25 Pedagang Kudus Plasa Terancam Diusir Paksa

 

Nampak kios-kios pedagang di kawasan Kudus Plasa (Istimewa)

Nampak kios-kios pedagang di kawasan Kudus Plasa (Istimewa)

 

MuriaNewsCom,Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus memberi peringatan kepada 25 pedagang Kudus Plasa yang menolak perjanjian pembayaran sewa untuk segera mengosongkan kios-kios yang ditempatinya. Jika tidak, pemkab akan melakukan upaya pengosongan paksa terhadap kios-kios tersebut.

Ancaman tersebut sebagaimana disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Noor Yasin, melalui keterangan persnya, Jumat (22/1/2016.

Menurut Noor Yasin, para pedagang diberi kesempatan untuk segera mengurus perjanjian sewa kios-kiosnya maksimal hingga 9 Februari 2016 mendatang. ”Kalau tidak, ya terpaksa kami melakukan eksekusi dengan menyegel dan menutup kios tersebut,” ujar Yasin.

Ancaman penutupan paksa tersebut juga sudah disampaikan ke pedagang melalui surat bernomor 030/2736/01 tanggal 14 Desember lalu. Menurut Yasin, surat tersebut sekaligus merupakan surat peringatan III, setelah sebelumnya pemkab juga sudah mengirimkan beberapa kali surat peringatan baik kepada Himpunan Pedagang Kudus Plasa maupun ke langsung pedagang bersangkutan.

”Kalau tidak mau melakukan perjanjian sewa, terpaksa kios akan kami alihkan ke pedagang lain yang membutuhkan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, polemik pedagang Kudus Plasa sebenarnya sudah muncul ketika bangunan Kudus Plasa yang dikenal sebagai Matahari Mall, masa sertifikat HGB nya telah habis pada 2011 lalu. Sesuai ketentuan yang ada, bangunan beserta isinya akhirnya menjadi aset pemkab.

Saat itulah, persoalan kemudian mencuat ketika para pedagang yang menempati kios di kawasan Kudus Plasa, mendesak pemkab memperpanjang sertifikat HGB mereka. Hanya saja, pemkab menolak upaya tersebut HGB bangunan Kudus Plasa lantaran terbentur aturan.

”Dalam ketentuannya, HGB tidak bisa diperpanjang secara parsial, tapi harus keseluruhan gedung. Sebab, seperti Matahari Mall kini juga sudah menyewa,” kata Yasin.

Editor : Kholistiono

Pemkab Kudus Mulai Marah dengan PKL yang Melanggar

Petugas Satpol PP berada di salah satu PKL yang ada di depan RSUD dr Loekmonohadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas Satpol PP berada di salah satu PKL yang ada di depan RSUD dr Loekmonohadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Beberapa kasus PKL yang menjual lapaknya menjadi perhatian Pemkab Kudus. Karenanya, pemkab meminta agar masyarakat yang mengetahui hal tersebut, silakan melapor kepada dinas terkait.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Dagsar Sudiharti. Menurutnya kasus tersebut cukup mengkhawatirkan dan jelas menyalahi aturan.

“Seperti kasus yang di sekitar Matahari itu juga benar. Kami sudah menindak kasus tersebut karena hal semacam itu tidak diperbolehkan,” katanya.

Menurutnya, lokasi tempat berjualan juga bukan milik pedagang. Jadi tidak boleh dijual. Sebab baik itu trotoar dan median jalan juga milik pemerintah, bukan milik perorangan apalagi milik PKL.

Terkait hal tersebut, pihaknya menyatakan kalau ada PKL yang sudah tidak berjualan selama beberapa hari, PKL lain dapat menempati dan tidak usah membayar kepada pedagang lama.

“Kalau ada apa apa biar saya yang menangani. Silakan laporkan langsung kepada saya,” jelasnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Beberapa PKL di Kudus Bertingkah Semaunya

Petugas Satpol PP berada di salah satu PKL yang ada di depan RSUD dr Loekmonohadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas Satpol PP berada di salah satu PKL yang ada di depan RSUD dr Loekmonohadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Para pedagang kaki lima (PKL), di Kudus ternyata banyak yang bertindak semaunya. Mulai dari melanggar jam berjualan hingga menjual di daerah yang tidak diperbolehkan. Bahkan, ada yang sampai menjual lapaknya.

Hal itu diungkapkan oleh seorang pedagang di kawasan Plaza Kudus dan depan RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Pedagang yang enggan disebutkan namanya itu menceritakan, ada PKL yang menjual lapaknya sekitar Rp 10 juta.

