Ini Pengalaman Dandim dan Kajari Saat Menghadiri Kirab Budaya

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning (kiri) dan Kajari Purwodadi Abdullah terlihat enjoy mengenakan pakaian adat Jawa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning (kiri) dan Kajari Purwodadi Abdullah terlihat enjoy mengenakan pakaian adat Jawa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Acara kirab budaya dalam rangka hari jadi ke-290 Kabupaten Grobogan menjadi momen yang istimewa bagi beberapa pejabat. Khususnya, Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning.

Baca juga : Bupati Grobogan dan Jajarannya Jalan Kaki 3 Km di Kirab Budaya Ini

Warga Pecicilan Rebut Gunungan Kirab Grobogan, Bupati Mesem

Pasalnya, semua pejabat diharuskan mengenakan pakaian adat Jawa. Memakai beskap dan blangkon. Sebagai orang Batak, mengenakan pakaian adat Jawa terasa spesial buat Dandim. Soalnya, momen seperti itu jarang didapat.

”Ini kedua kalinya, saya menghadiri acara resmi memakai pakaian adat Jawa. Pengalaman pertama memakai pakaian seperti ini saya alami saat tugas di Malang, beberapa waktu lalu,” cetusnya.

Selain dandim, satu pejabat lagi yang jadi perhatian adalah Kajari Purwodadi Abdullah. Meski aslinya Madura, namun Kajari terlihat cukup nyaman ketika menghadiri acara kirab budaya mengenakan pakaian adat Jawa.

”Saya nyaman-nyaman saja memakai pakaian adat Jawa karena sudah beberapa kali pakai,” cetusnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Warga Pecicilan Rebut Gunungan Kirab Grobogan, Bupati Mesem

Warga berebut gunungan di kirab budaya di Kabupaten Grobogan, Kamis. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga berebut gunungan di kirab budaya di Kabupaten Grobogan, Kamis. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Rebutan gunungan hasil bumi yang diarak dalam kirab budaya ternyata menjadi momen yang dinantikan warga. Indikasinya, ribuan warga langsung berebut untuk mendapatkan aneka barang yang tersedia dalam gunungan itu.

Sedianya, gunungan itu baru boleh dibongkar setelah pembacaan doa yang dilangsungkan setelah Bupati Grobogan Bambang Pudjiono menyampaikan sambutan. Namun, saat bupati naik podium, warga sudah merangsek mendekati 12 gunungan yang diletakkan di tengah jalan raya Purwodadi-Pati itu.

Ketika pembaca doa baru memulai tugasnya, antusias warga untuk berebut gunungan tidak bisa dikendalikan.

“Serbu. Ayo kita bongkar gunungannya,” teriak warga yang terlihat bersemangat untuk mendapatkan barang dalam gunungan itu.

Akhirnya sebelum pembacaan doa selesai, gunungan itu sudah kocar-kacir jadi rebutan orang. Selain orang tua dan dewasa, puluhan anak kecil juga ikut berebut gunungan.

“Acara rebutan gunungan dalam kirab budaya ini paling saya nantikan. Rebutan bareng banyak orang rasanya sangat menyenangkan,” kata Tejo, salah satu warga.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Bupati Grobogan dan Jajarannya Jalan Kaki 3 Km di Kirab Budaya Ini

Bupati Grobogan dan Jajarannya Jalan Kaki 3 Km di Kirab Budaya Ini

Peserta kirab budaya di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewCom/Dani Agus)

Peserta kirab budaya di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-290 Kabupaten Grobogan berupa kirab budaya yang dilangsungkan berlangsung meriah, Kamis (3/3/2016).

Ribuan warga terlihat antusias menyaksikan kirab budaya yang digelar di Kecamatan Grobogan mulai pukul 09.15 WIB hingga sekaran ini.

Kirab budaya dihadiri Bupati Grobogan Bambang Pudjiono dan para pimpinan SKPD. Terlihat pula Sekda Grobogan Sugiyanto dan para pimpinan SKPD.

Acara kirab dimulai dari depan Kantor Kelurahan Grobogan di jalan raya Purwodadi-Pati. Rombongan kirab berjalan mengelilingi wilayah Kelurahan Grobogan sejauh 3 km.

Selain dari instansi pemerintahan, peserta kirab juga berasal dari berbagai kalangan masyarakat. Sebanyak 12 gunungan berisi hasil panen juga ikut dikirab. Gunungan itu nantinya akan dibagikan pada warga setelah kirab berakhir.

“Saya merasa senang karena kirab ini berjalab meriah dan warga masyarakat ikut berpartisipasi dalam acara rutin ini,” kata Bupati Grobogan Bambang Pudjiono.

Menurutnya, kirab budaya ini dilakukan sebagai peringatan perpindahan pusat pemerintahan, dari Kecamatan Grobogan menuju Kecamatan Purwodadi.

“Dulu ibukota Kabupaten Grobogan pusatnya di Kecamatan Grobogan sini. Jadi untuk memperingati peristiwa ini, setiap tahun kita langsungkan kirab budaya,” imbuh Bambang.

Editor : Akrom Hazami