaulan sehari-hari. Baik itu lingkungan masyarakatnya, hingga lingkungan sekolah.

Editor : Akrom Hazami

1,7 Ton Kabel Tembaga Hilang di Klaten

Polisi melakukan pemeriksaan di gudang penyimpangan kabel di Delanggu, Kabupaten Klaten. (Humas Polres Klaten)

MuriaNewsCom, Klaten – Pencurian kabel tembaga terjadi di gudang bekas pabrik karung goni, di Desa/Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Rabu (30/8/17). Kabel seberat 1,7 ton yang disimpan di dalam gudang hilang dicuri.

Pemilik pabrik Agus Prasetyo Budi (50) mengatakan kabel tersebut sudah lama disimpan di dalam gudang, “sekitar tahun 2012 kabel-kabel tersebut saya simpan di dalam gudang lalu saya kunci. Saat ditemukan gembok tidak rusak, namun setelah saya cek di dalam kabel tembaga sudah hilang dan tinggal kulitnya saja,” jelasnya.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Delanggu Ipt Juwardi bersama anggota langsung melakukan pengecekan di lokasi kejadian.

“Sementara kami kumpulkan barang bukti dan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian perkara yang mengetahui kejadian tersebut,” ujarnya.

Dengan harapan dari barang bukti yang didapat dan dari keterangan saksi, kasus pencurian tersebut bisa cepat terungkap.

Editor : Akrom Hazami

Gudang Los Tembakau Milik PTPN di Klaten Terbakar

Gudang los tembakau yang terbakar di Klaten. (Facebook)

MuriaNewsCom, Klaten – Kebakaran meluluhlantakkan gudang los tembakau milik PTPN X Kebun Kebonarum yang berada di Dukuh Gadungan, Desa Gadungan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Rabu (23/8/17).

Dikutip dari situs resmi polisi, Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu namun sebanyak 3,5 kuintal tembakau ludes terbakar dan kerugian material ditaksir mencapai Rp 15 juta.

Petugas jaga malam los tembakau, Tugimin (55) menuturkan, sebelum kejadian tersebut salah satu petugas Sukoco sekitar pukul 22.30 wIB sempat melakukan open tembakau dan kemudian berpamitan pulang.  “Pada saat saya datang ke lokasi sekitar pukul 00.50 wIB dari jarak 50 meter, saya melihat kebakaran sudah melalap bangunan tembok dengan atap yang terbuat dari galvalum” jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, Tugimin langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Wedi untuk meminta bantuan. Sekitar pukul 00.50 WIb, api berhasil dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran beserta kepolisian dan dibantu oleh warga sekitar.

Kapolsek Wedi AKP Sunarso menuturkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran los tembakau tersebut. “Penyebab kebakaran dalam penyelidikan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Siswa SD Terseret Arus Bengawan Solo di Klaten, Begini Kondisinya ketika Ditemukan

Petugas melakukan pengevakuasian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo di Klaten. (BPBD Klaten)

MuriaNewsCom, Klaten – Reno Fauzi (12), warga Dukuh Kauman RT 02/ RW 09, Desa Bulakan, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, terseret arus sungai Bengawan Solo di Dukuh Kwogo Kulon, Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Selasa (22/8/2017). Baru pada hari ini, Rabu (23/8/2017), bocah itu bisa ditemukan. Dengan lokasi penemuannya sekitar 75 meter dari lokasi korban hilang.

Operator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Arif Fuad Hidayat kepada MuriaNewsCom, mengatakan, korban mulanya bersama delapan temannya pergi dari rumah. Tujuannya, mereka ingin menonton karnaval di Kabupaten Sukoharjo. Belum sampai di lokasi, mereka ingin mencuci kaki di Sungai Bengawan Solo, sekitar pukul 13.15 WIB.

Korban terpeleset dan terjatuh ke tengah sungai. Kemudian korban tenggelam terbawa arus sungai yang cukup deras. Korban saat bermain menggunakan celana pendek merah seragam sekolah.  Warga bersama relawan langsung melakukan pencarian dengan peralatan seadanya.

Mendapati informasi tersebut, polisi beserta Tim SAR Kabupaten Klaten dan SAR Kabupaten Sukoharjo langsung mendatangi tempat kejadian untuk melakukan pencarian korban yang terseret arus. Tim gabungan melakukan penyelaman dan penyisiran mencari bocah yang menjadi korban hanyut di aliran sungai Bengawan Solo. Pencarian tersebut melibatkan 70 orang relawan.

Penyisiran dilakukan dari titik hanyutnya korban di dekat jembatan Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari. Tim juga melakukan penyelaman. Ada juga tim yang menyisir di permukaan menggunakan pelampung. Tim juga memasang jaring di bawah jembatan Sidoretno dan POndok, Sukoharjo.

Pencarian dilakukan kembali pagi tadi. Korban diketemukan pukul 11.30 WIB dengan jarak sekira 75 meter dari lokasi. “Korban dalam keadaan MD, selanjutnya dibawa ke rumah duka,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Spot Selfie lagi Naik Daun, “Hutan” Kamboja Klaten

Warga menikmati pemandangan hutan kamboja di Klaten. (Instagram)

MuriaNewsCom, Klaten – Mendengar namanya, kita akan membayangkan bahwa tempat tersebut merupakan kumpulan pohon kamboja yang menawan dan cocok untuk spot swafoto (selfie). Anda tak salah, karena apa dibayangkan dibanding realitanya memang benar demikian.

Lokasinya berada di dekat kantor PDAM Kabupaten Klaten. Tepatnya berada di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Gayamprit, Klaten Selatan. Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, ada sekitar ratusan pohon kamboja di lokasi tersebut.

Menurut keterangan pemilik tanaman hias, Saryono, 53, warga RT 001/RW 006, Dukuh Kerjan, Kelurahan Gayamprit, Klaten Selatan, dia telah lama membudidayakan tanaman Kamboja. Tepatnya sejak 2001 lalu. Total tanaman kamboja miliknya sekitar 750 pohon. Pepohonannya tersebar di tiga lokasi. Yaitu di depan rumah, di depan dan samping kantor PDAM Klaten.

Ada sekitar 90 persen pohon kamboja tersebut ekspor ke Taiwan, Singapura, dan lainnya. Bahkan, dia sempat mendapatkan tawaran untuk mengirimkan pohon kamboja ke Eropa seperti Perancis dan Inggris. “Karena pengirimannya lama yakni makan waktu sebulan, pengiriman pun tak jadi,” kata Saryono.

Hutan kamboja miliknya memiliki luas 2.000 meter itu. Dia mempersilakan setiap orang untuk ikut memanfaatkan dengan gratis. Baik untuk foto selfie, dan lainnya. Meski gratis, dia juga menyiapkan kotak kecil yang disiapkan.

“Itu hanya sukarela. Silakan berfoto asalkan jangan memanjat karena bisa terpeleset. Selain itu, jangan memetik bunga, mematahkan tangkai ataupun merusak tanaman,” ucapnya.

Sejumlah warga tampak menikmati pemandangan hutan kamboja. Tidak sedikit yang memanfaatkannya untuk swafoto. “Pemandangannya bagus. Cocok fotonya dipasang di media sosial,” ungkap Tri, salah seorang warga setempat.

Editor : Akrom Hazami