“Ada yang jualan di sekitar sini sudah lama. Namun malah menjual lapaknya kepada calon pedagang baru Rp 10 juta. Calon pedagang baru itu belum juga berjualan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Plt Kepala Dinas Dagsar Sudiharti juga membenarkan informasi yang beredar itu. Menurutnya pelaku yang menjual lapak berjualan sudah beberapa kali terjadi dengan nominal harga cukup besar. “Beberapa kali sempat terjadi,” kata Sudiharti. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Awal Desember Harus Jadi, Pembangunan Lapak PKL Taman Krida Dikebut

Pembangunan Lapak PKL di utara Taman Krida ditargetkan Desember harus rampung. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pembangunan Lapak PKL di utara Taman Krida ditargetkan Desember harus rampung. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pembangunan Lapak PKL di utara Taman Krida, harus dikebut. Pasalnya dalam waktu dekat ini, target pembangunan harus segera diselesaikan.

Kepala Disbudpar Sunardi mengatakan, pembangunan lapak PKL Taman Krida harus diselesaikan pada awal Desember. Untuk itu pihaknya melakukan komunikasi yang intensif guna meminta pembangunan segera diselesaikan.

”Masih banyak yang belum jadi. Sehingga kami melakukan pemantauan dan komunikasi yang rutin dengan kontraktor pelaksanaannya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dalam pembangunan sekitar Taman Krida tersebut, menelan biaya sekitar Rp 3 miliar. Jumlah dana tersebut bukan hanya untuk pembangunan lapak saja. Melainkan juga dengan pembangunan dan penataan taman kecil di depan Taman Krida.

”Buaian selatan nanti steril dari PKL. Jadi khusus lokasi wisata mini sepeti taman dan semacamnya,” ujarnya.

dia berharap, dengan adanya pembangunan kios PKL yang lebih bagus, bisa menjadi daya tarik masyarakat Kudus untuk berkunjung ke objek wisata Taman Krida karena mayoritas yang menempati kios tersebut merupakan pedagang kuliner.

”Artinya, pengunjung yang sudah puas bermain di objek wisata Taman Krida bisa mencicipi aneka kuliner yang kiosnya berada dalam satu kompleks objek wisata tersebut,” ujarnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Januari, Puluhan PKL di GOR Kudus Dipindah

Puluhan PKL yang berjualan di kawasan GOR Kudus, dalam waktu dekat bakalan dipindah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Puluhan PKL yang berjualan di kawasan GOR Kudus, dalam waktu dekat bakalan dipindah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Puluhan PKL yang berjualan di kawasan GOR Kudus, dalam waktu dekat bakalan dipindah. Rencananya, pemindahan PKL bakal dilakukan pada awal tahun depan atau awal Januari 2016.

Hal itu disampaikan kepala Disbudpar Sunardi. Menurutnya, penataan PKL dilakukan di kawasan wisata Taman Krida. Sehingga, pemindahan PKL di sekitarnya juga ikut ditata dengan bakal dilakukan pemindahan.

”Kami sudah buatkan lapak baru untuk mereka, yakni di sebelah barat Taman Krida. Nantinya para pedagang yang berjualan di GOR akan pindah ke lapak baru yang dibangun,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, lokasi kompleks GOR harus bersih dari PKL. Sehingga, 45 PKL yang berjualan di sana harus dipindah. Untuk itulah dilakukan pemindahan ke lapak baru di sebelah utara Taman Krida.

Selain itu, lanjutnya, di kompleks baru lapak PKL juga bakal menampung lebih banyak pedagang. Sekitar 130 lapak dalam proses dibangun, jumlah tersebut juga termasuk para PKL yang sebelumnya juga menepati kawasan utara Taman Krida. (FAISOL HADI/TITIS W)

Kios PKL Boleh Dimodifikasi, Tapi Dilarang Rubah Spek

PKL berjualan di kios yang dibangun Dinas Dagsar Kudus. Bangunan yang kini dikelola pemerintah desa, dilarang untuk disewakan. MURIA NEWS/FAISOL HADI

KUDUS – Kabid Pengelolaan Pasar Pada Dinas Perdagangan Dan Pengelolaan Pasar (Dagsar) Kudus Bambang Gunadi menyatakan, kios PKL yang diberikan pada sejumlah pemerintah desa diperbolehkan untuk di modifikasi. Namun, mereka dialarang merubah spek semula.

Lanjutkan membaca